
***
Keesokan paginya, semua cowok-cowok pulang duluan karena harus mengambil baju seragam serta mata pelajaran untuk hari ini sedangkan cewek-cewek masih tertidur lelap.
Pukul 06:30 WIB,
Abian,Verrel,Saga,Dirgam,Elang dan Christian datang kembali kerumah twins untuk menjemput Nasya,Nesya,Clara dan Alice yang ternyata sudah rapi dan sedang membuatkan sarapan spesial untuk mereka.
Saat sedang berkumpul di meja makan dan semua cowok belum ada yang datang, mereka berempat asik mengobrol dan membahas apapun itu.
"Nasya, lo suka sama ka Abian ya?" tanya Alice.
"Hah? Gue belum bisa jawab sekarang Al takut salah jatuh hati" jawab Nasya.
"Asik trauma nih ceritanya?" ucap Clara.
"Gak gitu juga sih, lo sendiri gimana sama Dirgam?" Nasya bertanya balik kepadanya.
"Ya gitu deh, gue lagi males sama dia" jawab Clara.
Tak lama kemudian, Bibi menghampiri mereka dan memberitahu bahwa di depan sudah ada Abian,Verrel,Saga,Dirgam,Elang,Christian,Arsen dan ternyata juga ada Keisha dan akhirnya Nesya menyuruh Bibi agar mereka semua sarapan terlebih dahulu.
Christian langsung mendekat ke Nasya dan membisikkan sesuatu dan ekspresi Nasya seketika berubah menjadi murung.
Dan Nasya langsung pergi ke kamar meninggalkan meja makan begitu saja.
"Lo bilang apa ke Nasya?" tanya Nesya.
"Gue cuma bilang kalo Arsen dan Keisha juga ada di depan" jawab Christian.
"Gila lo, itu kan hal yang paling dia ga suka Chriss" Nesya langsung menyusul Nasya yang berada di kamarnya.
Saat Nesya pergi ke kamar Nasya, Abian serta yang lainnya masuk ke dalam rumah twins dan menghampiri temannya yang berada di dapur.
Verrel pun bertanya, "Nasya kemana?".
"Di kamarnya kak dia badmood" jawab Clara.
"Kenapa dia pagi-pagi udah badmood?" tanya Verrel lagi.
"Tuh si Christian emang" jawab Clara ketus.
Tak lama kemudian, Nasya dan Nesya turun dan menemui teman-temannya yang sudah selesai sarapan juga.
Muka Nasya masih sangat tidak mengenakkan, Abian pun berusaha membuat mood Nasya naik kembali namun masih gagal.
"Yuk mending ke sekolah udah mau telat ini" usul Saga.
Saat mereka semua keluar, ternyata Arsen dan Keisha sedang bermesraan di depan rumah twins dan Nasya pun merasa sakit hati melihat kejadian itu di pagi hari.
Verrel dan Abian yang menyadari hal tersebut akhirnya merangkul Nasya menuju mobil Abian.
"Lo gak bawa mobil kak?" tanya Nasya.
"Mager, gue nebeng sama Abian aja" jawab Verrel.
Nasya langsung masuk ke dalam mobil tetapi ia duduk di kursi belakang dan Verrel berkata, "Ngapain lo disini? lo tuh di depan nemenin Abian".
Akhirnya Nasya pindah ke depan, dan mereka jalan ke sekolah duluan.
Di dalam mobil, Nasya hanya diam begitupun dengan Abian, Verrel merasa tidak enak dengan keadaan mobil seperti ini.
"Sepi banget mobilnya kaya ga ada penghuninya" ucap Verrel.
Tidak ada yang menjawab ucapan Verrel, akhirnya ia memutuskan untuk memainkan ponselnya.
Abian melihat ke arah Nasya yang sedang galau berat, Ia mencoba untuk bertanya sesuatu hal kepada Nasya tetapi ia masih ragu.
Dan akhirnya Abian mengelus kepala Nasya dan berkata, "Cowok kayak gitu ga usah di galauin Sya, masih banyak cowok yang sayang tulus sama lo".
"Iyaa kayak Abian yang tulus sama lo Nas" sahut Verrel.
"Berisik lo".
"Kak, gue boleh minta tolong sama lo gak?" tanya Nasya.
"Apapun itu akan gue bantuin asal lo ga sedih lagi" jawab Abian.
