Love With Twins

Love With Twins
Six


__ADS_3

***


Saat keesokkan paginya, Nasya Nesya sudah rapi dan ia segera kebawah untuk sarapan dan ternyata dibawah sudah ada Christian.


Wajah Chris saat menatap Nasya seperti sedang menyembunyikan sesuatu, saat Nasya ingin bertanya tiba-tiba Chris memberikan surat kepada Nesya.


"Dari Rangga hari ini dia ga sekolah" ucap Chris.


"Loh kenapa emang?" tanya Nesya.


"Dia Check up di singapura" jawab Chris.


"What? dia sakit apa Chris? sampai harus check up gitu" tanya Nesya dengan wajah paniknya.


"Dia itu terkena kanker paru-paru" jawab Chris.


"Ya ampun, tuh makanya Chris jangan merokok terus ya" ucap Papa si kembar.


"Iya om, oh iya Nasya mau berangkat bareng juga kan? atau sama Arsen?" tanya Chris.


"Gatau Chris, Arsen nya aja belum ngabarin gue sama sekali" jawab Nasya.


"Gue coba telpon dia dulu ya kalo emang ga diangkat juga yaudah lo bareng gue aja" ucap Chris.


Chris menjauh dari Nasya untuk menelpon Arsen karena ia takut kalau ternyata Arsen tidak bisa menjemput Nasya demi menjemput Keisha.


Sudah berkali-kali Chris menghubungi Arsen tetapi tidak ada jawaban sama sekali, Chris sudah mulai kesal akhirnya Chris menyuruh Nasya untuk berangkat bersamanya.


Saat itu juga Chris mengendarai mobil dengan sangat cepat karena kondisinya ia sedang kesal dengan Arsen.


Nasya dan juga Nesya masih belum tau mengapa ekspresi Chris sangat emosi, mereka ingin bertanya namun takut emosi Chris malah meledak kepada mereka.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di basement sekolahnya, setelah selesai memarkir mereka pun masuk ke dalam sekolah bersama-sama.


Chris berjalan di depan si kembar, Chris melihat di tangga ada Arsen yang sedang berduaan dengan Keisha. Akhirnya Chris memutar balik.


"Kenapa sih Chris?" tanya Nesya.


"Lewat lift aja yuk, tangganya rame banget males gue" jawab Chris.


Kembar pun menurut perkataan Chris, akhirnya ia menuju kelasnya menggunakan lift. Saat ingin masuk lift, mereka berpapasan dengan Verrel dan Abian.


"Hai Nasya, oh iya kita bisa kan jadi bestie? terus kalo gue mau curhat masalah pacar gue boleh gak?" tanya Verrel.


"Boleh kok kak" jawab Nasya.


"Nasya, nanti pulang bareng gue mau gak?" tawar Abian


Nasya belum menjawab tawaran Abian, tiba-tiba Chris yang berbicara duluan. "Lo boleh ajak dia ke cafe dulu tapi jangan bareng temen-temen lo".


"Chris lo kenapa sih daritadi aneh banget" Sahut Nasya.


"Tenang aja, paling gue cuma ngajak Verrel doang ke cafe nya" ucap Abian.


"Iyaa kak, nanti tunggu di basement aja ya" ucap Nasya.


"Siap, oh iya Nesya kata Elang nanti pulang bareng tadi dia WA gue katanya kalo ketemu lo tolong bilangin".


"Siap kak, kita ke kelas dulu ya".


Saat mereka tiba di kelas, Nasya serta Nesya bingung karena tidak ada Arsen yang ada hanyalah tasnya.


Di kelas cuma ada Clara,Dirgam,Saga dan Alice yang sedang bermesraan, Chris mengusir Saga dari kursinya dengan wajah yang masih menyimpan emosi.


"Weh Sya, sepupu lo kenape? muka nya galak amat" ucap Saga.


"Kita juga ga tau, dari tadi dia kaya gitu aneh banget emang" sahut Nesya.


"Arsen kemana?" tanya Nasya.


"Arsen lagi--" perkataan Saga terpotong karena kakinya di injak oleh Chris.


"Lagi? lo ngomongnya jangan setengah gitu dong" sahut Nasya.


Sebelum ada yang menjawab Nasya, Chris memberikan kode mata kepada teman-temannya agar tidak ada yang memberitahu dulu.


"Arsen lagi makan di kantin laper dia" sahut Dirgam.


"Ohh, gue mau ke kelasnya ka Verrel dulu yaa soalnya semalem dia minta bikinin puisi gitu" ucap Nasya.


