Love With Twins

Love With Twins
Two


__ADS_3

***


Keesokan harinya.


Nasya memberikan 1 totebag dan 1 kado kepada Nesya, ia tampak bingung apa yang diberikan oleh kembarannya.


"Buat gue?" tanya Nesya.


"Bukan, itu buat si Rangga dari tante Viola dan Chris" jawab Nasya.


"Kok gue yang kasih?".


"Nesyaa, gue udah ngasih buat Arsen,Saga dan Dirgam. lo juga kan deket sama Rangga".


"Yaudah deh gapapa, lo suka sama Arsen ya Nas?".


Pertanyaan kembarannya itu membuat Nasya bingung, karena sejujurnya Nasya belum menaruh perasaan cinta dan sayang kepada Arsen tetapi kalau boleh jujur bagi Nasya, Arsen itu pria tampan,baik hati dan ia hanya kagum kepadanya.


Nasya pun jujur kepada Nesya bahwa ia belum menaruh hatinya untuk Arsen, akhirnya Nesya juga jujur dengan perasaannya terhadap Rangga bahwa ia hanya tertarik dan belum punya perasaan cinta kepadanya.


Karena perasaan Nasya dan Nesya sama kepada kedua pria tersebut, mereka memutuskan untuk mengenal sikapnya lebih jauh lagi.


Setelah membahas hal yang tidak terlalu penting ini, akhirnya mereka segera berangkat ke sekolah. Namun, saat mereka kebawah ternyata Mami pergi ke supermarket dan Papanya sudah berangkat kerja.


Kali ini Nasya yang mengendarai mobilnya, karena pertama kalinya Nasya mengendarai mobil lagi tampaknya ia sedikit kaku dan benar saja mereka hampir menabrak mobil di depannya itu.


"Aduhh Nasyaaa , kan gue udah bilang biar gue aja yang nyetirr! lo kan baru mulai nyetir lagi setelah kecelakaan waktu itu" bentak Nesya.


"Berisik ya lo, udah ayok temenin gue turun untuk nge cek keadaan mobil itu".


Mereka pun turun, pengendara mobil yang hampir ia tabrak juga ikut turun dan ternyata mereka bertiga.


"Sorry-sorry , gue gak sengaja. ini pertama kalinya gue nyetir lagii" ucap Nasya sambil melihat keadaan mobilnya.


Ketiga pria tersebut tampak mengenali Nasya dan Nesya karena ia memakai seragam yang sama dengannya.


"Lo anak SMAN 120 juga?" tanya salah satu pria.


Nasya dan Nesya mengangguk dan menatap mereka, sontak saja mereka terkejut karena mobil yang hampir ia tabrak ternyata adalah Arsen,Rangga dan satu pria asing.


"Nasyaa" tegur Arsen.


"Sen, Sorry gue ga sengaja" ucap Nasya.


"Iyaa gapapa kok".


"Kalian kenal?" tanya salah satu pria.


"Oh iya, kak Candra kenalin ini Nasya dan Nesya baru pindah ke sekolah kita" Rangga memperkenalkan Nasya dan Nesya kepada pria yang ternyata adalah kakak kelas mereka.


"Oh hai, gue Candra. salam kenal ya" ucap Candra.


"Iya kak, salam kenal juga" ucap si kembar.


"Kalian mau bareng gak?" tawar Arsen.


"Loh? kita kan juga bawa mobil Sen" ucap Nesya.


"Oh iyaa yaa".


"Kita duluan yaa" ucap Nasya.


"Tunggu dulu" tahan Rangga.


Nasya dan Nesya berbalik badan kembali karena Rangga menahan mereka.


"Kayanya lebih baik Nasya di mobil Arsen aja deh" saran Rangga.


"Nah gue setuju sama Rangga, kan abis ada insiden ini takutnya kalian ga fokus nyetir" sahut Arsen.


"Terus gue gimana?" tanya Nesya.


"Lo tetep di mobil nah nanti yang nyetir biar si Rangga aja" jawab Candra.


"Hmm yaudah deh , yukk nanti kita malah telat loh" ucap Nesya.


Nesya masuk ke mobilnya sedangkan Nasya masuk kedalam mobil Arsen dan mereka pun dengan cepat menuju ke sekolah agar tidak telat.


