
selamat membaca...
Malam hari tiba, jalanan di terangi oleh beberapa lampu dan sinar bulan yang terlihat indah. Suasana sebuah cafe terlihat ramai oleh para pelanggan.
Rangga, Alex, Felix, Riski tiba di cafe itu tepat jam makan. Mereka mencari meja yang kosong untuk mereka duduki dan pilihan mereka jatuh pada meja yang dekat dengan kaca. Baru saja mereka duduk seseorang mendatangi meja mereka. Mereka agak heran melihat orang itu karena Rangga, Riski dan Felix tidak mengenal orang tersebut.
"Dirga, Lo ngapain di sini?. Wah nggak nyangka bisa ketemu Lo setelah sekian lama."sapa Alex pada orang itu dengan ramah.
"Makan lah Lex. Ya kali kesini buat joging kan nggak lucu." Dirga dengan nada sedikit bercanda.
"Ya udah. kalo gitu Lo gabung aja di meja kita." Tawar alex.
"Boleh."balas Dirga dengan menampilkan senyum ramah.
"Oh ya, kenalin ini Rangga, Felix, Riski dan ini Dirga."mereka saling bersalaman sebagai tanda perkenalkan.
"Dirga ini sepupu jauh gue. Dia salah satu agen di institut detektif swasta yang terlibat dalam penyelamatan Lo dan bokap Lo setahun yang lalu Ki."sambung Alex memberi tahu siapa Dirga dinata.
Ekspresi Riski saat mendengar itu sedikit berbeda.
"Benarkah?. Berarti kau mengenal refan,Tomi, gafin dan Fadil dong ya." Tanya Reski sedikit antusias.
"Apa mereka yang nyelamatin Lo?" Tanya Dirga.
"Iya mereka yang nyelamatin gue. Lo tahu kasus gue?"ucap Riski.
"Semua orang tahu kasus penculikan tuan adzakya dan putranya. Mereka berempat memang sering di satukan dalam sebuah misi setelah misi penyelamatan itu." Ucap Dirga.
" Tapi saat itu mereka bukan hanya berempat, ada satu orang lagi. Dan aneh nya setelah kejadian itu gue nggak pernah dapat informasi tentang dia. ditambah nggak satu pun dari refan,gavin,Tomi dan Fadil yang mau ngasih tau namanya."jelas Riski.
"Apa dia semisterius itu?. Apa gue boleh tau ciri ciri nya?" Tanya Dirga juga penasaran dengan sosok yang di bicarakan Riski.
"Dia terlihat seperti seorang gadis, tapi rupa nya sangat menakutkan di Tambah dengan aura nya yang terkesan misterius .
Ada semacam bekas jahitan di area wajah nya, tapi masih terlihat cantik, rambut panjang, tinggi semampai ." Jelas Riski.
__ADS_1
Suasana menjadi sedikit canggung karena Dirga yang tiba-tiba menghela nafas dan terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Alex yang menyadari akan hal mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Eh dir, Lo ko bisa di sini, Lo nggak ada kerjaan?. Bukan nya instansi detektif kalian sangat disiplin akan Waktu dinas dan aturan saat waktu kerja?" Ucap Alex.
"Sebenarnya di Instansi detektif kami tidak sekejam itu, biar aku beritahu satu rahasia.
Siapa pun yang bisa menyelesaikan sebuah misi berharga bagi instan kami atau Barang siapa pun agen yang bisa mendapatkan informasi tentang sebuah kasus, yang mana tim informan saja sangat sulit untuk mencari informasi tentang kasus itu maka dia akan mendapatkan hak istimewa, yaitu bisa memilih tim nya sendiri dalam sebuah misi, bisa bekerja dari mana saja tanpa harus bersusah payah datang ke pusat komando selama 1 Minggu, di izin kan untuk bisa memilih menyelesaikan misi yang di inginkan, mendapatkan hari libur 3 hari. Walaupun dengan semua keistimewaan yang menguntungkan itu hanya beberapa orang yang bisa mendapatkan salah satu dari keistimewaan itu dan sampai saat ini hanya satu orang yang bisa memiliki semua dari ke istimewaan itu.
Dan saat ini gue sedang menggunakan keistimewaan bisa bekerja dari mana saja selama 1 Minggu."jelas Dirga panjang lebar.
"berati Lo baru menyelesaikan satu misi yang berharga?"terka Rangga.
"Bukan, gue hanya bisa memberikan informasi yang sulit di dapatkan oleh agen informan."jelas Dirga.
