LOVE SCENARIO SENIOR

LOVE SCENARIO SENIOR
6. day 1


__ADS_3

hari ini hari minggu lin sedang bersantai duduk di balkon apartemennya. tiba-tiba ponsel lin berbunyi.


" siapa ini?" kata lin heran. isi pesannya hanya sebuah foto buku harian lin. lin yang belum .


sadar jika buku itu hilang pun langsung bergegas masuk mencari buku itu, namun tidak ketemu.


" siapa kau? bagaimana bisa buku ini ada padamu?" balas line lin. sekitar 19 menit baru di balas.


" turun ke bawah."


"jika mau bukumu kembali lin anditya."


lin hanya membaca pesan itu tanpa membalsnya dan bergegas turun ke bawah . sesampainya lin melihat punggung seorang pria. saat lin mendekat pria itu berbalik badan. lin kaget karena ternyata itu zee.


" sini bukuku." kata lin judes


" ini . eets gak semudah itu." kata zee yang kembali menarik buku itu.


" apa mau mu?" katalin datar


" kau harus menjadi pelayanku selama 1 minggu." sahut zee dengan tatapan dingin.


" GAK MAU" kata lin sambil menyilangkan tangannya di badannya.


" ya sudah. " zee pun berbalik dan masuk mobil. lin yang melihat langsung menghentikan zee dan menutup kembali pintu mobil zee dengan kesal.


" apa tidak ada pilihan lain?" sambil berdecak kesal.


" tidak." sahut zee cuek.


lin pun berpikir . buku itu adalah pemberian almarhum ayahnya dan sangat berarti baginya. dengan terpaksa lin menyetujui itu .


" kha . hanya 1 minggu gak lebih." kata lin dengan sangat kesal. zee senang dengan keputusan lin dan berusaha tidak memperlihatkan itu . zee tanpa pamit langsung masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.


" dasar cowok gilaaaaaa." teriak lin setelah mobil itu pergi.


" aku bisa mendengarnya." teriak zee dari luar kaca mobilnya. lin yang melihat itu pun langsung lari masuk ke dalam gedung.


°°°


ada line**ee notif diponsel lin.


" kau dimana? cepat datang ke lapangan basket."

__ADS_1


lin dengan kesal langsung datang ke sana.


"ada apa p'zee?"


" belikan aku minum! dan teman-temanku." dengan kesal lin pergi ke kantin dan membelikannya.


" duh berat ini , dasar cowok gila yang menyebalkan!" kata lin dengan kesal. lin sampai di lapangan dan meletakkan kardus minuman di depan zee dengan kasar.


" tu udah." kata lin dengan kesal. zee yang melihatpun pura-pura marah.


" sopan dikit! aku ini seniormu!" sedikit membentak.


" bodo amat." kata lin cuek. zee pun mengambil buku di tasnya dan hendak membakarnya, lin yang melihatpun langsung berusaha menghentikan zee.


" p'zee jangan lakukan itu, kumohon."


" maka menurutlah!" dengan nada tinggi. lin menghela nafas panjang.


" kha p'zee." dengan malas.


°°°°


pulang kampus lin sudah di chat untuk menemui zee di lapangan sepakbola. lin dengan malas berjalan ke sana. sesampainya di sana lin disuruh mengambil bola yang keluar lapangan . dengan sengaja zee dan teman-temanya sering menendang bola dengan keras keluar lapangan. berkali-kali pula lin mengambilnya.


"heii cepatlah!" teriak zee ditengah lapangan.


zee selesai bermain dan duduk disamping lin. zee mengambil minum itu dan menghabiskannya sekali tarikan nafas.


" lap kringatku" dengan wajah dinginya. lin hanya bisa pasrah dan mengelap kringat zee dengan handuk. lin fokus mengelap keringat yang ada di wajah zee yang membuat zee tersipu malu.


" sini! lambat kali kau." sambil merebut handuk ditangan lin. lin yang kesal pun hanya menghela nafas .


" nanti kau ikut aku pulang." kata zee sambil bermain dengan ponselnya.