Di dalam perjalanan Nasya terasa canggung berada di dalam mobil Arsen karena ia belum dekat dengannya, Candra yang menyadari hal tersebut akhirnya ia memecahkan suasana.


"Kalian diem-dieman aja, canggung apa gimana nih?" tanya Candra yang tetap fokus menyetir.


"Gak canggung sih cuma bingung mau bahas apa" jawab Arsen.


Nasya hanya terdiam, ia yang berniat untuk memberikan titipan dari tante Viola sekarang namun ia baru ingat bahwa hadiahnya ketinggalan di mobilnya.


"Nas, pulang sekolah bisa ke cafe dulu gak?" ucap Arsen.


"Belum tau nih Sen, kalonya ga ada acara apa-apa gue bisa kok".


Arsen pun tersenyum lebar mendengar jawaban dari Nasya.


Sesampainya mereka disekolah, ternyata di basement sudah ada yang menunggu mereka yaitu Dirgam,Saga dan satu teman Candra.


Saat Nasya turun dari mobil, teman candra yang bernama Verrel terkejut karena Nasya keluar dari mobil temannya itu, mereka pun menghampiri Saga,Dirgam dan Verrel.


"Gam, Lu kenal sama cewek cantik yang bareng sama Arsen dan Candra?" bisik Verrel.


"Kenal , mereka anak kembar yang baru pindah dari aussie dan mereka juga sepupunya Christian" jawab Dirgam yang berbisik kepada Verrel.


Nasya yang menyadari bahwa dirinya diperhatikan oleh Verrel, ia berbisik kepada Nesya dan akhirnya Nesya menegur Verrel.


"Kenapa ya kak? kok ngeliatinnya gitu banget? ga suka sama kehadiran kita disini?" tanya Nesya dengan sangat frontal.


"Kalau iya kenapa? gue ga suka aja ngeliat cewek asing yang bareng sama teman-teman gue" jawab Verrel.


Jawaban Verrel membuat Nesya marah akhirnya ia berkata, "Kalau belum tau ceritanya gausah banyak omong deh! Kita bukan cewek murahan seperti apa yang lo pikirkan!".


Karena suasana semakin panas antara Nesya dan Verrel , akhirnya Nasya menahan amarah Nesya agar tidak terjadi keributan besar.


"Kita permisi dan tolong mulutnya dijaga, kita emang baru disini tapi bukan berarti kita centil sama cowok disini" ucap Nasya dan menarik Nesya untuk pergi ke kelas.


Saat si kembar sudah berjalan menjauh dari basement , sedangkan yang lain masih berada di basement untuk membahas suatu hal.


"Gak seharusnya lo bilang kaya gitu ke mereka kak, lo belum tau sifat asli Nasya dan Nesya" ucap Arsen.


"Lo juga belum tau kejadian yang sebenarnya, mereka ada di mobil kita ya karena emang kita yang suruh dan asal lo tau kak ini tuh mobil mereka" sahut Rangga.


"Oke gue emang salah nanti gue akan minta maaf ke mereka" ucap Verrel.


Nasya dan Nesya kembali lagi ke basement karena ia baru ingat bahwa ada titipan untuk Arsen,Saga,Rangga dan Dirgam dari Chris dan tante Viola.


Sebenarnya ia malas untuk kembali ke basement tetapi mau tidak mau mereka harus kembali ke sana untuk mengambil barangnya.


Saat sudah di basement semuanya tampak bingung akan kehadiran mereka kembali, Nesya meminta kunci mobil kepada Rangga dan Rangga memberikan kuncinya.


Nasya dan Nesya mengambil barang tersebut dan menghampiri mereka kembali.


"Sen , ini untuk lo titipan dari Chris dan maminya" ucap Nasya dan memberikan totebag kepada Arsen.


"Untuk gue? lo gak salah?" tanya Arsen.


"Iya itu untuk lo, oh iya di dalemnya juga ada kado" jawab Nasya.


"Pasti kadonya dari lo yaa" goda Arsen.


"Itu dari Chris, gue kan gak tau lo ulang tahunnya kapan" ucap Nasya.


Arsen tersenyum.


Nasya pun memberikan 2 totebag kepada Dirgam dan Saga, sedangkan Nesya yang memberikan totebagnya kepada Rangga.


