Love Story My Perwira

Love Story My Perwira
Tidak Sesuai Dengan Harapan


__ADS_3

beberapa hari setelah menyelesaikan semua perlengkapan yang akan di bawa lamaran , kini semua seserahan sudah selesai .


kini bian dapat bernafas dengan lega , karena semua hal yang ayah nya minta sudah terpenuhi semua .


semenjak dari toko sepatu 3 hari kemarin ada suatu hal yang mengganjal dalam pikiran bian .


semua hal yang dulu ia lewati dengan dewi kini mendadak terlintas di dalam pikirannya .


sesaat ia sedang memikirkan semua yang terjadi padanya dulu . ia merenungi semua hal yang terjadi padanya .


ia dulu sering sekali menyakiti hati perempuan karena sering memutuskan mantannya dengan seenak hati .


namun lain hal dengan dewi ia begitu sangat menyayangi dewi . ia rela berkorban apa saja asal bisa bersama dengan dewi .


namun sekarang ia tidak dapat menemukan keberadaan dewi . rumah yang dulu dewi tempati bersama dengan ayahnya kini sudah di jual .


namun apa daya bian hanya bisa merindukan dewi dalam angan angan saja , karena semua yang sudah bian rencanakan tidak sesuai dengan harapannya .


ia begitu larut dalam perasaanya sampai ia tidak ingat pada suatu hal yang penting .


saat terakhir bertemu dengan dewi ia di beri secarik kertas pink yang berisi alamat rumah . namun naas sekarang kertas tersebut tidak tahu di mana .


saat ini bian sedang mengobrak abrik kamarnya untuk mencari secarik kertas tersebut . ia ingat betul jika kertas itu dia taruh di bawah laci almari bajunya .


"duh..... perasaan gue simpen disini ..... kok gak ada sih ... apa jangan jangan udah di buang mama .... " ucap bian dengan kesal .


kini kamar bian sudah sangat berantakan seperti kapal pecah . ia berlari kesana kemari untuk menemukan kertas tersebut . namun hasilnya nihil .

__ADS_1


"maaaaa!!!!!!!!!!...... mamaaaaa!!!!!!..... coba ke kamar bian sebentar " teriak bian dengan keras .


"ada apa bi?..... astaghfirullah.... kamu habis ngamuk bi ?..... kok bisa sampai berantakan begini ? " ucap mama bian dengan panik.


"ish .... mama ..... bian lagi nyari kertas warna pink yang ada di laci bian ma .... mama lihat gak ? " ucap bian sambil mengacak acak isi lemari .


"oh.... itu udah di ambil sama ibu waktu itu ... dan udah di kasih sama papa bi .... emang ada apa sih " jawab mama bian dengan santainya .


"waduh..... sekarang ibu di mana ma .... penting itu soalnya .... " ucap bian panik .


"tu .... (sambil menunjuk ke balkon belakang rumah) udah di pegang sama papa bi .... " jawab mama bian


"aduh mampus dah .... udah gak ada harapan lagi . " ucap bian sambil berlari ke arah balkon belakang .


ternyata selama ini yang bian pikirkan akan terjadi ..... dimana semua yang sudah ia rencanakan matang matang sudah di hancurkan oleg ayahnya sendiri .


semua sudah dalam skenario ayah bian .... tentang perjodohan tentang menghilangnya dewi dan juga tentang pendidikan yang bian tempuh ....


"pa..... papa.... kertas bian yang ibu kasih papa taruh dimana .... " teriak bian dengan keras.


"buat apa nyari kertas gak penting itu lagi.. udah papa bakar .... " jawab ayah bian


"pa...... " seketika bian menangis ... ia sudah tidak punya harapan untuk bisa menemukan dewi lagi ..


"kamu jangan sekali sekali mencari wanita itu lagi ... " ucap tegas ayah bian .


"tapi bian masih sayang dewi pa .... " jawab bian

__ADS_1


"gak usah kamu mikirin hal gak penting lagi .... kamu cukup fokus apa yang sudah papa tunjukkan ke kamu .... " teriak papa bian dengan tegas


"papa memang selalu egois .... papa gak pernah mau mengerti apa yang bian impikan ... " ucap bian dengan hati kecewa


"justru papa tau bi .... ini yang terbaik untuk kamu .... kamu itu anak papa satu satunya ... jadi papa minta kamu harus nurut jangan pernah membantah lagi .... dan jika kamu masih mau mencari wanita itu lagi papa pastikan kamu tidak akan bisa bertemu dengannya selamanya ... kamu ngerti " teriak ayah bian dengan emosi .


"papa emang gak pernah mau mendengarkan bian .... papa egois ... " ucap bian sambil berlari ke ruang tamu


"masih kamu mau melawan papa ...." dengan tidak sengaja terjadi adu pukul antara bian dan ayahnya .


semua penghuni rumah panik saat melihat bian dengan badan yang lebih kecil yang di pukul ayahnya dengan keras .


" sadar kamu anak gak tau di untung ..... kamu harusnya cukup diam dan mengikuti semua perintah papa " teriak papa bian dengan keras


"udah mas ... jangan pukul bian lagi .... bian anak kita mas ... " teriak mamak bian dengan tangisan yang histeris .


"kamu urus anak ini biar mau nurut sama ayahnya " ucap ayah bian kemudian pergi begitu saja .


mama bian menangis sambil memeluk bian dengan perasaan bersalah . seharusnya ia lebih bisa memihak kepada sang anak agar tidak terjadi hal seperti ini lagi .


saat itu juga ayah bian pergi dari rumah beserta dengan istri keduanya entah kemana .


bian hanya bisa pasrah dan diam jika sudah terjadi hal seperti ini . ia tidak akan bisa menolak perintah ayah nya karena tahu posisi ibunya pasti akan menjadi janda jika menolak perintah ayahnya ...


****


segini dulu gaes ....

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote


JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN 🤗🤗🤗


__ADS_2