"Maaf ya dir bukan maksud apa apa nih. Tadi kan Lo bilang hanya satu orang yang memiliki semua dari ke istimewaan itu.
Kalau boleh tau siapa orang nya.?"tanya Riski dengan sangat berharap Dirga mau memberi tahu siapa itu.
"Sebenarnya ini rahasia, tapi berhubung ia identitasnya memang tidak di ketahui jadi gue beritahukan pada kalian.
Agen itu adalah gadis cantik yang di beri julukan si mata elang darah,si peniru, dan penyamar elegan. Tidak ada yang tau pasti Untuk identitas nya di pusat komando kecuali kepala, karena sangat sulit mencari setitik informasi tentang dia, di pusat komando dia hanya sering di panggil Gege. Tapi sayang dia sudah hampir 3 tahun tidak pernah ke pusat komando, tapi hebatnya dia selalu memberikan informasi beserta dengan analisis yang sangat lengkap dan valid. Dan mengambil beberapa kali misi penyamaran."jelas Dirga.
"Kenapa dia di perbolehkan untuk memakai hak istimewa Selama itu?. 3 tahun bukan waktu yang sebentar Lo."ucap Alex juga mulai penasaran.
"Itu karena setelah dia resmi menjadi anggota agen kami dia sering memberikan informasi penting sekaligus dengan misinya. Dan dia tidak pernah menggunakan hak istimewa itu . Dan setelah menghilang itu pun dia selalu meminta beberapa misi yang tidak dapat di selesaikan oleh para agen informan senior.dan selalu menyelesaikan setiap tugas pokoknya sebelum waktu yang diberi padanya, bahkan selalu di tambahkan dengan analisis yang sangat detail." Tambah Dirga. Dirga tau walaupun Informasi ini dia berikan mereka tidak akan bisa mendapatkan identitas orang yang mereka bicarakan itu sebabnya dia tidak ragu mengatakan nya.
"Lalu kenapa kalian tidak melacak keberadaan nya saja." Ucap Riski.
"Itu tidak berguna. Karena sudah sering di coba, tapi tidak ada hasil bahkan malah komputer di pusat komando ada yang kena blokir."jelas Dirga.
"Apa dia sehebat itu?, Sampai di juluki si mata elang darah,si peniru, dan penyamar elegan.?"tanya Rangga.
"Entah lah, gue kurang tahu karena ya nggak pernah satu misi sama Gege.
__ADS_1
Tapi Menurut gue dia agen yang sama dengan orang yang Lo maksud.
Karena setahu gue setiap misi nya Gege selalu menyamar, tak pernah memperlihatkan wajah aslinya saat dalam misi. Dan sepengetahuan gue kami tidak memiliki agen yang memiliki bekas luka di area wajah nya dan Hanya Gege lah agen yang memiliki kesan misterius yang kental.
Hanya Gege lah agen yang berani pergi setelah misi nya dan tidak akan ada yang pernah mendapat kan informasi tentang apa yang dia lakukan setelah misi, jadi dia lah yang memiliki kemungkinan paling besar menjadi tersangka orang yang Lo sebut tadi."jelas Dirga panjang lebar.
"tapi Bukan kah Instansi kalian pemilik hackers, ahli cyber dan agen penyamar terbaik beberapa tahun terakhir?. Tidak mungkin kalau dia tidak bisa mendapatkan informasi tentang si Gege itu." Balas Alex.
Dirga yang mendengar pertanyaan itu menghela nafas kembali.
"Itu lh seharusnya jika saja agen yang kalian katakan bukan Gege. Ketiga keahlian yang sangat penting itu di miliki oleh dia."
Ucap Dirga.
Semua yang ada di sana terdiam seolah tak percaya dengan penjelasan Dirga.
"Baru itu saja kalian seperti tidak percaya.
Apa lagi kalian tahu kalau dia adalah seorang gadis." Ucap Dirga.
"Whatt? Seorang gadis?.
Seperti nya lo terlalu membanggakan dia dir, sampai se begitu nya lo." Ucap Alex.
"Percaya nggak percaya tapi begitu lah ada nya." Ucap Dirga.
"Udah nanti lanjut lagi ngebahas dia.kita makan dulu sekarang Gimana?."ucap Felix.
"Betul udah lapar gue dari tadi" timpal Alex.
Mereka pun makan dengan sesekali di selingi dengan pembicaraan ringan.
bersambung.....
__ADS_1