"Gue boleh pinjam tangan lo gak kak?" ucap Nasya.
"Ngapain lu mau pinjem tangannya Bian?" tanya Verrel.
"Yaa biar gue lebih tenang, karena kalo gue lagi gelisah ataupun galau, gue itu harus megang tangan orang" jawab Nasya.
Abian pun langsung mengenggam tangan Nasya dan ia menaruh tangan Nasya di pipinya, "Jangan sedih lagi yaa".
Dan akhirnya Nasya pun tersenyum, Verrel yang melihatnya hanya ikut tersenyum dan senang melihat kedekatan Abian dengan Nasya.
Dan tak lama kemudian, mereka pun telah sampai di sekolah dan ternyata di basement sudah ditunggui oleh semua teman-temannya termasuk Arsen dan Keisha.
Abian membukakan pintu mobil Nasya dan mengandeng tangan Nasya, Semua teman-temannya tercengang melihat Abian dengan Nasya.
"Ekheemm... udah gandengan aja nih di resmiinnya kapan?" ledek Candra.
"Berisik aja sih jomblo" ucap Abian.
"Iya dah sekarang mah yang udah deket sama Nasya jadi beda" ledek Elang.
Arsen memperhatikan Nasya dengan mata yang sangat tajam, lalu Nasya memperhatikan Arsen dengan tatapan yang lebih tajam.
"Kalian sejak kapan jadi sedeket ini?" tanya Keisha.
"Tumben lo Kei nanya-nanya, biasanya juga gak perdulian" sahut Verrel.
Abian melihat raut wajah Nasya yang sudah tidak mengenakkan, akhirnya ia mengajak Nasya untuk pergi ke kelasnya.
"Kita duluan ya" ucap Abian yang menggandeng Nasya.
Saat sedang jalan bersama, Nasya hanya diam saja tidak berkata apapun kepada Abian.
"Mau ke kelas atau ke taman dulu Sya?" tanya Abian.
"Ke kelas aja kak, lagi gak mood kemana-mana" jawab Nasya.
Akhirnya Abian mengantarkan Nasya ke dalam kelasnya setelah itu Abian ingin keluar dari kelas Nasya namun ditahan.
"Disini aja kak plis" pinta Nasya.
Abian duduk di depan Nasya, "Ada yang mau lo ceritain gak? daripada di pendam sendiri".
"Ada kak, gue bingung sama sikap Arsen kak".
"Arsen kenapa emangnya?" tanya Abian.
"Tadi dia ngeliat ke gue sinis banget kak" jawab Nasya.
"Udah ya jangan mikirin Arsen lagi" Abian mengusap pipi Nasya.
Teman-teman di kelasnya pun langsung memperhatikan Nasya dan Abian yang sedang asik mengobrol bahkan berpegangan tangan.
Abian langsung melihat sekelilingnya, "Ngapain lo semua ngeliatin gue kaya gitu?".
"Kalian pacaran?" tanya salah satu siswa.
"Kalo iya kenapa? masalah buat lo?".
"Gak ada masalah sih, cuma bukannya Nasya lagi deket sama Arsen ya?".
Abian berdiri, "Arsen punya Keisha, gausah jadi wartawan deh".
"Iya kak maaf".
Nasya tertawa kecil dan Abian kembali duduk lalu menatap Nasya.
"Iih natapnya jangan kayak gituu kak" Nasya menutupi mata Abian dengan tangannya.
"Baru kali ini gue kenal dan dekat sama adek kelas kayak lo" kata Abian yang memegang tangan Nasya.
"Bisa aja lo kak".
Saat mereka asik mengobrol, ponsel Abian berdering dan tertunjukkan nama "Verrel laknat" di layar ponselnya.
"Bentar yaa Sya, Verrel nelpon".
"Iya kak".
*On Call*
Verrel : Woi lu dimana? .
Abian : Di kelas Nasya, lu dimana? .
Verrel : Ke kelas lah pacaran mulu.
Abian : Emang ada guru?.
__ADS_1
Verrel : Ga ada sih, tapi mau bahas sesuatu cepet sini.
Abian : Iyaa iyaa.
Verrel : Ok, bilang Nasya juga istirahat latihan band.
Abian : *Iyaa Rel.
