Love With Twins

Love With Twins
Seven


__ADS_3

***


Keesokkan harinya, Abian datang kerumah si kembar hanya seorang diri dan bibi pun membukakan pintunya serta menyuruh Abian untuk masuk serta sarapan terlebih dahulu karena Nasya dan Nesya masih siap-siap.


Abian duduk diruang tamu dan Christian juga datang kerumah sepupunya itu kemudian Christian terkejut akan kehadiran Abian begitupun sebaliknya.


"Udah janjian sama Nasya ya" goda Christian.


"Iya, lo sendiri ngapain kesini?" tanya Abian.


"Pertanyaan lo perlu gue jawab nih? haha becanda, gue kesini disuruh sama om Rey dan tante Nayla untuk berangkat bareng Nasya dan Nesya tapi berhubung Nasya udah bareng lo ya jadi gue cuma sama Nesya" jawab Chris.


"Oh gitu, terus Om Rey sama Tante Nayla nya kemana?" tanya Abian lagi.


"Mereka lagi ke Bali sama bokap nyokap gue juga" jawab Chris.


Bibi pun menghampiri mereka dan membawakan 2 gelas susu serta roti untuk mereka berdua.


"Den Chris, tadi tuan dan nyonya pesan katanya den Chris malam ini nginap disini untuk menemani non Nasya dan Nesya" ucap Bibi.


"Siap, bi boleh tolong panggil Nasya dan Nesyanya gak? takut kesiangan".


Bibi pun memanggil putri kembar anak majikannya, tak lama dipanggil mereka berdua turun dan segera sarapan sebelum menemui Chris dan Abian.


Beberapa menit kemudian mereka menghampiri Christian dan juga Abian, akhirnya mereka berangkat sekolah bersama-sama.


Di mobil Christian.


"Neca, itu si Nasya suka sama ka Abian juga? apa gimana?" tanya Chris.


"Beluman suka, dia tuh kaya masih ada rasa gitu deh kayanya ke Arsen soalnya dia masih agak sedih walaupun semalam dia happy banget" jawab Nesya.


"Oh gitu, nanti malam kan gue nginep dirumah lo. nah si Arsen,Saga sama Dirgam ada niatan main kerumah gue nanti malam, boleh gak mereka kerumah lo aja?" tanya Christian.


"Boleh tapi Alice sama Clara harus ikut, gue ga akan mau kalo cowok semua" jawab Nesya.


"Siap, tapi gue takut si Arsen bawa Keisha deh".


"Maksud lo?".


"Semalam Arsen bilang kalo besok dia mau ngajak Keisha juga tapi gatau deh jadi atau engga".


"Gue gak mau ya kalo sampe rumah gue di datengin sama cewek yang bikin kembaran gue kecewa".


"Iya gue juga gak mau, oh iya si Rangga hari ini masih ga bisa masuk".


"Dia dari kapan sakitnya?".


"Dari kelas 10 semester 2 kalo ga salah".


"Ya ampun, semoga dia cepat sembuh deh jujur gue kangen".


"Lo suka dia?".


"Dia kan bestie gue".


"Iya dah".


Sedangkan dimobil Abian, Nasya yang asik dengan buku novelnya sedangkan Abian yang fokus menyetir.


Tiba-tiba Abian mengerem mendadak karena mobil depannya yang ngerem mendadak juga, hal itu membuat Nasya terkejut.


"Ada apa kak?".


"Sorry Sya, itu tadi mobil depan ngerem nya mendadak banget".


Nasya melihat mobil tersebut dan langsung tertuju dengan plat nomernya yang bagi dia tidak asing lagi.


"Arsen" ucap Nasya.


"Hah Arsen? itu mobil Arsen?".


"Iyaa setau gue itu mobil dia, gak biasanya dia ngerem dadakan kaya gini loh".


Akhirnya Abian menghadang mobil Arsen tepat di depannya, karena ia tidak suka dengan cara Arsen dalam mengendarai mobil tersebut.


Saat Abian ingin keluar, tangannya ditahan oleh Nasya, "Jangan kak".


"Gue cuma mau nanya kenapa ngerem dadakan, itu bisa membahayakan pengendara lain Sya".


