
Di lorong sekolah Hana dan Ichigo sedang berjalan menuju kelas, setelah selesai menjalan kan perintah dari guru bahasa.
" Heyyyyy Hana..... " Seseorang memanggilnya.
" Heyyyy juga,, senior Karin. Ada apa memanggil sambil teriak begitu " Jawab Hana.
" Hahhh,,, masa kau lupa hari ini ada apa? Jangan-jangan emang kamu lupa nya itu sebabnya kamu terlambat? Sampai-sampai aku harus mencari mu begini haduh "
" Heeee? Apa ya? " Hana berfikir keras mengingat jadwalnya hari ini.
" Aduh kamu ini Hana, hari ini kan kita kedatangan Kaka senior sekolah kita yang sudah kuliah di Universitas kedokteran untuk membahas apa saja yang harus kita siapkan sedari dini jika ingin menjadi tenaga medis,kamu ingat?" Jawab senior Karin dengan jelas.
" Ahhhh iya...! Astaga aku lupa aduh, kalau begitu Ichigo kau kembalilah ke kelas duluan, aku harus pergi berkumpul dengan kelompok ku hari ini "
" Baiklah Hana, aku permisi senior " Menunduk sopan dan berlalu pergi sendiri menuju kelas.
" Iya silahkan " Jawab senior Karin.
__ADS_1
" Hey Hana,,,, aku dengar Ichigo sekarang sedang dekat dengan Lucas, apa itu benar? " Tanya sang senior.
" Ahhh,,, iya aku juga baru tahu. Semakin lama di perhatikan, Lucas seperti nya menyukai Ichigo " Jawab Hana.
" Hmmmmmm,,,,, lalu Ichigo nya? "
" Gak tahu tuh, dia bilang cuman teman"
" Ya,meskipun Ichigo bilang cuman teman. Tapi, yang di liat orang kan beda lagi, kamu tahu kan kalau Lucas itu lumayan populer di kalangam anak gadis sekolah kita "
" Ahhhh,,, senior benar "
" Iya,kalau itu aku sudah berusaha agar Ichigo lebih berhati-hati saat di dekati anak laki-laki "
" Hnnnn,,, syukur lah kalau begitu. Lalu apa Ichigo sudah bisa melindungi dirinya dari Anak-anak yang suka membully seperti Sun dang geng nya ? "
" Hah, kalau itu sedikit susah senior. Prinsip Ichigo terlalu kuat, dia masih memegang teguh pendirian nya. Ichigo tidak mau menjadi anak yang bermasalah, nakal apalagi menjadi seseorang yang pembohong, kalau dia nakal dan bermasalah begitu, Ichigo selalu berfikir tidak akan ada keluarga yang mau mengadopsi nya "
__ADS_1
" Hmmmmm,,, Ichigo seperti nya masih berharap ya ? "
" Ya,begitu lah senior. Dari dulu aku selalu berdoa dan berharap,kalau Ichigo mendapatkan sebuah keluarga yang benar-benar menginginkannya dan mengadopsi nya. Tapi,sampai kami tumbuh remaja bersama hingga saat ini. Ichigo masih belum mendapatkan sebuah keluarga yang mau mengadopsinya ."
" Hmmmmm,,,,, kenapa ya? Padahal dia itu sebenarnya anak yang lumayan pintar, kuat dan baik kan? Tapi, karna pendirian dan pola fikir nya yang seperti itu. Mau tidak mau Ichigo harus bisa menahan rasa sakit hatinya."
" Wahhhhhh,,, senior sudah seperti seorang psikolog ya ahhahaha "
" Hadeuh,,,, kau ini. Aku kan hanya memukakan pendapat saja. Eh ayo cepat nanti kita terlambat, malah ke asikan bahas Ichigo "
" Waduh iya jalan kita juga malah melambat hahaha "
Di tempat lain Ichigo berada.
Ichigo berjalan sendiri menuju ruang kelas nya, sembari pura-pura membaca buku yang di bawanya tadi.
Untuk menghilangkan hawa tatapan dingin karna banyak mata yang melihatnya dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Ya, yang Ichigo takutkan terjadi mereka sedang bergosip tentangnya.