luka di balik hubungan

luka di balik hubungan
part 11


__ADS_3

selamat membaca


Di mansion Kayla.


Setelah sampai di mansion nya keyla langsung masuk ke kamar mengganti baju dan mengambil kunci mobilnya.lalu kembali ke ruang utama yang ada black,Jack, dan Aqhila.


"Gue pergi dulu.gue akan pulang beberapa hari lagi."ucap keyla.


"Mau kemana sih key?Lo kan baru pulang dari rumah sakit."ucap Aqhila.


"Gue baik baik saja. jack jangan lupa tugas Lo."ucap keyla.


Lalu pergi ntah kemana Tampa menunggu jawaban dari semua orang yang di sana.


"Tugas apa Jack?."tanya black


"seperti biasa." Balas jack.


"Apa cuma gue yang ngerasa kalau Keyla sangat misterius?"guman Aqhila tapi masih bisa di dengar oleh black dan Jack.


"Entahlah tapi yang gue tau dari pertama


Gue di samping keyla hingga saat ini,Keyla nggak segan-segan untuk menyiksa orang orang yang berani mengusiknya."ucap black dan di angguki oleh Jack.


Tanpa mereka sadari Aqhila tertegun dan langsung pucat pasi mendengar itu.


*****


Terlihat Riski yang seorang diri baru datang dan berjalan di koridor sekolah , banyak yang memperhatikannya tetapi ia seolah tak perduli.setelah sampai di kelasnya Riski langsung di sambut dengan banyak pertanyaan oleh teman-temannya.


" tumben Lo datangnya kesiangan, biasanya kan lo datangnya pagi kalau nggak ya bareng kita."tanya Felix yang heran melihat Riski yang sampai di sekolah tepat sebelum bel berbunyi.


"Itu gue nunggu jemputan keyla dulu tadi."jelas Riski.


"Jemput?. maksudnya keyla udah boleh pulang?"tanya Alex.


"Keyla udah baikan,jadi sudah di bolehin pulang."jawab Riski.


Semuanya hanya menggangguk ngangguk kepalan mereka sebagai jawaban mereka.


*****


Sore hari yang cerah terlihat seorang gadis sedang menikmati sanset di taman belakang rumah mewah dengan suasana yang sangat tenang.


"Sayang, ini cokelat hangat kesukaan kamu."ucap seorang wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik.


"Terimakasih Bunda."balas gadis itu.


"Berapa lama kamu akan disini sayang?"tanya wanita yang di panggil bunda.


"Nggak pasti Bun."balas gadis itu.


"Sayang,kalau lagi ada masalah cerita dong sama bunda jangan di pendam sendiri."ucapan wanita itu.


"Aku rasa ini adalah kunjungan terakhir di rumah ini Bun."ucap gadis itu terlihat sedih.


"Jangan bicara seperti itu nak.katakan apa yang sedang terjadi?."ucap bunda.


dengan tatapan sendu di mata nya.


"Aku rasa akan di uji ntah itu dengan penghianatan,tidak ada nya kepercayaan, keirian,dan janji yang menyakitkan bun.ntah mereka yang akan pergi meninggalkan aku atau aku yang akan pergi meninggalkan mereka untuk selamanya atau akan kembali dalam waktu yang lama tapi dengan sosok yang berbeda. Aku harus bagaimana Bun."jelas gadis itu sambil menatap lurus ke depan dengan raut wajah sedih tapi ada keseriusan dan kesedihan yang tersirat dalam setiap kata yang di ucapkannya.


"Sayang jangan bicara seperti itu.kita harus percaya dengan apa yang di takdirkan tuhan untuk kita.tidak ada yang tau seperti apa kehidupan kita kedepannya."wanita paruh baya itu menenangkan gadis di depan nya.


Gadis itu tiba-tiba memeluk wanita paruh baya itu.pertahanan yang selama ini iya bangunan runtuh seketika di depan wanita paruh baya ini.


"Jika suatu hari aku pergi maka aku minta maaf karena Belum bisa menjadi anak yang baik dan belum bisa membahagiakan bunda."ucap gadis itu sambil menagis.


"Tidak sayang kamu sudah menjadi anak yang sangat baik nak. Bisa ngelihat kamu bunda udah bahagia sayang. "ucap wanita paruh baya itu sembil terus mengelus rambut gadis itu dengan lembut.


*****


Pagi hari yang cerah memaksa penduduk bumi untuk bangun dan kembali ke rutinitas mereka masing-masing.


"Masak apa Bun?"tanya gadis itu.


"udah bangung sayang?.masak Nasi goreng kesukaan kamu sayang."balas wanita yang di panggil bunda.


"Aku udah nggak sabar nih Bun pasti enak banget deh."ucap gadis itu sangat sambil senyum.

