
***
Keesokannya Nasya berpenampilan sangat berbeda semakin cantik dengan gaya rambut seperti ini.
Sedangkan Nesya dengan penampilan yang sangat cantik juga tidak jauh gaya rambutnya seperti Nasya.
Mereka segera berangkat ke sekolah karena memang sudah telat, ia sampai lupa untuk berpamitan dengan maminya.Lalu, papa nya sudah berangkat kerja sejak subuh.
Saat mereka telah sampai di sekolah, benar saja bel sudah berbunyi dan mereka telat masuk ke kelas.
Mereka berlari menuju kelas, beruntungnya mereka sampai kelas sebelum guru masuk. Arsen yang sudah ada di tempatnya dan Rangga juga berada di tempatnya.
Nasya duduk di samping Arsen , Arsen memperhatikan penampilan Nasya hari ini yang sangat cantik. sedangkan Rangga ia melihat Nesya dari atas sampai bawah yang sangat cantik.
"Lo cantik banget hari ini" kata-kata itu diucapkan oleh Arsen dan Rangga secara bersamaan.
"Bisa aja lo, lo juga hari ini ganteng" ucap Nasya dan Nesya.
Alice dan Clara tertawa melihat mereka yang saling memuji satu sama lain.
Nesya menengok ke arah Alice dan Clara, "Kok kalian ketawa sih?".
"Kalian lucu, saling memuji gitu haha" sahut Clara.
Mereka semua pun tertawa, Nesya asik mengobrol bahkan bercanda-canda dengan Rangga, Alice dengan Clara asik mengobrol pula sedangkan Nasya yang sedang membaca novel lalu dijahili oleh Arsen.
"Arseennn!!" marah Nasya.
"Apaa Nass?" ledek Arsen.
"Gue lagi baca novel please deh jangan ganggu , kalau mau baca bareng yaudah ayuk" ucap Nasya.
"Gak suka baca novel gimana dong, oh iya gue punya sesuatu nih buat lo" ucap Arsen.
Nasya menatap Arsen dengan tatapan dalamnya , "Gue kan ga ulang tahun Sen".
Arsen mengeluarkan 1 kotak merah berbentuk love dan memberikannya ke Nasya, ia menerima kotak tersebut dengan senyuman.
Saat Nasya membuka kotak itu, ia terkejut karena isinya adalah kalung berliontin Love dan ada huruf A.
"Untuk gue? ga salah orang ?" tanya Nasya.
"Iya lah, sini gue pasangin kalungnya" jawab Arsen.
Nasya memberikan kalungnya kepada Arsen, lalu Arsen memasangkan ke leher Nasya.
"Lo makin cantik pakai kalung ini".
"Makasih ya Arsen, gue akan balas semua ini".
"Sama-sama, gak perlu Nasya asalkan lo selalu ada disamping gue itu udah bikin gue bahagia kok".
Nasya tersenyum, sedangkan Rangga yang melihat keromantisan Arsen kepada Nasya. ia baru ingat bahwa ia juga membelikan sesuatu untuk Nesya.
Saat Nesya sedang memperhatikan Nasya dan Arsen, "Cieee cieee jadiann nih jadian".
Nasya menoleh ke arah Nesya, "Nesyaa, urusan tadi malem belum selesai yaa sekarang lo malah makin nyebelin".
"Sirik aja sih lu Nes" balas Arsen.
Rangga langsung mengeluarkan kalung dan langsung memasangkannya ke leher Nesya, Sontak saja Nesya terkejut akan hadiah dari Rangga.
Saat Nesya ingin berbicara, tangan Nesya dipegang oleh Rangga dan ia memasangkan gelang kepada Nesya.
"Ranggaa, ini maksudnya apa ya?" tanya Nesya.
"Hadiah untuk lo sebagai tanda perkenalan kita kemarin hehe" jawab Rangga.
"Thank you Rangga" ucap Nesya dan tersenyum.
Teman-temannya mengeledek Nesya dan Rangga yang teramat romantis.
"Nes, traktir gue yaaa" ucap Nasya.
"Ohhh jadii Rangga suka sama Nesyaa" ledek Alice.
"Udah si gausah PDKT, langsung sikatt Ngga" ucap Clara.
"Jadiin pacar langsung lah bro" sahut Arsen.