*Off Call*
Abian memasukkan ponselnya ke sakunya, lalu memegang tangan Nasya. "Aku ke kelas dulu ya, si Verrel mau bahas sesuatu katanya".
"Oke kak".
Sebelum pergi ia baru ingat ada pesan dari Verrel, "Oh iya Sya, kata Verrel nanti jam istirahat jangan lupa latihan band".
"Oke siap, semangat belajarnya kak" Nasya tersenyum manis.
"Kamu juga, jangan mikirin hal yang ga seharusnya ada di otak kamu" Abian pun langsung pergi dan menuju kelasnya.
Tak lama Abian pergi, teman-teman Nasya pun masuk ke dalam kelas.
Christian duduk di depan Nasya dan berkata , "Jangan marah sama gue yaa Sya".
"Iya enggak" ucap Nasya.
Nesya duduk di samping Christian, "Gimana ka Abian?".
"Gak gimana-gimana Nes" jawab Nasya.
"Masa? ituu pipi lo pada merah gitu Caa" goda Nesya.
"Sumpah yaa Nes, baru kali ini lo senyebelin ini. awas ya lo ampe deket sama ka Candra atau ka Elang".
Nesya hanya tertawa, sedangkan Alice dan Clara langsung menghampiri meja Nasya dan menarik bangku milik mereka untuk mengobrol bersama.
"Nasyaa gue mau bilang sesuatuu nih sama lo tentang ka Abian" ucap Clara.
"Apa?" tanya Nasya.
"Kak Abian suka sama lo dan dia selalu nanya keseharian lo sama gue" jawab Clara.
"Jangan kayak gitu, lagipula gue gak mau berharap lebih sih sama ka Bian" ucap Nasya.
"Nah bener tuh, nanti lo udah berharap lebih terus lo malah kecewa sama dia" sahut Alice.
"Iya bener, udah cukup gue kecewa dengan mantan gue itu" jawab Nasya.
Arsen menghadapkan badannya ke Nasya dan ia memegang pundak Nasya , "Keluar bentar yuk ada yang mau gue bicarain".
Nasya menoleh, "Disini aja, gue gak mau temen-temennya ka Keisha ngeliat kita berduaan dan di omongin yang engga-engga Sen".
"Ga akan, Ka Kei tau kok kalo lu sama gue emang deket. disini banyak orang jadi ga enak ngomongnya".
Nasya menggangguk dan tersenyum, "Yaudah ayuk".
Akhirnya mereka berdua keluar dari kelas dan pergi ke samping kelas untuk mengobrol hal yang serius.
"Apa yang mau lo bicarin Sen?" tanya Nasya.
"Ada banyak pertanyaan di otak gue Sya, tolong lo jawab jujur yaa" jawab Arsen.
"Gue bakal jujur dan gue juga punya pertanyaan untuk lo".
Arsen tersenyum, "Lo udah jadian sama ka Abian?".
"Belum" ucap Nasya.
"Hmm, terus sejak kapan lo sedeket itu sama ka Abian?" tanya Arsen.
"Sejak gue kenal dia dan sejak lo bikin gue kecewa" jawab Nasya.
"Apa hal yang bikin lo kecewa sama gue?" tanya Arsen.
"Lo serius mempertanyakan ini? lo ga sadar dengan apa yang udah lo perbuat? oke gapapa, gue bakal jujur. Pertama, lo ga jujur sama gue kalo lo harus menjaga hati untuk ka Keisha dan yang kedua, disaat gue tau tentang ka Keisha, lo malah senyum ke gue seolah-olah ga ada kesalahan".
"Terus kenapa sikap lo jadi menjauh ?" tanya Arsen.
Nasya menatap Arsen lebih serius, "Sikap gue ke lo gak menjauh, gue cuma jaga jarak supaya gue bisa menghilangkan perasaan gue dan gue berhasil".
"Maaf, gue emang cowok pengecut. lo berhak untuk benar-benar menjauh dari gue Sya, lo juga berhak ga anggap gue" ucap Arsen.
"Lo gak boleh ngomong kayak gitu Sen, gue udah anggap lo sebagai sahabat gue. ini salah gue, gue yang terlalu mudah untuk jatuh cinta".
"Kenapa lo ga jujur dari awal kalo lu punya ka Keisha? Apa karna lo takut gue sakit hati?" tanya Nasya.