__ADS_1


"Nah ini udah matang. Kamu cobain deh "balas bunda sambil berjalan membawa nasi goreng ke meja makan .


Ting tong


Ting tong


"Bibi aja yang bukain"ucap bibi yang agak sedikit berlari.


"Enak nggak sayang?"tanya bunda.


"Enak dong bun.rasa nya nggak pernah berubah s......"ucap gadis itu terpotong oleh suara Brito.


"Wah lagi ada acara apa ini.seperti keajaiban bisa ketemu anak nakal di sini."ucap pria yang sudah tua tapi Masih terlihat gagah dan berwibawa.


Seketika gadis itu menegang mendengar suara yang ia kenal.


"Ayah. Kok nggak ngasi tau mau datang?"ucap bunda mencairkan suasana.


"Emangnya harus minta izin dulu kalau mau ke rumah anak sendiri?.lagian kalau di kasih tau nggak bakal bisa ketemu sama anak nakla ini."ucap pria tua itu terjadi kesal pada anak nya.


"Hai kakek.apa kabar?.udah lama nggak ketemu."basa basi gadis itu.


"Kabar kakek baik.karena kamu selalu menghindari kakek itu sebab nya kita lama nggak ketemu."skak mat dari kakek.


Gadis itu hanya terkekeh mendengar ucapan pria yang ia panggil kakek itu.


"Kita sarapan dulu.setelah itu kita ngobrol."bunda mengalihkan pembicaraan karena melihat sedikit ekspresi gadis itu yang tidak bisa dia jelaskan.


Setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka duduk di taman belakang rumah mewah itu dengan pemandangan yang indah.


"Ayah kesini pasti ada sesuatu." Ucap bunda mengejek kakek tua itu


"Kakek dengar kau baru pulang dari rumah sakit.apa itu benar?"ucap pria yang gadis itu panggil dengan sebutan kakek.


"Iya itu benar."balasnya jujur.


"pulanglah nak.kakek sangat tidak suka mendengar kau terluka.untuk apa kau bertahan di tengah orang2 yang tidak menghargaimu. Lagipula kau adalah pewaris kerajaan bisnis keluarga Smith."jelas kakek.


"Benar kata kakek sayang.sudah waktunya kau pulang sudah cukup kau terluka di luar sana sayang."ucapan wanita paruh baya itu tersirat sebuah perhatian di setiap katanya.


"Belum saat nya kek,Bun.aku masih ingin hidup dengan cara ku sendiri. Dan masih ada orang yang kebahagiaannya harus aku perjuangkan kek."jelas agea.


" beri aku satu kesempatan lagi kek.


Jika nanti aku terluka lagi maka aku dengan suka Rela untuk pulang dan mengurus perusahaan keluarga kita."ucap gadis itu berjanji.


"Baik lah satu kesempatan jika kau terluka maka kau harus kembali dan mengurus perusahaan sebagai CEO di perusahaan pusat."ucap kakek.


"Jangang CEO kek."gadis itu memelas.karena jika nanti dia menjadi CEO maka dia akan sangat sibuk terus berkelut dengan dokumen yang membosankan.


"Jika kau menolak,Maka Jangan pernah bermimpi akan bisa keluar dari rumah ini."ucap kakek mulai sedikit kesal.


"Ok.aku akan kembali sebagai CEO."ucap


Gadis itu pasrah.


Setelah lama mengobrol gadis itu pun Pamit karena mendapat telpon.


*****


saat melalui sebuah tempat dengan cahaya redup Terlihat seperti sebuah ruangan rahasia bahwa tanah terlihat banyak orang yang sedang mengotak Atik komputer mereka masing-masing.


Jika biasanya dia akan masuk ke sana Tapi saat ini ia lebih memilih untuk melewati dan masuk ke ruangan nya sendiri.


Cklek


"Katakan!"ucapa gadis itu.


"Ini semua list nya.


Kita harus mengirimkan orang untuk terjun ke lapangan.aku menunjuk mu karena kau bilang ingin terlibat di sebuah misi pertarungan."Refan menjelaskan pada gadis itu.


"Misi apa ini?"tanya gadis itu serius.


"Penculikan."balas Refan.


"Ok.kita berangkat setelah pekerjaan ku selesai."balas gadis itu.


"Tapi tim akan di turunkan besok sore."balas Refan.

__ADS_1


"kau siapkan 3 agen lagi.jika kita bergerak besok sama saja memberi tahu mereka tentang pergerakan kita."balas gadis itu.


"Apa kau serius 5 agen? misi ini tidak akan berhasil."tanya refan tidak yakin.


"Ber5 atau aku tidak akan memberikan informasi apapun."gadis itu sangat yakin.


"Ok ber5"pasrah refan.


45 menit kemudian.


