LOVE SCENARIO SENIOR

LOVE SCENARIO SENIOR
9. day 4


__ADS_3

lin sedang ada di parkiran mobil di gedung film, lin akan surve bersama bar, new, am , dan rin . mereka menggunakan mobilnya bar.


" kenapa kita belum berangkat?" kata lin


" kita nunggu satu orang lagi n'lin ." kata rin. lalu lin mengangguk tanda mengerti.


" n'lin kau duduk didepan denganku ya." kata bar.


" kha p'bar." kataku sambil membuka pintu mobil. namun zee datang dan langsung menarik tangan lin.


" p'zee?" lin kaget sekali .


" apa yang kau mau? aku kan sudah bilang aku mau surve hari ini , dan kau bilang oke. apa kau lupa? "


tanpa menjawab zee pun memaksa lin duduk di belakang bersamanya dan menyuruh rin duduk didepan dengan bar. lin yang heran terus melihat zee.


" p'zee , ini klub MA PA LA bukan klub musik! kenapa kau ikut?" dengan kesal lin memandang zee.


" apa! aku juga klub mapala." kata zee santai.


" sejak kapan hah?"kata lin kesal.


" sejak tadi." kata zee yang menirukan muka lin yang kesal. linpun membuang muka dan duduk membelakangi zee. zee hanya tersenyum melihat tingkah lin.


" ayo bar kita jalan." kata am yang duduk dibelakang sendiri bersama new.


merekapun berangkat , diperjalanan zee, new,dan am, bermain game online yang berisik seperti pasar. sedangkan lin sibuk mendengarkan musik, bar fokus menyetir dan rin sedang tertidur.


" hei gadis croboh." kata zee sambil menoyor kepala lin. lin yang kesal hanya memandangnya sekilas dan kembali memandang jalan.


" selain croboh kau juga tuli ya." kata zee lagi.lin yang geram akhirnya membuka hadsatnya dari telinga dan memandang zee dengan tatapan kesal.


" apa?" kata lin judes


" ambilkan aku minum." kata zee sambil memainkan game di ponselnya.


" ambil sendiri!" kata lin kesal dan kembali memandang jalan.


" gak mau."


" bodo amat." kata lin masa bodo


zee yang kesal akhirnya menghentikan gamenya dan duduk dengan benar di samping lin. lin masih saja cuek. zee pun menyenderkan kepalanya dibahu lin.


" apa-apaan dia ini? membuatku geram saja." batin lin.


linpun menyingkirkan kepala zee , namun zee kembali menyenderkan kepalanya dibahu lin. lin kembali menyingkirkan kepala zee , namun lagi-lagi zee menyenderkan kepalanya. lin yang kesal pun langsung mendorong tubuh zee agar menjauh dari nya.


" apa kau tidak bisa diam!" nada lin setengah meninggi karena kesal dengan tingkah zee. namun zee tak menjawab lin dan langsung memfoto wajah lin yang sedang kesal. lin yang sadar pun langsung merebut ponsel zee namun lin gagal.


" p'zeeee hapus foto itu." rengek lin


" gak mau." kata zee sambil menjulurkan lidahnya 😜.


" p'zee tampan hapus ya." kata lin yang dibuat-buat sok ramah.


" tidak." kata zee dingin.


sementara itu di belakang new dan am tengah tertidur dengan mesra, tanpa sengaja lin melihat itu dan segera kembali memandang ke depan.


" apa apa p'new dan p'am itu gay?" batin lin sambil menutup kedua matanya dengan tangan. zee yang melihat itupun seolah tau apa yang sedang dipikirkan lin. zee pun mendekat dan merangkul lin. zee pun berbisik ditelinga lin.


" mereka memang gay, apa kau baru tau?" kata zee yang memandang lin dalam.

__ADS_1


lin yang kaget dengan apa yang dia dengarpun membulatkan matanya dengan menatap zee.


" tidak perlu sekaget itu. dan jangan memandangku begitu!" kata zee tegas. lin pun menurunkan pandangannya dari zee dan melihat ke jalan lagi.


°°°


lin berjalan bersama bar dan tengah asyik dengan obrolan mereka. sedangkan zee berada di belakang lin dan bar bersama yang lain. saat lin hampir kepleset bar dengan sigap merangkul pinggang lin dan mereka pun bertemu pandang. zee yang melihat kejadian itu pun jadi cemburu dan dengan emosi zee jalan dan membelah pelukan mereka yang membuat lin jadi jatuh terduduk di tanah. lin yang melihat zee seperti itu pun kesal .


" apa kau baik-baik saja n'lin?" kata bar sambil membantu lin berdiri.


" aku tidak apa-apa p' bar." kata lin sambil tersenyum. lin dan bar pun melanjutkan jalannya.


°°°


sudah jam 14.00 merekapun memasuki mobil dan beranjak pulang dari tempat itu. lin duduk didepan disamping bar yang menyetir mobil. sedangkan zee duduk dengan rin.sejak kejadian tadi zee tak memandang atau menjahili lin seperti biasanya.


bar mengajak ngobrol lin tentang seputar agenda mapala . dan zee di belakang sedang mengobrol dengan rin .


" rin, rambutmu wangi sekali." kata zee sambil memainkan ujung rambut rin.


" benarkah p'zee?" kata rin dengan malu-malu kucing.