"Kenapa tadi ga sekalian kasih? kan tadi papasan sama dia" sahut Chris.


"Gue lupa Chris, udah ya gue ke kelasnya dulu".


Nasya pun berjalan menuju pintu keluar kelas dan segera ke kelas nya Verrel tetapi langkahnya terhenti karena teriakan Chris.


"JANGAANNNN!!".


"Why? gue cuma mau ngasih ini aja kok, sumpah lo lagi sakit ya Chris? mending ke UKS deh" Nasya pun mengabaikan perkataan Chris dan tetap menuju kelasnya Verrel.


Saat ia melewati tangga, dari belakang tampak seperti Arsen sedang bersama ketiga cewek cantik.


Nasya mengabaikannya dan tetap pergi ke kelas Verrel, saat di depan kelas Verrel.


Salah satu cewek yang berada di dekat Arsen bertanya , "Nyari siapa?".


Sontak pertanyaan itu membuat Nasya mengharuskannya untuk menoleh, "Nyari kak Verrel mau ngasih ini".


"Lo anak baru ya?" tanya cewek tersebut.


"Iyaa, ada apa ya kak?" Nasya malah balik bertanya.


Cewek itu mengulurkan tangannya, "Gue Nancy temen sekelasnya Verrel".


"Gue Nasya".


Temannya pun ikut mengulurkan tangannya, "Gue Jennie temen sekelasnya Verrel".


"Gue Nasya".


"Masuk aja ke dalam gapapa kok, oh iya gue denger-denger lo menang CC kimia tingkat inter ya?" tanya Jennie.


"Iyaa kak bener, kakak baru masuk ya?".


"Iyaa, Gue,Nancy sama Keisha baru masuk lagi kemarin abis ada event modelling di Paris dan si Keisha udah ada yang kangen aja tuh dari tadi berduaan" jawab Jennie.


Nasya melihat ternyata benar itu adalah Arsen, Arsen pun malah senyum kepada Nasya tanpa perasaan bersalah.


Akhirnya Nasya berkata, "Iya kak, gue ke dalam dulu ya mau ngasih ini".


"Iya silahkan".


Saat masuk ke kelas Verrel, air mata Nasya sudah jatuh ke pipinya. Verrel yang sedang mengobrol bersama Candra,Elang dan Abian pun menoleh ke arah Nasya.


Nasya memberikan kertas puisinya, "Ini kak puisinya, gue ke kelas dulu".


Verrel menerima kertas tersebut dan berkata, "Thank you Nasya, mau kemana? sini aja dulu".


"Iya kak sama-sama, maaf kak guru udah mau datang. gue ke kelas ya".


Abian memperhatikan wajah Nasya yang terbasahi oleh air mata, akhirnya ia menahan tangan Nasya.


"Lo kenapa nangis?" tanya Abian.


Nasya menghapus air mata nya dan menatap Abian, "Gue gak nangis kok".


"Gue anter ke kelas ya" tawar Abian.


"Gausah kak, gue mau ke taman dulu sebentar" tolak Nasya


"Yaudah kalo gitu gue temenin di taman, yuk" Abian menggenggam tangan Nasya dan keluar dari kelas.


Saat sudah di luar kelas, Nancy serta Jennie meledeki Abian, "Oh jadi Bian suka nya sama yang blasteran nih, Nasyaa hati-hati yaa Bian suka jail".


"Berisik lo" ucap Abian.


Saat Abian menoleh akhirnya ia mengerti penyebab Nasya menangis yaitu karena melihat Arsen bersama dengan cewek lain yang tak lain adalah Keisha.


Mereka pun sampai di taman, Abian duduk tepat disamping Nasya.


"Sekarang lo boleh nangis sepuas lo tapi jangan teriak, kalo masih ada yang ganjel di hati nanti pas pulang sekolah gue ajak lo ke tempat yang bisa melampiaskan semua kesedihan, kekecewaan serta amarah lo".


Dan benar saja Nasya pun menangis lagi, "Gue kecewa kak".


Abian merangkul Nasya, "Apa yang buat lo kecewa?".


"Arsen. dia bilang kalau dia tuh gak punya pacar dan ga akan ada yang marah kalo gue deket sama dia tapi disaat gue udah coba buka hati untuk dia, kenyataan berkata lain kak" jawab Nasya.


"Perasaan lo untuk dia belum terlalu jauh kan? gue akan bantu lo untuk move on dari Arsen, dia emang udah deket banget sama Keisha dari dia baru kelas 11 dan belum resmi pacaran sih".