"Thanks Nes" senyum Rangga.


"Jangan bilang makasih ke gue tapi ke Chris dan maminya" ucap Nesya yang tersenyum juga.


"Tapi kan ini dititipnya di elu Nes, thank you".


"Makasih mulu deh kaya sama siapa aja sih, santai aja lagipula kan Chris sepupu gue" ucap Nesya.


Dirgam dan Saga menerima hadiah tersebut dan dibalasnya dengan senyumannya.


Nasya pamit duluan untuk ke kelas karena ia malas berlama-lama disana apalagi ada Verrel, Sedangkan Nesya masih disana dan berjalan bersama ke kelasnya.


"Nes, emang sih Nasya lebih suka untuk menyendiri gitu ya?" tanya Arsen.


"Enggak kok, biasanya sih kalo tiba-tiba dia menyendiri kaya tadi itu tandanya dia lagi badmood dan emang gak mau diganggu" jawab Nesya.


"Badmood? karena apa?" tanya Arsen lagi.

__ADS_1


"Maybe karena kejadian tadi" jawab Nesya.


"Kalo gue hibur, kira-kira dia bakal marah gak ke gue?".


"Tergantung sih, kalo lu nge hiburnya yang menurut dia bikin kesel mah ga akan senyum. btw lo suka ya sama kembaran gue?".


Kalimat terakhir Nesya membuat Arsen terdiam tetapi ia berpikir kembali dan ia memutuskan untuk memberi tahunya.


"Iya gue suka sama Nasya, tapi gue ragu".


"Ragu kenapa? kalo lu emang suka sama kembaran gue, lu harus berjuang dan gue bakal dukung lo kok".


"Ga tau sih ragu aja dia kan lebih pendiem daripada lu, dukung doang nih? ga dibantuin gitu? parah yaa".


"Iya iya gue bantu kok, tapii ada syaratnya" ucap Nesya.


"Apa?".


"Lo harus traktir gue makan, gimana?" tawar Nesya.


"Ok, gue terima syaratnya asal lo bisa bantu gue".


"Ok gampang itu mah, nanti pas masuk ke kelas lo duduk sama Nasya aja".


"Bener? wah jangan-jangan lo suka sama Rangga yaa" tebak Arsen.


"Masih mau gue bantu atau enggak?".


"Eh iyaa maaf maaf".


Saat sudah di dalam kelas, Arsen duduk tepat di tempatnya Nesya sedangkan Nesya duduk di tempat Arsen bersama dengan Rangga.


Nasya terkejut melihat Arsen duduk di sampingnya, "Lo kok duduk disini?".


"Sebentar doang kok, emang ga boleh?" tanya Arsen lagi.


"Boleh aja sih".


Tak lama kemudian bu Dewi masuk ke kelas mereka dan belajar seperti biasa, namun saat sedang menjelaskan bu Dewi baru sadar bahwa Arsen dan Rangga pindah tempat duduk.


"Karena ibu wali kelas kalian dan disini ada anak baru, ibu akan mengubah posisi duduk kalian".


"Nesya kamu duduk dengan Rangga, Arsen duduk dengan Nasya, Clara duduk dengan Aurel, Alice duduk dengan Chris ya nanti".


Mereka pun berpindah tempat dan mengikuti perkataan gurunya dengan tulus.


"Lo ikhlas gak duduk sama gue?" tanya Arsen.


"Kok malah nanya kaya gini?" Nasya malah bertanya balik kepada Arsen.


"Gue gak mau aja kalo sampe lu gak nyaman duduk sama gue Nas" jawab Arsen.


"Gue nyaman kok duduk sama lo asal saat guru lagi nerangin pelajaran lo gak boleh ganggu gue, karena ini buat kepentingan masa depan kita" jelas Nasya.


"Hah? Masa depan kita? lo mau ya masa depan lo itu sama gue? ciee gue juga mau kok" goda Arsen.


"Sen jangan gombal pliss, gue ga akan terpengaruh sama gombalan lu" balas Nasya sambil tertawa.


"Akhirnya lo bisa ketawa juga".


"Bisa lah gua kan manusia, kok kayanya lo canggung banget sih kalo ngobrol sama gue?" tanya Nasya.


"Iya canggung , lo terlalu cantik dan lo pendiem. gue cuma takut salah ngomong" jawab Arsen.


