Love With Twins

Love With Twins
Four


__ADS_3

***


Telah sampai dirumah Nasya Nesya. Chris,Arsen,Rangga,Saga,Dirgam,Clara,Alice,Candra dan Verrel menunggu Nasya Nesya yang sedang membuat makanan dan minuman untuk mereka semua.


Sambil asik menonton, tiba-tiba papa dan mami si kembar pulang seperti membawa kabar baik untuk Nasya dan juga Nesya.


"Ehh teman-temannya Nasya Nesya ya?" tanya maminya.


"Iya tante".


Semuanya pun bersalaman kepada orang tua si Kembar, namun. papanya seperti mencari putri kembarnya itu, Chris yang menyadari sikap pamannya.


"Nasya sama Nesya lagi membuat makanan dan minuman om dibelakang" ucap Chris.


"Terima kasih Chris" ucap papanya yang langsung menghampiri putri kembarnya diikuti dengan maminya.


"Chris dan yang lain duduk aja dulu yaa, kalau belum makan langsung ke meja makan aja ya" ucap maminya.


Teman-teman Nasya Nesya langsung duduk di ruang tamu dan bercanda-canda, sedangkan Nasya dan Nesya sedang berbincang-bincang dengan papa dan maminya.


"Nasya, selamat ya sayang kamu menang dalam turnamen cerdas cermat kimia internasional" ucap papanya.


"Serius pa? papa dapet kabar dari mana?"tanya Nasya..


"Papa dapet kabar dari manager nya tadi, katanya hari ini piala,sertifikat,medali dan uang nya akan dikirim ke sekolah kamu" jawab papanya.


'Yeaaayy, Alhamdulillah Nasyaa menangg" teriak Nasya.


Papa nya pun langsung memeluk Nasya dengan erat , "Maaf ya sayang, sikap papa ke kamu sangat salah.Papa harap kamu tidak pernah dendam dengan papa" papanya juga mengelus kepala anak gadisnya.


"Iya pa, Nasya gak pernah dendam sama papa karena Nasya sayang sama Papa dan Mami"ucap Nasya.


"Selamaattt kembarann gueee, lo berhak mendapatkan kemenangan itu" peluk Nesya.


"Thank you Nes, lo juga pasti menang kok" ucap Nasya.


Setelah itu, Nasya dan Nesya menemui teman-temannya kembali dan membawakan minuman serta makanan yang telah ia buat.


Arsen melihat ada album photo di bawah meja, ia mengambil album tersebut dan melihat-lihat.


"Ini lo Nas?" tanya Arsen.


"Bukan" jawab Nasya.


"Hayo tebak Nasya yang mana dan Nesya yang mana" ucap Chris.


"Susah anjir" sahut Saga.


"Nahh ini pasti Nesya" ucap Rangga yang menunjuk salah satu foto kecil Nesya yang menggemaskan.


Nesya mengangguk dan tersipu malu, sedangkan Arsen sibuk memotret foto-foto kecil Nasya yang menggemaskan serta cantik.


"Heh! mau di apain foto kecil gue? kok di potret-potret?" tanya Nasya.


"Hehe, Sorry Nas. Lo gemes banget sih waktu kecil" jawab Arsen.


"Thank you, terus apa hubungannya dengan lo potret?" tanya Nasya lagi.


"Buat gue simpan aja, siapa tau berguna di masa yang akan datang" jawab Arsen.


"Iya deh asal jangan di santet yaa Sen" ucap Nasya.


"Tenang aja paling cuma gue pelet hahaha" goda Arsen.


Mereka semua pun tertawa.


Mami nya menghampiri mereka, "Makan dulu yuk".


"Aduh gausah tante, kita udah makan kok" sahut Rangga.


"Ohh ya sudah, tante mau pergi dulu ya sama om. Tante titip 2 gadis cantik tante sama kalian" ucap Maminya.


"Siap tante, pasti Arsen jagain kok" ucap Arsen.


"Kamu yang namanya Arsen?" tanya Papanya.


"Iya om, kenapa ya om?" jawab Arsen.


"Kamu suka sama Nasya ?" tanya Papanya lagi.


"Udah jujur aja Sen" sahut Dirgam.


"Papa bukannya hari ini ada meeting sama orang yaa? nanti telat loh pa" Nasya mengalihkan pembicaraan.


Papanya berpikir sejenak untuk mengingat , "Oh iya, kamu benar. ya sudah kalau gitu papa sama mami mau meeting dulu ya" pamit papanya.


"Iyaa hati-hati ya pa, ma" ucap Nasya Nesya.


