
PEKERJAAN TAMBAHAN
Pekerjaan tambahan adalah hal yang di nanti Ichigo, karena jika banyak pekerjaan yang ia lakukan ia bisa menabung lebih banyak lagi untuk masa depan nya kelak.
Memang tak seberapa, namun seperti yang di katakan oleh peribahasa dikit dikit menjadi bukit benar kan.
Sesampai nya di toko yang di tuju, Ichigo mulai mengeluarkan sepeda yang biasa ia gunakan untuk mengantar kue sang pemilik toko.
" Permisi saya akan mengantar kue pelanggan hari ini "
" Oh kau Ichigo, ok nih kue nya antar yang benar nya dan hati-hati, pengantaran kue ini kali ini jalan nya cukup aduhai haha. Itu sebab nya kau di percaya mengantar nya " Ucap seorang kaka penjaga kasir.
" Huuuuuuft hahhhhhh ( Menarik nafas nya ) Ok siap Kak, aku pastikan kue ini aman hihi " Ichigo dengan penuh percaya diri.
" Wow sejak kapan kau jadi berani seperti ini Ichigo? Biasanya kau hampir menangis karna takut barang yang kau kirim kenapa napa hehe " Goda sang kasir.
" Oh benarkah? " Bernada bingung.
" Iya benar biasanya kau selalu gugup, saat bicara pun pada kami kau selalu canggung " Lanjut teman si penjaga kasir yang berada di sebelahnya.
" Oh begitu kah? " Masih bingung.
" Lah dia malah bingung sendiri haha, ya sudah pertahankan sifat mu yang sekarang Ichigo.
Kau pasti menemukan apa yang kau cari jika menjadi kau yang sekarang ini semangat ya..! " Ucapan semangat dari para penjaga toko untuk Ichigo.
" Ahhaha baik kak aku akan berusaha mempertahankan nya "
Sebenarnya ada apa ini? Kenapa semua orang bilang kalau sifat ku yang sekarang lumayan bagus untuk ku ya? Apa ini semua yang di kata kan Hana benar? Semua berkat Lucas? Ah entahlah yang penting sekarang fokus mengantar pesanan ini dulu yoshhhhh ganbatte
Batin Ichigo yang sedang positif.
Ichigo mulai menaiki sepedah nya perlahan menuju rumah yang berada lumayan jauh dari toko.
Sesaat di perjalanan Ichigo mulai kelelahan karna harus mengkayuh sepedah di jalanan setapak yang lumayan agak besar berbatu nan berkelok kelok, namun ia harus tetap berhati-hati karna membawa kue yang rentan hancur.
" Alamakkk aduhai sekali ini jalan, benar apa yang di katakan kaka penjaga toko kalau begini caranya aku benar-benar takut. Jangan sampai kue nya rusak " Ichigo mulai ketakutan.
" Pinnnn pinnnnnn " Suara klakson sebuah mobil mewah yang melaju di belakang Ichigo.
" Oh ada mobil " Ichigo merapatkan ke pinggir seluruh badan sepedah nya agar tidak terserempet.
Mobil itu pun melaju kembali di depan sang gadis.
" Wahhhh bagus sekali mobil nya, huffft coba kalau pakai mobil atau motor ya. Mungkin akan lebih cepat sampai, hmmmm apa yang aku fikir kan sih. Aku harus cepat ini sudah sangat sore, jangan sampai pelanggan Bibi kecewa dan aku tidak di bayar "
Ichigo menggelengkan kepalanya dengan sangat keras agar cepat sadar dari lamunan nya dan mulai melanjutkan perjalanan nya.
__ADS_1
" Hah hah hahhhhhhh, aduh gusti meuni tega teh teuing ieu jalan ( Duh ya tuhan tega amat jalan teh ) "
Setelah perjuangan yang sangat melelahkan akhirnya Ichigo sampai di sebuah rumah yang lumayan cukup besar bagi nya.
