
Mereka pun menuju lokasi tongkrongan mereka, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari rumah Nasya, mereka menuju ke sebuah cafe dan setibanya mereka disana, mereka langsung mencari tempat duduk dan memesan menu.
"Lu bedua mau pesen apa" tanya Dio.
"Gua mau ramen yang biasanya aja, oh iya sama dalgona coffe nya 1" jawab Nanda.
"Gua mo pesen milk shake coklat aja, sama roti panggang 1 rasa blueberry" jawab Nasya.
"Tumben ga pesen tteok-bokki Sya, biasanya kan lu selalu pesen kalau kesini" tanya Dio.
"Gak ah, lagi badmood, pen nyantai aja, duduk duduk sambil minum, ditemenin sama klean" jawab Nasya.
"Okelah, gua pesenin dulu yak" ujar Dio
Dio pun memesan makanan dan minuman yang telah dipesan kepada pelayan cafe tersebut.
"Mbak saya pesen coffe cappucino 1, dalgona coffe 1, milk shake coklat 1, ramen pedas keju 1, sama roti panggang 2, rasa coklat sama blueberry." ucap Dio.
"Ada lagi kak?" tanya pelayan A.
"Sudah mbak" jawab Dio.
"Baik pesanan segera diantar, silahkan ditunggu" ujar pelayan A.
5 menit kemudian
Pelayan datang dengan membawa pesanan mereka. Tetapi yang membawa bukanlah pelayan yang tadi, melainkan Azalia Citra Kirana, yaitu saudara dari Nasya yang dari pulau sebrang.
"Silahkan, ini pesanannya" ucap Lia.
__ADS_1
Saat Lia selesai menata makanan tersebut diatas meja, dia pun sedikit terheran dengan sosok Nasya, dia mengawasi wajahnya untuk beberapa saat. Nasya pun sedikit kurang nyaman saat dia merasa diperhatikan oleh pelayan tersebut, tetapi saat Nasya ingin menegurnya, betapa kagetnya dia, kalau pelayan tersebut adalah saudaranya.
"L-LIAA!?" ucap Nasya sedikit ragu.
"NASYA!?" ucap Lia bersemangat.
mereka pun saling memeluk sama lain, melepas kerinduan mereka, karena terakhir dia bertemu 5 tahun yang lalu, tepatnya saat Nasya berumur 12 tahun, dan masih bersama almarhum ayahnya.
"Eh, ini serius lo Li?" tanya Nasya dengan semangat dan masih tidak percaya siapa yang dia temui kala itu.
"Iya Sya, ini guee, Azalia Citra Kirana anaknya pak-"
ucap Lia terhenti oleh tangan Nasya yang menutup mulutnya.
"Jangan keras-keras bege, ah sama aja lu, kalo ngomong demen bet keras-keras, ga berubah berubah ahaha" tawa Nasya sambil melepas bungkaman tangannya dari mulut Lia.
akhirnya Nasya pun mengajak Lia untuk bergabung bersama mereka, tetapi Lia tidak bisa berlama-lama, karena dia disana untuk bekerja.
"Salam kenal ya" jawab Nanda.
"Salam kenal cantik" jawab Dio dengan wajah memerah yang tidak bisa dibohongi. Dan Dio pun sampai lupa tidak melepaskan jabatan tangannya dengan Lia karena terpesona oleh kecantikan Lia.
"Yeee modus aja buaya atu nih" sambung Nanda dengan ketus sambil memukul ringan tangan Dio.
Lia pun sedikit tersipu malu karena ulah Dio, dia hanya bisa menyembunyikan senyumnya melihat tingkah Dio yang seakan-akan mabuk kepayang dibuat olehnya. Lalu Lia pun berkata.
"Eh Sya, gua cabut dulu yah, gua masih banyak kerjaan, nanti gue diomelin lagi sama bos gue" ucap Lia.
"Tunggu bentar, lu sekarang tinggal dimana?" tanya Nasya.
__ADS_1
"Gua ngontrak, lumayan jauh juga dari sini, sekitar 1 jam-an perjalanan" jawab Lia.
"Lu kasih nomor lu ke gua, pulang kerja lu hubungi gua, ayok tinggal dirumah gua, biar gua ada temennya juga dirumah" ujar Nasya.
"Ga usah Sya, gua malah ngerepotin lu, udahh gua ngontrak aja dahh, gua ga mau ngerepotin lu sama nyokap lu" jawab Lia.
"Kalo lu ga mau, gua samperin kontrakan lu dan gua seret paksa lu!" tegas Nasya.
"Widihhh ngeri gitu, makan apa sih?" goda Lia kepada Nasya.
"Gua serius, atauu lu mau gua aduin ke bokap nyokap lu, kalo lu ga nganggep gua sebagai sodara lu?" ancam Nasya.
"I-Iya iyaaa, gua nurutt dahhh, mana hp lu, gua ketikin nomer gua" jawab Lia.
"Abang ganteng ga dikasih nomornya cantik?" goda Dio.
"Busett nih anak ngelunjak yaa, anak orang jangan lu baperin bambankk" jawab Nanda dengan kesal.
Setelah itu Lia pun kembali menjalankan tugasnya, dan Nasya bersama kawan-kawan melanjutkan nongki-nya.
Jam menunjukkan pukul 21.30 Nasya pun mengingatkan temannya.
"Eh urat nadi (singkatan Nanda Dio), ayok pulang, udah setengah 10 malem ini, besok ada ujian Ekonomi juga" ujar Nasya.
"Eh iya anjir, lupa gua, mana belom belajar lagi, yaudah yok pulang" ajak Nanda.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah. 15 menit kemudian Nasya sudah sampai didepan pintu rumahnya.
"Sya gua cabut dulu yak sama Dio, besok kita kan ketemu disekolah lagi." ujar Nanda.
__ADS_1
"Okeoke kalian hati-hati yak" ujar Nasya dengan terkekeh, padahal rumah sahabatnya hanya berjarak 5 rumah saja dari rumah Nasya, tapi Nasya berkata seolah-olah rumah mereka jauh.
Dan urat nadi pun pulang kerumahnya masing-masing.