"Pertama, gue lupa kalau gue harus menjaga hati untuk Keisha. Kedua, gue takut untuk jujur ke lo dan gue ga mau lu sakit hati bahkan ngejauhin gue" jawab Arsen.
"Tapi lo sadar kan kalau cara yang lo lakuin itu salah?" tanya Nasya lagi.
"Awalnya gue gak sadar, tapi karna sikap lu yang tiba-tiba menjauh dan gue juga disadarkan oleh Christian. gue minta maaf Sya" Arsen menundukkan kepalanya.
"Gue udah maafin lo, sekarang kita sahabatan yaa. jangan pernah nyakitin ka Keisha buat dia bahagia bersama lo" Nasya memegang tangan Arsen.
Arsen memeluk Nasya dengan erat, "Makasih ya Sya, baru kali ini gue nemu orang sebaik lo dan gue janji bakal jadi sahabat yang baik buat lo".
Nasya membalas pelukan Arsen, "Sama-sama Sen, maaf juga ya gue udah cuekin lu".
"Iya Sya, btw lo suka sama ka Abian?" Arsen melepaskan pelukannya dan bertanya kepada Nasya.
"Masuk kelas yuk" Nasya mengalihkan pertanyaan Arsen.
"Ciee pipinya merah ciee" Arsen mencolek pipi Nasya.
Nasya mencubit lengan Arsen, "Nyebelinn dasarr, udah ah gue mau ke kelas".
Saat Arsen memegang tangan Nasya, tiba-tiba Keisha datang dengan membawakan 2 totebag menuju ke Arsen. Dengan cepat Nasya melepaskan tangan Arsen.
"Maaf kak jangan salah paham dulu" ucap Nasya.
Keisha tersenyum, "Siapa yang salah paham? aku seneng kok akhirnya kalian bisa baikan karena dengan kamu nyuekin Arsen dia selalu cerita ke aku dan aku pengen untuk ngobrol sama kamu tapi aku ngerasa kamu nya masih canggung sama aku jadinya ga enak aja kalo tiba-tiba aku ngomong".
"Iya kak maaf ya kak".
"Santai aja, kita sesama cewek jadi aku tau perasaan kamu. Bisa kan kita bersahabat juga?" tanya Keisha.
"Bisa banget lah kak masa ga bisa sih" jawab Nasya.
Mereka berdua pun berpelukan dan Arsen tersenyum senang karena Keisha bisa berdamai dengan Nasya.
"Oh iya, Nasya mau ikut modelling gak?" tawar Keisha.
"Waduh kak, gak bakat jadi model" ucap Nasya.
"Hmm oke deh".
"Aku masuk duluan ya kak, gak mau jadi nyamuk soalnya hehe" Nasya tertawa kecil lalu masuk ke dalam kelas.
Nasya masuk kelas dengan raut wajah yang sangat bahagia dan membuat semua teman-temannya bingung dengan dirinya.
"Abis ketemu ka Abian? kok seneng banget kayanya" ucap Nesya.
"Bukan" sahut Nasya.
"Terus lo kenapa Ca?" tanya Chris.
"Gue udah baikan sama Arsen dan gue juga udah sahabatan sama ka Keisha" jawab Nasya.
"Akhirnya kalian damaii jugaa ya" ucap Semuanya.
Tak lama kemudian, guru bersamaan dengan Arsen masuk ke dalam kelas dan kegiatan belajar mengajar pun dimulai, semua siswa tertib memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru.
Akhirnya waktu istirahat telah tiba, Nasya mengajak Nesya untuk pergi ke ruang musik dan berlatih, ternyata Chris dan Arsen menyusulinya tetapi Alice dan Clara tidak ikut karena ia sedang berlatih dance.
Saat tiba di ruang musik, disana sudah ada Abian,Verrel,Keisha dan Elang
"Yuk mulai" ajak Abian.
Nesya mengambil posisi sebagai gitaris, Elang mengambil posisi sebagai pianis, Abian di drummer dan Nasya Vokalis.
Mereka membawakan lagu "Taylor Swift-The Best Day", Suara khas Nasya yang sangat merdu membuat semua orang kagum dengannya.
Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut, mereka pun beristirahat terlebih dahulu dan tiba-tiba ponsel Verrel berdering dan tertunjukkan nama "Safira" di layar ponselnya.
