
Meskipun sangat mudah untuk Lucas mengganti topik pembicaraan teman-temannya, namun gosip tentang nya dan Ichigo masih tercium di luar sana.
Dan Ichigo seorang gadis yang hanya mampu untuk diam, hanya bisa bersabar dan bersabar mendengar ocehan orang-orang di sekitarnya.
Yang Ichigo bisa fikirkan saat ini hanyalah cepat selesaikan sekolahnya dan kembali bekerja agar ia bisa menabung lebih banyak lagi.
Di taman belakang sekolah Ichigo berada saat ini.
Awan di atas langit yang sangat cerah pun menemaninya saat ini, mendukung sang gadis yang sekiranya bisa istirahat dalam penat dan melupakan sejenak masalahnya di sekolah.
" Hah, awan nya cerah sangat cantik dan indah. Kapan aku bisa menggapai nya ya? "
Mengulurkan tangannya ke atas.
" Awan itu seperti embun hanya bisa di lihat tak bisa di sentuh Ichigo "
Tanpa sadar Haru datang menghampirinya.
" Oh, ketua kelas sedang apa kau di sini? " Tanya Ichigo yang terkejut melihatnya.
" Haha kau terkejut? Maaf aku juga pusing seharian mengurus teman-teman di kelas kita Ichigo, jadi aku kemari untuk istirahat sebentar. Kau sudah makan? "
__ADS_1
" Ah, tidak aku tidak lapar hehe "
" Kau tidak lapar atau kau tidak bisa ke kantin? "
Tanya ketua kelas dengan nada intograsi.
" I-itu.... " Ichigo menggaruk pipinya yang tidak gatal.
" Kau ini kenapa harus takut Ichigo kau kan tidak salah, jangan dengarkan apa kata orang jika kau akan menderita seperti ini.
Kau sudah merasakan sedikit penderitaan kenapa kau harus tambah menderita, ibaratkan kau teriris pisau kenapa mereka malah menyuruh mu mengiris nya lagi ? Itu kan menyakitkan dasar "
Haru pun mengumpat karena kesal.
Dan aku hanya tidak mau kalau aku jadi gadis yang di cap nakal atau apa pun itu yang di katakan oleh mereka ." Ucap Ichigo.
" Aku hanya ingin kehidupan sekolah ku menyenangkan seperti kalian, berteman dengan siapa pun tanpa ada larangan yang mengikat, lalu belajar bersama tanpa harus di jauhi seperti ini.
Aku hanya ingin berteman dengan kalian dengan damai, memangnya aku menginginkan kehidupan yang seperti ini?
Aku juga ingin memiliki keluarga, aku juga ingin hanya main dan diam saja di rumah, menunggu seseorang yang aku sebut Ayah pulang.
__ADS_1
Atau, seorang Kaka yang mau mengajari ku banyak hal. Tapi aku tidak bisa menjadi apa yang aku inginkan.
Aku hanya bisa melakukan ini selama aku hidup Haru, aku juga bersyukur karena ada keluarga Hana yang mau menampungku sementara waktu ini.
Hanya mereka yang aku punya, dan hanya Hana yang mau bersama ku. Aku tidak mau membuat mereka kecewa karena masalah yang selalu datang pada ku, setidaknya aku harus menjadi seorang teman yang baik dan mampu memberikan kesan positif pada Hana "
Lanjut Ichigo sambil medongkak melihat langit si atas.
" Apa yang di katakan Ichigo itu, semua tentang isi hati nya? "
Batin Haru bicara, sembari memandang gadis yang ada di sebelahnya.
" Ah, maaf kan aku Haru. Aku bicara hal yang membosankan, maaf aku jadi banyak bicara padamu "
Ichigo tersenyum menahan tangis yang ia tahan sedari tadi.
" Tak masalah Ichigo, kau bisa datang mencari ku atau aku yang akan mencari mu jika kau sedang kesulitan kau mengerti? "
Haru tersenyum bagaikan mentari musim semi yang menghangatkan hati sang gadis, yang tengah bersedih dan meluapkan sebagian keluh kesah padanya.
Sama seperti arti dari Namanya Haru yang berarti Musim Semi πΈπΈ
__ADS_1
" Terimakasih Haru "
Ichigo tersenyum dengan aliran deras air matanya yang tak terbendung lagi, karna terlalu lama menggenang di pelupuk matanya.