Saat Papa dan Maminya sudah pergi, Chris mendapat telpon dari seseorang dan memanggil Nasya.


Nasya mengikuti Chris keluar rumah dan menerima telpon tersebut.


Sedangkan di dalam, Arsen nampak bingung dengan sikap Nasya yang sedang menerima telpon dan akhirnya ia mencoba bertanya kepada Nesya.


"Nes, itu siapa sih yang lagi telponan sama Nasya?" tanya Arsen.


"Aduh gue kurang tau Sen, coba tanya si Chris deh" jawab Nesya.


Tak lama kemudian, Nasya dan juga Chris masuk kembali kedalam rumah.


Tatapan Arsen menjadi aneh ketika Nasya selesai menerima telpon, Nasya menatap Arsen dengan tatapan bingung.


"Kok lo natap gue kaya gitu sih?" tanya Nasya.


"Lo tadi nelpon siapa?" Arsen malah bertanya balik.


"Oh itu, dia pacarnya Chris" jawab Nasya.


"Oh pacar Chris, gue kira pacar lo" ucap Arsen.


"Bukan kok".


Ponsel Nasya berdering dan tertunjukkan nama kepala sekolahnya, ia pun langsung mengangkat telpon nya.


*On Call*


Kepsek : Selamat sore Nasya.


Nasya : Sore pak, ada apa ya pak?.


Kepsek : Benar kamu memenangkan cerdas cermat kimia tingkat internasional?.


Nasya : Benar pak.


Kepsek : Kapan kamu ikut ajang turnamen tersebut?.


Nasya : Seminggu yang lalu pak.

__ADS_1


Kepsek : Piala,Sertifikat serta uang sudah ada di tangan bapak. besok pagi akan bapak berikan kepada kamu.


Nasya : Oke pak siap.


Kepsek : Selamat Nasya , kamu memang siswi yang cerdas.


Nasya : Terima kasih pak.


Kepsek : Sama-sama nak.


*End Call*


Nasya pun mematikan panggilannya, semua teman-temannya mendengar pembicaraan Nasya dengan Kepala sekolah nya tetapi tidak terlalu jelas.


"Kenapa Nas?" tanya Alice.


"Gak kenapa-kenapa kok" jawab Nasya yang menutupi kemenangannya.


Verrel mencoba mencari tahu lewat media sosial dan ternyata di Instagram @ ada foto Nasya disertai caption "Congratulations to Nasya Shakira for winning the 1st place in the international chemistry quiz tournament".


Verrel menunjukkan ponsel nya kepada Nasya dan bertanya, "Sya, Lo menang cerdas cermat tingkat internasional?".


"Iya kak" jawab Nasya singkat.


"Wiihhh Congratsss sepupu ter the best guee" peluk Chris.


Nasya melepaskan pelukan Chris, "Apaan sii peluk-peluk ajaa!".


"Iya maaf, kapan lo ikut turnamennya?" tanya Chris.


"Minggu lalu" jawab Nasya.


"Congratulation Nasyaa, lo emang cerdas" ucap Arsen.


"Thank you Arsen".


"Wahh harus dirayakan ini mah" ucap Dirgam.


"Haha gak ah tar dikira sombong lagi" sahut Nasya.


"Nesya ikut lomba ini juga?" tanya Candra.


"Enggak, Gue gak sepinter Nasya jadi ngapain juga ikut" jawab Nesya.


"Ness pleasee, lo juga smart. but, lo gak pernah mau untuk berusaha lebih keras lagi" ucap Nasya.


"Tapi gue bangga cause i have twins yang very very smart" puji Nesya.


"Yes, me too" ucap Nasya.


***


Mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada yang datang kerumah Nasya Nesya.


Nasya pun membukakan gerbang rumahnya karena sudah 3 kali tamu tersebut menekan bel rumahnya.


Saat Nasya keluar, ternyata yang datang adalah mantan pacar Nasya yang bernama David. hubungan mereka usai karena David telah berkhianat padanya dengan selingkuh bersama cewek lain bahkan David sudah bersikap kasar dengannya.


Nasya tampak kesal karena kehadiran David, ia langsung menutup gerbang rumahnya. Namun, gerbangnya ditahan oleh David.


"Wait! I purposely came to Indonesia just to meet you" ucap David dengan nada meninggi.


Yap, David adalah mantan pacar Nasya selama ia bersekolah di Australia.


"I didn't tell you to come here and please don't disturb my life" ucap Nasya.


"Yeah i know, You're happier living in Indonesia because you can meet Chris" balas David.


