LOVE SCENARIO SENIOR

LOVE SCENARIO SENIOR
7. Day 2


__ADS_3

"huhh capeknya." kata lin sambil berbaring di kasur dan merengangkan badannya. " sungguh melelahkan hari ini." lanjut lin.


°°°


sejak pagi zee sudah mencari lin , namun dia tidak menemukan lin dimana-mana. hari ini, lin kelasnya siang jadi dia datangnya siang.


line


" lin datang ke klub musik sekarang!" zee


30 menit kemudian lin datang dan masuk ke ruangan. lin melihat zee yang sedang membantu nik mengikat rambutnya. seketika lin merasa ada sesuatu dihatinya yang tidak enak , namun lin tetap berjalan menghampiri zee.


" sudah." kata zee


" kobkun ka zee." kata nik dengan senyuman.


"ehem" dehem lin yang membuat zee berbalik dan nik yang melihat lin dengan tersenyum.


"kenapa p'zee menyuruh aku ke sini? " kata lin datar.


" ikut aku." sahut zee dengan tatapan dingin. merekapun pergi dari kampus dan menuju salah 1 mall terbagus di Bangkok.


di mobil zee memulai percapakan.


" n'lin biasanya cewek suka apa?" kata zee memecah keheningan di mobil.


" coklat, boneka , pakaian , dan bunga." kata lin cuek sambil bermain dengan ponselnya tanpa melihat lawan bicaranya.


°°°


sudah setengah jam mereka berkeliling naik turun tapi belum juga ada yang dibeli oleh zee. lin yang kesalpun berhenti dan memegang siku zee.


"p' zee apa yang kau cari?" kata lin kesal


" aku juga tidak tau." kata zee tenang.


"' apa?" kata lin nada bicaranya sedikit meninggi


" nik. besok dia ulang tahun." tetap tenang.


" kado aja boneka p'." kata lin cuek


" baiklah. ayo ke toko boneka." kata zee yang langsung meninggalkan lin.


sesampainya di toko itu , zee sedang memilih-milih boneka sedangkan lin berdiri tepat di depan boneka beruang besar berwarna moca. " wah bagus banget bonekanya. lucu lagi. kalau buat temen tidur enak ni." batin lin sambil mengecek uang di dompetnya , namun uang lin tidak cukup untuk membeli boneka itu. zee yang melihat itu pun menghampiri lin.


"kau mau?"


"engak. udah belum?" kata lin cuek

__ADS_1


" udah . sekarang temenin aku beli kemeja."


dengan malas lin ngekor di belakang zee. namun zee menarik tangan lin dan menggandengnya . lin hanya diam tersipu malu dan mulai salting , dilihatnya zee yang sedikit tersenyum.


zee mengajak lin naik turun lantai di mall dan membeli banyak barang . tentu saja barang itu dibawa oleh lin .


" berat ya?" kata zee


" menurut lo?" kata lin dengan kesal. " peka juga ni orang mau bantuin." batin lin.


" ya udah aku bawain." zee mengambil satu paper bag dan langsung berjalan pergi ninggalin lin .


" demi apa? ini banyak gini, dia cuma ambil satu dan itu yang paling ringan? huhhh dasar cowok ngeselin." batin lin dengan sangat emosi lin membawa barang-barang zee dan mengejar zee .


°°°


sesampainya diparkiran kampus , lin keluar begitu saja dari mobil dan meninggalkan zee yang memandangnya dengan heran.


"gara-gara dia aku telat 10 menit. dasar cowok ngeselin!" emosi lin sambil lari ke arah kelas.


didalam kelas dosen sudah memulai kelas. lin masuk dengan ragu, berharap dia tidak kena hukuman. namun sayang dia disuruh bersih-bersih di perpustakaan karena sudah telat datang. dengan pasrah lin pun mengangguk dan keluar dengan lemas.


°°°


" sawadee kha p' , saya disuruh dosen untuk membantu p' bersih-bersih buku. " kataku sopan.


°°°


jam pulang kampus pun tiba. zee sudah berkali-kali menelfon dan mengirim chat namun tak ada tanggapan sama sekali. dia pun berinisiatif mencari lin ke kelasnya. namun dia tidak menemukan lin, hingga zee bertemu may sahabat lin.


" kau may sahabatnya lin kan?" kata zee dengan datar.


"kha p'zee." kata may dengan senyuman lebar.


" dimana dia? " dengan cuek


" mungkin dia masih di perpustakaan, tadi dia dihukum karena masuk terlambat . dan tadi saat aku ajak makan siang , dia tidak diizinkan oleh petugas perpus." kata may panjang lebar.


tanpa mengucapkan terimakasih zee pergi meninggalkan may sendirian. " ada apa dengannya?" batin may yang heran melihat zee.


