
***
Pagi hari telah tiba, Nasya dan Nesya sudah rapi dan segera turun untuk sarapan bersama Mami dan Papa nya.
"Pulang sekolah mau main dulu atau gimana?" tanya Papanya.
"Nasya langsung pulang aja deh Pa" jawab Nasya.
"Kalau kalian memang mau langsung pulang, nanti malam kalian ikut papa ya ke acara kantor" ucap Papanya.
"Ngapain?" tanya Nesya.
"Pertemuan aja kok" jawab Papanya.
"Mami ikut kan?" tanya Nasya Nesya.
"Ikut sayang" jawab Maminya.
Tak lama kemudian, Security rumah Nasya Nesya memberitahu bahwa sudah ada Arsen dan Rangga yang ingin menjemput si kembar.
Mereka berdua pun keluar rumah dan segera berangkat ke sekolahnya, di perjalanan Nasya dan Arsen hanya diam tidak ada obrolan apapun.
Sedangkan Nesya dan Rangga yang mengobrol dan tidak ada rasa canggung sama sekali, situasi tersebut berbanding terbalik dengan Nasya.
Arsen ingin memulai percakapannya dengan Nasya tetapi ia bingung harus berkata apa kepada Nasya.
Dan sampai akhirnya mereka telah sampai di sekolah, Arsen merangkul Nasya tetapi Nasya malah menolak rangkulan Arsen karena sejujurnya ia tidak suka bermesraan saat berada di sekolah.
Saat berjalan bersama-sama, tepat di depan kelas 12 IPA 1. tangan Nasya di tarik oleh Verrel.
"What's wrong? gue mau ke kelas masih ada tugas" ucap Nasya.
"Gue narik lo cuma buat ngasih ini kok sebagai penghargaan lo karena menang cerdas cermat kimia tingkat internasional" Verrel memberikan sebuah kotak hadiah kepada Nasya.
Nasya pun menerima hadiah tersebut dan berterima kasih kepada Verrel.
"Pulang bareng gue mau gak?" tanya Verrel.
"Maaf, gue bareng Arsen" jawab Nasya.
"Oh yaudah next time ya" ucap Verrel.
Nasya hanya tersenyum dan segera pergi ke kelasnya, sesampainya ia di kelas sudah banyak teman-temannya. ia pun berjalan menuju kursinya yang tepat di samping Arsen.
"Cie dapet hadiah, dari siapa?" tanya Alice.
"Dari kak Verrel" jawab Nasya.
"Wah kayanya kak Verrel suka sama lo deh Sya" ledek Saga.
"Mending lo balik ke kelas lo deh" usir Nasya.
"Sya, balik sama gue kan?" tanya Arsen memastikan.
"Enggak, gue balik nya sama cowok yang sukanya gangguin gue kalo lagi belajar" jawab Nasya.
"Gue dong" ucap Chris.
"Lo ga di ajak ngomong ya jadi mendingan diem" ucap Nasya.
"Orang yang lo maksud itu gue bukan sih?" Arsen malah bertanya kepada Nasya.
"Yes, it's you. koneksinya terputus nih kayanya, kurang aqua ya hehe" goda Nasya.
Arsen malah mencubit pipi Nasya dan tak terasa bel sudah berbunyi. mereka segera ke lapangan untuk melaksanakan upacara bendera serta pemberian penghargaan kepada Nasya.
Saat upacara bendera telah dimulai, Arsen yang berdiri tepat di samping Nasya dan Rangga berdiri tepat di samping Nesya.
Sepanjang upacara, Arsen menjahili Nasya tetapi anehnya Nasya tidak marah sama sekali melainkan tersenyum bahkan tertawa.
Saat sedang asik bercanda, terdengar nama Nasya Shakira telah disebutkan oleh kepala sekolah sebagai pemenang cerdas cermat kimia tingkat internasional.
Nasya pun maju ke depan untuk menerima penghargaan tersebut, ketua osis serta wakil ketua osis juga dipersilahkan maju untuk foto bersama.
Setelah selesai berfoto, Chris memeluk Nasya dengan erat sebagai kemenangannya itu.
"Good Job Sya, gue bangga sama lo" ucap Chris.
"Thank you Chris" ucap Nasya.