"Ehhh Arsenn, lo juga noh jadiin Nasya pacar jangan cuma di PHPin doang" balas Rangga.
"Kok jadi gue yang kena sih?" tanya Nasya.
"Jangan di dengerin Nas, Rangga mah begitu suka ga jelas" jawab Arsen.
Nasya hanya tersenyum , tak lama kemudian guru masuk ke kelasnya dan mereka belajar sampai jam istirahat dengan sangat tertib.
***
Saat jam istirahat, Handphone Nasya berdering ada telpon dari Mami nya. ia pun mengangkat nya.
*On Call*
Mami : Halo Nasya?
Nasya : Iya mi, ada apa?
Mami : Nesya kemana? papa telpon dari tadi gak di angkat
Nasya : Kayanya di silent deh, Nesyanya lagi ke toilet sama Clara
Mami : Kamu dan Nesya bisa hari ini izin pulang dulu gak?
Nasya : Loh emang kenapa mi?
Mami : Kita harus ke bandara untuk jemput Christian
Nasya : Serius? Yaudah nanti Nasya dan Nesya izin ke guru deh
Mami : Sekarang ya, soalnya papa udah nunggu di Cafe deket bandara nih
Nasya : Iya mami, assalamualaikum
Mami : Walaikumsalam, hati-hati di jalan yaa sayang
*End Call*
Nasya membereskan bukunya dan juga membereskan buku Nesya, Arsen dan Rangga heran dengan tingkah Nasya.
"Lo mau kemana Nas?" tanya Rangga.
"Mau ke bandara Rang" jawab Nasya.
"Hah? mau ngapain? jangan bilang lo mau pindah lagi ke Aussie" ucap Arsen.
"Enggak kok".
Nesya datang bersamaan dengan Clara dan bingung mengapa kembarannya itu memberikan tas nya kepada Nesya.
"Mau kemana sih emang? kan belum jam pulang" tanya Nesya.
"Papa nelpon lo katanya ga diangkat-angkat sih, kita disuruh ke bandara sekarang" jawab Nasya.
"Mau ngapain sih ke bandara?" tanya Nesya lagi.
"Udah deh gausah nanya terus, ayukk nanti kita malah dimarahin papa. oh iya papa udah izin sama guru nih barusan chat" jawab Nasya.
Nasya dan Nesya pun meninggalkan kelas, tetapi Nasya berhenti sejenak dan melihat Arsen terlebih dahulu.
"Sen, kalau ada tugas bilang gue yaa" ucap Nasya.
"Siap, hati-hati ya kalian".
Nasya pun segera berlari menuju basement menyusul Nesya.
Sedangkan Arsen dan Rangga yang terdiam seperti orang tidak bersemangat , di ledek oleh teman-temannya seperti Dirgam,Saga,Clara dan Alice.
"Kusut amat tuh mukaa" ledek Clara.
"Iyaa lah Ra, orang Nasya dan Nesya pergi" sahut Dirgam.
"Ehh kalau Nasya dan Nesya balik ke Aussie lagi gimana ?" goda Saga.
"Bisa diem gak sih kalian!" bentak Rangga.
"Mereka ga akan balik lagi ke Aussie!" balas Arsen.
"Iya deh iya, Dir balik yuk ke kelas" ajak Saga.
"Ogah amat, orang disini ada cewek gue sih" ucap Dirgam.
Akhirnya mereka hanya mengobrol berempat sedangkan Arsen dan Rangga hanya diam membuat sesuatu yang akan diberikan kepada Nasya dan Nesya.
***
Akhirnya Nasya dan Nesya sampai di bandara dan bertemu dengan papa,mami dan tante Viola.
"Kalian udah makan belum" tanya papanya.
"Nasya belum tuh pa" jawab Nesya.
papanya merangkul Nasya , "Kenapa belum makan Nasya? mau makan dulu gak?".
"Nanti aja pa, Nasya masih kenyang tau" ucap Nasya.
"Nasya, Nesya. mami mau tanya nih itu kalung dan gelang dari siapa?" tanya maminya.
"Kalung ini dari Arsen mi" jawab Nasya.
"Kalau ini kalung dan gelangnya dari Rangga mi" jawab Nesya.
"Mereka suka sama kamu atau gimana say?" tanya tante Viola.
"Gak tau juga deh tan hehe" jawab si kembar.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Christian mengejutkan sepupunya itu dengan menutup matanya.