"What? I will not leave here before you want to be my girlfriend again" ucap David.


"For what? You betrayed me and you said rude to me. don't you remember? and Are you not ashamed of your words earlier?".


"What the ****!! What do you mean? you bitch!" satu tamparan sudah terlintas di pipi Nasya.


Nasya tersenyum simpul , "you are doing this again".


"You really are a bitch!!" Nada David semakin meninggi.


"Again and Again, you are bastard".


"You are useless women, weak women, bitches!" ucap David sambil menampar keras pipi Nasya.


Saat Nasya menangis sangat kencang, tiba-tiba Chris keluar dari dalam rumah karena mendengar tangisan Nasya dan ikuti oleh Nesya,Arsen,Rangga,Candra,Verrel,Alice,Clara,Dirgam dan juga Saga.


"David" panggil Nesya.


"Who are you?" tanya Chris dengan tatapan tajam sambil melihat ke arah Nasya.


"He is David my ex-boyfriend in australia" jawab Nasya sambil sesegukan.


"Nasyaa, what did he do to you?" Tanya Chris.


"He slapped and said harshly to me" jawab Nasya.


Setelah mendengar jawaban Nasya, Chris langsung menonjok David dengan keras dan David pun membalasnya.


"Stopped Chriss! mending lo suruh dia pergi" ucap Nesya.


"please leave here and never disturb Nasya" usir Chris.


David pun pergi dari rumah Nasya Nesya. Lalu, Chris memeluk Nasya dengan erat dan Nasya masih nangis sampai sesegukan.


Nesya mengambil alkohol untuk mengobati luka di pipi Nasya, sedangkan Arsen mengambilkan minum untuk Nasya.


Chris mengelus rambut Nasya untuk menenangkannya.


"Gue janji akan selalu ngelindungin lo" ucap Chris.


"Thank you Chris".


"Itu mantan lo? ngapain dia kesini?" tanya Saga yang sudah kebawa emosi.


"Dia bilang kalau dia mau balikan sama gue, terus gue tolak eh tiba-tiba dia nampar gue bahkan ngatain gue dengan sebutan perempuan jalang" jawab Nasya yang masih sesegukan.


"Wah ga beres tuh orang, kita akan selalu ngelindungin lo Nas" ucap Verrel.


"Thanks".


Nasya masih berada di pelukannya Chris, Arsen pun datang dengan membawakan minum untuk Nasya.


"Diminum dulu biar lo lebih tenang" Arsen mengarahkan gelasnya tepat di depan bibir Nasya.


Nasya pun meminumnya. Lalu, Nasya dengan reflek memeluk Arsen dengan erat dan berkata , "Sen, gue takut".


Arsen membalas pelukan Nasya dan mengelus rambut Nasya , "Gue akan selalu ada untuk lo jadi lo gak boleh takut ya".


"Iya Sen, tapi bener ya lo selalu ada disamping gue?".

__ADS_1


"Iya bener" tiba-tiba Arsen mencium kening Nasya.


Teman-temannya yang melihat mereka hanya bisa tersenyum, setelah itu Nesya datang membawakan alkohol untuk mengobati luka Nasya.


"Sini Nes , biar gue aja yang ngobatin" ucap Arsen.


Nesya memberikan kapas serta alkohol kepada Arsen dan berkata , "Pelan-pelan ya kasihan adik gue".


"Iya kakak Nesya" ledek Arsen.


Arsen pun langsung mengobati Nasya, selesai mengobati Nasya. mereka pun masuk kembali kedalam rumah.


Tak lama kemudian, Papa dan Mami nya pulang membawakan makanan banyak untuk mereka semua.


Papa nya memperhatikan wajah Nasya yang memiliki memar, "Kamu kenapa Ca?".


"Gak kenapa-kenapa kok Pa" jawab Nasya menutupi kejadian tersebut.


Papa nya sudah tahu bahwa anak gadisnya ini berbohong kepadanya.


"Coba kalian semua jelasin dengan jujur, sebenarnya ada kejadian apa tadi?" tanya sang Papa yang semakin khawatir dengan anaknya.


"Tadi ada David om, terus dia ngajak Nasya balikan dan Nasyanya nolak eh tiba-tiba dia mukul bahkan berkata kasar pada Nasya" jelas Chris.


"David? Mantan kamu yang pengecut itu? yang berani nya hanya dengan wanita?" tanya Papanya.


"Iya pa, Nasya juga gak tau kalau dia ke Indonesia" jawab Nasya.


