
Satu tahun kemudian.
Tidak terasa masa masa sekolah telah usai. Nasya memutuskan untuk merantau ke Jogjakarta. Dia merantau untuk bekerja dan berkuliah di sana, karena dia ingin berkuliah di salah satu universitas terbaik yang ada di Yogyakarta karena memang nilainya sangat memumpuni, dia pun mendapat restu dari ibunya. Beberapa hari kemudian.
Nasya : Bu aku berangkat dulu ya
ibu : Iya nak, hati hati ya, kalau sudah sampai kabari ibu. Jaga dirimu baik-baik ya nak
Nasya : Iya Bu, Lia tolong jaga ibu ya
Lia : Iyaa kamu tenang aja
(travel pun datang)
Nasya : Oh? travelnya sudah datang Bu, Nasya berangkat dulu ya, assalamualaikum
Ibu : Waalaikumsalam, hati hati nak
Nasya : Dadahh... (melambaikan tangan)
PERJALANAN SESUNGGUHNYA TELAH DIMULAI.
Nasya sangat menikmati perjalanannya, 6 jam tidak terasa olehnya, dia menikmati setia jarak yang dia lalui menggunakan travel itu. Banyak hal yang bisa dia lihat dari balik kaca. Rumah-rumah, gunung, sawah dan masih banyak lagi. Nasya yang kelelahan pun akhirnya tertidur selama 30 menit. Cukup untuk Nasya merehatkan diri. Akhirnya Nasya telah sampai di tempat tujuan, dia diturunkan oleh supir travel di depan tempat kos yang sudah dia pesan secara online. Tempat kos itu cukup dekat dengan kampusnya, lagipula dia juga sudah menjadi mahasiswa baru disana, jadi dia pergi ke Jogjakarta dengan 2 tujuan dan 1 impian yang harus dia wujudkan, yaitu menjadi dokter bedah syaraf. Tahun Nasya masuk sebagai mahasiswa adalah tahun dimana usianya bertambah menjadi 18 tahun. Usia yang mulai beranjak dewasa untuk bisa jadi kepribadian yang lebih mandiri lagi dari sebelumnya. Ini adalah kali pertamanya pergi dari kota menuju kota. Langkah baru untuk merajut mimpi setinggi langit. "Tidak ada yang tidak mungkin jika mau berusaha". Salah satu kutipan yang Nasya ingat hingga saat ini, salah satu motivasi nya memperkuat mimpi sebagai dokter bedah syaraf.
Ketika sampai ditempat kos nya, Nasya pun mengabari ibu dan Lia bahwa dia telah sampai di tujuan dengan selamat. ibu dan Lia pun senang mendengarnya. Ibu berpesan agar tidak telat makan dan tetap jaga kondisi agar tidak mudah sakit.
Nasya pun membuka website milik kampusnya, disana diumumkan kepada seluruh mahasiswa baru untuk berkumpul pada hari Kamis, dan Nasya punya waktu 5 hari sebelum hari masuk itu. Dia merapikan kamar kosnya, dia membayar uang sewa bulanannya hingga 6 bulan kedepan, dan membeli bahan makanan mentah maupun instan untuk makannya sehari-hari, selain itu Nasya juga berusaha mencari pekerjaan yang bisa menerima fresh graduate sepertinya. Dia pun mendapat pekerjaan setelah 2 hari mencari, dia bekerja menjaga di stand counter HP dengan gaji 2.000.000/bulan.
Kini tersisa 3 hari lagi sebelum Ospek. Dia menyiapkan semua keperluan untuk masa ospeknya. Mulai dari tanda pengenal sampai barang bekas yang nantinya digunakan sebagai bahan ospek. Nomor Nasya telah masuk di grup maha siswa baru fakultas kedokteran spesialis bedah syaraf, disana dia mendapat 1 teman yang 1 jurusan dengannya. Namanya Dion, "namanya hampir sama dengan temanku" bathin Nasya. Dion tinggal 1 lingkungan dengan Nasya, jadi Nasya bisa berangkat bareng dengannya. Menurutnya, Dion anak yang extrovert sehingga dia bisa dengan mudah mendapat teman baru, berbeda dengan Nasya yang perlu usaha lebih agar bisa mendapat teman 1 jurusannya.
+62-375-7253-8***
Hay, Aku Dion, kita 1 fakultas bukan? bisa kita berteman?
__ADS_1
Nasya
Aku Nasya, senang bisa mengenalmu
+62-375-7253-8***
Oh iya, aku tinggal di Jl. Manggis, mungkin kau berada disekitarnya, jadi kita bisa berangkat bareng, kalau tidak juga tidak apa
Nasya
Oh? kau tinggal di Jl. Manggis, aku tinggal di gang sebelah mu, Jl. Mangga, tapi apa tidak ada yang marah jika kau berangkat denganku?
