
Ketika Nasya sudah masuk ke dalam rumah, Nasya mendapat pesan WhatsApp masuk ke hpnya, ternyata Lia telah mengirimnya pesan.
"Malem Sya, sorry ganggu" - Lia
"Eh lu kemana aja anjir, baru WA gua" -Nasya
"Sorry Sya, gua baru sempet pegang hp" -Lia
"Lu udah pulang kan" -Nasya
"Udah Sya" -Lia
"Nah bagus, Sekarang lu kesini, gua sharelock" -Nasya
"Tpi gua mesti beres beser dulu, dan gua harus izin juga ke yang punya kontrakan, besok dah, gua kesana, lagian sekarang kan juga udah malem, takutnya ngeganggu mamamu" -Lia
"Ya udah deh, tpi janji ya besok lu pindah kesini" -Nasya
"Iya Nasyaa, besok gua kesana, tpi ga tau jam berapa, buat izin juga ke yang punya kontrakan" -Lia
"Okelah, ya udah, gua mo tidur dulu yak, besok ada ulangan soalnya" -Nasya
"Oke siap, met malem" -Lia
"Jugaa" -Nasya
Percakapan mereka di WhatsApp pun berakhir, Nasya mengecas hp nya, dan pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi, setelah itu dia kembali ke kamarnya dan pergi tidur.
Keesokan paginya
Nasya samar samar mendengar ketukan pintu.
"Tok tok tok" "Nasyaaa, Nasyaaa" panggil Nanda.
"Iya Da, bentarr" jawab Nasya.
Nasya pun membukakan pintunya, dan ketika Nanda melihat Nasya, dia sangat terkejut, karena Nasya sama sekali belum siap siap untuk berangkat sekolah, bahkan dia masih menggunakan piamanya.
"Eh lu gila ya? Udah jam berapaa iniii" seru Nanda.
__ADS_1
"Ini masih pagii begee" jawab Nasya sambil menguap dan meregangkan tubuh tubuhnya.
Dio yang tidak sengaja melihat Nasya meregang sehingga terlihat pusar dan perutnya yang ramping membuat dia salah tingkah dan berusaha mengalihkan pandangannya agar dia tidak membangkitkan hawa nafsu nya.
"Ngadi Ngadi ya lu? Ini udah jam 06.15 anjirrr. 15 menit lagi gerbang ditutupp" ucap Nanda.
"HAHH SERIUSSS LOO!!!??" seru Nasya dengan mata yang melotot dan mulut menganga karena ternyata dia bangun kesiangan.
Nasya pun segera lari menuju kamar mandi untuk mandi sebentar, dan langsung mengenakan seragamnya.
7 menit kemudian
"AYOK BURUAN BERANGKATTT MAU TELAT INIIIII" ucap Nasya dengan tergesa-gesa.
Dia pun mengeluarkan motornya untuk mempersingkat waktu perjalanan, dan Dio juga membawa motor untuk memboncen Nanda. Mereka pun tancap gas dengan buru buru agar cepat sampai disekolah.
5 menit kemudian
Mereka sampai juga disekolah, mereka segera memarkir kan motornya dan bergegas menuju kelas. Tepat kurang 1 menit mereka telah berada didalam kelas dengan nafas yang terengah-engah karena lari dari parkiran sampai kelas yang jaraknya bisa dibilang lumayan jauh, karena kelas mereka yang berada di lantai 2.
"Huh akhir-..nya kita.. sampe.. juga" ucap Nasya mengatur nafas.
"Lu sihhh, bangun malah kesiangan, biasanya dari jam 6 lu udah siap, ini malah sampe jam segitu malah baru bangun" ucap Nanda dengan jengkel.
"Kringg.. kringg.. kringg...."
Pak Bagio pun masuk ke kelas, pak Bagio langsung memberikan kertas ulangan untuk dikerjakan, dan ulangan dimulai pada pukul 06.45-07.45. Dan ujian pun dimulai.
1 jam kemudian
"Silahkan kumpulkan ulangan kalian dimeja" perintah pak Bagio.
"Baik pak" seru anak 1 kelas.
Setelah murid-murid mengumpulkan kertas ulangan di meja, pak Bagio pun mengakhiri pertemuannya pada pagi hari ini. Dan dilanjutkan dengan mata pelajaran Sejarah Wajib. Sambil menunggu Bu Sinta masuk ke dalam kelas, 3 sahabat ini pun saling bicara.
"Kira-kira nilai Tito berapa ya?" tanya Nanda.
"Entahlah, gua juga gak tau, yang gua tau, kemarin Tito ada sedikit masalah, kurang paham juga apa masalahnya, tpi kemarin tu bocah sedikit cerita ke gua katanya gitu, jadi dia kek gak mood gitu buat ngerjain ulangan" jelas Dio kepada 2 sahabatnya.
__ADS_1
"Kalo Tito ga mood buat ngerjain ulangan, kira-kira berapa yak nilainya?" Tanya Nasya penasaran.
Lalu Bu Sinta pun datang dan masuk ke kelas, tanpa berlama lama Bu Sinta langsung mengeluarkan kertas ulangan kemarin dan menyebutkan nilainya dan memberikan kertasnya kepada nama yang dipanggil.
"Narendra, 80"
"Siska, 84"
"Justin, 89"
"Jessica, 90"
...
...
...
"Tito, 97"
"Dio, 98"
"Nasyanti, 99"
"Nanda, 100"
Nanda pun menahan rasa senangnya, karena setelah ini, apa yang diminta akan dikabulkan oleh 2 sahabatnya.
"Tuhhh kann, apa gua bilanggg, gua bisa ngalahin Tito... Wleeee" ejek Nanda kepada 2 temannya.
"Ishh kok Nanda lahh yang menang" ucap Nasya dengan kesal.
"Sekarang, lu mau apa ha? Jan yang aneh-aneh" ucap Dio.
"Gua mau lu dan Nasya gandengan terus selama 3 hari setiap kita jalan, sekolah, ataupun nongki" ucap Nanda licik dan tertawa.
"Gila lu yaa!?" Jawab Nasya.
Dia ingin mencubit Nanda karena gemas akan permintaan yang dia ucapkan. Tetapi berhasil ditepis oleh Nanda.
__ADS_1
"Eitss.. ga bole keluar dari tantangannn" ucap Nanda dan tertawa puas.
Akhirnya dengan terpaksa, Nasya dan Dio harus menerima konsekuensi dari tantangan itu, mereka pun menjalankan permintaan yang telah diucapkan Nanda.