
Pertemuan antara Birdella dan Andreas, setelah keduanya sudah lama tidak bertemu dan berbicara, karena Birdella yang pergi meninggalkan Andreas dan anak mereka, Felisia. Namun, nyatanya setelah sekian lama, Birdella memutuskan untuk mencari Andreas karena ia ingin meminta maaf atas kesalahannya terlebih dahulu.
Birdella merasa bersalah karena telah pergi dalam keadaan yang tidak menentu, yang pada waktu itu Andreas baru saja diangkat menjadi seorang dokter. Dia meninggalkan mereka, dan dia ingin meminta maaf langsung pada Andreas dan Felisia.
Tetapi ia juga membutuhkan bantuan Andreas untuk membujuk Felisia, yang tidak mengenalinya sebagai mamanya. Dan pertemuan intens mereka, justru menjadi perselingkuhan yang membuat mereka berdua tidak bisa lepas satu sama lain.
Sayangnya apa yang terjadi pada mereka berdua, menghancurkan kehidupan rumah tangga Andreas yang baru. Bahkan istrinya Andreas yang baru, Lay, meninggalkan rumah tanpa ditemukan jejaknya.
Andreas tidak dapat menemukan keberadaan Lay setelah mencari selama beberapa waktu. Hasil pencarian yang tidak ada membuat Birdella semakin tertekan dan merasa semakin bersalah. Dia memikirkan banyak hal, termasuk mengapa dia meninggalkan Andreas dan Felisia dulu, dan mengapa Lay juga harus melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan.
"Andreas, Aku minta maaf karena telah mengganggu kehidupanmu dan Felisia lagi selama ini. Aku merasa sangat bersalah dan ingin memperbaiki kesalahanku."
"Tapi bisakah Kamu membantuku menemukan keberadaan Lay? Aku ingin meminta maaf padanya juga."
Birdella merasa tertekan setelah apa yang dia alami kemarin-kemarin.
"Sayang. Jujur Aku masih menyimpan rasa sakit karena perpisahan kita dulu. Tapi Aku juga tidak bisa menampik perasaan ini, jika masih ada cinta untukmu."
"Tapi Aku akan tetap mencoba menemukan Lay, bukan untukmu, tapi untukku sendiri." Andreas mengatakan apa yang dirasakannya.
Andreas memang masih mencoba mencari tahu tentang keberadaannya, dengan bantuan para polisi. Tapi, dia sendiri tidak merasa yakin, jika Birdella benar-benar merasa bersalah atas apa yang telah terjadi pada Lay.
__ADS_1
"Aku merasa sangat bersalah karena telah meninggalkanmu dan Felisia dulu. Aku tidak bisa membayangkan betapa sakit hati anakku saat itu. Aku ingin meminta maaf langsung padamu dan Felisia. Juga pada Lay," kata Birdella mencoba memberi tahu Andreas.
"Hemmm... Aku tahu bahwa Kamu benar-benar menyesal atas kesalahanmu. Tapi, Birdella, Aku merasa sulit untuk menemukan keberadaan Lay, dan ini butuh waktu dan proses yang panjang."
"Ya, Aku mengerti. Aku hanya ingin memperbaiki segala kesalahan di masa lalu. Aku akan sabar dan menunggu kesempatan untuk memperbaikinya," sahut Birdella dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah. Mari kita mencoba memulihkan hubungan kita selangkah demi selangkah. Kita hadapi ini sama-sama," kata Andreas berusaha untuk tetap tenang dan bijak.
"Terima kasih, Sayang. Aku sangat berterima kasih atas bantuan mu. Aku tidak mau terus menerus merasa bersalah sepanjang hidup."
Kini keduanya saling berpelukan, mencoba untuk saling menguatkan satu sama lain dalam masalah ini.
Situasi yang dialami Birdella adalah situasi yang sangat kompleks dan membingungkan. Dia merasa sangat bersalah karena kelakuannya sendiri selama ini, yaitu meninggalkan Andreas dan anak mereka, Felisia, untuk hidup bersama dengan orang lain. Tapi jalan yang dia lakukan untuk bisa mendapatkan anaknya juga salah, sehingga penyesalan itu datang setelah semuanya terjadi.