"Bentar ya, cewek gue nelpon" ucap Verrel.
*On Call*
Verrel : Halo sayang
Safira : Rel, aku udah di bandara soekarno hatta nih, besok aku masuk sekolah sekalian mau ketemu Nasya
Verrel : Serius? ko ga bilang si? oke siap, Abian lagi deket tuh sama Nasya
Safira : Gapapa bagus biar dia ga jadi nyamuk kita wkwk
__ADS_1
Verrel : Iya bener banget
Safira : Aku beliin Nasya sesuatu boleh kan?
Verrel : Boleh aja, untuk apa emang?
Safira : Karena dia udah baik sama kita
Verrel : Oke, hari ini ada latihan musik nih. mau aku jemput gak?
Safira : Gausah, besok aja pas jalan ke sekolah. hari ini aku mau istirahat dirumah dulu ya sayang
Verrel : Oke sayangku.
*End Call*
Selesai teleponan dengan pacarnya, Verrel memasuki ruangan musik kembali untuk menemui teman-temannya.
Verrel pun langsung menghampiri Nasya, "Sya, besok Safira udah masuk sekolah lagi kesini dan dia mau ketemu sama lo" ia pun tersenyum.
Nasya tiba-tiba menaruh mikrofonnya, "Hah? serius? dia gak mau ngapa-ngapain gue kan kak? hehe".
"Santai aja, dia malah pengen ketemu lo dan pengen banget deket sama lo juga Sya" jawab Verrel.
"Safira beneran udah di Indo Rel?" tanya Keisha.
"Beneran lah" jawab Verrel.
"Cie gak LDR an lagi" goda Abian.
"Berisik lo, kantin skuy" ajak Verrel.
"Traktirr" ucap Semuanya.
Verrel pun langsung pergi meninggalkan mereka semua dan teman-temannya mengikuti dari belakang.
Ketika sampai di kantin sekolah, Verrel memesan beberapa makanan untuk teman-temannya lalu dibayarkan pakai uangnya sendiri.
Saat sedang berkumpul, ponsel Christian berdering ada telepon masuk dan tertunjukkan nama "Rangga" di layar ponselnya, Chris pun segera mengangkat telponnya.
*On call*
Christian : Apa kabss lo Rang? kapan sekolah?.
Rangga : Kabar gue gak baik Chris, gue mau menyampaikan kabar buruk buat kalian.
Christian : Gak lucu lo, kalo mau bikin lelucon atau prank yang kreatif dikit dong.
Rangga : Gue lagi ga bercanda Chris, kanker gue makin parah dan kemungkinan gue hidup ga akan lama lagi sekitar 1 minggu.
Christian : Rang, lo serius? sekarang lo ada dimana?.
Rangga : Gue di Singapura, tolong bilang ke Nesya maaf gue belum bisa jadi sahabat yang baik untuk dia dan jaga diri baik-baik.
Christian pun langsung mengloud speaker teleponnya dan menyuruh Rangga mengulangi perkataannya tadi.
Setelah Rangga mengulangi perkataannya, seketika wajah Nesya menjadi sedih dan mata Nesya mulai berkaca-kaca.
Nesya : Rangga, gue yakin lo bisa sembuh.
Rangga : Gue dan keluarga gue juga mau seperti itu, tapi gimana Nes emang udah takdir gue seperti ini.
Nesya : Besok gue akan susul lo ke Singapura dan gue mau lu sembuh.
Rangga : Gausah Nes, nanti lo ketinggalan pelajaran kan disekolah juga lagi mau diadain event.
Nesya : Event gak penting bagi gue lagipula masih lama kan dimulainya, pokonya seminggu besok gue ke rumah sakit lo.
Rangga : Yaudah Nesya, lo sama siapa kesini?.
Nesya : Sendiri maybe.
Rangga : Oke, ada Arsen gak? gue mau ngomong dong.
Nesya pun langsung memberikan ponsel Chris kepada Arsen.
Arsen : Woy sembuh dongg broo, gue kangen curhat-curhat bareng lo nih.
Rangga : Doain aja, gimana hubungan lo dengan Nasya?.
Arsen : Nasya udah sama Abian tuh.
Rangga : Jealous lo?.
Arsen : Engga lah, gue kan udah ada Keisha.