Akhirnya Nasya melepaskan tangan Abian dan Abian segera keluar dari mobil tersebut, sedangkan Nasya hanya diam di dalam mobil.


Nasya menoleh ke arah belakang dan benar saja itu adalah Arsen tetapi juga ada Keisha yang keluar dari mobil tersebut.


Rasanya sakit saat melihat kejadian itu, tetapi Nasya tidak bisa apa-apa karena belum ada yang mengetahui kalau sebenarnya Nasya mempunyai rasa terhadap Arsen.


Tak lama kemudian, Abian masuk kembali kedalam mobil dan langsung menuju sekolahnya karena sudah telat.


***


Saat sudah berada di sekolahnya, Abian meminta Nasya untuk menunggunya saat pulang sekolah telah tiba, karena ia ada pelajaran tambahan walau cuma 10 menit.


Nasya segera menuju kelasnya dan ternyata situasi kelas sudah sangat ramai bahkan sudah ada Arsen.


"Pagi Nasya" Sapa Arsen.


"Pagi Arsen".


"Kok gue ngerasa ada perubahan ya dalam diri lo" ucap Arsen.


"Perubahan? ga ada kok sama aja, lo nya aja yang terlalu sibuk sama urusan lain".


Arsen tiba-tiba hening saat Nasya berkata seperti itu, Christian pun mencairkan suasana itu. "Nasya, nanti kan gue nginep dirumah lo nih. nahh boleh kan Arsen,Saga,Dirgam ikut kerumah lo main doang kok".


"No problem, asal--" ucapan Nasya terpotong karena Chris yang mendahuluinya.


"Asal ada Clara dan Alice, jawaban lo sama kaya Nesya" goda Chris.


"Iyaa lah kita kan twins" Nesya merangkul Nasya.


Semuanya pun tertawa melihat tingkah mereka berdua, tak lama kemudian mereka semua kembali belajar seperti biasa karena guru sudah datang.


Nasya tidak fokus belajar sama sekali, ada suatu hal yang mengganjal hatinya entah apa itu ia juga tidak tahu.


Tetapi ia tetap harus fokus agar ia bisa mencapai cita-citanya.


3 jam kemudian , bel istirahat telah berbunyi semua murid berhamburan ke kantin dan ke tempat-tempat favorit mereka.


Chris mengajak semua teman-temannya ke kantin karena hari ini dia ingin mentraktir mereka.


Namun, Nasya menolak ajakan sepupunya itu dan ia memutuskan untuk pergi ke taman untuk menenangkan hatinya yang sejak jam pelajaran sudah mengacaukan pikirannya.


Saat mereka tiba di kantin kecuali Nasya, ternyata ditempat duduk biasanya sudah ada Keisha,Jennie, Nancy,Candra,Verrel,Abian dan juga Elang.


Nesya beserta teman-temannya menghampiri kakak-kakak kelasnya tersebut untuk makan bersama mereka.


Abian terlihat sedang mencari seseorang yang sedang tidak bersama mereka, untungnya tidak ada yang mengetahuinya.


"Nasya kemana?" Tanya Verrel.


Pertanyaan Verrel membuat Abian fokus dan menunggu jawaban diantara teman-temannya Nasya tersebut.


"Dia di taman gak mau ikut makan" Jawab Nesya.


"Loh kenapa ? tumben banget" ucap Candra.


"Ga tau deh, tadi juga di kelas dia ga fokus sama pelajaran sama sekali gue aja yang kembarannya bingung".


Abian berpikir tentang kejadian tadi pagi, "Apa Nasya liat si Arsen bareng sama Keisha ya?" gumam Abian dalam hati.


Verrel menoleh ke arah Abian dan mengejutkan Abian.


Abian pun dengan cepat berlari ke tempat pembelian ice cream dan segera pergi ketaman untuk menemui Nasya lebih tepatnya menemani.


Saat berada di taman, Abian menutupi mata Nasya menggunakan tangannya.


Nasya memegang lengan Abian, "Ih siapa sih".


Nasya menyingkirkan lengan Abian dari depan matanya dan segera menoleh ke belakang, "Aihh ka Abian dikira mah siapa".


"Untuk lo biar ga galau terus" Abian memberikan ice cream cornetto pada Nasya.