"Belum sih kak cuma gue kecewa aja karena gue baru mau buka hati aja dia udah bohong gimana kalo gue pacaran sama dia, makasih ya kak lo baik banget sama gue".

__ADS_1


"Santai aja, gue anter ke kelas yuk udah jam segini".


"Yuk, Btw kak, lo udah ada pacar belum? tar gue dimarahin lagi".


"Belum, kalo gak percaya lo bisa tanya Verrel deh".


"Hehe, gue ke kelas nya sendiri aja kak, kasian lo nya kejauhan".


"Ok, See you in canteen yaa".


"Siap, semangaat kak Abian belajarnya".


"Semangaat jugaa dan semangatt untuk move on yaa".


"Ih apa si kak".


Nasya pun pergi ke kelasnya menggunakan lift karena ia tidak mau melihat wajah Arsen terlebih dahulu, saat ia sampai di kelas.


Chris memperhatikan mata Nasya yang seperti orang habis nangis, Nesya pun juga sama saat melihat Nasya.


"Lo liat semuanya?" tanya Chris.


"Kenapa lo gak bilang sama gue dari awal Chriss?" Nasya bukannya menjawab tetapi bertanya kembali.


"Gue juga baru tau semalam, gue kira mereka udah ga berhubungan lagi dan gue kira Arsen udah pindah hati ke lo" jawab Chris.


"Setidaknya lo cerita ke gue kalo Arsen pernah deket sama kakak kelas bukannya diem aja".


"Gue gak ngasih tau lo karena gue punya alasan sendiri, gue gak mau ngeliat lo patah hati Sya".


"Gue bukan patah hati, tapi gue kecewa karena kebohongan dia. sejujurnya gue baru buka hati sama dia tapi dia malah nunjukkin sifat aslinya".


"Bener-bener si Arsen, gak nyangka dia sejahat itu" ucap Nesya.


"Maaf ya Sya, gue sama Alice bener-bener ga tau urusan nya si Arsen makanya kita ga ngasih tau lo" ucap Clara.


"Kalian gak perlu minta maaf kok".


"Tadi lo jadi ke kelasnya ka Verrel?" tanya Nesya.


"Jadi, terus abis itu gue ke taman sama ka Abian" jawab Nasya.


"Lo gak sedih kan?" tanya Saga.


"Kan gue bilang tadi, gue ga sedih cuma kecewa aja" jawab Nasya.


"Terus kok lo nangis?" tanya Dirgam.


"Eh cewek itu kalo nangis bukan karena patah hati doang tapi kecewa juga" sahut Clara.


"Iya deh, oh iya kalian pulang sekolah ikut ke cafe dulu kan?" tanya Alice.


"Gue enggak, soalnya mau pergi sama ka Abian" jawab Nasya.


"Gue mah terserah Chris, kalo dia ikut ya berarti gue ikut" sahut Nesya.


"Yeh ngikut-ngikut gue aja lo, dasar followers" ledek Chris.


"Kalo gue bawa mobil ya mending gue nge mall sendirian daripada ngikut lo".


Saat mereka sedang asik bercanda bersama, Arsen datang dengan raut wajah yang sangat bahagia. Tiba-tiba Chris menahan tangannya dan berbisik di telinganya, "Gue tunggu lo di cafe nanti sore, ada yang perlu gue bicarain".


"Gak biasanya lo ngomong pake nada yang serius kaya gini" ucap Arsen.


"Biasa Sen, dia lagi kurang kasih sayang hahaha" goda Saga.


Tak lama kemudian, Pak Satria masuk dan mereka mulai belajar fisika


"Hari ini kita mulai ulangan ya" ucap pak Satria.


"What? ulangan terus sih pak, kan udah ulangan kenapa harus ulangan lagi" protes salah satu siswa.


"Kalau masih banyak protes lebih baik keluar dari pelajaran saya".


"Baik pak".


Mereka memulai ulangan dengan tertib, saat Nasya sedang fokus mengerjakan ulangan. Arsen malah memperhatikan dirinya sambil tersenyum.


Nasya yang merasa di perhatikan oleh Arsen, akhirnya ia menoleh. "Kenapa Sen? ada yang lo gak ngerti?".


"Enggak kok, oh iya maaf ya tadi gue ga bisa jemput lo tapi nanti kita tetep bareng kok pulangnya"ucap Arsen.