"Haha bisa aja sih, gue emang sifatnya kaya gini tapi santai aja sih Sen. justru kalo lu nya juga diem gua malah ga nyaman".


"Jadii boleh nih kita ngobrol terus?".


"Boleh asal gak pas di terangin materi pelajaran yaa Sen hahaha".


"Siap".


Mereka pun belajar dengan tertib sampai jam istirahat berbunyi, saat bel sudah berbunyi semua siswa berhamburan keluar dari kelas kecuali Nasya,Nesya,Alice,Clara,Arsen dan Rangga.


"Kantin yuk gaiss" ajak Clara.


"Kalian aja yang ke kantin , gue lagi gak mood kemana-mana" tolak Nasya.


"Mau gue beliin makan gak Nas?" tanya Nesya.


"Gausah Nes, gue masih kenyang kok".


"Lo kenapa ga mau ke kantin bro?" tanya Rangga.


"Gue mau disini aja masih ada tugas yang belum selesai haha" jawab Arsen yang berbohong kepada semuanya.


"Oh yaudah, kalo gitu kita ke kantin dulu yaa" ucap Alice.


Mereka semua ke kantin kecuali Arsen dan Nasya. Saat semuanya sudah pergi ke kantin, Nasya mengerjakan tugas matematikanya sedangkan Arsen mengerjakan tugas kimianya.


Ia tetap di meja yang sama, sejujurnya Arsen tidak mengerti materi kimia yang sedang di pelajarinya ingin bertanya namun takut menganggu konsentrasi Nasya.


Tanpa di duga Nasya mengerjakan matematika dengan sangat cepat, Nasya menutup bukunya lalu ia melihat Arsen yang sepertinya mengalami kesulitan.


"Mau dibantu gak? gue perhatiin lo udah pusing banget deh" tawar Nasya.


"Hehe boleh deh, gue gak ngerti sama materi yang lagi kita pelajarin" Arsen menerima tawaran Nasya.


Nasya mengajari Arsen dengan sangat fokus dan Arsen mengerti apa yang di ajarkan oleh Nasya, setelah tugas kimia Arsen selesai ia pun memasukkan bukunya ke dalam tas.


"Thanks ya Nas, sebagai gantinya pulang sekolah lo gue traktir".


"Gausah Sen, santai aja kali".


"Ga boleh nolak Nasyaa, btw lo deket banget ya sama Chris?" tanya Arsen.


"Walaupun gue sepupuan sama dia, tapi gue gak terlalu deket sama dia yaa gak kaya dia sama Nesya sih" jawab Nasya.


"Oh gitu, lo mau ikut osis gak?".


"Boleh deh".


"Oke gue daftarin ya Nas".


"Lo ketos? btw Rangga suka sama Nesya ya?" tanya Nasya.


"Bukan gue tapi kak Candra ketos nya terus wakil nya itu si Chris , Iyaa deh kayanya. kenapa nanya gitu Nas?" jawab Arsen.


"Oh gitu , yaa keliatan aja dari sikap nya Rangga ke Nesya itu beda banget".


"Wahh bisa baca sikap seseorang yaa, bisa baca sikap gue gak Nas?" ledek Arsen.


"Aduh gak gituu , bisaa lo itu pecicilan,aneh,gombal terus,pinter,rajin,songong" balas Nasya.


"Tapi ganteng dan ngangenin kan? hahaha" goda Arsen.


"Mau tau banget atau mau tau aja? duh gausah gue jawab yaa Sen".


"Dasarr haha".


"Apa sih Alcenn" goda Nasya.


"Ihhh udah bisa ngegoda orang yaa sekarangg , Nacaa Nacaa".


"kan diajarin Alcenn hahaha" ledek Nasya.


"Itu tuh panggilan sayang Naca ke Alcen yaa?" goda Arsen.


"Maunya? biar beda dari yang lain hahaha".


"Ok gue manggil lu Naca yaa".


"Iyaa Cen iya hahaha".


Saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba Teman-temannya masuk dan meledek kemesraan mereka berdua.


"Ohh jadi gituu ya Sen, katanya mau ngerjain tugas tapi malah mesra-mesraan sama Nasya" ledek Rangga.


"Berisik ya lo".