Cklek


"Ini semua yang kau inginkan tadi."ucap gadis itu.


"Ini semua?"tanya refan agak ragu.


"Iya.semua yang ada di list dan informasi untuk misi kali ini."ucap gadis itu.


"What?.45menit?.jika aku yang mencari informasi ini akan memakan waktu 2 sampai 4 hari."teriak refan karena terlalu akseited.tapi gadis itu malah terlihat jengah melihat tingkah refan.


"5 menit sudah kumpul di ruang senjata.


Aku tunggu kalian disana"ucap gadis itu lalu pergi ke ruang senjata tanpa memperdulikan perkataan refan dan ekspresi refan.


Di ruang senjata terlihat seorang gadis sedang melihat-lihat senjata yang ada di sana.


"Sebuah kehormatan untuk saya seorang agen hebat mau berkunjung ke sini."ucap seorang agen pria.


"Sebuah kehormatan bagi saya mendapatkan sapaan dari seorang agen senior seperti anda."balas gadis itu dengan ekspresi datar.


"Kau ini sangat kejam dari ruang ku kesini saja sudah hampir 5 menit."refan memotong pembicaraan mereka dengan di ikuti oleh 3 orang agen di belakang nya dengan nafas ngos-ngosan.


Gadis itu menatap jam tangan nya sekilas.


"5 menit 30 detik.sepertinya kalian harus pensiun dini atau akan mati di Medan tempur."ucap agen cantik itu dengan sangat menusuk.


"Hahahaha.pemandangan yang langka seorang agen senior di tindas oleh agen junior? Agen perempuan, dan seorang gadis pula Hahaha"agen pria tadi mengejek teman-temannya itu.


"Apa kau ingin membuktikan pepatah *berhati-hatilah dengan lidah mu,terlalu banyak bicara akan membuat mu celaka*"ucap gadis itu tajam.


Seketika suasana di ruangan itu menjadi tegang.agen pria yang tertawa tadi menelan ludah nya dengan susah payah karena aura di sana seketika dingin mencekam.


"pilih senjata kalian.aku kepusat komando dulu.setelah mendapatkan senjata kalian tunggu aku di parkiran."perintah gadis itu dan di angguki oleh ke4 orang itu.lalu pergi dengan langkah yang cepat.


"Mengapa kau membangunkan singa yang sudah susah payah aku tidur kan selama ini?."tanya refan kepada pria yang tertawa tadi.


"Jangan pernah meremehkan gadis itu.karena kita Sama sama tau bagaimana bahayanya si mata elang darah dalam dunia IT dan cyber, lalu kau juga tau sudah berapa misi penyamaran yang dia selesaikan. belum ada yang tau apa lagi keahlian yang dia miliki."refan menatap pria tadi intens.


Di pusat komando.


"Tn.rod aku butuh dirimu untuk memonitor saat kami sedang melakukan misi penyelamatan."ucap gadis itu.


"Apa kau akan ikut andil dalam misi kali ini?"tn.rod.


"Iya.untuk itu aku butuh bantuan diri mu."gadis itu.


"Ini adalah misi pertama mu di bidang tempur. bagaimana kau begitu yakin denga hasil yang bahkan belum pernah kau duga nak."tanya tn.rod sambil menatap gadis itu dengan serius.


"Karena bukan hasil yang di duga untuk alasan sebuah usaha tn.rod.tak ada dugaan yang bisa di percaya sepenuhnya, meskipun itu dugaan kita sendiri."jawab gadis itu tanpa beban.


"Kenapa kau selalu bicara penuh dengan misteri?"tn.rod menatap gadis itu intens.


"Karena itu lah hidup,penuh dengan misteri ada yang menunggu untuk kita ungkap ke permukaan dan ada yang memilih untuk tetap menjadi misteri selamanya."jawab gadis itu santai.


"Ok fina.kau berhati-hatilah nak jika misi ini selesai maka pastikan kau kembali."balas tn.rod sembil mengantarkan gadis itu keparkiran.


"Jangan bicara seolah-olah aku akan mati tn.rod."jawab gadis itu mendengus pelan.


"Hidup penuh misteri nak tak ada yang tau tentang kematian." Balas tn.rod persis seperti yang gadis itu katakan.gadis itu merenggut.


"Untung aku menghormati mu seperti paman ku jika tidak aku akan menghabisi mu tn.rod.


Oh ya aku sudah membentuk tim Evakuasi sendiri jika nyawaku hagus."gadis itu naik ke mobil nya dan di ikuti oleh 4 orang lainnya.


"Kau terlalu banyak menyimpan misteri dan rahasia nak" tn.rod yang menatap mobil itu hingga tak terlihat.


bersambung.....


jangan lupa beri masukan ya gaes biar karya cia lebih baik ke depannya.

__ADS_1


__ADS_2