
"Aku ingin keluar. Aku bosan dan ingin makan-makanan di restoran yang normal."
Lay mengatakan keinginannya pada Armaro, yang ingin pergi ke dunia manusia untuk menikmati makanan seperti biasanya. Meskipun di tempat ini dia bisa menikmati makanan apapun yang dia inginkan, tapi suasananya tentu saja sangat berbeda dengan dunia manusia yang sudah dia jalani selama ini.
"Boleh, tapi..."
"Aku akan bersiap-siap. Terima kasih Sayang!"
Cup
Armaro tidak melanjutkan kalimatnya, karena Lay sudah terlalu gembira dan memotong perkataannya. Di tambah lagi dengan aura bahagia yang dirasakan Lay, sehingga dia bisa menyebutkan kata "Sayang" dengan mengecup secara singkat bibir Armaro. Hal itu sudah membuat rasa bahagia di hatinya Armaro sendiri.
"Aku akan menuruti semua keinginanmu Sayang. Asalkan Kamu ada di sisiku, berbahagia selamanya." Armaro bergumam seorang diri dengan tersenyum senang.
Dia benar-benar merasa sangat bahagia, karena melihat perubahan sikap Lay yang sudah bisa menerima keadaannya.
Sebagai seorang pemimpin vampir di hutan larangan yang hidup dalam sebuah istana yang megah dan misterius di tengah-tengah hutan yang lebat dan gelap, Armaro memiliki pengikut yang banyak. Mereka terdiri dari vampir dan makhluk-makhluk lain yang dikendalikan oleh vampir.
Kerajaan vampir terdapat berbagai jenis makhluk, seperti vampir, manusia setengah vampir, werewolf, setan, dan makhluk-makhluk lainnya yang memiliki kemampuan supranatural. Mereka hidup di dalam istana atau kastil besar yang misterius dan megah.l di dalam hutan.
Di siang hari, saat matahari terbit, Armaro dan pengikutnya harus bersembunyi dalam bayangan untuk menghindari terbakarnya tubuh mereka dari sinar matahari. Mereka biasanya tidur di dalam kamar-kamar yang gelap dan dingin untuk menghindari paparan sinar matahari.
Namun, pada malam hari, mereka aktif dan bergulat dalam memburu manusia atau makhluk lainnya untuk memuaskan kehausan mereka akan darah segar. Atau bisa juga dengan makan daging hewan yang mereka buru di hutan tersebut.
Tapi tentunya itu sangat berbeda untuk Lay sendiri, karena dia masih berwujud manusia seutuhnya. Bukan manusia vampir, sama seperti Armaro dan semua penghuni istana di danau hutan larangan ini.
Armaro memiliki aturan yang ketat dan tidak boleh dilanggar oleh pengikutnya. Dia aka memberikan hukuman yang sangat berat bagi mereka yang melanggar aturan tersebut, seperti dihukum mati atau diasingkan dari kelompok. Apalagi dia juga memberikan larangan untuk mengganggu manusia yang berhati baik.
Selain itu, Armaro memiliki kekuatan supranatural, seperti kekuatan hipnotis dan kemampuan untuk berubah menjadi kelelawar atau makhluk lain sama seperti yang pernah dilakukan saat bertemu dengan Lay pertama kalinya. Yaitu berwujud monster.
Armaro menggunakan kekuatan ini untuk mempertahankan kendalinya, atas pengikut mereka atau untuk membela diri dalam pertempuran saja.
Namun, sebagai makhluk malam yang terisolasi, Armaro merasa kesepian dan terasing dari dunia manusia. Apalagi sebelum ada Lay di sisinya. Dan sekarang, ganti Lay yang merasakan kesepian itu.
Karena itulah, malam ini mereka akan mencari kesenangan dengan pergi jalan-jalan mencari makan dan hiburan yang lain sesuai dengan keinginan Lay.
__ADS_1
"Aku sudah siap..."
Lay datang mengagetkan Armaro yang sedang melamun. Dia terpana melihat senyuman dan penampilan Lay malam ini.
"Kenapa Kamu harus secantik ini saat pergi, Hon?" tanya Armaro dengan mata berkilat.
"Dan kenapa juga Kamu terus tersenyum sejak tadi? Apa Kamu bahagia sekali dengan kita keluar makam malam ini?"