" Hmmmm ini benar alamat nya, ok saat nya masuk dan cepat berikan pesanan nya "
" Maaf kau siapa ? " Penjaga rumah besar itu bertanya pada Ichigo.
" Oh maaf Paman, ini ada kiriman pesanan kue dari Rainbow cake bakery untuk pelanggan di alamat ini apa benar? "
Penjaga itu membaca alamat yang di bawa Ichigo dengan teliti.
" Oh iya benar nak silahkan masuk kalau begitu, nanti di sana akan ada pembantu yang akan menyambut mu berikan saja pada nya kau mengerti"
" Oh baik Paman terimakasih dan permisi "
Ichigo berjalan menuju pintu sang pelanggan.
Tingggg....... Tongggggg.....
Tak lama kemudian ada seseorang yang membuka pintu.
" Ya siapa ? "
" Permisi saya mengirim pesanan dari rainbow cake bakery untuk anda "
" Ya baiklah saya tunggu di sini "
Wahhhh besar nya rumah ini, tapi punya siapa ya? Setahu ku kalau tidak salah di sini hanya tempat para orang kaya bersantai saat libur.
Batin Ichigo terkagum melihat ke indahan yang di sajikan oleh rumah ini.
" Oh kau sedang apa di sini? Apa kau merindukan ku "
Ichigo mendengar suara yang sangat familiar lalu menengok ke sumber suara.
" Loh Lucas...! Kenapa kau ada di sini? "
" Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau ada di sini? "
" Ah aku sedang mengirim kan pesanan dari pemilik rumah ini "
" Pesanan? Pesanan apa? "
" Ku-kue "
" Kue? " Lucas berfikir.
__ADS_1
Oh apa kue ulang tahun untuk ku ya?
" Apa kau tahu kue apa itu? " Lucas bertanya.
" Hmmmmmm kalau tidak salah kue ulang tahun, memang kenapa? "
" Hmmmm ternyata benar, padahal aku bukan lagi anak kecil dasar Kakek...! "
Gerutu Lucas.
" Tu-tunggu dulu...! Kue, ulang tahun? Kakek? Ap-apa ini rumah mu? " Tanya Ichigo tercengang.
" Iya sebenarnya ini rumah ku, dan kue itu seperti nya kue ulang tahun yang di pesan Kakek untuk ku hari ini hahaha "
" A-apaaaaaa? Ma-maaf aku tidak tahu "
" Hehhh Kenapa kau minta maaf gadis strawberry? Tak perlu begitu, lagi pula hanya kau saja yang tahu. Aku juga tidak pernah membawa orang lain selain teman-teman basket ku itu sedikit merepotkan"
" Bu-bukan itu maksud ku, kau hari ini ulang tahun aku tidak tahu...! "
" Oh hahaha tak masalah lagi pula aku bukan bocah yang harus di rayakan ulang tahun nya kan "
" Ya tapi tetap saja aku tidak tahu, lagi pula masih banyak yang ingin hari kelahiran nya di raya kan meskipun sederhana. Apa lagi Kakek mu memesan kue yang sangat enak untuk mu. "
" Hmmmm begitu kah, kalau begitu kau harus memberi ku hadiah bagaimana? "
" Te-tentu saja boleh kau mau apa? "
" Tidak mau apa-apa, hanya saja..... Apa kau mau mendukung ku di pertandingan besok? "
" Besok aku harus mengantar pesanan lagi "
" Tidak masalah kau bisa datang setelah mengantar pesanan nya, bagaimana kau mau? "
" Apa hanya itu? "
" Yap hanya itu "
" Baiklah aku akan berusaha agar tepat waktu ke pertandingan mu "
" Baiklah aku tunggu kedatangan mu ya" Mengelus kepala Ichigo.
" Oh tuan muda anda sudah pulang? "
" Oh kau Bik, iya baru sampai "
" Maaf nak ini uang ya "
__ADS_1
Apa....Tu-tuan mudaaaaaaa? Jadi Lucas orang kaya? Tetap saja seharusnya aku tidak boleh terlalu dekat dengan nya ..