"Nasyaa, gue gak mimpi kan? lo mesra-mesraan sama Arsen?" goda Nesya,Clara dan Alice.


"Iihh kalian tuh ngeselin banget, gue diemin Arcen teruss salah sekarang gue bercanda sama dia salah juga".


"Tau nih, Nacaa kan mau beradaptasi dengan guee".


"Naca? Arcen? panggilan sayang tuh?" ledek semuanya.


"Gausah banyak tanya deh yaa, mending lu pada belajar dan urusin hidup masing-masing" ucap Arsen.

__ADS_1


"Nah bener tuhh, Arsen aja udah ngerjain kimia sama matematika padahal tugasnya baru di kasih".


"Dibela aja teruss belaa" goda semuanya.


Akhirnya Nasya dan Arsen menghiraukan semua teman-temannya dan fokus pada pelajaran fisika karena akan diadakan ulangan harian.


***


Waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh para siswa dan siswi pun tiba yaitu bel pulang sekolah.


Para murid berhamburan pulang, Arsen dan Rangga mengajak Nasya dan Nesya untuk kumpul di cafe terlebih dahulu.


Nasya dan Nesya pun menerima ajakan Arsen. Clara dan Alice juga ikut ke cafe bersama dengan Dirgam,Saga,Candra,Verrel, ia pergi dengan mobil yang terpisah.


Nasya satu mobil dengan Arsen, Candra dan juga Verrel. sebenarnya Verrel tidak mau di mobil Arsen karena ia masih malu dengan Nasya namun keadaannya mendesak mobil nya masuk bengkel terpaksa ia ikut di mobil Arsen.


Saat di dalam mobil , suasana sangat lah canggung. akhirnya Nasya mencoba mencairkan suasana.


"Harus sesepi ini ya kalo lagi dijalan? mending kita seru-seruan di dalam mobil" ucap Nasya.


Ekspresi semuanya langsung berubah menjadi bingung, "Caranya?" tanya semuanya.


"Yaa kaya nyanyi-nyanyi bareng gitu atau denger lagu yang bisa bikin happy".


"Boleh tuh, ternyata lo anaknya asik juga ya" ucap Candra.


"Gue emang gini kalo baru ketemu pasti diem aja tapi kalo udah kenal mah yaa gitu deh haha".


"Oh iya sorry yaa masalah tadi pagi gue sadar bahwa perkataan gue tuh salah banget" ucap Verrel.


"Yaelah kak santai aja kali, gue cuma badmood sesaat doang haha" sahut Nasya.


"Nih pake handphone gua aja buat denger lagu nya" Arsen memberikan handphonenya kepada Verrel.


Verrel mengambil handphonenya dan menyambungkan ke audio mobil tersebut, Verrel menyetel lagu bergenre rap


Candra mendengar rap Nasya yang sangat bagus dan ia juga mendengar rap Arsen yang sangat seiras dengan Nasya.


"Coba dong Arsen sama Nasya adu nge rap kayanya kalian bagus deh" ucap Candra.


"Waduh free rap style atau yang ada di lagu nih?" tanya Arsen.


"Free rap style aja kayanya akan lebih bagus deh" jawab Verrel.


Nasya memulai lebih dulu dan setelah itu baru Arsen yang memulai rap nya, keduanya melakukan tantangan dengan sangat baik dan Verrel,Candra sangat terkesima atas penampilan free rap style nya mereka berdua.


Tak lama kemudian, mereka sampai di cafe dan mereka masuk kedalam cafe bersama-sama.


"Kalian mau pesen apa?" tanya Dirgam.


"Ohh iyaa mau traktir kita yaa" jawab Verrel.


"Wih mantap nih kita baru ikut udah di traktir hahaha" ucap Nesya.


"Cepet mau pesan apa?" sahut Dirgam.


Mereka menyebutkan pesanannya kepada waiters dan setelah selesai mencatat pesanan mereka, waiters langsung memberikan catatannya kepada koki nya.


"Chris berapa lama sih di L.A?" tanya Candra.


"Kurang tau deh" jawab Nasya.


"Kalian deket banget ya sama Chris?" tanya Verrel.