"Congratulation Nasyaa" ucap Candra.
"Thank you kak".
Setelah selesai, mereka pun kembali ke kelas masing-masing. Namun, Nasya berjalan ke kelasnya hanya bersama Chris.
"Chris, boleh nanya gak?" ucap Nasya.
"Ya boleh lah, nanya tinggal nanya Nas" ucap Chris.
"Tapi gue gak mau sambil jalan kaya gini, ke taman bentar yuk" ajak Nasya.
Akhirnya Chris menuruti keinginan Nasya, saat sudah sampai di taman barulah Nasya menanyakan beberapa pertanyaan kepada Chris.
"Emang bener ya kalo si Arsen itu suka sama gue?" Tanya Nasya.
"Ya gue juga belum tau pastinya sih, tapi waktu gue masih di L.A dia tuh nanyain lu gitu" Jawab Chris.
"Gue bingung banget Chris, kenapa orang-orang di Indonesia itu lebih ngebingungin sih kalo punya perasaan".
"Wait, lo bilang kayak gini. pasti ada satu hal yang ada pilihannya".
"Iya, tadi pagi tangan gue ditarik sama kak Verrel terus dia ngasih gue kado gitu dan dia ngajak gue balik bareng" jelas Nasya.
"Gini deh, biar lu gak pusing. gue akan cari tahu isi hati mereka apalagi nanti gue harus rapat osis nih siapa tau kak Verrel nanya sesuatu ke gue mengenai lo".
"Ok, Thank you Chris" Nasya tiba-tiba memeluk Chris.
Christian pun membalas pelukan Nasya dan akhirnya mereka pun kembali ke kelas karena pelajaran akan segera di mulai.
Saat berada di dekat tangga, ada Verrel dan Candra bersama dengan kedua temannya. Verrel menatap mata Nasya dan tersenyum.
"Buseh tuh mata tajem amat kak ngeliat sepupu gue" ledek Chris.
"Berisik lo, oh iya nanti rapat jangan lupa" ucap Verrel.
"Ga akan lupa pak ketu pelaksana haha"goda Chris.
"Oh iya Nasya, temen gue ada yang mau kenalan sama lo nih" ucap Candra.
"Hai, gue Abian" mengulurkan tangannya.
Nasya menjabat tangan Abian , "Gue Nasya".
"Gue Elang" mengulurkan tangannya.
"Gue Nasya".
"Btw, lo punya kembaran ya?" tanya Elang.
"Iyaa, emang kenapa ya kak?" Nasya malah balik bertanya.
"Gapapa, pengen kenal aja" jawab Elang.
"Gue ke kelas dulu ya kak" pamit Nasya.
Chris pun menyusul Nasya yang sudah jalan duluan karena tadi ia sedang berbicara dengan Candra mengenai acara sekolah yang akan dibuat.
Saat di kelas, Arsen sedang asik bermain game online karena ia kesepian tidak ada Nasya.
Nasya menghampiri Arsen dan mengagetkannya.
"Dari mana aja lo?" tanya Arsen.
"Kepo banget" jawab Nasya.
"Tumben sama Chris, ada apa nihh" ledek Nesya.
"Berisik deh, oh iya Nes tadi ada yang nyariin lo tuh" ucap Nasya.
"Siapa?" tanya Nesya.
"Kalo gak salah sih tadi namanya kak Elang deh" jawab Nasya.
Clara dan Alice yang mendengar nama Elang ia pun langsung menghampiri Nasya.
"Sumpahh? Nesya dicariin kak Elang?" tanya Clara.
"Iya, emang kak Elang itu siapa sih? kok kalian excited banget" jawab Nasya.
"Kak Elang itu kakak kelas terdingin yang pernah kita kenal dan bisa dibilang sih agak galak" jelas Clara.
"Oh cuma itu, kirain dia anak yang punya sekolah ini" ucap Nasya yang meremehkan penjelasan Clara.
"Gue mau nanya deh sama kalian semua, geng kak Candra itu paling hits ya di sekolah ini?" tanya Nesya.
__ADS_1
"Iyap bener, tapi kak Candra bukan bosnya. yang bosnya itu kak Verrel" jawab Alice.
"Ada bos-bos-an kaya gitu ? hahaha anehh" ucap Nesya.