°°°


perpustakaan


lin masih membereskan buku-buku itu dengan hati-hati. " tinggal sedikit lin, ayo semangat, sebentar lagi kau bisa makan dan istirahat." batin lin yang berusaha menyemangati diri sendiri.


saat lin berusaha mengembalikan buku yang dirak paling atas , dia tidak sampai dan terjatuh, dengan sigap zee menangkap lin dan mereka menjadi jatuh bersamaan. posisi jatuh lin mencium pipi zee tanpa sengaja dan berada di atas tubuh zee. beberapa menit mereka berpandangan terhanyut akan susana romantis itu, hingga petugas perpus datang dan membuat mereka segera bangun . petugas itu hanya tersenyum dan kemudian pergi. zee yang malu pun langsung mengambil buku dilantai dan menaruhnya di rak paling atas. karena malu lin berjalan mengambil tasnya dan segera bergegas pergi meninggalkan perpustakaan.


zee yang melihat tingkah lin pun hanya tersenyum dan mengejar lin yang setengah berlari.

__ADS_1


"linn tunggu!" teriak zee yang membuat lin semakin mempercepat larinya. setelah beberapa lama zee dapat menghentikan lin .


" kenapa kau lari seperti itu? kau mau mengerjaiku ya!" katanya setengah meninggi.


" tidak. aku hanya terlalu lapar dan mau makan." kata lin dengan salting.


" ya sudah ayo makan. " sambil menarik tangan lin membawa gadis itu ke kantin. mereka hampir selesai makan .


" kenapa kau makan buru-buru begitu?" kata zee dengan ketawa kecil. namun lin tidak menggubrisnya dan tetap melanjutkan makannya.


" oh ya, nik menggundangmu ke kafe xx untuk merayakan ulangtahunnya." kata zee datar.


" aku?" kata lin memandang zee dengan kaget dan sedok yang masih menancap manis dimulutknya. zee tertawa melihat tingkah lin yang begitu mengemaskan.


" iya, kau lin anditya." kata zee sambil berusaha menahan tawanya. lin yang kikuk pun hanya bisa tersenyum dan mengambil sendok dari mulutnya.


" kadang dia ngeselin , kadang baik, kadang asik , huh kenapa aku jadi mikirin dia? huh lupakan ! sadarlah lin, dia bukan tipemu." batin lin sambil menepuk-nepuk pipinya.


" ada apa dengamu hah? ayo ku antar pulang." kata zee dan menarik tangan lin yang ada di pipinya itu.


"heiii lihatlah kalau mau menarik ku!" kata lin kesal namun zee tidak menggubrisnya.


tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang tengah mefoto mereka dibalik pohon.


" lihatlah bukankah mereka itu sangat serasi" kata mahasiswa 1


" tentu saja. ayo kita sebar foto itu ke grup pengemar zeelin dan grup kampus. " sahut mahasiswa 2.


°°°


lin berjalan memasuki kafe xx yang sudah ramai itu. lin dengan ragu membawa kado dan mngucapkan selmat ulangtahun kepada nik , sambil celingukan melihat orang-orang yang datang , siapa tau ada yang dia kenal. orang-orang yang ada di kafe itu justru melihat lin dengan tatapan kagum .


hari ini lin terlihat cantik dengan rok setegah paha dan baju yang kebesaran dan rambut yang di gelung ala orang korea , yang membuatnya terlihat manis.


"heii, zee lihatlah gadismu, dia manis sekali." kata new yang sambil membalikkan badan zee, zee yang melihat itupun terpana .


saat zee ingin mendekati lin namun sudah keduluan bar. bar duduk di depan lin.


" sawadee krab n'lin, " kata bar dengan ramah.


" sawadee kha p'." kata lin tersenyum . mereka berbincang-binang dan terkadang tertawa bersama. zee yang cemburu pun meminum banyak anggur dan naik ke panggung sambil mengambil gitar dari tangan am. pandangan semua orang pun tertuju padanya.


" malam ini aku akan bernyanyi untuk orang sepesial yang duduk disana." kata zee sambil menunjuk lin, dan membuat semua orang memandang lin. lin hanya diam dan tersipu malu. " ada apa lagi dengan dia? kenapa dia bilang begitu? apa dia amesia kalau pacarnya ada disini dan sedang ulangtahun? dasar playboy cap keledai" batin lin.


zee menyanyi lagu romantis yang membuat semua yang mendengar meleleh hanyut akan susana itu, termasuk lin yang asyik melihat zee. hingga selesai bernyanyi semua orang bersorak dan bertepuk tangan untuk zee.


zee turun dari panggung dan duduk disebelah lin sambil merangkul lin. lin yang kaget hendak menurunkan tangan zee namun tiba-tiba saja zee mencium lin . lin yang kaget sambil melotot heran melihat zee. bar yang melihatpun langsung pergi meninggalkan zee dan lin yang masih berciuman. lin mendorong zee dan hampir membuat zee terjatuh dari kursinya. lin yang kesal, marah , malu dan perasaannya yang campur aduk pun pergi meninggalkan zee.


terimakasih yang sudah membaca🤗 , aku harap kalain menyukai karyaku ini dan maaf jika ada kesalahan ketik atau kurang menarik, dikarenakan ini karya pertama autor😊.

__ADS_1


__ADS_2