"Mulai hari ini , Om minta tolong sama kalian semua untuk lebih menjaga Nasya Nesya saat disekolah maupun main diluar ya" ucap papanya.


"Siap om, Arsen pasti jagain Nasya kapanpun dan dimanapun" sahut Arsen.


"Terima kasih Arsen, Om harap kamu tidak mengecewakan kepercayaan om" ucap papanya.


"Iya om siap".


"Mami mau tanya nih, Yang namanya Rangga mana ya?" tanya Maminya.


Rangga mengacungkan tangannya, "Saya tante".


"Kamu benar suka dengan anak tante?" tanya Maminya.


"Aduh tante gimana ya jawabnya, saya nyaman serta sayang dengan Nesya" jawab Rangga.


"Ya sudah tidak apa-apa, tante titip Nesya sama kamu dan tante juga titip Nasya sama Arsen ya" ucap Mami.


"Siap tante" ucap Rangga dan Arsen.


"Arsen, besok bisa anter jemput Nasya gak? karena om takut terjadi apa-apa sama Nasya" ucap Papa.


"Bisa banget om" sahut Arsen.


"Papa apaan sih, Nasya gak kenapa-kenapa kok lagipula Nasya kan naik mobil sama Nesya juga" ucap Nasya.


"Udah nurut aja, nanti Nesya biar bareng Chris" ucap Papa.


"Gak mau om , males debat sama Nesya kalo di jalan" sahut Chris.


"Nanti biar Rangga jemput aja om" ucap Rangga.


Nesya hanya tersenyum sedangkan Nasya masih merasa tidak enak dengan Arsen, akhirnya Mami mengajak mereka semua makan malam bersama.


Sepanjang mereka makan bersama, Arsen terus-menerus memperhatikan Nasya makan. Nasya yang merasa diperhatikan oleh Arsen akhirnya ia memperhatikan balik si Arsen.


Setelah selesai makan, teman-teman Nasya Nesya dan juga Chris pamit pulang karena sudah terlalu malam.


Saat teman-temannya sudah pulang, Nasya dan Nesya pun masuk ke kamarnya untuk belajar dan beristirahat.


Nasya sedang asik belajar dan latihan soal-soal, sedangkan Nesya sedang asik menulis puisi karena ia sangat menyukai puisi.


Tak lama kemudian, Nesya menghampiri Nasya yang berada di meja belajarnya dan bertanya. "Ca, lo suka sama si Arsen gak sih?".


"Belum tau sih, tapi gue nyaman banget kalo di dekat dia" jawab Nasya.


"Terus kenapa sikap lo ke dia agak cuek gitu?" tanya Nesya lagi.


"Apa sih Ness, sikap gue kan emang begini. lo sendiri sama Rangga cuma senyum-senyum doang" balas Nasya.


"Ah susah ngomong sama lo, orang lagi nanya masalah lo sama Arsen eh malah di balikin" sahut Nesya.


"Lah lo sendiri tumben banget sih nanya-nanya masalah Arsen, lo sama Arsen punya tujuan tertentu ya?" tanya Nasya penasaran.


Belum sempat Nesya menjawab pertanyaan tersebut, Ponsel Nasya berdering ada panggilan telpon dari Arsen, Akhirnya ia mengangkat telpon tersebut.


*On Call*


**Arsen **: Hai, lagi sibuk gak?.


**Nasya **: Enggak, kenapa emang?.


**Arsen **: Cuma mau ngobrol aja sih hehe.


**Nasya **: Besok beneran gapapa kalo lo jemput gue?


**Arsen **: Buat lo apa sih yang enggak.


**Nasya **: Gue mau nanya sesuatu sama lo, boleh?


**Arsen **: Dengan senang hati gue akan jawab.


**Nasya **: *Lo kerja sama dengan Nesya ya *?


**Arsen **: Enggak kok, kok lo tiba-tiba nanya itu


**Nasya **: Oh oke deh kirain lo kerja sama, yaudah sampai bertemu besok Sen.


**Arsen **: Night Nacaa.


**Nasya **: *Night too Alcenn.


*End Call**


Nasya menaruh handphone di meja belajarnya dan langsung beranjak ke tempat tidur, Nesya pun ikutan tidur.


***


***Gimana guys menurut kalian?


Nasya suka gak ya sama Arsen?


Apa mereka akan pacaran?


Apa mantan Nasya masih akan mengganggu dirinya?


Tunggu kelanjutannya ya guyss


maaf jarang up , lagi banyak tugas hehe

__ADS_1


Don't forget to love this story❤


Enjoy this story and happy reading💋***


__ADS_2