Love On Tour Jogja

Love On Tour Jogja
Bab 1


__ADS_3

Kenalin, aku Nasyanti Tika Agustin, aku berumur 17 tahun dan bersekolah di SMA DHARMAGUNA 03. Temen-temenku sering manggil aku dengan nama Nasya, aku mempunya dua sahabat, yaitu Nanda dan Dio. Kami bertiga sudah bersahabat sejak kelas 5 SD lalu kami terpisah ketika SMP dan dipertemukan kembali di SMA ini.


Suatu hari di pagi yang cerah, kami bertiga berangkat bersama kesekolah dengan jalan kaki, kebetulan rumah kami bertiga 1 kompleks dan jarak antara sekolah dengan rumah tidak terlalu jauh. Selama diperjalanan kami berbincang-bincang membahas semua yang ada di otak kami. Lalu Nanda pun mengalihkan topik pembicaraan kami.


"Eh Sya, tau gak, kemarin tuh Dio nembak Tia taukk" Ucap Nanda menggoda Dio.


"Ehh jan didengerin tuh anak, emang rada-rada dia mahh" jawab Dio kesal.


"Parahh lu Dii, nembak Tia ga minta restu kita dulu hahaha, ga diterima kan lu hahaha" ejek Nasya kepada Dio.


"Ya gimana lagi, lagian kan lu berdua juga udah tau, gua tuh udah ngincer dia dari kelas 10 tapi malah temen gua yang jadian sama Tia" jawab Dio memelas.


"Kasian banget baby boy kita Nasya hahaha" ejek Nanda.


"Bodo amat." Jawab Dio dengan kesal.


Tidak terasa mereka bertiga sudah sampai di sekolah, dan mereka pun langsung masuk ke kelas. Tidak berselang lama, bel tanda masuk pun berbunyi, semua anak duduk ditempatnya masing-masing. Dio duduk di bangku bersama Nasya, dan Nanda duduk di bangku depan Dio.

__ADS_1


Lalu guru pun datang.


"Selamat pagi semua, silahkan kalian pelajari bab 1 dan 2 selama 15 menit, dan tepat pukul 07.00 ulangan harian kita mulai." Ucap Bu Sinta selaku guru Sejarah wajib. Bagi anak dikelas itu sudah bukan hal yang aneh lagi jika Bu Sinta tiba-tiba mengadakan ulangan mendadak, dan Nasya bersama sahabatnya sudah tau kalau hari ini ada ulangan jadi mereka bertiga sudah santai dan hanya mengingat kembali materi yang sudah mereka pelajari semalam.


"Waktu kurang 3 menit untuk belajar, dan segera masukkan seluruh buku ke dalam tas, sisakan kertas ulangan serta alat tulis kalian." Ucap Bu Santi tegas. Di sisi lain Dio berkata,


"Siapa diantara kita yang nilainya bisa ngalahin Tito, dia boleh minta apa aja." Tantang Dio kepada Nasya dan Nanda.


"Okeh aku terima tantanganmu, mari kita buktikan." Jawab Nasya dengan berani.


Waktu ulangan harian telah dimulai, semua anak tampak serius dengan lembar soal nya masing-masing. Termasuk 3 sahabat ini, mereka sangat berhati-hati dalam memilih jawaban, walaupun mereka sudah tau akan ada ujian hari ini dan sudah mempersiapkan nya dengan matang, tetapi tetap saja mereka harus berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai tertinggi.


Bel pulang sekolah pun berbunyi "kring.. kring.. kring...." Seluruh siswa pun beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan kelas. Sekarang hanya tersisa 3 sahabat itu.


"Gua penasaran, siapa yang bisa ngalahin nilainya Tito" senyum licik keluar dari bibir Dio.


"Sudah pasti aku lahh, aku kan pinter" jawab Nanda dengan yakin.

__ADS_1


"Kita lihat besok, siapa yang bisa mengalahkan Tito." Ucap Nasya.


"Yuk pulang ah, udah capek kali aku.., pen pulang trus rebahan sambil liat Drakor" ucap Nanda.


"Drakor mulu otak lu, MTK tuhh kerjainn, tugas dari minggu lalu belom lu kerjain, di tagih sama pak Bondan lagi tau rasa luu!" Ucap Nasya dengan gemas kepada Nanda.


"Kan ada Dio, boleh lahh nyontek" rayu Nanda.


"Dihh ogahh, kerjain aja sendiri, Jan dikasi contekan Sya" ucap Dio dengan ketus.


"Yeee marah nih yee babyboy nya, hayolo Nan, Dio ngambek sama elu hahaha" ejek Nasya.


"Dahlah males sama Dio, udah yukk pulangg" ucap Nanda.


"Kalian pulang duluan aja, gua masih ada keperluan di BK" ucap Dio.


"Berantem lagi lu yak?" Tanya Nanda.

__ADS_1


"Dihh siapa yang berantem, orang gua disuruh sama Bu Anis buat bantu ngerekap jurnal kelas kita sama kelas sebelah, sotoy bet lu jadi orang" jawab Dio dengan ketus.


"Udah udah, kalian napa malah berantem dahh, yaudah Nan ayok kita pulang duluan, buat lu Di, silahkan selesaikan dulu urusan lu." Jawab Nasya dengan memberi solusi.


__ADS_2