"Gomawo kak" ucap Nasya yang menerima ice cream tersebut.


'"Hah? gak mau?" goda Abian.


"Ih apa sih, maksudnya tuh makasih kak" jelas Nasya.


"Hehe iya aku ngerti kok".


"Cie aku hehe".


Abian salah tingkah, "Eh main basket yuk biar lo ga bosen-bosen amat".


"Gue kan pake rok kak".


"Ya gapapa".


Akhirnya mereka pergi kelapangan basket untuk bermain bersama, Nasya tidak terlalu ahli untuk bermain basket tetapi setidaknya ia bisa memainkannya.


Tiba-tiba Nasya tersandung kaki Abian ketika ingin merebut bola dan mereka berdua jatuh bersamaan hingga bertatapan.


Masih dalam kondisi bertatapan dan tiduran, Elang serta Verrel datang ke lapangan basket yang berkeinginan juga untuk bermain basket.


"Ekheemm... main basketnya ampe tiduran begituu, mata nya jangan tatapan mulu tar ada setan lewat bahaya loh" ledek Verrel.


Akhirnya mereka berdua bangun, "Berisik lo Rel" ucap Abian.


"Kak Abian, gue ke kelas dulu yaa" ucap Nasya.


"Tunggu gue di basement yaa" ucap Abian.


Nasya tersenyum dan langsung berjalan menuju kelasnya, ia sengaja pergi ke kelas duluan karena ia malu dengan Verrel dan Elang.


Ia pun masuk ke kelasnya dan tanpa ia sadari bahwa ia masih dalam kondisi senyum-senyum seperti orang yang habis mendapatkan jackpot.

__ADS_1


"Nasyaa, lo abis kesambet apa sih ? dari taman langsung senyum-senyum" ucap Alice.


Nasya menghiraukan perkataan Alice dan ia duduk masih dalam kondisi tersenyum sambil memainkan gadgetnya.


Arsen pun yang duduk disebelahnya merasa aneh dengan sikap Nasya yang habis dari taman malah senyum-senyum tidak jelas.


"Sya, lo kenapa siih?" Nesya menepuk bahu Nasya hingga ia langsung terkejut.


"Gue gak kenapa-kenapa, emangnya kenapa sih?".


"Wah bener nih anak lagi di alam bawah sadar nya" sahut Clara.


"Emang gue kenapa sih? perasaan ga kenapa-kenapa deh".


"Lo senyum-senyum ga jelas pas masuk ke kelas, lo kemasukkan hantu yang ada di taman ya" ucap Nesya.


"Enak aja lo kalo ngomong, kalian tuh yang kenapa gue sedih salah dan sekarang gue happy juga salah".


"Bukannya salah Sya, tapi aneh tiba-tiba senyum-senyum gak jelas" sahut Chris.


"Gue gapapa kok, cuma happy aja abis dari taman".


"Ketemu hantu cogan yaa? soalnya rumor yang beredar disini tuh ada hantu cogan tau" ucap Clara.


"Clara bisa ya sih lo ga percaya sama rumor begituan, mana ada hantu cogan" balas Nesya dan Alice.


"Iya gue ketemu hantu cogan" sahut Nasya.


Tiba-tiba suasana menjadi serius dan semuanya menatap Nasya dengan tatapan penasaran termasuk Arsen.


"Terus-terus lo diapain sama hantu cogan itu?" tanya Clara yang semakin penasaran.


"Dia ngajak gue main basket tadi dan seru lah pokoknya mah" jelas Nasya.


"Hah? Seriusan lo? wahh sejak kapan lo bisa ngeliat hantu Sya?" tanya kembarannya.


"Sejak tadi" jawab Nasya dengan santainya.


"Nasya gue saranin kalo mau ketaman ajak Nesya atau gue aja yaa, it's Danger for you" ucap Christian.


"Lebayy luu, santai aja kali. oh iya nanti gue pulang bareng ka Abian tapi nunggu dia dulu".


"Kok lo yang nunggu?" tanya Arsen.


"Dia ada jam tambahan, lo juga nunggu Keisha kan" jawab Nasya.


"Enggak, gue mau jemput adik gue" ucap Arsen.