Nasya dan Nesya melepaskan tangan Christian yang menutupi matanya, lalu menengok ke arah Christiannya.
"Chrissss!!!" teriak Nesya dan langsung memeluk Christian.
Christian membalas pelukan Nesya, "Nesya doang nih yang kangen sama gue? lo enggak?".
"Enggak" jawab Nasya.
Christian langsung melepas pelukan Nesya dan memeluk Nasya, "Gue yang kangen banget sama lo Nas".
"Lebay banget" ucap Nasya.
"Gak dibalas nih pelukan gue? yaudah deh gue balik ke L.A lagi aja" ucap Christian yang melepas pelukan Nasya.
Nasya pun menahan Christian dan langsung memeluknya.
Setelah Christian melepas pelukan Nasya, ia melihat kalung yang berliontin love dan ada huruf A nya.
"A? lo pacaran sama Arsen?" tanya Christian.
"Enggak, please ya lo tuh baru nyampe ke Indonesia jadi jangan bikin gue badmood sama lo" jawab Nasya.
Christian hanya tertawa dan melihat tangan Nesya, lalu ia pegang. "Lo juga udah pacaran sama Rangga?".
"Enggak Chris, dia tuh ngasih ini sebagai tanda pertemanan kita" jawab Nesya.
"Oh gitu, oh iya gue punya sesuatu nih untuk kalian berdua" Christian mengambil 2 totebag dan memberikan ke mereka berdua.
"Thank you Chris" ucap Nasya dan Nesya.
"You're welcome, bukanya nanti aja pas udah dirumah ya".
"Siap".
"Gini nih kalau udah ketemu, orang tuanya aja dilupakan" sindir Tante Viola.
"Chris ga akan lupain mami kok , Chris kangen banget sama mami" peluk Chris pada maminya.
"Nasya,Nesya salam dulu dong sama Om Bima" perintah papanya.
Nasya dan Nesya menghampiri Om Bima(papinya Christian) , Om Bima pun memeluk mereka berdua.
"Kalian sudah pada besar ya, gimana sekolahnya?" tanya om Bima.
"Ya gitu deh om , ada yang suka sama kehadiran kita dan ada yang ga suka juga" jawab Nesya.
"Ya sudah tidak apa-apa, kan besok sudah ada Christian yang akan nemenin kalian" ucap om Bima.
"Btw, kalian mau ikut osis gak?" tanya Christian.
"Boleh deh" jawab Nesya.
Setelah berlama-lama di depan bandara, mereka pun pergi ke suatu restoran untuk makan bersama sekaligus merayakan berkumpulnya kembali mereka setelah sekian lama.
Christian satu mobil dengan Nasya dan juga Nesya karena maminya tidak membawa mobil.
__ADS_1
Tiba-tiba handphone Christian berdering , tertunjukkan nama Arsen di HPnya. Ia pun mengangkat telpon dari Arsen dan mengloud speaker.
*On Call*
Chris : Kenapa Sen?
Arsen : Lo lagi dimana le?
Chris : Di jalan nih, mau ketemuan?
Arsen : Lu udah di indonesia?
Chris : Udah lah, ada Nasya nih
Arsen : Iyaudah selamat bertemu kangen
Chris : Jadi selama gue di L.A dan kalian ketemu terus lo ngasih kalung untuk Nasya
Arsen : Ehh besok lo sekolah kan?
Chris : Bisa banget ngalihin topik, iya gue sekolah
Arsen : Hahaha bagus lah, btw banyak tugas lo yang masih kosong noh
Chris : Yaelah besok gua kumpulin semua tugas yang kosong
Arsen : Iyaudah lanjut deh
Chris : Mau ngomong sama Nasya gak?
Arsen : Nanti aja, udah dulu yaa.
Chris : Oke
*End Call*
Nasya mencubit lengan Chris dengan kencang, sedangkan Chris malah tertawa bukannya kesakitan.
"Mending lo gausah balik ke Indo deh Chris, nyebelin tau ga" marah Nasya.
Nasya langsung menggunakan Headphonenya dan tidak berbicara sama sekali sampai mereka sampai di tempat tujuan.
Nasya turun dari mobil lebih dulu dan masuk duluan ke dalam restoran tersebut, sedangkan Nesya yang masih bersama Chris dan juga orang tuanya.