Situasi ini membuat Birdella merasa tidak nyaman, tidak bisa tidur nyenyak, dan terus memikirkan kesalahannya. Dia merasa seperti ada beban berat yang terus dihadapinya, dan dia tidak tahu bagaimana cara melepaskan diri dari perasaan tersebut. Dia juga merasa khawatir karena tidak dapat menemukan Lay, yang merupakan satu-satunya harapannya untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya.
Birdella merasa sangat terdesak dan perlu bantuan Andreas dalam mencari keberadaan Lay, yang nyatanya belum bisa ditemukan setelah berbulan-bulan lamanya.
Kesulitan-kesulitan tersebut membuat Birdella merasa sangat tertekan dan panik. Namun, dia menyadari bahwa untuk memperbaiki kesalahan yang telah dia buat, dia harus menghadapi situasinya dengan kepala dingin dan berusaha melakukan yang terbaik.
Andreas sendiri merasa sulit untuk membantu Birdella, meskipun ia ingin membantunya. Ia masih menyimpan perasaan sakit karena perpisahan yang menyakitkan, dan Birdella yang datang kembali membuatnya merasa cemas dan takut. Apalagi setelah Birdella mengalami keguguran.
__ADS_1
Felisia, anak mereka yang masih kecil, juga sedang tidak ada di rumah. Selain ikut bersama dengan kakeknya, Felisia juga masih merasa kesal dengan kehadiran Birdella.
Anak itu merasa bahwa ibunya telah meninggalkan mereka selama bertahun-tahun dan sekarang tiba-tiba ingin kembali ke kehidupan mereka. Felisia juga merasa bahwa ia tidak perlu memaafkan ibunya karena ia merasa tidak ada yang perlu dimaafkan.
Mereka semua tidak menyadari bahwa apa yang terjadi pada kehidupan mereka ada kaitannya dengan dukun Lena, yang selama ini memantau bagaimana mereka dalam keseharian.
Sebenarnya, dukun Lena inilah yang memiliki peranan penting mempermainkan kehidupan mereka. Tapi semua itu bukan tanpa sebab.
Di kehidupan sebelumnya, Birdella ini adalah peri jahat yang telah melukai dan memisahkan Lay dengan Armaro Baruto. Birdella juga yang telah mengubah Armaro menjadi vampir monster seperti sekarang ini.
Jika Andreas sendiri, dua adalah pengawal yang selalu ikut dalam kegiatan Birdella. Selalu memberikan dukungan pada peri jahat tersebut, sehingga di kehidupannya yang sekarang ini dibuat bingung dengan apa yang dia alami.
"Kalian akan menerima akibat dari perbuatan kalian sendiri."
"Mungkin kalian berdua tidak pernah sadar, jika apa yang terjadi dalam kehidupan kalian ini adalah buah dari perbuatan kalian di masa lalu. Tapi semua itu ada kaitannya."
Dukun Lena tersenyum tipis melihat bagaimana keadaan Birdella dan Andreas yang seperti orang-orang tidak tenang, penuh penyesalan dan tekanan yang tidak ada hentinya di hati mereka.
Adhya juga tidak memperbolehkan felicia untuk kembali pulang dan hidup bersama dengan papanya, Andreas, karena Adhya tidak lagi percaya dengan anaknya itu.
Jadi Felisia akan ada di dalam pengasuhan kakeknya, dan Andreas hanya bisa datang ke kota satu bulan sekali untuk mengunjungi anaknya.
__ADS_1
Andreas sendiri tidak bisa protes akan keputusan yang diambil oleh ayahnya, karena dia juga tidak yakin jika bisa merawat Felisia. Apalagi jika keadaan Birdella masih sama seperti sekarang ini.
"Entah sampai kapan keadaan ini akan berakhir..." keluh Andreas, menyesali semua perbuatan yang dilakukannya.