Armaro kembali bertanya, sebelum Lay tempat menjawab pertanyaannya yang pertama tadi.
Cup
"Apa setiap hari Aku tidak cantik?" tanya Lay mencoba meredam amarah Armaro.
Setelah tinggal bersama beberapa saat lamanya dengan raja vampir ini, Lay sudah mulai memahami bagaimana kriteria dan kebiasaan yang baik dan buruk mahkluk yang sudah membuatnya bahagia.
Tapi tetap saja Armaro tidak suka dan tidak rela, melihat Lay yang terus tersenyum manis dan terlihat sangat cantik pada saat mau keluar ke dunia manusia.
"Hhh... kalau Kamu memang tidak suka seharusnya Kamu tunjukan saja rasa tidak sukamu itu sejak tadi."
Grep
Cup cup cup
"Maaf Sayang. Aku hanya tidak rela jika Kamu terlihat sangat cantik dan dinikmati oleh orang-orang di dunia manusia sana."
Armaro cepat memeluk Lay dari belakang, meminta maaf dan mengecup pucuk kepala Lay. Mengatakan apa yang dia rasakan saat ini, karena dia benar-benar merasa tidak suka jika ada orang lain yang menikmati kecantikan wanitanya ini.
"Lalu?"
"Apakah Aku harus berdandan seperti kalian jika sedang marah?" tanya Lay aneh.
Tapi hal itu justru membuat Armaro terkekeh geli, karena pertanyaan yang diajukan oleh Lay seperti sedang menyindirnya.
"Hehehe..."
__ADS_1
"Tidak-tidak. Bukan seperti itu maksudnya Hon. Tapi... ah, sudahlah. Aku hanya tidak ingin Kamu terlihat cantik di mata orang lain, sehingga mereka akan merebutnya dariku."
"Apa Kamu akan membiarkan aku diambil mereka, jika mereka ingin?" Lay justru bertanya seperti orang yang sedang menantang.
"Tentu saja tidak!"
Dengan cepat Armaro menjawab pertanyaan dari Lay, oh seperti sedang menantangnya. Dengan cepat juga, armada membalikan badan Lay, sehingga sekarang berhadapan dengannya. Dia segera mencium, m3lum4t dan m3ny3s4p bibir wanitanya itu dengan rakus. Armaro tidak membiarkan Lay menyatakan hal itu lagi, yang bisa membuatnya naik darah.
"Aghh... Haahhh emmmhhh..."
Setelah merasa sedikit puas, setelah mencicipi bibir Lay, Armaro Baruto melepaskan ciumannya.
"Jangan sampai Kamu berkeinginan untuk bertumbuh dengan manusia lagi!" kata Armaro dengan tegas.
Lay mengelus rahang sosok seorang laki-laki yang sempurna di depannya kali ini. Dia tidak mungkin bisa berpaling lagi dari kekuatan Armaro, karena semua kesempurnaan dalam berpenampilan dan stamina pria, telah dia dapatkan pada Armaro Baruto. Sosok hitam yang dulu dia anggap hanya ada di dalam mimpinya saja.
"Sayang. Jika Aku sudah merasa begitu bahagia bersamamu, Aku tidak membutuhkan apapun."
Cup
"Itu harus."
Kini mereka berdua kembali menikmati kebersamaan dengan saling berciuman.
Setelah beberapa saat kemudian, Lay tersadar akan keinginannya yang tadi. Dia berusaha melepaskan ciumannya Armaro, dengan mendorong dada laki-laki tersebut.
"Sayang. Kita kan mau pergi makan malam ke dunia manusia," ucap Lay mengingatkan.
"Hah, iya. Kenapa aku bisa lupa?"
Armaro menepuk keningnya sendiri, mendengar perkataan yang diucapkan oleh Lay. "Beginilah jika Aku sudah bersamamu. Aku akan melupakan segala hal, karena yang terpenting dan terutama adalah dirimu."
Mendengar perkataan Armaro yang seperti sebuah rayuan, Lay tersenyum senang karena ternyata seorang Armaro juga pandai memainkan kata-kata yang manis. Bukan hanya sekedar perbuatannya yang manis dan hangat jika bersama dengannya.
Apakah ada lagi yang dibutuhkan Lay, jika dia sudah mendapatkan semuanya dari Armaro saat ini???
__ADS_1