Love Monster

Love Monster
Semakin Buruk


__ADS_3

"Hon, kamu bahagia bersamaku di sini?" tanya Armaro saat mereka duduk berdua di pinggir danau.


Lay menganggukkan kepalanya mengiyakan, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Armaro yang ada di sampingnya.


Lay adalah seorang manusia biasa, normal pada umumnya manusia yang akhirnya mencintai Armaro, seorang vampir yang telah menyembuhkan luka hatinya karena pengkhianatan Andreas.


Kini Lay memutuskan untuk hidup bersama dengan Armaro di dunia vampir, tanpa Lay harus berubah menjadi vampir. Kehidupan mereka penuh dengan tantangan dan rintangan, karena keberadaan manusia di dunia vampir sangatlah jarang dan seringkali diperlakukan dengan kebencian dan kebencian. Terutama oleh musuh-musuh yang tidak menyukai Armaro.


Namun, Lay dan Armaro mengatasi semua rintangan tersebut dengan cinta mereka yang kuat dan saling mendukung satu sama lain. Lay belajar tentang dunia vampir, dan belajar bagaimana beradaptasi dengan kehidupan di dalamnya. Armaro juga belajar tentang kehidupan manusia dan mencoba memahami dan menghargai pandangan dan nilai-nilai yang dimiliki oleh Lay.


"Sayang, aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu akan menjaga dan melindungi mu. Aku akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membuatmu bahagia."


Armaro mengambil tangan Lay, kemudian mengecupi punggung tangan tersebut.


Cup cup cup


Lay tersenyum senang karena merasa sangat diperhatikan oleh Armaro, yang dulunya hanya dia anggap sebagai Sosok Hitam yang ada dalam mimpinya.


"Terima kasih, Sayang. Aku tahu kamu akan selalu ada untukku. Tapi aku masih khawatir tentang kehidupan di dunia vampir ini. Bagaimana jika tiba-tiba ada yang lapar dan haus, kemudian menerkam ku?" tanya Lay khawatir. Ya, itu adalah ketakutan terbesarnya berada di kerajaan vampir.


"Jangan khawatir, aku akan membantumu beradaptasi dengan dunia ini. Kamu akan belajar bagaimana bertahan hidup di sini dan aku akan selalu ada di sampingmu."


Jawaban yang diberikan oleh Armaro, membuat Lay tersenyum dan menganggukkan kepalanya paham.


"Tapi aku tidak ingin menjadi vampir. Aku ingin tetap menjadi manusia." Lay mengatakan apa yang diinginkannya.


Armaro kembali mengecup punggung tangannya, kemudian membelai lembut seluruh wajah Lay. "Tentu saja, aku mengerti itu. Kamu akan tetap menjadi manusia dan aku akan membuatmu menjadi ratu di kerajaan ku ini. Kamu akan memiliki segalanya yang kamu butuhkan, dan kamu tidak perlu khawatir akan menjadi vampir."


"Benarkah, Armaro? Terima kasih. Tapi aku..."

__ADS_1


"Kamu tahu aku mencintaimu, Lay. Aku selalu akan mencintaimu dan menjagamu, bahkan jika dunia di sekitar kita berubah." Armaro kembali berusaha meyakinkan Lay, dengan menangkup kedua pipi Lay.


Armaro tidak mau jika Lay meragukan ketulusannya, cintanya dan semua pengorbanan yang sudah dilakukannya sejak lama untuk mendapatkan Lay. Belahan jiwanya yang sudah lama terpisah.


"Dan aku juga mencintaimu, Armaro. Kamu membuat hidupku menjadi lebih indah dan aku berjanji akan selalu mengikuti mu. Yang pasti, jangan pernah mengecewakan aku, sana seperti..."


Cup


"Emhhh..."


Lay tidak bisa melanjutkan kalimatnya, pada saat dia hampir saja menyembut nama Andreas, karena Armaro langsung mencium bibirnya supaya nama tersebut tidak keluar dari mulut Lay.


Armaro tidak mau mendapati Lay bersedih hati, hanya karena ingat dengan matan suaminya yang brengsek itu.