Rangga : Ohh iyaa yaa, Sen hidup gua gak lama lagi jadi gue minta maaf kalau gue banyak salah sama lo.
Arsen : ngomong apa sih lo? lo pasti sembuh dan kita akan lulus bareng.
Rangga : Tapi kalau kenyataan berkata lain gimana? Thanks udah jadi sahabat terbaik gue selama gue hidup.
Arsen : Males ah ngomong sama lo, bye pokoknya lo wajib sembuh.
Arsen pun mengembalikan hp tersebut kepada Chris.
Rangga : Chris, salam buat yang lainnya juga.
Chris : Iyaa Rangga, lo harus sembuh.
Rangga : Iya, bye guys.
*End Call*
Wajah Nesya masih sangat murung setelah mendapat kabar dari Rangga, ia sangat sedih karena Rangga adalah sahabat cowoknya yang sangat ia sayangi.
Nasya yang berada di sampingnya langsung memeluk kembarannya, "Lo harus lebih kuat jangan sedih".
"Besok gue harus ke Singapura untuk nemenin Rangga" ucap Nesya.
"Gue bakal temenin lo Nes" ucap Nasya.
"Gue butuh waktu untuk bicara sama Rangga sendiri, lo boleh ikut jenguk tapi jangan besok ya" Nesya menolak perkataan Nasya.
Nasya pun mengerti apa yang di butuhkan oleh kembarannya itu, Nesya memang sangat peduli dengan seorang sahabatnya maka tidak heran jika Nesya ingin pergi ke Singapura sendirian.
Teman-temannya yang lain hanya bisa mendukung keinginan Nesya untuk menjenguk Rangga.
Setelah mereka selesai makan di kantin, mereka semua masuk ke ruang kelas masing-masing tetapi tidak dengan Abian dan juga Nasya.
Abian mengajak Nasya untuk pergi ke ruang musik dan berlatih bersama karena mereka adalah MC di pensi sekolahnya tersebut.
Sedangkan Elang, ia menyusuli Nesya ke kelasnya untuk menghibur Nesya agar ia tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Suasana kelas Nesya menjadi hening ketika Elang memasuki ruang kelas dan semua mata tertuju pada Elang yang berjalan menghampiri Nesya.
Sebelum ia duduk, ia menatap tajam sekelilingnya dan berkata, "Kenapa lo semua? ada masalah dengan kehadiran gue?".
"Ga ada kok kak, tumben aja seorang ka Elang nyamperin adik kelas" ucap salah satu siswa kelas.
Elang menghiraukan perkataan adik kelasnya tersebut dan langsung duduk di samping Nesya.
"Oh jadi lo terkenal sebagai kakak kelas terdingin" tiba-tiba Nesya berkata seperti itu dan membuat Elang tertawa.
"Mereka aja yang belum deket sama gue makanya bisa menyimpulkan bahwa gue dingin padahal mah enggak" ucap Elang usai menyelesaikan tawanya.
Nesya nyengir, "Suka-suka ka Elang aja deh".
Mata Elang menjadi sangat serius, "Lo beneran mau ke Singapura?".
"Iya kak, biar bagaimana pun juga Rangga adalah sahabat terbaik aku disaat baru masuk ke sekolah ini" jawab Nesya.
"Maaf Nes, besok gue gak bisa temani lo ke Singapura soalnya gue harus ngurus perusahaan bokap dan kayanya besok gue juga gak masuk" ucap Elang.
"Gak papa kak santai aja".
Tak lama kemudian, bel masuk telah berbunyi.
Elang balik ke kelasnya, Nasya dan juga Arsen baru masuk ruang kelasnya dan guru Kimia pun telah memasuki ruang kelas.
Mereka belajar dengan sangat tertib sampai jam pulang tiba.
5 jam berlalu, Bel pulang sekolah pun telah tiba dan semua murid berhamburan menuju parkiran untuk segera pulang kerumah masing-masing.
***
**Okee guysss seginii dulu yaa partnya.
Kemungkinan aku akan lama up , soalnya lagi USBN dan mau menuju UNBK harap maklum yaa..
Stay trus di cerita ini karena akan banyak cerita yang lebih seru dan bikin greget kalian.
Terima kasiih yang sudah membaca sampai part ini jangan lupa untuk vote dan koment yaa gengss ..
Love you❤**
__ADS_1