" iya tentu saja." kata zee sambil terus mencium rambut rin .


lin yang melihat itupun merasa kesal dengan zee.


" dasar cowok playboy! tadi aja gangguin aku dan sekarang udah mesra-mesraan sama cewek lain! dasar menyebalkan! huhhh kenapa juga aku jadi perduli dengannya? dan kenapa aku merasa sakit melihat p'zee dan rin seperti itu?" batin lin . bar yang melihat lin bengong pun mengagetin lin.


" heii lin." kata bar sambil memegang tangan lin. lin yang langsung sadar dari lamunanya pun tersenyum ke arah bar.


" iya p'bar? ." kata lin sedikit salting.


" apa yang kau pikirkan?" kata bar lembut.


" tidak p' aku hanya merasa lelah saja." kata lin bohong.


°°°


bar mengantar pulang lin terlebih dahulu baru mengantar yang lainnya. mereka sampai di depan gedung apartemen lin.


" p' bar terimakasih .dan sampai jumpa kalian." kata lin sambil melambaikan tangan ke arah mobil.


" istirahatlah n'lin." kata am dari dalam mobil


" daaa n'lin." sahut new yang melambaikan tangan bersama dengan rin dan bar. sedangkan zee tanpa menatap lin.


mobilpun sudah pergi dan lin berjalan masuk ke apartemennya.


" ada apa lagi dengan dia? " kata lin sambil duduk di ujung ranjangnya.


" kenapa sikapnya aneh sekali?" kata lin lagi sambil mengecek line di ponselnya.


" dia juga tidak mengirimku line ." kata lin sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.


°°°


zee berada di kamarnya sambil memutarkan ponselnya. dia terus berpikir tentang lin .


" bagaiman jika dia tau? apa kah dia tidak bisa menerimaku? " kata zee yang tiba-tiba murung. " cepat atau lambat dia juga akan mengetahui nya." lanjut zee yang menaruh ponselnya di sebelah bantalnya.


°°°


line

__ADS_1


" n'lin , kau sedang apa?" dari bar


" aku sedang free. ada apa p'?"


" mau gak aku ajak nonton?" lanjut bar.


lin hanya meread pesan dari bar sambil berfikir . sekitar 5 menit lin pun membalas line dari bar.


" kha, p'. aku akan siap-siap."


" baiklah aku akan otw ke sana." kata bar.


bar yang senang pun segera bersiap-siap dan segera melajukan mobilnya .


°°°°


sesampainya di sana , bar dan lin menonton film comedy . namun sejak tadi lin tidak tertawa sama sekali, ini bukan karena filmnya tidak lucu namun entah mengapa , setiap lin melihat film itu menjadikannya teringat oleh zee.


" n'lin , apa kau tidak menyukai filmnya?" kata bar yang membuyarkan lamunan lin.


" tidak p'zee." lin yang sadar jika dia salah menyebut nama pun segera mengoreksi perkataannya .


" ma mangsutku aku aku suka filmnya p'bar." kata lin sedikit salting.


" jadi sedari tadi dia diam, karena memikirkan zee? kenapa dia tidak bisa melihatku disini yang mencintainya?" kata bar dalam hati.


" tidak apa-apa n'lin." fake senyum.


" sorry p'."


" it's okey." kata bar fake senyum.


°°°


" p'bar terimakaih sudah mengajakku nonton dan mengantarkanku pulang." kata lin sambil melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya. bar mendekati lin dan mereka hampir berciuman , namun dengan reflek lin membuang muka dan membuat gagal ciuman itu. namun saat bersamaan zee melihat adegan itu dari luar dan diapun memilih pergi untuk tidak melihat mereka berciuman.


" maaf p'bar. aku tidak bisa." kata lin dengan kepala tertunduk. bar pun menjauh dan kembali keposisinya sambil mengusap kepala lin.


" tidak apa-apa ." dengan fake senyumnya.


lin pun turun dari mobil dan bar pergi dari situ.


saat lin hendak menaiki tangga lin melihat buket bunga dilantai. lin celingukan sambil mengambil buket itu dari lantai.


" siapa yang membuang bunga sebagus ini?" kata lin sambil berjalan masuk apartemennya.


°°°


didalam mobil zee menangis sambil memukul-mukul setir mobilnya. " kenapaaa? kenapa kau mematahkan hatiku lin." kata zee sambil menangis dan sesekali memukul setir mobilnya.


" apa kau tidak tau? bahwa aku begitu mencintaimu." kata zee lagi.


" kau membuatku kecewa!" lanjut zee .


°°°


jam sudah menunjukkan pukul 21.10 waktu setempat, namun lin tidak bisa tidur dan terus memandang ponselnya.


" tumben p'zee tidak menelfon atau mengirim pesan. apa aku bertanya saja padanya?" kata lin sambil mengetik sesuatu untuk zee namun lin hapus lagi.


" ah tidak usah, mungkin dia sedang menelfon gebetan barunya itu." kata lin yang berubah menjadi kesal.


haii gaess, terimaksih yang sudah membaca novelku ini dan aku harap kalian suka. jika kalian tidak suka atau sebagainya kalian bisa komentar dan menjadikanku lebih baik lagi dalam menulis.

__ADS_1


oh iya , ini ilustrasi bar.👇



__ADS_2