"Berarti nanti kita duluan aja nih kerumah ?" tanya Nesya.


"Iya duluan aja, lagi pula kan lo juga tuan rumahnya gimana si Necaaa" jawab Nasya.


"Hehe iya ya, btw gue penasaran deh sama hantu cogannya" ucap Nesya.


"Penasaran? gue telpon yaa" ucap Nasya.


"Lo punya nomer hantu cogan itu? wah daebakk" sahut Alice


Nasya mencari kontak Whatsapp nya Abian dan segera menelponnya tetapi ia tidak mengloud speaker sampai di angkat oleh Abian.


Tak perlu menunggu lama, Abian mengangkat telpon nya tersebut dan Nasya segera mengloud speaker.


*On Call*


**Abian **: Hello Sya kenapa? tumben telpon.


Teman-temannya kaget ternyata yang dimaksud adalah Abian kakak kelasnya sendiri.


**Nasya **: Ohh jadii ka Abian itu hantu cogan.


**Abian **: Maksudnya? kok rame banget.


**Nasya **: Eh maaf kak soalnya temen-temen gue pada ribet nanya terus dan bilang gue kesambet.


**Abian **: Ya ampun Nasya-Nasya.


**Nasya **: Emang kakak kan hantu cogan ya, yang tiba-tiba dateng di belakang gue.


**Abian **: Iya abisnya sendirian aja sih.


**Nasya **: "Ohhh jadii ka Abian udah ada kemajuan nih sama Nasyaa" ucap Alice.


**Abian **: Itu pasti si Alice ya, udah dulu ya ada guru soalnya.


**Nasya **: Eh maaf kak ganggu.


**Abian **: Santai aja, tunggu gue ya nanti.


**Nasya **: Siap kak.


*End Call*


Setelah mematikan telpon Abian, semua teman-temannya tertawa dan tak lama kemudian guru pun masuk ke dalam kelas.


***


Bel pulang sekolah telah tiba, teman-teman Nasya serta kembarannya sudah pulang duluan sedangkan Nasya menunggu Abian di depan kelas Abian.


Nasya yang asik bermain gadget nya sambil duduk sendirian dan menatap area lapangan futsal, menit ke menit pun berlalu dengan sangat cepat.


Tak lama kemudian, Abian beserta teman-temannya keluar kelas dan melihat Nasya langsung saja mereka hampiri.


"Hei sendirian aja nanti kesambet hantu cogan loh" goda Abian.


Nasya memukul pelan pundak Abian, "Ih rese! lo kan hantu cogannya, terbukti yang tiba-tiba muncul disini".


"Eitss, tapi ngangenin kan?".


"Pulang yuk" ajak Nasya.


"Ciee salting ciee" ledek Abian yang mencolek pipi Nasya.


Verrel hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua yang sudah tidak canggung lagi.


Akhirnya Abian dan Nasya pulang duluan, sedangkan Verrel beserta yang lainnya masih disekolah untuk latihan futsal.


Saat di dalam perjalanan menuju rumah Nasya, Abian malah berbelok ke suatu toko yaitu toko boneka.


"Lo mau beli boneka ka?" tanya Nasya.


"Iya, ikut yuk ke dalem" jawab Abian.


Nasya langsung tertuju ke boneka yang sangat ia sukai, ia berniat membeli boneka tersebut namun ia tidak membawa uang lebih.


Abian menghampiri Nasya yang sedang berada diantara rak boneka Panda dan Unicorn.


"Lo suka sama bonekanya?" Tanya Abian.


"Suka banget, tapi gue gak bawa uang lebih. ya paling nanti gue balik lagi untuk beli 2 boneka ini".


"Oh gitu, oh iya lo bisa pilihin boneka untuk adik gue gak? dia bilang sih mau unicorn" ucap Abian.


Saat Nasya sedang memilih boneka unicorn untuk adiknya, ia mengambil 1 boneka unicorn berwarna pink soft dan 1 boneka panda dan segera ia pergi ke kasir untuk membayarnya.


Nasya sudah mendapatkan boneka unicorn untuk adiknya Abian yang berwarna blue soft dan berwarna yellow soft, segera ia hampiri Abian yang berada di kasir.