"Elo si Chris, udah tau Nasya gak suka digituin masih aja nyebelin" ucap Nesya.
"Ya maaf, gue kan udah lama gak jailin dia jadinya gue kangen aja gitu" sahut Chris.
"Cara jail lo itu salah Chris, dia paling ga suka diledekin tentang cowok. lo pernah kan waktu Smp marahan hampir seminggu cuma karena lu terus-terusan meledek Nasya dengan cowok yang suka sama dia"ucap Nesya panjang lebar.
"Iya iya tau, terus gue harus gimana? minta maaf sekarang ?" tanya Chris.
"Jangan, dia lagi butuh waktu sendiri" jawab Nesya.
Papa dan maminya melihat Nasya yang sedang duduk sendirian sambil memainkan gadgetnya, akhirnya dihampiri dan menanyakan keadaan Nasya.
"Sayang, kamu kenapa? kok mukanya di tekuk kaya gini" tanya Maminya.
"Nasya cuma ga suka aja sama sikap Chris yang selalu ngeledek Nasya sama si Arsen, Kalau terus-terusan digituin lama-lama Nasya malah jadi ilfeel sama Arsen" jawab Nasya.
"Hey, kamu gak boleh kaya gini dong. Kan kamu udah tau sikap Chris yang selalu jail sama kamu, kalau sampe kamu menjauh dari Arsen itu sama aja kamu bukan teman yang baik" Maminya menasehati Nasya agar ia tidak ilfeel pada Arsen.
"Iyaa Mi, Acaa tauu sikap Chris emang jail banget. terus Aca harus gimana sama Chris?" tanya Nasya.
"Mami tau kok sikap kamu ketika sedang badmood pasti gak mau diganggu, jadi kamu cukup tenangin diri kamu dulu aja ya sayang" jawab Maminya.
"Acaa Sayang, Papa cuma minta kamu jangan marahan sama Chris berlarut-larut seperti waktu kamu masih SMP yaa" pesan Papanya.
"Iyaa pa siap, Aca janji ga akan seperti dulu".
Nasya memiliki nama kesayangan dari kedua orang tuanya yaitu Aca, sedangkan Nesya memiliki nama kesayangan dengan sebutan Eca.
Saat Chris,Nesya dan Orang tua Chris menghampiri mereka. Nasya duduk tepat di tengah antara papanya dan maminya.
Akhirnya mereka memesan beberapa makanan dan makan bersama serta membahas masa depan Nasya,Nesya dan juga Christian.
Sesudah mereka semua makan, ±4 jam kemudian tak terasa waktu sudah malam. mereka pun kembali kerumahnya masing-masing.
***
Karena malam ini Christian disuruh oleh Papi dan Maminya untuk bermalam dirumah si Kembar, Jadi Nasya menyibukkan diri di kamarnya mengerjakan semua soal yang tidak seharusnya dikerjakan.
Sedangkan Nesya berkumpul dengan Maminya,Papanya dan juga Christian di ruang keluarga tepatnya dibawah.
Nasya mengerjakan semua soal dengan sangat cepat, lalu ia membuka laptopnya berniat untuk menonton film tetapi handphone nya bergetar ada notifikasi chat dari Arsen.
Lalu ia membuka laman chat tersebut yang bertuliskan "**Arsen **: Nasya, Ada Pr Kimia halaman 25".
Sebelum ia membalas chatnya, ia memeriksa terlebih dahulu dan ternyata dia baru saja mengerjakannya. segeralah ia balas chat Arsen tersebut.
*On Chat*
Nasya
Gue udah ngerjain Sen.
Btw makasih udh dibilangin
Arsen
Widih, gue kan baru ngasih tau lo.
Iya sama-sama Nas.
Nasya
Iya, gue lagi boring aja makanya gue kerjain latihan-latihan gitu hehe.
Arsen
Boring kenawhy Nas?
Nasya
Ada sesuatu yang bikin gue badmood dari tadi dan gue ga mau bahas itu.
Arsen
Ohh sorry Nas.
Besok mau bareng gak?
Nasya hanya membaca pesan dari Arsen, karena ia butuh waktu untuk menjawabnya.
Sekitar 3 menit ia berpikir akhirnya ia memutuskan untuk berangkat ke sekolah bersama Arsen, sejujurnya ia masih badmood dengan Christian.