"Yang lebih deket sama Chris sih gue, kalo Nasya gak terlalu deket tapi kalo udah ketemu pasti romantis. kadang kalo udah kumpul gitu pasti gue yang terlupakan padahal si Chris kalo apa-apa pasti minta tolong gue" jelas Nesya.


"Kasian amatt lu Nes hahaha" ledek Saga.


"Anjirr lu" balas Nesya.


"Gue jadi pengen liat Chris balik ke sekolah ini lagi deh" ucap Arsen.


"Kenapa emang?" tanya Nasya.


"Pengen liat aja gitu sikap Chris ke kalian gimana" jawab Arsen.


"Kirain mah kenapa".


Pesanan mereka akhirnya tiba , setelah selesai makan mereka pun pulang kerumah masing-masing.


***


Papa dan Mami si anak kembar sudah menunggu mereka diruang keluarga, tak lama kemudian Nasya dan Nesya pulang.


"Besok kalian berdua ada acara dengan teman-teman gak?" tanya papanya.


"Ga ada pah"jawab Nasya dan Nesya.


"Kalau gitu kalian langsung pulang ya karena kita akan makan bersama, kan semenjak di Indonesia papa selalu sibuk sama kerjaan daa belum pernah jalan-jalan sama keluarga" ucap papanya.


"Serius pah?" tanya Nasya.


"Serius dong, papa juga mau memberikan kalian sesuatu tapi besok ya" jawab papanya.


Nasya dan Nesya langsung memeluk papa dan maminya karena sudah sangat senang.


"Mami udah masak makanan kesukaan kalian nih, jadi kalian harus cepat bergegas ke meja makan ya" perintah maminya.


"Siap, kita berdua ganti baju dulu ya mi" ucap keduanya yang segera menuju kamar untuk berganti pakaian.


Saat mereka sedang berganti baju, papa dan maminya seperti sedang mendiskusikan sesuatu.


"Mi, jangan kasih tau anak-anak dulu ya kalau besok Chris udah kembali ke Indonesia" ucap papanya.


"Siap, Chris juga katanya mau kasih kejutan kan untuk mereka berdua".


"Iyaa mi".


Sedangkan Nasya dan Nesya yang sudah selesai berganti pakaian turun kembali kebawah untuk makan, setelah selesai makan mereka mengerjakan tugas bersama di kamarnya.


Saat mereka sedang mengerjakan tugas, Arsen menelpon Nasya.


***On Call*


Arsen :Halo Nasyaa.


Nasya : Kenapa Sen?.


Arsen : gapapa hehe, besok kesekolah bareng yuk.


Nasya : Waduh kayanya ga bisa deh, gue kan bareng sama Nesya.


Arsen : Yah, yaudah pulang sekolah gimana? kita makan bareng gitu berempat.


Nasya : Maaf banget Sen bukannya gak mau cuma gue disuruh mami langsung balik karena mau dinner keluarga.


Arsen: Next time aja deh , btw lo lagi sibuk ya Nas?.


Nasya : enggak kok cuma lagi ngerjain tugas doang, lo udah ngerjain tugas?


Arsen : ehh iyaa belum , gue ngerjain tugas dulu yaa Nas


Nasya : Yeh yaudah sanaa kerjaiin , Bye Arsenn


Arsen : Bye Nasya*.


*Off Call*


Setelah mematikan telpon Arsen , Nasya tampak senyum-senyum sendiri. Nesya menyadari hal tersebut dan langsung meledeknya.


"Nah kan baru di telpon aja udah senyum-senyum gak jelas kaya gini. lo suka kan sama Arsen?".


"Gue masih belum bisa jawab Nes, gue masih bingung sama hati gue ke dia gimana" jawab Nasya.


Nesya hanya tersenyum dan ia mendapat notifikasi chat dari Rangga, isi pesannya membuat ia tersenyum sendiri. Nasya yang melihatnya hanya menggelengkan kepala dan lanjut mengerjakan tugasnya.


***


***Akhirnya part ini selesai juga gengss


Kira-kira Arsen akan terus berjuang atau enggak ya?


Karakter Chris gimanaa yaa? tunggu di part selanjutnya ya gengss


Nesya akan jadian sama Rangga ga ya? tunggu aja hehe


Thank you gengss ❤


Jangan lupa dilike dan diberi dukungan yaa💋

__ADS_1


Love youu gengss❤***


__ADS_2