"Tapi sekarang geng kita juga udah cukup hits semenjak kita semua ikut di organisasi osis" ucap Arsen.
"Oh gitu, tapi gue liat-liat dari gengnya kak Verrel. ada 1 yang keliatannya ramah banget deh" ucap Nasya.
"Iya itu kak Abian, dia emang kakak kelas ter ramah dan dia juga jomblo" ucap Rangga.
"Iya. btw, kak Candra itu deket banget ya sama kalian?" tanya Nesya.
"Lumayan sih, tapi yang lebih deket sama geng nya kakak kelas itu si Saga, Dirgam dan Chris" sahut Rangga.
"Eh gue deket sama mereka itu karena gue waketos ya, sebenernya mah males deket sama geng nya. emang sih anaknya asik semua, but gue ga suka aja gitu sama cara dia ke adik kelasnya" ucap Chris.
"Hahaha lagi siapa suruh jadi waketos" ucap Rangga.
"Eh itu kalian yang pilih ya".
"Nasya, lo dikasih hadiah apa sama kak Verrel?" tanya Alice.
"Ga tau deh, males buka hadiahnya nih" jawab Nasya.
Chris mengambil kotak hadiah tersebut, "Gue yang buka ya Sya". Nasya hanya mengangguk.
Saat Christian buka hadiah tersebut, ternyata isinya adalah Dress pink, kalung berliontin bintang, gelang berwarna rosegold berliontin love, cincin berbentuk mahkota dan hoodie crop top berwarna putih.
"Wah gila sih, maksud nya apa deh ngasih kalung,gelang dan cincin" Alice dan Clara terkejut saat melihat isinya.
Nasya melihat kalung pemberian Arsen karena sejujurnya ia tidak ingin melepaskan kalung yang sudah melingkari leher jenjangnya itu.
Arsen memperhatikan Nasya, "Lo kenapa Sya?".
"Jahat gak sih gue, kalo gak pake kalung pemberian kak Verrel?".
"Alasan lo gak mau pake kalung ini kenapa?" Arsen balik bertanya.
"Karena gue gak mau ngelepas kalung yang lo kasih ini" jawab Nasya.
"Gini aja Sya, lo tetep pake kalung dari Arsen tapi lo pake gelang dan cincin yang di kasih sama kak Verrel" Rangga menengahkan permasalahan.
"Tapi gue juga gak mau ngelepas salah satu dari gelang ini" ucap Nasya.
"Lo pake gelang yang dari kak Verrel disebelah kiri aja, jangan lepas 2 gelang yang udah ada di tangan kanan lo karena itu ada yang dari gua" ucap Chris.
Akhirnya Nasya memakai gelang tersebut ditangan kirinya dan memakai cincin di jari manis kanan.
Setelah selesai membuka kado, mereka melaksanakan ujian harian matematika.
***
Jam istirahat pun telah tiba, semua siswa berhamburan pergi ke kantin dan ke tempat-tempat favorit sekolah.
Nasya sangat malas untuk pergi ke kantin namun perutnya sangat tidak mendukung, akhirnya ia pergi ke kantin bersama teman-temannya.
Saat di kantin, Clara memesankan makanan serta minuman untuk semua teman-temannya itu karena ia belum pernah mentraktir temannya.
Saga melihat kakak-kakak kelasnya itu lalu ia memanggilnya serta mengajak makan bersama mereka.
Saat mereka bergabung, Dirgam menawari kakak-kakak kelasnya itu untuk memesan makanan.
"Kak Verrel, makasih untuk hadiahnya" ucap Nasya.
"Sama-sama, lo suka sama hadiahnya kan?" tanya Verrel.
"Suka kok" jawab Nasya.
Abian yang sedari tadi memperhatikan Nasya terus-menerus dan sampai akhirnya ia berani untuk bertanya.
"Sya, weekend lo ada acara gak?" tanya Abian.
Karena Abian hanya memanggil Sya, maka Nasya serta Nesya menoleh kearahnya dan membuat Abian bingung.
"Sorry gue lupa kalian kembar , maksud gue tuh si Nasya" jelas Abian.
"Kalo manggil kita tuh yang jelas dong kak" ucap Nesya.
"Iya maaf".