Nasya
Arsen
It's Ok, Besok gue jemput lo yaa
Nasya
Emang tau alamat rumah gue?
Arsen
Enggak hehe
Nasya
Send a Location
Arsen
Oke thank you, Nesya kemana?
Nasya
Ada dibawah, kenapa?
Arsen
Enggak, ini si Rangga ngechat tapi ga dibalas-balas katanya.
Nasya
Oh, dia lagi ngobrol sama Christian dan bokap nyokap.
Arsen
Ok, lo gak ikutan?
Nasya
Mager, udah dulu ya Sen
Arsen
Ok, Good nightt Nacaaa
Nasya
Good nighttt too Arceenn
*End Chat*
Nasya menutup Handphonenya dan pergi ke kasur untuk menonton film kesukaannya itu.
Sedangkan Nesya yang masih dibawah bersama yang lainnya.
"Ecaa, itu Aca kenapa ga ke bawah ?" tanya papanya.
"Aduh papa kaya gak tau Aca aja sih, dia kan kalau masih badmood ga akan keluar kamar" jawab Nesya.
"Ya ampun itu anak sifatnya emang ga pernah berubah ya" ucap papanya.
"Papa, Eca juga kalau lagi badmood kayak si Aca menyendiri di kamar tapi ga selama Aca sih. paling Eca mah kalo ada yang negur malah marah-marah" ucap Nesya.
"Sama kaya mami kamu, kalau lagi ga enak hati pasti papa yang kena" sindir papanya.
"Papaa jangan gitu dong" maminya tersipu malu.
"Chris, besok kamu yang bawa mobil yaa" perintah papa si Kembar.
"Siap om".
Ponsel Christian menyala, ada notifikasi Chat dari Arsen yang tertunjukkan pesan "Arsen : Le,Besok gue berangkat sekolah bareng sama Nasya".
Sebelum membuka chat tersebut, ia memberi tahu semuanya terlebih dahulu. "Om,Tante,Esyaa. ini Arsen chat aku katanya besok dia berangkat bareng Nasya".
"Ya sudah tidak apa-apa, Om cuma minta kalian di sekolah tidak bertengkar ya".
"Siap om".
"Chriss gue kasih tau nih yaa, besok jangan ngeledekin Arsen karena dia berangkat bareng sama Nasya. kalo sampe lu ledekin, lo bisa berantem lagi kaya dulu".
"Iya Nesya gak akan, tenang aja kali" ucap Chris.
"Oke bagus, Ehh ini Nasya chat gue katanya ada pr kimia halaman 25. kerjain bareng yuk di atas".
Nesya dan Christian mengerjakan PR bersama, Christian juga sekalian mengerjakan tugas-tugas yang masih kosong.
Mereka mengerjakan tugas sampai larut malam, ketika selesai mengerjakan tugas mereka kembali ke kamar tidurnya.
***
Keesokkan paginya , Nasya bangun lebih pagi daripada Nesya. Nasya yang sudah rapi akhirnya ia membangunkan Nesya yang masih tertidur.
"Nesyaa bangunn udah siangg!!".
"Iyaa bentar 5 menit lagi yaa" ucap Nesya.
"Nanti telatt, bangun cepett" ucap Nasya.
Akhirnya Nesyapun bangun dan segera mandi serta rapi-rapi untuk berangkat sekolah. sedangkan Nasya, ia segera turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
Dan ternyata di meja makan juga ada Christian yang sudah rapi dan siap untuk berangkat ke sekolah.
"Morningg kesayangan Papa dan Mami" ucap kedua orang tuanya disertai ciuman di kening dan kedua pipinya.
"Morningg Papa dan Mami".
"Morning Nasyaa, makin cantik aja lo hari ini" sapa Christian.
"Morning Chris, lo juga makin ganteng" jawab Nasya singkat.
"Lo masih marah sama gue?" tanya Christian.
Nasya tidak menjawabnya namun ia meninggalkan meja makan, tetapi Papanya menahan tangan Nasya.
"Mau kemana? siapa yang ngajarin kamu ninggalin meja makan tanpa pamit? kamu tau kalau ini sikap ga sopan kan?" ucap Papanya.
"Iya Aca tau kalau sikap Aca salah".
"Kalau kamu tau ini salah, kenapa ga minta maaf? papa ga pernah ya ngajarin kamu bersikap seperti ini!" bentak Papanya.