Kini Lay telah memiliki banyak pengalaman menarik, seperti menjelajahi kota vampir yang megah, mengikuti perayaan dan ritual vampir yang unik, serta bertemu dengan berbagai makhluk gaib lainnya. Namun, kehidupan mereka juga penuh dengan bahaya dan mereka harus selalu waspada terhadap ancaman dari makhluk vampir yang jahat atau manusia yang memusuhi vampir.


***


Andreas merasa sangat tertekan setelah kehilangan Lay, istri yang sudah dia sia-siakan.


"Lay, kenapa kamu seperti tidak ada jejaknya? ke mana sebenarnya kamu Lay?"


Dia merasa sangat sedih dan kehilangan arah hidupnya tanpa Lay. Andreas berusaha menghilangkan perasaan itu dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti bekerja keras di rumah sakit dan menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Namun, perasaan sedih dan kehilangan itu tetap ada dalam pikirannya, dan Andreas merasa seperti dia tidak dapat bergerak maju dalam hidupnya tanpa Lay.


Apalagi dia juga harus mengurus Birdella yang semakin tidak waras. Keadaan Birdella semakin memprihatinkan.


Birdella juga merasa tertekan, namun dalam situasi yang berbeda dengan Andreas. Dia mulai gila karena tekanan dan kesedihan yang dirasakannya. Dia merasa seperti dia tidak mampu mengatasi kehilangan bayinya, yang dia dapat untuk merebut Andreas dari Lay. Dan masalah-masalah lain dalam hidupnya yang selama ini dia hadapi, ternyata tidak mudah.


Dia mulai melakukan hal-hal yang tidak sehat, seperti minum alkohol di rumah sakit jiwa dan menggunakan obat-obatan terlarang dari orang-orang tertentu yang dia bayar, untuk bisa mencoba menghilangkan perasaan tertekannya. Namun, hal ini hanya membuatnya semakin tidak stabil secara emosional dan mental.

__ADS_1


"Argh... tidak!"


"Aku mau Andreas! aku mau cintaku kembali!"


"Huhuhu... kenapa kamu sangat egois Lay?"


"Aku mencintai Andreas. Seharusnya kamu pergi tanpa membawa kesakitan padaku. Hahaha..."


Birdella berbicara sendiri, menangis dan tertawa tanpa ada yang mau mencegahnya. Dokter ataupun perawat hanya memantau dari jarak aman, karena Birdella akan bertambah marah dan ngamuk jika diingatkan.


Pihak rumah sakit jiwa sudah memberitahukan Andreas tentang keadaan Birdella, tapi sekali dua kali Andreas datang. Tapi setelah itu tidak datang lagi.


..."Dokter Andreas. Keadaan Nona Birdella hari ini semakin lemah. Dia tidak mau makan seharian ini, bahkan tampak berdiam diri dan tidak seperti biasanya." ...


Pihak rumah sakit menghubungi Andreas untuk memberikan kabar tentang keadaan Birdella yang tidak seperti biasanya.


Tapi Andreas hanya diam mendengarkan, tanpa memberi tanggapan apa-apa. Dia juga bingung dengan apa yang dia pikirkan saat ini, karena dia juga tidak punya semangat untuk menjalani hidupnya.


..."Apakah dokter Andreas bisa datang ke rumah sakit?" ...


..."Hemmm... saya akan usahakan." ...


..."Baiklah dokter Andreas. Kami hanya memberikan kabar tentang keadaan pasien, dan karena dokter adalah pihak keluarga terdekat yang membawa pasien ke rumah sakit jiwa ini, maka kami meminta kesediaan Anda untuk datang dengan segera." ...


..."Baiklah. Saya akan pengatur waktunya setelah tidak berdinas." ...


Klik


Andreas tampak menghela nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan-lahan. Dia termenung sejenak, sebelum akhirnya beranjak dari tempat duduknya. Dia akan memeriksa pasien-pasiennya terlebih dahulu, sebelum nanti pergi ke rumah sakit jiwa.

__ADS_1


__ADS_2