
3 bulan berlalu
kini bian sudah tidak merasakan hal aneh pada dirinya . ia sudah bisa menyentuh ataupun berenang di dalam air .
saat ini bian sudah menyelesaikan pendidikan yang sangat tidak di sukainya, karena ia harus berpisah dengan dirga dan damar .
lain hal dengan dirga dan damar kini mereka mendapat tambahan pendidikan khusus selama 2 bulan lagi . mereka harus bersabar dengan keadaan yang mereka terima .
saat yang sangat di khawatirkan dirga pun tiba . 1 minggu lagi risma akan melaksanakan prosesi lamaran dengan bian .
pada waktu dan tanggal yang sama ia mendapat gelar dengan sebutan prajurit teladan terpilih .
ia sangat kacau dengan keadaan ini . dimana ia bisa membanggakan ayah dan bundanya . namun di sisi lain ia harus merelakan risma bersanding dengan bian sahabatnya sendiri .
ia mendapatkan kabar ini dari sang adik tersayang . bayu selalu mengirim surat kepada dirga tentang semua hal yang terjadi pada risma .
dirga sangat syok dengan berita ini saat ini ia sedang demam dan harus di rawat di rumah sakit .
orang tua dirga mendapat kabar dari komandan ridwan selaku pimpinan pleton yang mengurus semua anak buahnya dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi .
ayah bian segera pergi ke rumah sakit setelah selesai melakukan tugas dimas harinya . begitupun bayu dan sang bunda . ia langsung bergegas pergi ke rumah sakit . mereka sangat cemas saat mendapat kabar bahwa dirga drop .
"bun jangan nangis terus dong " ucap bayu dengan perasaan bersalah .
__ADS_1
"dirga bay dirga .... " ucap sang bunda .
"tenang bun ayah sudah sampai di sana pasti kakak baik baik saja " ucap bayu menenangkan sang bunda
"coba kamu telfon bang ridwan .... biar bund tahu keadaan kakak kamu " ucap bunda dengan suara parau karena menangis .
"iya bun iya sebentar .... tut ..... tut..... halo bang " ucap bayu dengan suara bergetar
"iya bay ini dirga udah sadar .... tapi masih sering melamun " ucap ridwan di seberang telefon
"ini bunda mau ngomong sama bang dirga bisa gak ? " tanya bayu
"ohhh.... sebentar bisa ini ..... halo bun..... " ucap dirga dengan sedih ..
"iya bun .... dirga udah biasa bun begini " sontak kalimat dirga membuat sang ayah menangis .
"udah bunda tutup dulu ini udah nyampe di parkiran . " ucap sang bunda sambil mematikan telefon .
bunda dan bayu langsung berlari menyusuri koridor rumah sakit yang dekat dengan bataliyon tempat dimana dirga menempuh pendidikan . Ia sudah tidak bisa membendung air mata melihat anak sulungnya seperti ini .
ketika sampai dimana dirga di rawat sang ibu langsung memeluk nya dengan erat . ia tahu apa yang di rasakan sang putranya .
ia begitu merasa sangat terpukul jika dirga sakit seperti ini . ia berpikir kejadian yang menimpa dirga waktu kecil akan terulang lagi . dan akan menjadikan dirga anak yang pendiam dan bersikap dingin kepada semua orang .
__ADS_1
saat ini dirga hanya butuh istirahat dan suasana tenang untuk menata hatinya kembali .
dirga tidak mau ia murung dan egois karena perasaanya saat ini tidak dapat dibalas oleh risma .
####
7 hari dirga di rawat di rumah sakit . kini kondisinya sudah mulai stabil dan bisa untuk pulang .
saat ini bunda akan membawa dirga pulang karena ia tidak tega jika dirga melanjutkan pelatihan dengan kondisi dirga seperti ini .
karena dirga sakit jadi semua pleton harus di liburkan dan diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu sampai kondisi dirga membaik .
karena mereka pasukan inti jadi diberi kebebasan untuk melanjutkan pelatihnya sesuai dengan perintah pemimpin pleton .
mereka sepakat untuk 1 minggu libur mengunjungi keluarga di rumah setelah itu mereka akan kembali ke bataliyon untuk menyelesaikan tugas akhir yang akan di terimanya setelah liburan nanti.
****
segini dulu gaes ....
jangan lupa like komen dan vote .....
mohon maaf jika alur cerita kurang menarik . ini masih karya author yang pertama . jadi mohon dukungannya
__ADS_1
JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN 🤗🤗🤗