__ADS_1
Nasya yang ingin berbicara tetapi ditahan oleh papanya.
"Kamu semakin besar malah semakin tidak sopan! selalu bikin ulah dan masalah, seperti di Aussie. mengendarai mobil seenaknya sampai kecelakaan dan ada korban jiwanya! Papa bener-bener kecewa sama kamu" suara papanya semakin keras.
"Papa berubah! Gak biasanya papa ngebahas kejadian yang udah lewat. Aca minta maaf dan Aca pamit berangkat sekolah duluan" pamit Nasya dan berlari keluar rumah.
Saat Nasya sudah pergi, Papanya hanya menggelengkan kepala melihat sikap anak gadisnya itu.
Tak lama kemudian Nesya datang menghampiri meja makan untuk sarapan.
"Loh Pa,Mi si Nasya kemana? bukannya tadi udah kebawah ya" tanya Nesya.
"Udah berangkat duluan, kelakuan Nasya makin hari makin seperti anak kecil ya ngambek terus" ucap Papanya.
"Hah? Arsen tadi nelpon Nesya katanya dia baru banget OTW kesini Pa, Nasya kan emang kalau masih badmood kaya gitu".
"Mi,coba cepat liat keluar masih ada Nasya atau enggak" perintah Papanya kepada Maminya.
Maminya keluar rumah untuk melihat keberadaan Nasya, ternyata Nasya masih berdiri menunggu kehadiran Arsen.
Maminya pun menghampiri Nasya yang sedang memainkan gadgetnya.
"Sayang, Mami tau perasaan kamu saat ini. tapi kamu gak boleh marah ya sama Papa" nasihat Maminya.
"Nasya ga akan marah sama Papa, Nasya cuma masih kesel sama sikap nya Chris apalagi Papa seakan-akan ngebela dia".
"Iya sayang, Mami paham kok. Nanti pulang nya mau bareng Arsen atau Nesya?" tanya Maminya.
"Liat kondisi hati Nasya nanti ya Mi, Nasya takut belum bisa damai sama hati" jawab Nasya.
Tak lama kemudian, Mobil Arsen datang tepat di depan Nasya dan Maminya. Arsen turun dari mobil dan bersalaman pada Mami Nasya.
Kemudian, Arsen membukakan pintu mobil untuk Nasya, "Silahkan masuk".
"Thanks. Mi, Nasya berangkat dulu ya".
"Iya sayang, Arsen bawa mobilnya hati-hati ya nak".
"Siap tante, kita pamit ya tante".
Arsen masuk ke dalam mobil dan segera pergi dari tempat.
Sedangkan Nesya dan Chris berangkat ke sekolah juga menggunakan mobil si Kembar.
*Di dalam Mobil Arsen*
Arsen bingung dengan sikap Nasya pagi ini, dia hanya diam dan menatap jalan tanpa menegur atau mengajak Arsen ngobrol.
"Nas,Lo kenapa? daritadi kok diem aja sih?" Arsen memberanikan diri untuk bertanya pada Nasya.
"Gue gapapa Sen, cuma lagi gak mood aja. sorry kalau lu ngerasa gue nyuekin lu" jawab Nasya dan tersenyum padanya.
"It's Ok, kalau ada apa-apa cerita ke gue aja ya Nas".
"Iya, Btw pulang sekolah boleh bareng lo lagi gak?" tanya Nasya.
Arsen tersenyum, "Boleh banget, tapi ke Cafe bentar gapapa?".
"Hmm, kalau langsung pulang aja gimana? nanti dirumah gue buatin minuman dan makanan ala Cafe deh" bujuk Nasya.
"Lo bisa masak? boleh tuh boleh" ucap Arsen.
"Bisa dikit-dikit hehe, bener nih mau?" tanya Nasya untuk memastikan.
"Bener, Thank you Nacaaa" ucap Arsen sambil mengusap kepala Nasya.
Nasya hanya tersenyum simpul.
***
Suasana kelas 11 Ipa 3 sedang sangat ricuh, Nasya,Arsen,Alice,Clara,Saga,Dirgam,Rangga sedang asik mengobrol bahkan sampai tertawa-tawa, Tiba-tiba Chris dan Nesya menghampiri mereka dan membuat semua temannya Nasya memeluk Christian.
"Chriss!!" ucap semuanya lalu memeluk Christian.