"Iya santai aja, maaf gue pulang bareng ka Abian ada perlu sama dia".


"Harus banget gue kenal sama cewek itu?".


"Ya ga juga sih, tapi dia kan kakak kelas lo juga masa ga mau kenal sih. dia itu orangnya baik banget, asik, pengertian lagi, gak jutek kaya kakak-kakak kelas yang lain".


"Udah nyeritain tentang Keisha? gue mau kumpulin ulangannya. permisi" Nasya pun langsung berjalan ke depan untuk mengumpulkan jawabannya.


Saat itu juga, Nasya keluar dari kelas karena memang sudah peraturannya siapapun yang sudah selesai mengerjakan ulangan diperbolehkan keluar kelas.


Nasya menunggu teman-temannya yang lain tepat di depan kelasnya sambil memainkan gadget nya, tiba-tiba ada seseorang yang mengambil gadgetnya itu.


Saat Nasya menoleh kebelakang, ternyata seseorang itu adalah Verrel.


"Jail banget sih kak, lo ngapain kak ke atas?".


"Nyari lo".


"Untuk?" tanya Nasya.


"Ikut gue dulu yuk, lo kan udah termasuk anggota osis dan lo harus ikut rapatnya sekarang" jawab Verrel.


"Tapi kan Chris masih ulangan" ucap Nasya.


"Chris dan yang lainnya udah di kasih tau sekarang tinggal lo, karena lo itu anggota osis baru".


"Gue kan gak mau ikut osis" sahut Nasya.


"Tapi gue dan Abian mau lo masuk osis".


Akhirnya Nasya mengikuti langkah Verrel yang menuju ke ruang osis nya itu, tak lama kemudian mereka sampai diruang osis.


Nasya melihat sekeliling ternyata ada Abian,Candra dan Elang, ia bingung karena cuma ada mereka dan tidak ada anak osis lainnya.


"Yang lain mana?".


"Baru selesai dan karena disini ketu pelaksana nya si Verrel jadi biar dia yang jelasin ya" jawab Candra.


"Kan sekolah kita mau mengadakan Twenty cup, nah lo sama Abian sebagai MC di opening sama closing ceremony nya ya" pinta Verrel.


"Why me? mending si Nesya aja dia lebih bisa".


"Kita udah sepakat bahwa lo sama Abian yang jadi MC, Nesya itu di seksi perlengkapan sama Elang" jelas Verrel.


"It's Ok".


"Oh iya, gue denger-denger lo sama Nesya masuk ekskul dance sama modelling kan, nah gue minta nanti pas opening dan closing kalian modern dance ya".


"Iya siap, modern dance di awal acara?" tanya Nasya.


"Di pertengahan gitu deh, nanti Candra yang buat jadwal-jadwalnya" jawab Verrel.


"Ka Abian gak masalah kan gue jadi partner MC nya?" tanya Nasya.


"Ya enggak lah, sebenernya sih gue yang ngerequest sama Verrel" jawab Abian.


"Waahh, Ok lah gue ke kelas dulu ya".


Nasya sudah berjalan ke pintu keluar ruang osis tiba-tiba Abian memanggilnya.


"Eh bentar" panggil Abian.


Nasya menoleh , "Ada apa lagi ka?".


"Nanti gue tunggu di basement ya" ucap Abian.


"Iya kak, langsung di basement? emang kakak ga istirahat dulu di kantin?" Nasya tertawa pelan.


"Eh iyaa , ketemu di kantin dulu ya".


"Oke sip".


Nasya pun kembali ke kelasnya dan ternyata pas ia sampai di kelas pelajaran fisika telah usai serta di kelasnya sudah ada guru lain lagi.


Yaitu pelajaran favorit Nasya, yaps benar Kimia. ia sangat menyukai pelajaran kimia entah mengapa tidak ada alasan yang kuat untuk hal ini.


3 jam kemudian, pelajaran kimia telah usai serta bel istirahat telah tiba. Seperti biasanya Nasya Nesya pergi ke kantin bersama teman-temannya.


Mereka langsung memesan makanan dan duduk di meja yang belum di tempati siapapun.

__ADS_1


Saat mereka sedang asik makaa bersama, datanglah Keisha,Jennie dan Nancy di hadapan mereka. kehadiran mereka bertiga membuat Nasya tersedak.


Nesya memberikan minumnya kepada Nasya, Dan Arsen mempersilahkan Keisha duduk di depannya. Saat itu Nasya yang duduk disamping Arsen akhirnya ia pindah di sebelah Christian.