+62-375-7253-8***
Tentu, lagi pula aku tidak terkekang dengan yang namanya pacar, aku hanya ingin punya banyak teman, dan memperluas relasiku
Nasya
Baiklah, senang mengenalmu
Nasya pun menyimpan nomor Dion dan begitu pula sebaliknya.
Dion : Dia lulusan SMA DHARMAGUNA 03, dia baik dan juga pintar, siapa yang tidak mengenal Nasyanti Tika Agustin. Anak terpintar yang ada di sekolah itu.
Dion sebenarnya adalah kakak tingkat Nasya, dia telah menyukai Nasya sejak dia masih kelas 12 SMA dan Nasya duduk di kelas 10 SMA. Selama ini dia mencari tahu semua tentang Nasya, mulai dari temannya, musuhnya, hingga keluarganya, Dion tau semua. Dan tahun ini, mereka kembali dipertemukan di kampus ini. (bisa dibilang Dion ini penguntitnya Nasya) Dion terkenal dengan julukan veteran kampus, karena dia tidak lulus 2 kali, dan itu membuatnya tetap berada di semester awal. Dion tentu saja sudah mengetahui bahwa Nasya akan masuk universitas itu, (bisa dibilang dia juga hacker) dia meretas beberapa akun media sosial milik Nasya hanya untuk mengetahui keadaannya, tidak lebih dari itu. Tindakan yang cukup beresiko jika suatu saat rahasia itu terbongkar.
Hari Ospek pun Tiba
Dion
Bisa kita berangkat bersama dihari pertama ini?
Nasya
__ADS_1
Boleh, jika kau tidak keberatan
Dion
Baiklah, kirimkan alamatnya, aku akan segera menjemputmu dalam 5 menit.
Nasya
(Mengirim alamat)
Dion
Aku akan disana dalam 5 menit.
Dion segera menjemput Nasya, akhirnya hari penantiannya telah tiba. Kini dia bisa berboncengan menuju kampus dengan orang yang sangat dia cinta selama ini. 5 menit kemudian Dion benar benar telah tiba didepan kos Nasya, mereka pun berkenalan sekali lagi untuk memastikan satu sama lain. Setelah itu mereka segera berangkat ke kampus.
Setibanya di Kampus Aswangga Medical
Osis : Seluruh mahasiswa baru harap segera merapat ke lapangan (menggunakan pengeras suara)
Ospek pun dimulai
Osis : Sebelum kita mulai, perkenalkan nama kakak Kak Octavia Ramadhini bisa kalian panggil Kak Octa, lali sebelah kakak ada Kak Abimanyu, bisa dipanggil Kak Bima, dan kakak yang ada disana, itu yang bakal jadi tugas kalian nanti.
Kak Octa : Kali ini kalian akan dibentuk menjadi beberapa tim, di setiap tim tentukan siapa ketuanya, dan sekertarisnya. Beri nama tim kalian menggunakan nama anatomi tubuh manusia, buat yel-yel kalian dan presentasikan. berikutnya ikuti arahan kakak Bima.
Kak Bima : Jadi kalian nanti kakak akan mengajak kalian untuk tour kampus, setelah itu akan ada tugas, tugas kalian nanti, per tim kalian harus membuat rangkuman se kreatif mungkin tentang apa yang sudah kakak jelaskan selama tour kampus nanti.
Kak Octa : Sekertaris bertugas hanya MERANGKUM. Ingat... MERANGKUM jadi kalian semua harus mencatat, nanti catatan kalian dijadikan 1 diserahkan kepada sekertaris, sekertaris bebas menunjuk patnernya untuk membantunya, setelah selesai serahkan kepada ketua dan nanti ketua menyerahkan ke kak Bima.
Kak Bima : Kalian akan berhitung dari angka 1 sampai 10 dan mengulang lagi ke 1. Berkumpul dengan tim kalian, buat yel-yel dan serahkan mind map kalian setelah tour. Yel-yel akan diambil secara acak dari pengumpulan nama kelompok kalian. Ketua siapkan kertas berukuran sedang berisi nama tim kalian, dan kumpulkan saat menyerahkan mind map. Masukkan ke dalam box di sebelah kiri kakak.
Kak Octa : Dari sini bisa dimengerti?
Seluruh MaBa : Siap Bisa!!!
__ADS_1
Kak Octa : Waktu kalian tidak banyak, maksimalkan waktu kalian agar bisa selesai tepat waktu, jika melebihi akan mendapat hukuman. Setelah ini kalian berbaris sesuai kelompok dan ikuti arahan dari kak Bima. Bisa dimengerti?
Seluruh MaBa : Siap Bisa!!!