Disitu hanya Nasya yang mengabaikan kedatangan Chris, ia malah membuka buku pelajaran yang sebenarnya ia sudah mengerjakannya.
Nesya mendekati Nasya, "Hey, lo masih marah sama Chris?".
"Bisa ga bahas Chris dulu gak Nes?" Nasya malah bertanya balik.
"Ok, Sorry Nas. Btw lo nyampe daritadi?".
"Iya" jawab Nasya singkat.
Nesya yang mengetahui persis sifat kembarannya itu, akhirnya ia duduk di tempatnya dan hanya memainkan gadget.
Rangga menghampiri Nesya dan mereka asik mengobrol, sedangkan yang lain duduk ditempat masing-masing namun tetap mengobrol bersama.
Christian melihat kearah Nasya yang sedang menuliskan sesuatu, akhirnya ia menghampiri Nasya dan duduk di depannya karena kebetulan teman sebangku Clara tidak hadir.
"Nasya, gue minta maaf sama lo" Chris mengulurkan tangannya di depan Nasya.
Nasya menatap Chris, "Gak liat gue lagi ngapain? permisi tangannya".
"Kalau kembalinya gue kesini cuma bikin lo kesel, mending gue balik ke L.A lagi aja deh" ucap Chris.
"Gak perlu" sahut Nasya singkat.
"Terus buat apa gue di Indo kalau ngebuat sepupu gue sendiri jadiin gue musuh?" tanya Chris.
"Gue gak pernah anggap lo itu musuh gue, gue cuma kesel sama lo atas sikap lo kemarin dan sikap papa hari ini" jawab Nasya sambil menangis.
"Gue bener-bener minta maaf atas sikap gue ke lo kemarin yaa Nas, jangan nangis. mungkin papa cuma lagi emosi aja" Chris menghapuskan air mata Nasya.
Nesya yang melihat kembarannya nangis, ia langsung menarik bangkunya ke samping Nasya dan langsung memeluk Nasya dengan erat.
"Gue tau sikap papa tadi salah banget ke lo, gak seharusnya papa ngebentak dan ungkit masa lalu" ucap Nesya.
Nasya tidak menjawabnya dan terus menangis, Alice dan Clara langsung memeluk Nasya juga agar ia tetap kuat.
Akhirnya mereka pun melepas pelukannya , Chris tersenyum kepada Nasya.
"Gue minta maaf yaa" ucap Chris.
Nasya mengangguk dan tersenyum.
"Nah gitu dong lo tuh harus tetap tersenyum, gak boleh sediu lagi yaa" Chris menenangkan hati Nasya.
Tiba-tiba Arsen mengusap pipi Nasya yang masih tersisa air matanya, "Gak boleh nangis lagi nanti cantiknya ilang".
Nasya menatap Arsen dan tersenyum.
"Nah untuk menghibur Nasya hari ini , gimana kalau pulang sekolah kita ke Cafe" ajak Saga.
"Gak usah ke Cafe Ga, kerumah gue aja" ucap Nasya.
"Nah bener tuh" sahut Arsen.
"Mau ngapain dirumah lo Nas?" tanya Alice.
"Ya kita nonton film gitu atau seru-seruan aja, nanti gue sama Nesya bikinin minuman dan makanan ala Cafe-Cafe ternama deh. ya gak Nes" ucap Nasya.
"Iya mending kerumah kita aja deh, ngobrol-ngobrol dihalaman belakang seru tau udah kaya di Cafe beneran hehe" sahut Nesya.
"Kuy dirumah Nasya Nesya aja" ucap Chris.
"Boleh deh , ajak kak Candra dan kak Verrel boleh?" tanya Dirgam.
"Ajak aja biar seru gitu" jawab Nesya.
"Ok deh".
Saga dan Dirgam balik ke kelasnya dan guru masuk ke kelas 11 Ipa 3.
Mereka belajar dengan sangat tenang dan fokus.
Saat pelajaran berlangsung, Arsen tertidur pulas entah ada angin apa Arsen menjadi tidur seperti berada dirumahnya.
Nasya heran dengan teman sebangkunya yang biasanya menjahilinya namun sekarang tidak sama sekali, akhirnya Nasya menengok ke arah Arsen dan ternyata Arsen tidur.
Nasya hanya tersenyum melihat wajah tampan Arsen yang sedang tertidur pulas.