"Hmm ga ada acara deh kayanya, kenapa emangnya kak?" jawab Nasya.
"Temenin gue ke toko buku yuk, mau gak?" ajak Abian.
"Boleh, gue juga mau nyari buku sih" ucap Nasya.
"Emang lo tau rumah gue kak? btw, perginya berdua aja?" tanya Nasya.
"Deket rumahnya si Christian kan, iya berdua aja kok" jawab Abian.
"Kak, ngajak sepupu gue tapi harus selamat pulang pergi yaa awas aja sampe lecet" sahut Chris.
"Santai aja, gue cuma ngajak ke toko buku kok" balas Abian.
"Hp lo mana kak? biar gue save kontak gue" ucap Nasya.
Abian memberikan ponselnya kepada Nasya, terlihat mata Verrel dan Arsen yang sangat tidak mengenakkan karena mereka belum bisa mengajak Nasya pergi hanya berdua saja tetapi Abian sudah langsung diterima ajakkannya.
Setelah menyimpan nomernya di Hp Abian, Nasya mengembalikannya lagi. ia menatap Arsen dan bertanya, "Lo kenapa?".
"Enggak, lo terlalu cantik" jawab Arsen.
Nasya hanya tersenyum dan pada akhirnya mereka fokus dengan makanannya masing-masing.
Setelah selesai makan, Elang memulai percakapan dengan Nesya.
"Nesya, weekend ada acara?" tanya Elang.
"Ga ada sih, kenapa ?" ucap Nesya.
"Jalan yuk, ke Cafe gitu atau ke tempat yang lo suka" ajak Elang.
"Hmm boleh deh" sahut Nesya.
"Buseehh inii si Nasya sama Nesya ngapa jadi rebutan, tolong yaa itu Rangga dan Arsen kuat-kuat hatii" goda Saga.
"Diem lo" sahut Rangga.
Setelah selesai makan, Nasya pergi duluan dari tempat tersebut karena ia sangat tidak suka di kondisi seperti ini.
"Mau kemana Nas?" tanya Nesya.
"Ke perpus" jawab Nasya.
Saat Nasya pergi ke Perpustakaan sekolah, anehnya Arsen tidak mengikuti arah Nasya padahal selama kemanapun Nasya pergi pasti Arsen menyusul.
"Lo gak nyusul Nasya?" tanya Alice.
"Enggak" jawab Arsen.
"Jangan bilang lo marah sama dia cuma karena dia diajak jalan sama ka Abian" ucap Christian.
"Berisik lo, gue mau ke kelas" Arsen pun pergi meninggalkan yang lainnya.
Dan akhirnya semua masuk ke kelas masing-masing, tetapi tidak dengan Christian. ia menyusul Nasya ke perpustakaan.
Saat di perpustakaan, terlihat Nasya sedang membaca buku pelajaran fisika tetapi wajahnya tertutup oleh rambutnya. Chris menghampiri Nasya dan duduk disebelahnya.
Terdengar isak tangis Nasya, Chris pun merangkul sepupunya itu dan bertanya. "Lo kenapa Sya? lo pasti bingung ya sama sikap nya ka Abian ?".
Nasya langsung memeluk Christian, "Gue mau pindah aja Chris, gue gak mau nyakitin siapapun".
Chris membalas pelukan Nasya serta mengusap kepalanya, "Hey, lo gak nyakitin siapapun kok.So , kalo emang mereka bertiga suka sama lo pasti mereka berjuang buat lo dan nanti lo tinggal pilih hati lo ini untuk siapa".
"Tapi gue gak bisa Chris, Raut wajah kak Verrel dan Arsen berubah saat gue terima ajakan kak Abian" ucap Nasya.
"Nasya, itu resiko menjadi seorang laki-laki. kalo mereka jatuh cinta sama lo berarti mereka harus siap untuk patah hati".
"Terus gue harus gimana Chris?".
"Lo jalanin seperti biasa aja, biarkan lo tau sikap dan sifat mereka. inget ya gue gak mau kalo lo sampai salah jatuh hati".
"Lo bawa mobil gak?" tanya Nasya.
"Bawa kok, lo mau balik sama gue aja nih ? ga mau sama si Arsen?" ucap Christian.
"Iya gue balik sama lo ya Chris, gue gak mau nyakitin Arsen lagi".
