
OSPEK TELAH USAI
Akhirnya 4 hari yang melelahkan telah Nasya lalui sebagai mahasiswa baru di Universitas Aswangga Medical. Kini dia telah resmi menjadi mahasiswa di Universitas Aswangga Medical. Hari harinya akan menjadi lebih berat dengan pekerjaan part time nya. Tetapi Nasya bukan tipe wanita yang mudah menyerah pada keadaan, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk membagi waktunya dengan baik dan benar. Ditambah lagi ini adalah pengalaman pertamanya hidup di perantauan seorang diri untuk mengejar mimpi. "Tidak ada yang mustahil jika mau berusaha" pikirnya. Awalnya pasti sulit, tetapi seiring berjalannya waktu, semua akan terasa lebih mudah karena terbiasa.
Minggu pagi yang cerah, cuaca yang mendukung untuk berolahraga, Nasya ingin jogging di di daerah barunya. Selain untuk mengingat jalan, juga untuk sekedar menyapa tetangga yang melakukan aktivitasnya di Minggu pagi. "Orang-orang disini sangat ramah" bathin nya. Nasya menyapa orang yang berada dilingkungan nya, mereka sangat ramah dan bersahabat, lingkungan yang hijau dan banyak ditanami tanaman menambah kesegaran udara di pagi hari.
Nasya mulai start jogging dari tempat kosnya, dia mengambil jalan memutar agar mendapat jarak 2 kilometer. Dia memang anak yang tak kenal lelah, suka terhadap tantangan sudah menjadi suatu kebiasaan baginya. Wajar saja jika dia memiliki mental yang terdidik keras. Usahanya untuk mencapai sesuatu sangatlah menggebu, semangat yang sangat terlihat pada diri Nasya.
Nasya sangatlah berbeda dari wanita kebanyakan, tubuhnya yang atletis membuat pria menjadi minder dan enggan mendekatinya. Bagaimana tidak, dia seorang wanita yang memiliki postur tubuh yang proporsional dan berotot, tangannya yang lembut dapat menipu lelaki manapun. Dia terlihat seperti wanita kebanyakan jika memakai sesuatu yang berbau khas dengan wanita, contohnya rok span. Nasya lebih suka memakai celana dari pada rok, menurut nya memakai rok hanya membatasi ruang geraknya saja, jadi dia lebih suka memakai celana. Selain itu dia juga akan terlihat menggemaskan jika memakai Hoodie over size kesayangannya. Nasya salah satu wanita pengoleksi Hoodie over size yang berwarna netral dan soft, walaupun dia terlihat sangat tomboi, tapi dia juga punya sisi wanitanya.
Ditengah perjalanan saat jogging, dia berpapasan dengan Dion yang ternyata juga sudah mengikutinya sejak dari kos kosan tadi. Tetapi Dion lebih memilih jalan pintas agar terkesan berpapasan dengan Nasya.
"Dion!" sapa Nasya dari kejauhan.
__ADS_1
"Oh? hai!" sapa balik Dion.
"Kau juga jogging?" tanya nya.
"Jangan pakai aku kau, kek biasanya Lo aja. Kita sepakat pake Lu Gua? gimana? biar enak aja gitu ngomongnya" jelas Dion.
"Apa gak masalah kalo pake Lu Gua? kan lu orang asli sini" ucap Nasya.
"Bentar bentar, kok lu tau gua asli Jakarta?" tanya Nasya.
*aduh mampus gua, keceplosan lagi, mulut bege* bathin Dion.
"Lah.. lu gimana sih? gua kan kakak kelas Lo bege" elak Dion.
__ADS_1
"Hah? serius? lu lulusan SMA DHARMAGUNA juga?" tanya Nasya. "Sorry sorry kak, saya gak tau kalo kakak itu, kating saya" merasa bersalah.
"Udah.. santai aja.. lagian sekarang kan kita 1 fakultas" ucap Dion. "Pake lu gua aja ya, biar ga canggung gini, malah ga enak gua ngomongnya, gua kek tua banget anjir" jelas Dion.
"Tapi beneran ga papa nih kak?" tanya Nasya.
"Iya... beneran... udah yok lanjut lagi jogging nya, ntar gua traktir beli cilok, cilok bang Maman depan sono enak tau" ajak Dion.
"Okelah.. yok" ucap Nasya.
...*Bagaimana kelanjutannya? ikuti terus kisah Nasya di episode berikutnya. Stay tune....
follow and vote author biar makin semangat update nya GOMAWOO*
__ADS_1