
setelah keluar ruang dekan aku pun ngekor di belakang p'zee yang masih saja diam .
"dia jalanya cepet banget sengaja ya mau ninggal aku , dasar cowok galak." celotehku dalam batin .
tiba-tiba p'zee berhenti mendadak dan membuatku menabraknya dari belakang. aku yang kaget reflek langsung manjauh mundur 2 langkah ke belakang.
p'zee berbalik dangan pandangan galaknya. " jadi ini gadis dari indonesia yang dikatakan dekan kemarin" batin zee.
" kau mau mulai dari mana?"
" terserah p'zee aku akan mengikuti."
" kita berkeliling." kata zee yang singkat padat dan cuek.
mereka berjalan keluar gedung dan masuk ke gedung yang ada di sebelah kanan. disana terdapat tulisan gedung film . zee mengajak berkeliling sambil menjelaskan apa saja yang mereka lewati .
saat mereka mendekati tangga , lin melihat begitu banyak mahasiswa yang sedang bertebaran disana dengan kesibukan mereka masing- masing. ada juga yang memandang lin dengan kagum . saat mereka berada tepat di depan mahasiswa itu .
" heiii kau mahasiswa baru ya? " kata salah satu cowok yang terlihat seperti banci. lin yang mendengar langsung tersenyum .
" kha p'. saya baru masuk hari ini." kataku ramah
" auu benarkah? " katanya dengan centil
__ADS_1
" kha p'."
p'zee langsung mendekat dan menarik tanganku begitu saja tanpa memperdulikan 2 mahasiswa itu. aku yang kaget hanya bisa tersenyum kepada 2 mahasiswa itu dan kembali berjalan mengikuti langkah kaki p'zee.
" apa apaan dia ini , gak sopan banget ." batinku yang berdecak kesal.
" p'zee. kenapa anda menarikku begitu saja saat aku sedang berbicara dengan mereka?" kataku dengan kesal
"jangan membuang waktuku, aku jadi tutormu bukan untuk berbicara dengan mereka." pasang tampang tak berdosa.
lin yang mendengar itu pun jadi naik darah dan berusaha menenagkan dirinya yang sejak tadi ingin mengeluarkan kata makian.
" tapi itu tidak sopan p' zee!" kataku sambil menekan kata tidak sopan .
" aku tidak perduli." jawabnya dengan ketus.
"kau benar benar menyebalkan !" dengan kesal lin meninggalkan p' zee begitu saja dan berjalan ke sembarang arah.
" bagaimana bisa dia berkata seperti itu? sungguh menyebalkan! sial aku bertemu dengannya!" kata lin dalam batin.
zee yang melihat lin berjalan dengan kesal pun tertawa . dia merasa puas bisa membuat wanita itu kesal. " dasar wanita ceroboh! lihat saja apa kau bisa keluar dari gedung sebesar ini , kau membuatku kesal saja ." batinya.
sudah sekitar 3 jam lin berjalan di gedung yang terlihat sudah sepi .
__ADS_1
" apa aku tersesat ya? kayaknya tadi aku udah lewat sini." katanya pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" ah coba aku masuk gedung yang ini." katanya pelan . walau sedikit takut lin berusahan masuk ke gedung yang ada di sebelahnya itu dengan ragu ragu.
lin celingukan mencari semoga ada orang yang bisa ditanyai, namun nihil di gedung itu dia belum melihat orang sama sekali.
" duh udah mulai gelap lagi , mana sih jalan keluar dari gedung ini" katanya sambil berkaca-kaca. bagaiman tidak dia menangis , lin begitu takut gelap dan memiliki sedikit trauma akan itu.
" sial. seharusnya aku tadi tidak meninggalkan p'zee begitu saja . huh aku juga tidak memiliki nomernya lagi." kataku dengan kesal.
zee kembali melihat jam di tanganya yang menunjukkan jam 17.48 waktu sekitar. dia mulai cemas karena sejak tadi zee menunggu gadis itu di gerbang namun dia belum melihatnya sama sekali.
" apa gadis itu tersesat ya? kan gedung film luas baget tu. apa lagi ini sudah tidak ada kelas di gedung itu. eh knpa juga aku perduli ? lagian dia yang meninggalkanku, biarin aja lah , lebih baik aku pulang." zee pun lagsung menuju mobilnya dan pergi dari universitas.
lin semakin takut di dalam gedung itu. dia berusaha untuk tetap fokus mencari jalan keluar meski sedari tadi dia tidak menemukannya. lin yang mulai lelah pun berhenti disalah satu tempat duduk yang ada di gedung itu. melihat jam tangannya yang menunjukkan jam 18.37 waktu setempat.
lin yang dari tadi belum makan pun mulai lemas dan merasa kelaparan. ia berdiri dan kembali berjalan mencari jalan keluar dengan langkah gontai.
lin berharap bisa bertemu seseorang namun nihil. lin yang mulai ketakutan dengan gelap pun mulai keringat dingin.
°°°
zee mulai cemas kembali dengan keadaan gadis itu . pikirannya benar benar berpusat padanya. dia berjalan kesana kemari seperti setrika baju . dia berpikir akan kembali ke universitas.
__ADS_1
" huh kenapa aku secemas ini ? apa benar
dugaanku kalau dia masih di sana ? ah lebih baik aku minta nomernya dari dekan." diapun mulai memijit ponselnya . tak lama kemudian dekan memberi nomer lin kepada zee.