"Yaudah yuk ke kelas" Chris merangkul Nasya sampai ke kelasnya.
Saat di kelas, Nesya yang melihat kembarannya itu di rangkul langsung menghampirinya.
"lo kenapa Nas? abis nangis ya?" tanya Nesya.
"Jangan di tanya dulu Necaaa, nanti biar gue yang jelasin ke lo ya" jawab Christian.
__ADS_1
Nasya duduk di samping Arsen, ingin rasanya Arsen bertanya mengapa Nasya nangis tetapi ia belum berani melakukan itu dan akhirnya Arsen mendiami Nasya hingga bel pulang sekolah tiba.
***
Dirumah Nasya Nesya.
Handphone Nasya dan Nesya berdering secara bersamaan, tertunjukkan nama 'Ka Abian' di ponsel Nasya dan tertunjukkan nama 'Ka Elang' di ponsel milik Nesya.
Akhirnya mereka berdua mengangkat telponnya masing-masing, Nesya pindah keluar agar suaranya tidak terlalu berisik.
*On Call Nasya*
**Abian **: Hai Nasya
**Nasya **: Hai kak Abian
**Abian **: Gue ganggu lo gak?
**Nasya **: Enggak kok, btw gue boleh nanya something sama lo?
**Abian **: Dengan senang hati gue jawab kok
**Nasya **: Lo kan deket sama ka Verrel, nah emang bener dia punya perasaan sama gue?
**Abian **: Gue emang dari SMP temenan sama dia, tapi yang gue tau sih dia lagi LDR sama pacarnya
**Nasya **: Wait, you not lie ? berarti dia punya pacar, terus maksudnya dia ngasih kalung dll ke gue apa?
**Abian **: Katanya sebagai penghargaan aja karena adik kelas kita dulu gak pernah yang menang cerdas cermat tingkat inter
**Nasya **: Ok, sorry gue jadi bahas kak Verrel
**Abian **: Sanss, lo suka sama Verrel?
**Nasya **: What? me? gue ga suka sama ka Verrel
**Abian **: Hmm besok gue jemput mau gak?
**Nasya **: Sorry bukannya nolak, tapi gue bareng sama Arsen
**Abian **: It's Ok, lo punya pacar?
**Nasya **: Enggak, oh iya kak gue denger dari banyak murid. katanya lo kakak kelas paling pinter ya?
**Abian **: Wah salah denger tuh, yang pinter itu si Verrel, gue mah masih banyak belajar hehehe
**Nasya **: Hehe, lo sekelas sama ka Verrel kan?
**Abian **: Gue sekelasnya sama Candra, Verrel dan Elang itu di kelas IPA sedangkan gue IPS.
**Nasya **: Wahh kalo gitu gue bisa nanya-nanya masalah perhitungan ekonomi nih
**Abian **: Boleh bangett, Btw gue ngerjain tugas dulu ya
**Nasya **: Yoi kak.
*End Call*
Setelah selesai telponan dengan Abian, Nasya melanjutkan tugasnya. sedangkan Nesya masih asik telponan dengan Elang, tak lama kemudian Nesya masuk dengan wajah yang sangat bahagia.
Nasya memperhatikan kembarannya itu , "Bahagia banget abis nerima telpon dari kak Elang, Rangga mau di kemanain Nes?" goda Nasya.
"Rangga aja belum pasti suka atau enggak sama gue, yang penting dia tetep jadi bestie gue".
"Suka-suka lo deh Nes, besok lo berangkat bareng siapa?".
"Sama Christian aja lah males bawa mobil hehe".
Tak lama kemudian, Mami dan Papanya masuk ke kamar mereka untuk mengecek keadaan kedua putri kembarnya.
"Gimana sayang sekolahnya?" tanya Papanya.
"Fine, but Nasya crying at school" jawab Nesya.
"Loh why you crying girl?" tanya Papanya.
"Gapapa kok Pa hehe" jawab Nasya.
"Terlibat cinta segitiga Pa,Mi" sahut Nesya.
"Coba ceritain, loh ini kamu cincin sama gelang dari siapa Aca?" tanya Mami.
"Dari kak Verrel mi" jawab Nasya.