"Loh lo beli boneka buat siapa? ini kan yang buat adik lo kak" ucap Nasya.


Abian mengambil 2 boneka yang berada di tangan Nasya dan segera ia bayarkan, dan ia memberikan 2 totebag kepada Nasya. "Ini untuk lo".


"Seriously? thank you kak. nanti gue ganti ya dirumah".


"Ga perlu diganti, itu beneran untuk lo kok".


"Thank you kak Abian" Nasya tersenyum.


Abian tidak bisa melihat senyum Nasya yang sangat manis itu, akhirnya ia menuju mobil dan di ikuti oleh Nasya.


Mereka segera menuju rumahnya karena sudah sangat sore, tetapi saat di perjalanan ada 1 mobil yang mengikuti mobilnya Abian.


Mobil tersebut pun menghadang jalan mereka, ya tepat berhenti di depan mobilnya. Nasya mengenali plat nomer tersebut yang ia tahu itu adalah milik David mantan pacarnya.


Abian berniat untuk keluar mobil, lagi-lagi Nasya menahannya. "Jangan kak please, dia itu David mantan aku di Aussie".


"Terus kenapa dia berenti di depan mobil kita? orang kaya gitu harus di kasih pelajaran Sya".


"Gue gak mau lo terluka kak, mending kita lanjut jalan aja ya".


Saat Abian ingin melanjutkan perjalanan, David turun dari mobilnya dan menghampiri mobil Abian.


Ia menggendor bahkan teriak-teriak gak jelas di depan mobil Abian, Abian yang sudah tidak tahan lagi akhirnya ia keluar untuk menemui David.


"What's wrong bro?" tanya Abian baik-baik.


David tidak menjawab pertanyaan Abian, namun ia langsung menonjok Abian tepat di pipi Abian.


Abian pun membalasnya, "You crazy".


Nasya tidak bisa melihat Abian yang terus-terusan di pukuli oleh David, akhirnya ia keluar dari mobil untuk menghentikan semuanya.


"Stopped David!!".


David menunjuk Abian, "You're new boyfriend?".


"None of your business! it's better now you go!".


"This includes my business because you are mine".


"What did you say? I am yours? that was before you hurt my heart and before I realized you were the worst guy ever in my life!!".


David ingin menonjok Nasya tetapi Abian menghalanginya , "You're not gentleman! If you dare to hit Nasya, that means you are dealing with me".


David pun memukul Abian dengan keras bahkan ia menendang perut Abian, Abian terus membalasnya karena ia tidak suka melihat lelaki yang berani dengan perempuan.


Abian sudah sangat banyak memiliki memar akibat pukulan David, Nasya merasa tidak kuat melihat Abian yang terus di pukuli akhirnya ia berusaha menghentikannya lagi.

__ADS_1


"Stop now or report it to the police station".


Akhirnya David pergi karena ia sangat takut dengan polisi, Abian duduk di trotoar menahan rasa sakit di perutnya dan di sekitar wajahnya.


"I'm sorry kak, ini semua karena gue" Nasya meneteskan air matanya.


Abian memutarkan badannya menghadap Nasya kemudian ia memegang wajah Nasya, Hei, ini bukan karna lo kok. cowok kayak gitu emang harus diberi pelajaran Sya".


"Tapi lo jadi terluka kayak gini kak, gue gak mau orang yang di dekat gue terluka cuma karena masa lalu gue yang bad".


"Gue rela terluka asal bukan lo yang terluka, udah ya jangan nangis".


"Kakak tunggu disini dulu, gue mau ke apotek dulu".


Abian pun menuruti perkataan Nasya, Nasya berlari menuju Apotek terdeket untuk membeli alkohol pereda memar dan kapas.


Tak lama kemudian, Nasya kembali dan segera mengobati Abian. Ia mengobati Abian dengan perlahan agar tidak terlalu sakit.


Setelah selesai mengobati, Abian memegang tangan Nasya. "Makasih Sya" Abian tersenyum.


"Harus nya gue yang makasih ke lo, bisa nyetir gak? kalo masih sakit gue aja yang bawa mobilnya".


"Bisa kok, boleh minta tolong gak?".


"Boleh banget, apa kak?".