"Rangga, ini si Arsen abis bergadang apa gimana deh? kayanya ngantuk banget" tanya Nasya pada Rangga.
"Gak tau deh Nas, kayanya sih enggak soalnya dia gak online WA dari jam 9 malam" jawab Rangga.
"Oh gitu".
Bu Liana sebagai guru Biologinya pun membagikan kelompok untuk membuat alat peraga.
"Ibu akan membagi 5 kelompok yang terdiri dari 7 anggota perkelompok".
"Bikin sendiri aja sih bu kelompoknya" ucap salah satu siswi.
"Ya sudah kalian bikin kelompok sendiri ya, hasil nya dikumpulkan minggu depan. karena pelajaran saya sudah selesai maka untuk yang belum mengerti silahkan keruangan saya" ucap bu Liana.
"Siap bu" jawab semua murid.
Akhirnya pelajaran biologi telah usai sudah 3 jam mereka belajar, namun Arsen masih belum terbangun juga.
Chris,Alice,Rangga dan Nesya berkumpul di meja Nasya dan memperhatikan Arsen yang tertidur pulas bahkan Chris menertawakannya.
"Bangunin aja Nas" ucap Rangga.
"Jangan ah nanti dia marah-marah" ucap Nasya.
"Gak bakal bisa marah dia mah kalo sama lu" sahut Chris.
Nasya pun mencoba membangunkan Arsen dengan menepuk pelan pipinya, lalu ia mengelus keningnya.
Rangga dan Chris yang memperhatikannya, "Ga bakal bangun Nas kalo kaya gitu mah, lembut banget lu bangunin dia".
"Kasian, nanti dia malah pusing".
Nasya mencoba beberapa kali tapi tetap tidak bangun juga, akhirnya Nasya memegang tangan Arsen sambil menepuk pelan pipinya dan alhasil Arsen terbangun.
Arsen membuka matanya dan melihat Nasya yang tersenyum dihadapannya.
"Ini gue udah di surga ya? apa mimpi? kok ada bidadari di depan gue" ucap Arsen.
"Bangun makanya jangan tidur mulu Sen, lo tuh di kehidupan nyata" ucap Nesya.
"Lo udah meninggal Sen hahaha" ledek Chris.
"Nyenyak banget tidurnya, emang semalem bergadang?" tanya Nasya.
"Enggak kok, gak tau nih tiba-tiba mata gue ngantuk banget" jawab Arsen.
"Ada tugas loh tadi, tapi udah di kumpulin" ucap Nasya.
Semua mata teman-temannya membelalak atas ucapan Nasya, karena seingat mereka tidak ada tugas yang dikumpulkan. tetapi mereka melihat senyuman Nasya dan seolah-olah mengerti bahwa Nasya ingin mengerjai Arsen.
"Lo kenapa gak bangunin gue? terus gue gak dapet nilai dong" ucap Arsen dengan muka paniknya.
Nasya tertawa, "It's prank bro, don't worry. You so cutee if you panic".
"What? Seriously? You smart for prank me ya" ucap Arsen.
"Hehe sorry Sen, Sekali-kali gitu gue yang jailin lu".
Arsen tersenyum dan teman-temannya malah tertawa.
"Btw, mau kerja kelompok dimana nih?" tanya Clara.
"Dirumah Arsen ajaa" usul Rangga.
"Nah boleh tuh, deket dari rumah gua" ucap Alice.
"Kalonya jauh juga lo kan bisa minta anterin si Saga" ucap Chris.
"Berisik ya lo" Alice mencubit Chris.
"Yaudah dirumah gue aja" ucap Arsen.
"Emang tau ada tugas kelompok apa?" goda Nasya.
"Ini anak dari tadi nyebelin ya" Arsen mencubit pipi Nasya karena gemas dengan tingkah Nasya.
Akhirnya mereka semua setuju dengan mengerjakan tugas kelompoknya itu dirumah Arsen dan mereka mengerjakannya pada weekend.
***
*****Gimana-gimana? seru gak?
Arsen sama Nasya kenapa makin gemes yaa
Kalian baper sama karakternya siapa nih? komen ya gengs
Wait for the next part
Don't forget to Likee, Vote and Comment🙌**
**Thank you gengss💋
I Lovee Youu so Muchh❤***
Happy Reading📖
__ADS_1