Love On Tour Jogja

Love On Tour Jogja
Bab 5


__ADS_3

Akhirnya jam sekolah pun usai.


"Kring.. kring.. kring...."


"Baik, jam pelajaran bapak akhiri dulu, hati-hati dijalan dan jangan lupa dengan tugas kalian" -Pak Jamal.


"Baik pak" -Teman-teman 1 kelas.


Dirumah Nasya.


"Tok tok tok" "Assalamualaikum" -Lia


Pintu pun terbuka.


"Waalaikumsalam" -Ibu Tika


"Tante Tika? Apa kabar tante? Ini aku Lia Tante, masih ingat aku nggak te?" -Lia


"Wah nak Lia, kamu sudah besar dan makin cantik, sini sini masuk" -Bu Tika


Ibunya Nasya pun mempersilahkan Lia untuk masuk kerumahnya dan duduk di ruang tamu.


"Tante, Nasya nya ada te?" -Lia


"Sebentar lagi dia juga datang" -Bu Tika


Nasya pun masuk kerumah


"Aku pulang" -Nasya


"Nah itu dia" -Bu Tika


"L-LIA!!!" -Nasya


"Akhirnya lu kesini juga" -Nasya


"Ternyata kamu masih ingat dengan Lia" -Bu Tika.


"Ingat dong Bu, kan yang nyuruh Lia kesini aku hehehe" -Nasya.


"Oh iya Bu, bolehkah Lia tinggal bersama kita?" -Nasya.


"Tentu saja, ajak dia ke kamarmu, oh atau Lia mau dikamar tamu?" -Bu Tika.


"Saya ikut saja Bu, terserah mau ditempatkan dimana, lagian saya disini juga numpang" -Lia.


"Kebetulan disini ada 3 kamar, depan Tante pakai dan atas dekat balkon sudah Nasya pakai, yang satu lagi dekat tangga lantai 2, kamu mau disitu?" -Bu Tika.


"Terserah Tante saja, Lia nurut aja" -Lia


"Yaudah lu situ aja yee, nanti kita bisa banyak cerita bareng" -Nasya.


Nasya pun segera mengantarkan Lia ke kamar yang dituju. Tidak heran, Nasya dan ibunya tinggal dirumah yang cukup besar itu hanya berdua, ayah mereka yang masih dalam penugasan, masih belum sempat untuk pulang menjenguk keluarga kecilnya.


"Nih kamar lu" -Nasya


"Makasih ya Sya, lu udah ngizinin gua tinggal disini" -Lia


"Yaelahh santai aja kali, kek sama sapa aja, yaudah gih lu masuk, rapihin tuh pakaian lu, habis ini ikut gua" -Nasya


"Kemana Sya?" -Lia


"Udahh ikut aja, gua turun duluan, kalo udah selesai lu bilang gua. Lu hari ini free gak dari kerjaan lu?" -Nasya


"Gua hari ini ambil cuti dulu buat pindahan, kata bos gua boleh, tapi cuma hari ini aja, soalnya di kafe lagi rame banget pembeli" -Lia


"Okelah, gua tunggu dibawah ya" -Nasya


"Oke siap" -Lia


20 menit kemudian.


"Nasya, kamu panggil Lia dulu gih, ajak makan, ibu sudah masak nih, biar kita bisa makan bareng" -Ibu


Nasya pun segera berdiri didepan tangga, dan dengan lantangnya bersuara..


"HITUNGAN KE-5 SAUDARI LIA HARUS SUDAH BERADA DI BAWAH!! 1.... 2.... 3...." -Nasya

__ADS_1


"Buset dah nih bocah, kek pembina gua waktu SMA aja, untung gua udah selesai beberesnya" -Lia


*Nasya dan Lia berbeda 1 tahun saja, tetapi Lia terpaksa harus berhenti sekolah ketika duduk di bangku kelas XI.


Lia pun segera turun di hitungan 3 setengah, dan hitungan ke 4 Lia sudah berada di hadapan Nasya.


"Anak Pintar, masih cepet juga ya lu, pantes aja dijadiin Pradani waktu SMA" -Nasya


*Nasya tau bahwa Lia pernah menjadi Pradani di SMA ketika mendengar pembicaraan ibunya dengan orang tua Lia lewat telepon.


"Pintar pinter pala lu peyang, walaupun udah biasa tapi tetep aja kaget Nasyaa" -Lia


"Yahh kan harus siap sedia, masak mantan Pradani lelet, harus cepat dongg" -Nasya


*Pradani adalah Ketua Dewan Ambalan (Organisasi kepramukaan di jenjang SMA) Penegak.


"Nasya sini kamu!" -Ibu


"Ehhh iya iya Bu, ampun ampun jangan dijewer lagi, kelupaan Bu hehehe" -Nasya


"Kalo kamu teriak-teriak lagi didalam rumah, nanti ibu ga mau masakin kamu lagi" -Ibu


"Yahh jangan dong Bu, kan Nasya cuma sedikit memberi latihan ke Lia saja Bu, hehehe" -Nasya


"Kamu ini yaaa, maafin Nasya ya nak Lia" -Ibu


"Ohh tidak papa Tante, Nasya dan Saya kan sudah seperti sahabat sendiri hehehe" -Lia


"Tuhh kan Bu, Lia aja ga keberatan lohh" -Nasya


"Yasudah, ayo sini makan" -Ibu


Dimeja makan.