"Anterin gue sampe ke pintu mobilnya dong perutnya sakit banget".


Nasya pun merangkul Abian hingga ke pintu mobilnya dan ia berniat mengajak Abian ke rumah sakit tetapi Abian menolaknya karena ia tidak mau terlihat lemah di depan orang yang ia sukai.


Sedangkan dirumah Nasya Nesya, sudah sangat ramai karena tanpa di duga oleh tuan rumah yaitu Nesya.


Arsen hadir bersama Saga,Dirgam,Elang,Verrel,Clara dan juga Alice sedangkan Christian sudah ada dirumah Nesya sejak pulang sekolah.


Nesya membuatkan cupcake buatannya untuk mereka semua dan membuatkan minuman spesial untuk teman-temannya tersebut.


Setelah selesai buat makanan serta minuman, Nesya menyediakannya untuk semua. Teman-temannya dengan cepat memakan kue buatan Nesya yang sangat lezat.


Tak lama kemudian, Mami Nesya menelpon dirinya.


*On Call*


**Mami **: Halo nak


**Nesya **: Iya mi ada apa?


**Mami **: Kamu sudah dirumah kan ? Chris malam ini suruh menginap ya untuk menemani kamu


**Nesya **: Iya mi, oh iya disini juga ada temen-temen Nesya yang lain . gapapa kan?


**Mami **: Gapapa kok sayang, Nasya kemana? kok handphone nya gak aktif ya


**Nesya **: Mungkin low mi, dia pulang sama ka Abian, Neca juga belum dapet kabar sih


**Mami **: Ya sudah, jaga diri kalian baik-baik ya. oh iya titipkan salam mami dan papa sama semuanya terutama Abian yang mengantar jemput Nasya.


**Nesya **: Siap Mi, mami kapan pulang?


**Mami **: Besok malam mami pulang kok


**Nesya **: *Oke.


*End Call*


Saat mematikan telponnya, Nesya menyampaikan pesan kepada semua teman-temannya.


"Ini si Abian bawa Nasya kemana sih" ucap Verrel.


Akhirnya Verrel mencoba menghubungi Abian namun tidak di angkat sama sekali, alhasil mereka semua hanya menunggu kehadiran Nasya serta Abian.


"Sen, gimana sama Keisha?" tanya Elang.


"Gak gimana-gimana".


"Kapan nembak? gantungin dia doang lo jir" sahut Verrel.


"Belum saatnya kak".


"Eh iyaa, lo kenapa dari awal gak jujur aja sih sama si Nasya? kenapa pas ada ka Keisha nya dan dia yang tau sendiri" ucap Nesya.


"Gue gak mau bikin dia sakit hati" jawab Arsen.


"Dengan cara lo kaya gini malah bikin dia kecewa Sen, lo salah banget sumpah" sahut Alice,Clara dan Nesya.


"Wih jangan nyerang juga dong, awalnya gue emang suka sama Nasya tapi saat Keisha Vidcall gue dan gue baru inget bahwa gue masih harus jaga hati" jelas Arsen.


"Udah biarin aja, sekarang mah gini aja Sen. lo jangan cemburu kalo Nasya jalan sama Abian" ucap Verrel.


"Gue ga cemburu".


Saat mereka sedang asik-asik nya mengobrol, membahas segala hal yang sangat mengasikkan. Abian dan Nasya baru datang tetapi dengan kondisi Abian yang babak belur.


Saat masuk kedalam rumah, semua teman-temannya terkejut dengan banyaknya memar di wajah Abian dan mereka menyuruh Abian duduk.


Nasya dengan cepat ke atas untuk bersih-bersih serta berganti pakaian dan saat sudah selesai ia tak lupa membawakan Abian obat merah untuk mengobati nya lagi.


Verrel dan Elang terlihat panik melihat temannya itu babak belur entah abis berantem dengan siapa mereka tak ada yang tahu.


"Lo sama Nasya abis dari mana sih? terus muka lo kenapa kayak gini?" tanya Verrel.


"Tadi ada David mantannya Nasya yang ngehadang kita terus dia mukul gue, eh pas Nasya nyuruh kita berenti ga lama dia hampir mau nonjok Nasya tapi gue halangi karena gue gak mau ngeliat dia terluka" jawab Abian.