"Kalian kembar ya?" tanya Nancy.


"Iyaa kak, gue Nesya".


"Kita gapapa kan gabung sama kalian?" tanya Jennie.


"Santai aja, siapa aja boleh gabung kok" jawab Saga.


Mereka melanjutkan makannya, tetapi Nasya sudah tidak nafsu untuk melanjutkan makannya. Chris dan Nesya memperhatikan Nasya yang sangat tidak nyaman dengan kehadiran Keisha di sini.


"Lo mau pindah tempat aja gak?" tawar Chris yang berbicara pelan.


"Gausah Chris, kalo gue pergi berarti gue gak sopan dan gue gak menghargai kakak kelas" tolak Nasya.


Terlihat dari jauh ada perkumpulannya Verrel sedang memesan makanan, tak lama kemudian Verrel berlari dan langsung memeluk Nasya.


Nasya melepas pelukan Verrel, "Lo sehat kak?".


"I want say very thank you" ucap Verrel.


"For what?".


"Puisi yang lo buat udah gue kasih ke Safira dan dia suka bangett, dia gak percaya kalo itu gue yang buat alhasil gue bilang kalo itu lo yang buat. oh iya katanya kalo dia udah balik kesini dia mau ketemu lo".


"Syukur deh kalo ka Safira nya suka, boleh aja kapan?".


"Belum tau sih, eh disini ada Keisha,Nancy sama Jennie juga".


"Lo stress ya Rel, peluk-peluk anak orang di area sekolah" ucap Nancy.


"Ya gue kesenengan aja sih, lagi pula dia udah gue anggap adik sendiri".


Verrel baru saja duduk di lain meja karena sudah tidak muat tetapi mereka bersebelahan, terdengar Candra memanggil dirinya.


Akhirnya Verrel menghampiri teman-temannya terlebih dahulu yang masih di tempat pemesanan makanan, ia lupa bahwa makanan pesanannya belum ia ambil.


Mereka bersama-sama ketempat yang tadi di duduki oleh Verrel, Abian menoleh ke Nasya lalu tersenyum.


Nesya memperhatikan sikap kembarannya itu lalu tersenyum, ia senang melihat kembarannya sudah bisa tersenyum lagi.


Chris menyenggol Nasya yang sedang tersenyum sendiri, "Cie bahagia banget kayanya ada ka Abian".


Nasya mencubit Chris dengan keras, "Nyebelin banget sih lo! untung sepupu".


"Gue ikut bahagia bisa ngeliat lo kayak gini, karena Nasya yang gue kenal dulu kalo udah di kecewain orang pasti langsung sakit".


"Udah deh gausah di ingat-ingat lagi, itu masa lalu" Nasya tersipu malu sebab Chris membahas masa lalunya.


Saat Chris dan Nasya sedang asik bercanda dan mengingat semua masa lalu mereka, Keisha menoleh ke arah Nasya. "Kita belum sempat kenalan ya. Gue Keisha" ia mengulurkan tangannya.


Nasya menjabat tangan Keisha, "Gue Nasya" lalu tersenyum padanya.


Dan Keisha juga berkenalan dengan kembarannya, Abian yang telah selesai makan mengajak Nasya untuk keruang musik yang ada di sekolah ini.


Nasya juga mengajak Nesya karena Nesya sangat suka bermain musik, saat Nesya ikut tiba-tiba Elang mengikuti langkah mereka juga.


Mereka bertiga merasa di ikuti oleh seseorang akhirnya mereka menoleh ke belakang secara bersamaan dan mereka lega ketika mengetahui bahwa yang mengikutinya adalah Elang.


Setelah sampai di ruang musik, Nesya segera mengambil Gitar.


"Nesya, gue duluan ya yang pake gitar nya sebentar aja" ucap Abian.


"Mending kita bikin band aja gimana? Vokalisnya Nasya, Gitaris gue. Nah kalian berdua terserah basic nya dimana" Nesya mengalihkan perkataan Abian.


"Eh boleh tuh, Abian bisa drum kan nah gue yang piano nya" ucap Elang.


Akhirnya mereka mencoba dengan lagu "Ariana Grande – No Tears Left To Cry", Suara indah yang keluar dari Nasya membuat suasana ruang musik tersebut menjadi lebih amazing.


Candra,Verrel,Arsen,Chris,Alice,Clara,Keisha,Jennie,Nancy, Saga dan Dirgam melihat penampilan mereka berempat dari luar. Arsen tercengang mendengar suara merdu Nasya layaknya seperti Ariana Grande asli.