"Bu, habis makan Nasya mau ajak Lia jalan-jalan boleh?" -Nasya


"Memangnya Lia tidak kerja?" -Ibu


"Hari ini dia ambil cuti kok Bu, jadi Nasya pengen ajak Lia jalan-jalan" -Nasya


"Siap Bu" -Nasya


Setelah selesai makan, Nasya pun mengambil ponselnya dan mengajak 2 sahabatnya itu lewat pesan singkat.


...WhatsCapp...


^^^Nasya^^^


^^^Woii jalan-jalan kuyy, gua ajak Lia juga nih, buat ngenalin dia sama lingkungan sini dan tempat nongkrong kita^^^


Dio


Aaaa ada bidadari cantik jugaa, gua mah hayukkk, walaupun jam 12 malam sekalipun, demi bidadariku, aku siap sedia


Nanda


Yee modus aja kang minyak


Ayok mau jam berapa?


^^^Nasya^^^


^^^Sekarang^^^


Dio


Gaskeunnn


Nanda


Ayok lahhh


Kembali bercakap dengan Lia.


"Buruan ganti, habis ini kita cabut, gua udah ajak Nanda sama Dio juga" -Nasya


"Pake Hoodie aja boleh ga? Males bet gua buat ganti baju lagii" -Lia

__ADS_1


"Terserah luu, bebasss, lu mau pake gaun kek, dress kek, baju perang juga boleh, yang penting pake pakaian manusia" -Nasya


"Yeee, lu mah ngeledekkk, trus lu ga ganti gitu?" -Lia


"Gua apanya yang perlu diganti sih hah? Nohh liat, atas motor dan ada jaket, tinggal gua pake" -Nasya


"Okelah bentar, gua mo pake Hoodie sama ambil dompet juga" -Lia


"Iyaa buruann, apa perlu gua kasih waktu lagi?" -Nasya


"Ya ga usahhh dongg, kan kita mau keluar, bukan mau bimen Pramuka" -Lia


"Iya iyaa, becandaa, cepetan" -Nasya


Belum sampai 5 menit Nanda dan Dio sudah berada di depan pintu.


"Nasyaa" -Nanda


"Iya bentar, nunggu Lia, masuk aja dulu" -Nasya


"Ehh, halo Tante" -Dio


"Masuk dulu aja nak, Nasya masih nunggu Lia, duduk didalem gih" -Ibu


"Iya te" -Nasya dan Dio


5 menit kemudian.


"Ayok berangkat" -Nasya


Lia keluar menggunakan Hoodie oversize nya yang terlihat sangat gemoy dimata Dio. Dio pun jadi gemas dibuatnya, padahal usia mereka bertiga beda 1 tahun dengan Lia, tetapi dengan tinggi Lia yang 155 cm dan menggunakan Hoodie itu, dia terlihat mungil bila didampingkan dengan Dio yang tingginya 185 cm. Ya wajar saja karena Nanda dan Nasya tingginya 165 cm, itu membuat Lia terlihat seperti anak kecil diantara mereka, padahal usia mereka berbeda 1 tahun.


"ARGHHH KIYOWOO" -Dio


Berniat menghampiri Lia dan ingin mencubit pipinya. Namun dihadang oleh Nasya.


"Mau ngapain luu hah?" -Nasya


"Yaelahh, cuma mau cubit pipinya doang, masa ga boleh" -Dio


"Boleh aja lu cubit pipi Lia, tapi... lu tau kan apa konsekuensinya?" -Nasya


"Lu mau dibuat keseleo lagi sama Nasya hah? Apa mau sekalian dipatahin" -Nanda


"Eh Busetttt, cewek dua garang bet dah ah" -Dio


"Yaudah ayok, berangkat" -Nasya


"Dinda, bolehkah kanda memboncengmu menggunakan kuda besi Abang?" -Dio


"Lu lama lama ngelunjak yaa, gua pukul juga luuu" -Nanda


"ga ada, ga ada, Lia gua bonceng. Lu bonceng Nanda" -Nasya


"Bolehin napaaa, masa sama Nanda mulu" -Dio


"Hey urat nadii, kalian itu udah couple Ter dabesttt, jadi jangan merusak susunan kita oghey?" -Nasya


"Tau tuhh, lagian yahh, Lia itu juga baru kenal sama kitaa, lu nya aja yang kepede an, mana bucin bet lagii, yang ada Lia bakal ilfil bambank" -Nanda


"Udah ayokk, malah berantem. Dio, lu bonceng Nanda. Lia lu gua bonceng. No debat no kecot. seng sat set nuhh mazehhh" -Nasya


Tak lupa juga, Nasya berpamitan dengan ibunya.


"Ibu, Nasya berangkat dulu yah" -Nasya


"Iya nak, hati hati dijalan, jagain Lia yah" -Ibu


"Siap Tante, bidadari Tante akan aman bersama kakanda Dio" -Dio


"Te Dio boleh di banned dari bumi aja gak te? soalnya merusak ketenangan orang lain aja te" -Nanda


"Udah udah, buruan gih kalian berangkat" -Ibu


"Mari te, kami jalan dulu" -Nanda dan Dio


Mereka pun memulai perjalanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2