"Aturan lo gausah keluar mobil kak, David emang gila dan bener-bener badboy" sahut Nesya.


"Nasya juga udah nahan gue biar ga keluar mobil, dia juga bilang gak mau liat gue terluka karena masa lalunya tapi gue yang kekeh untuk ngasih pelajaran ke David" jelas Abian.


"Ya ampun, kalian so sweet banget sih" ucap Clara.


Tak lama kemudian, Nasya turun namun ia tidak langsung menghampiri Abian melainkan pergi ke dapur.


Ia pun segera menghampiri Abian dengan membawakannya minuman spesial serta obat-obatan untuk mengobati luka yang ada di Abian.


Nasya duduk di samping Abian dan memberikan minuman yang sudah ia buatkan dengan sangat cepat namun sangat spesial.


"Thanks Sya" Abian pun tersenyum.


Nasya tersenyum sambil mengobati luka yang belum sempat di berikan obat merahnya itu, Abian memegang tangan Nasya karena ia merasa sakit.


"Sorry kak sakit ya".


Abian tidak menjawabnya ia tersenyum dan tetap memegangi tangan Nasya lalu ia berkata, "Terima kasih telah mewarnai hari-hari ku".


"Wahh Abian abis di tonjok otaknya jadi miring nih anak, sejak kapan lo bucin" ledek Verrel.


Abian menyikut Verrel pelan, "Diam lo".


"Ka Abian , makasih ya lo udah ngelindungin kembaran gue" ucap Nesya.


"Iya sama-sama, Btw kalian itu beda berapa menit sih lahirnya?" tanya Abian.


"Beda 10 menit doang kak, Gue yang lahir duluan abis itu baru tuh si Nasya" jawab Nesya.


"Oh pantes" sahut Saga.


"Kenapa emangnya, Ga?" tanya Nasya.


"Gapapa, si Nesya tuh lebih banyak ngomong aja gitu" jawab Saga.


"Gak ngaruh yaa tolong, karakter kita emang bertolak belakang gitu tapi kita juga punya kesamaan" jelas Nesya.


"Apa?" sahut Arsen yang tiba-tiba penasaran.


"Ga suka sama cowok yang ga jujur dari awal, kalo udah kecewa sama orang pasti akan lama sembuhnya tapi bakal cepet kalo ada pengobat kecewanya dan kalo badmood terus diganggu udah deh bisa mati tuh orang".


"Waduhh galak benerr sampe mati gitu" goda Elang.


"Maksudnya tuh mati kata gitu, karena bakal kita marahin terus menerus sampe orang itu diem" sahut Nasya.


"Ya ampun kirain mah bakal di bunuh" balas Verrel.


"Christian nginep disini?" tanya Elang.


"Iya kak disuruh Om Rey dan Tante Nayla" jawab Chris.


Mereka pun melanjutkan obrolannya hingga larut malam.


Dan pada akhirnya mereka semua bermalam dirumah Nasya Nesya karena orang tua kembar juga tidak mengizinkan teman-teman putri kembarnya itu pulang tengah malam.


Clara dan Alice tidur bersama Nasya Nesya sedangkan yang cowok-cowok tidur di ruang tamu bawah untuk menjaga semua wanita yang ada dirumah itu.


Sebelum tidur, Cewek-cewek memberikan selimut untuk cowok-cowok karena mereka hanya tidur di Sofa dan ada juga yang tidur di bawah.


Setelah itu mereka semua pun tertidur.


***


**Abian semakin so sweet dengan Nasya?


Terus Arsen benar-benar sudah move on?


Kabar Rangga gimana yaa?


Mereka semua nginap dirumah Twins? terus besok sekolahnya gimana?


Apakah Elang beneran punya perasaan terhadap Nesya?


Penasaran?


Simak terus part-part selanjutnya karena semakin banyak konflik serta kisah cinta yang rumit.


Kalau kalian suka sama cerita ini, silahkan di Love dan di Vote yaa , boleh di komen juga kalau ada kritik atau saran.


jangan lupa untuk follow author hehešŸ˜‚


Enjoy This Story and Happy Readingā¤**

__ADS_1


__ADS_2