"Aca juga gak ngerti awalnya kenapa ka Verrel ngasih ini tapi ternyata kak Verrel bukan nya suka sama Aca, dia cuma ngasih penghargaan aja buat adik kelasnya soalnya dia juga udah punya pacar" sambung Nasya.
"Ya sudah di terima aja, Arsen dan Rangga gimana ?" tanya Papa.
"Dia baik-baik aja kok Pa" jawab Nasya Nesya.
"Ya sudah kalian istirahat ya, papa dan mami juga mau istirahat dulu" ucap Papa.
"Ingat, jangan tidur malam-malam besok masih sekolah" pinta Maminya.
Saat kedua orang tuanya keluar dari kamar mereka, mereka berdua bukannya tidur tetapi menonton drama korea terlebih dahulu.
***
Christian yang sedang berkumpul dengan teman-temannya di Cafe.
"Sen, sebenernya lo tuh suka atau enggak sih sama Nasya?" Tanya Saga.
"Suka lah" jawab Arsen.
Belum ada yang menjawab perkataan Arsen tiba-tiba handphone Arsen berdering dan tertunjukkan nama "Keisha" di layar ponselnya, segera ia mengangkat telpon tersebut dan menjauh dari teman-temannya.
Rasa penasaran Christian muncul, ia berniat untuk mencari tahu siapa penelpon tersebut tetapi ia urungkan niatnya karena ia mau kejujuran dari seorang sahabatnya.
Beberapa menit kemudian, Arsen telah usai telponan. Chris pun langsung bertanya kepadanya , "Siapa Sen?".
"Keisha, lo kenal kan? kakak kelas yang sekarang masih di Paris dan lo tau gak besok dia udah masuk sekolah lagi" jawab Arsen dengan senyum sumringah.
"Hah?! serius??" ucap Dirgam.
"Serius makanya gue seneng banget" sahut Arsen.
"Wait, Keisha yang satu kelas sama ka Verrel kan?" tanya Chris.
"Iyaa, yang kalo kumpul sama ka Nancy, ka Jennie dan ka Alya" jawab Arsen.
"Lo masih deket sama ka Keisha? terus ka Nancy,ka Jennie sama ka Alya udah punya pacar kan ya?" tanya Dirgam.
"Mereka bertiga mah udah punya pacar, iyaa gue masih deket sama ka Keisha" jawab Arsen.
"Besok mereka berempat udah masuk lagi?" tanya Chris untuk memastikan.
"Iya lah, kan acara modelling nya udah kelar, lo kenapa sih dari tadi gelisah banget" ucap Arsen.
"Lo bener-bener gak mikirin hati sepupu gue ya Sen" ucap Chris.
"Gue mikirin kok, toh gue sama ka Keisha udah deket sebelum dia pindah ke sekolah ini".
"STOP! jangan debat disini! Chris, besok gue gak masuk sekolah dulu tolong izinin ya" ucap Rangga.
"Lo mau kemana? terus acara sekolah gimana Rangga" ucap Chris.
"Gue harus Check up di Singapore, lo tau kan penyakit gue udah semakin parah" Rangga tiba-tiba menjadi melow.
"Iya gue tau kok, lo cepet-cepet pulih yaa dan gue yakin lo bisa ngelawan penyakit lo itu" ucap Christian.
"Oh iya gue juga titip surat ini ya untuk Nesya" Rangga mengeluarkan amplop yang berisikan surat.
Christian menerima amplop tersebut dan memasukkan ke saku hoodie nya, "Nanti gue kasih ya, btw Sen. besok lo tetep bareng Nasya gak?".
"Bareng kok" jawab Arsen.
"Ok, gue balik dulu ya udah tengah malem banget ini" pamit Chris.
Dan pada akhirnya mereka semua pulang kerumah masing-masing karena sudah sangat malam sedangkan besok mereka masih harus sekolah.
***
***Whaatt? Keishaa? siapa dia?
Apa hubungan Nasya dan Arsen akan kandas dan mereka akan jauh-jauhan?
Rangga sakit apa? separah itu kah?
Abian dan Elang suka dengan si Kembar?
Nantikan kisah serunya di part selanjutnya.
I hope you like this story😚
Jangan lupa di like dan vote ya hehe
__ADS_1
Love you moree❤***