" tidak mau." kata lin judes


" ya sudah aku bakar aja tu buku." ancam zee


dengan kesal linpun menghel nafas dan berpura-pura ramah.


" iya p'zee aku akan menurutimu 😊."


" hmm." sahut zee dan berjalan meninggalkan lin.

__ADS_1


lin yang ngekor pun mengejek zee dengan berpura-pura mukulin zee dari belakang . zee yang sadar pun langsung berbalik dan membuat lin menabrak zee. sudah tidak ada jarak diantara mereka, lin pun berusaha mundur namun kalah cepat dengan zee yang sudah memeluk pinggang kecil lin. lin tersipu malu dan berusaha melawan namun, wajah zee mendekat ke wajah lin. lin yang tak bisa berkutik pun hanya memundurkan wajahnya dan menutup matanya. zee yang melihat itu pun langsung berhenti tepat didepan wajah lin yang hanya berjarak 5 cm. dengan jahil zee pun melepas pelukannya dan meninggalkan lin.


dengan kesal lin pun berteriak.


" dasar kau menyebalkannnn!" sambil berlari dibelakang zee. zee yang mendengarpun ketawa kecil melihat tingkah lin yang mengemaskan.


°°°


sampi dirumah zee linpun kagum dengan rumah yang megah itu. lin keluar dari mobil dan ngekor dibelakang zee. hingga mereka hampir masuk lin menahan tangan zee.


"p'zee mau apa kau membawaku ke rumahmu?" kata lin penuh selidik.


" nanti kau juga tau." kata zee dengan cuek.


zee pun membuka pintu kamar yang di ekori lin dibelakang zee.


" bereskan kamarku."


lin yang melihat kamar p'zee yang berantakan seperti kapal pecahpun dengan kesal memarahi p 'zee.


"p'zee bagaiman bisa kamarmu sekotor ini? lihat buku dimana-mana , baju berserakan, tempat tidur yang berantakan dan ini bungkus makanan kenapa tidak kau buang!" sambil berbenah kamar p'zee yang luasnya sama dengan seluruh apartemen lin.


"p'zee apa kau tidak mendengarku!" marah lin. dan saat lin berbalik ternyata zee tidak ada di kamar ini . lin pun geram dan semakin emosi. " dasar menyebalkan." batin lin.


20 menit kemudian lin selesai membersihkan kamar zee. diapun keluar dan mencari zee namun tidak ketemu. sampai akhirnya lin bertemu seorang ibu-ibu yang ternyata ibunya zee.


" sawadee kha, maaf tante apa anda melihat p'zee?" kata lin sopan dan lembut. ibu itu berbalik dan tersenyum.


" sawadee kha nak. zee ada di kolam renang di belakang. apa kau kekasinya zee?" kata ibu zee dengan penuh selidik.


" ti tidak tante , saya hanya temannya." kataku gugup .


" ya sudah ayo kuatarkan." merekapun berjalan menuju kolam renang zee baru saja selesai berenang dan duduk ditepian. sadar akan kedatangan seseorang zee pun masuk ke kolam dan melihat lin dan ibunya.


" sudah selesai?" tanya zee dengan datar


" kha p' zee." kataku pura-pura tersenyum.


" tante saya permisi ya." kataku sambil mencium pungung tangan itu. lalu beranjak pergi meninggalkan rumah zee.


" zee siapa gadis itu? dia manis sekali." kata ibu zee yang menyolek anaknya.


"bukan siapa-siapa" kata zee dengan datar.

__ADS_1


" jangan berbohong kepadaku zee. kau tak pernah membawa seorang gadis ke rumah dan sekarang kau bilang dia bukan siapa-siapa?" dengan tatapan penuh selidik. zee yang malu pun langsung melanjutkan berenang dan tidak memperdulikan ibunya yang tengah tersenyum gembira .


hayy gaess , semoga kalian senang dengan karyaku ini . tolong bantu komen like dan jadikan novel ini favorit kalian . terimakasih yang sudah membaca🤗


__ADS_2