Tak lama kemudian, lagu telah usai. teman-temannya bertepuk tangan meriah dan masuk ke ruangan tersebut.


"Gilaa suara lo baguss bangeett Syaa Aslii dahh" Puji Dirgam.


"Thanks, gue juga masih banyak belajar sih hehe".


"Rel, Chris, kayanya lebih bagus deh kalo kita masukin mereka ke acara closing ceremony nya" saran Candra.


"Eh boleh tuh, kalian udah ada nama band nya?" tanya Chris.


"Belum, karena ini semua ide Nesya jadi biarin si Nesya aja yang mikirin idenya" ucap Abian.


"Lo dendam yaa karena pas tadi lo ngomong terus gue alihin? Hahaha yaudah gue sama Nasya yang mikir nama bandnya deh" sahut Nesya.


"Oh iya, gue sama Nasya jadi kan yang nge dance itu?" sambung Nesya.


"Jadi lah, besok kalian mulai latihan dance aja mendingan sama adik-adik kelas yang lain" ucap Verrel.


"Ok, Alice dan Clara ikut kan?".


"Ikut dong" ucap Alice dan Clara bersamaan.


"Keisha,Nancy sama Jejenn ikut modern dance gak?" tawar Candra.


"Loh kita kan modelling" sahut Keisha.


"Oh ok deh".


"Nanti pulang sekolah ga ada rapat kan?" tanya Abian.


"Ga ada, emang kenapa sih Bian? biasanya lo yang paling seneng kalo ada rapat" ledek Verrel.


"Gue mau ngajak Nasya ke suatu tempat".


"Abis itu ikut kumpul lah sama kita-kita di cafe" ucap Candra.


"Liat nanti ya".


Bel masuk berbunyi dan mereka semua masuk ke kelas masing-masing serta belajar dengan tertib sampai jam pulang sekolah tiba pada waktunya.


***


Saat sudah pulang sekolah, Abian mengajak Nasya ke suatu tempat yang dapat melampiaskan amarah serta rasa kecewanya itu.


"Nah sekarang lo bisa teriak sekencang mungkin".


"Nanti kalo ada yang denger gimana?" tanya Nasya.


"Lo tenang aja, gue udah sering kok kesini dan ga ada yang denger" jawab Abian.


Nasya berhasil melampiaskan semua amarah dan kekecewaannya terhadap sifat Arsen dan ia langsung memeluk Abian.


Abian membalas pelukannya, "udah lebih baik kan sekarang?".


"Udah kok, makasih banyak ya kak".


"Iya sama-sama, Yuk kita ke cafe biar pikiran kita lebih tenang lagi".


Nasya sangat bahagia karena seharian ini dibuat banyak momen bahagia dengan Abian dan juga teman-temannya yang lain.


Tetapi anehnya ia masih terus memikirkan Arsen, bahkan saat malam itu juga Arsen mengirim pesan kepada dirinya dan memberi voice note permintaan maafnya.


Nasya berusaha menjawabnya dengan singkat dan jelas karena sejujurnya ia sangat ingin melupakan dan menghilangkan perasaannya kepada Arsen walaupun baru ada sedikit rasa cinta untuk Arsen.


Nasya dan Nesya malam itu saling bertukar cerita bahagianya, Nesya yang diajak jalan sama Elang dan Nasya bersama Abian.


Mereka merasa beruntung memiliki kembaran karena bisa berbagi cerita dan momen bahagia ataupun sedih.


Hari telah berlalu begitu cepat, Mami dan Papanya sudah pergi keluar kota sejak tadi pagi dan katanya akan pulang 2 hari lagi.


Mereka sekarang hanya tinggal bertiga dengan pembantunya saja, namun tidak masalah bagi mereka karena mereka juga punya kesibukan masing-masing.


Malam yang sangat indah ini akan membuat tidur mereka nyenyak bahkan bermimpi yang sangat indah juga, mereka harus menyiapkan tenaga dan pikirannya untuk bersekolah esok hari.


***


***Wahh , Nasya sekarang sama Abian?


Nesya sama Elang? Terus Rangga gimana?


Apa Rangga dapat sembuh dari penyakitnya?


Arsen akan jadian sama Keisha gak ya?


Penasarann kan? nantikan terus kisah seru lainnya.


Karena akan banyak kejutan-kejutan di setiap part yang membuat kamu greget.

__ADS_1


Happy Reading gengs❤


Thank you 😚***


__ADS_2