
selamat membaca
"Selamat siang semua,maaf kami sedikit terlambat."sapa pria itu ramah.
"Tidak masalah mr.rico."balas Jack tak kalah ramah tapi perhatian nya masih pada gadis yang mengenakan blazer berwarna biru dan dalaman Putih yang berdiri di samping Mr.rico.
"Kau kembali.aku sudah yakin kau pasti kembali."batin Jack.
"Apa itu kau?."batin black
"Oh ya. Perkenalkan ini CEO perusahaan Smith family, Keyla agea Medina Smith,nona agea Smith, beliau merupakan cucu mr.smith pewaris kerajaan bisnis Mr.smith.
Dan yang ini Jennifer Lawrence, nona Jen adalah asisten pribadi CEO kami.
Itu lh sedikit perkenalan dari kami."ucap Rico.semua menggangguk pertanda mengerti, sekaligus berusaha menormalkan kembali ekspresi mereka. Mereka tak menyangka bahwa Nona Smith yang orang kata kan sangat misterius, ramah, memiliki tatapan tajam,berwibawa, dan di balik itu semua dia sangat kejam dan orang itu ternyata adalah orang yang mereka kenal.
Semua orang di ruang meeting itu mematung karena terkejut, bingung, bahagia,dan sedih, perasaan mereka campur aduk saat melihat agea yang akhirnya kembali setelah sekian lama.
Tapi kenapa raganya seperti sama tapi di huni oleh jiwa yang berbeda.
"Salam kenal semuanya, mohon kerjasamanya." Sapa agea dengan senyum ramahnya.
"Senang bisa bertemu secara langsung dengan anda Nona Smith! "Rangga mengulurkan tangannya pada agea yang masih berdiri di antara Rico dan Jen.
Agea memperhatikan tangan Rangga yang terulur dengan senyum yang belum memudar. ingatannya kembali melayang saat kejadian di hotel 3 tahun yang yang lalu.
Dia melirik pada Rico memberikan isyarat untuk mewakili nya untuk berjabat tangan dengan Rangga.
"Maaf,nona agea Smith tidak terbiasa bersentuhan langsung dengan orang asing! Mohon Jangan tersinggung!."ucap Rico menjabat tangan Rangga sambil menjelaskan.
"Orang asing?" Hati Rangga seolah di sanyat semilu oleh ucapan Rico.
"Ah, tidak apa-apa. saya sama sekali tidak tersinggung. Silahkan, silahkan duduk!."pemuda itu berusaha menahan rasa kecewanya.sebegitu bencinya Agea pada nya atas perlakuannya yang memang sudah melukai hati gadis itu.
Sekarang dia baru sadar, bahwa luka yang ia berikan pada agea sangat sakit.
"Sepertinya ini lah yang pantas aku dapatkan,
Gea balas lah semua lukamu atas kesalahan ku dulu!.
Tapi, jika semuanya sudah puas kau balaskan, bisakah kita melupakan semuanya dan memulai lagi semuanya dari awal?."batin Rangga.
Sedangkan gadis cantik itu langsung duduk di salah satu kursi yang di dampingi oleh rico di sebelah kanan nya dan Jen di sebelah kirinya . Dia melirik sekitarnya dengan senyum ramahnya, tapi senyum ramah nya seperti menyiratkan sesuatu.
"Mr.Rangga apa anda baik baik saja?"tegur Rico yang sedari tadi berbicara tapi tidak di gubris Rangga.
Semua perhatian teralih pada rangga.
Alex yang mengerti akan kondisi Rangga mengusap punggung rangga seolah mengalirkan kekuatan.
"Maaf, maafkan saya!.bisa anda ulangi?"Rangga berusaha tersenyum dan menghapus air matanya yang membuat penggelihatan nya sedikit mengabur.
Sementara gadis yang semenjak awal menjadi objek utama perhatian mereka yang ada di ruangang itu hanya diam dan duduk manis di kursi nya. Ia hanya menyimak dan sesekali bersuara menambah sedikit penjelasan yang sudah di berikan oleh rico.
__ADS_1
Rangga,Alex, black,Jack,Lala,dan azura sesekali mencuri pandang pada Agea. Mereka merasa bahwa Agea benar benar sudah sangat berubah. Ia bukan lagi gadis yang Hanya hangat pada orang terdekatnya seperti dulu tapi sekarang dia sangat ramah pada semua orang dan itu membuat mereka semua bingung dengan perubahan sikapnya. dulu juga mereka merasa terkejut dengan siapa gadis itu.
Tapi sekarang dia kembali dengan raga yang sama tapi kepribadian dan identitas yang membuat mereka lebih terkejut dari sebelumnya.
Mereka berfikir, terlalu banyak sesuatu yang mereka tidak ketahui tentang gadis cantik misterius ini.
Meeting berlangsung sekitar 1 jam .
Dan selama itu pula Rangga hanya memperhatikan sosok gadis cantik yang selama hampir 3 tahun ia cari, tapi gadis itu semenjak tadi tidak melirik pada nya sama sekali.
Selepas meeting Rico dan Jen terlibat obrolan ringan dengan Rangga, Alex,black,Jack,Lala, dan azura, sedangkan Agea hanya sibuk dengan ponselnya.
Sampai saat pintu VVIP terbuka memperlihatkan dua bodyguard Agea dan di ikuti oleh 3 orang laki-laki di belakang mereka.
Dua di antara mereka Langsung menggeledah ruang itu, dan yang satu nya menjelaskan maksud dan tujuan mereka.
"Selamat siang, maaf sudah mengganggu waktu kalian."ucap seorang pria.
"Kenapa ref,ada apa?"tanya rangga.
"Ini ngga, Kami mendapatkan laporan bahwa di restoran ini sudah di pasangi peledak.
Kami sudah menggeledah seluruh ruangan, hanya ruang ini saja yang belum kami geledah."jelas laki laki itu.
"Yasudah. Kalian periksa saja."persetujuan dari black.
"Kalian semua diharapkan untuk keluar, karena ini merupakan bom dengan daya ledak yang lumayan besar." Teriakan dari agen bernama Tomi dengan nada sedikit panik.
waktunya tinggal 7 menit lagi."jelas agen yang bernama Gavin terdengar frustasi.
semua orang berlari keluar ruangan.
Saat mereka agak jauh dari restoran disana juga Terlihat banyak orang Dengan raut wajah panik.
Rangga,Alex, black,Jack,Lala azura,Rico,dan Jen menghela nafas saat jarak antara mereka dan restoran terbilang sudah lumayan aman jika sewaktu-waktu bom itu meledak.
Rico memperhatikan sekeliling dan menyadari sesuatu.
"Ah ****."umpat Rico.
"Kenapa Ric ?" Tanya Jen mendengar umpatan Rico.
Orang orang yang menyadari umpatan Rico mengalihkan perhatian nya pada Rico dengan tatapan seolah menanyakan ada apa?.
"Gea nggak ada."ucap Rico dengan ekspresi khawatir bercampur kesal.jen terlihat clingak clinguk mencari seseorang.
"OMG.sudah 5 menit 40 detik. Nggak ada waktu lagi kalau harus ke dalam."ucap Jen yang juga ikut khawatir.
"Kalian ini kenapa? Nggak papa kan?"tanya black yang dari tadi memperhatikan Rico dan Jen.
"Agea nggak tau dimana."Jen menjawab khawatir.
---------
__ADS_1
Tiba tiba pintu ruang VVIP itu kembali terbuka.
Dan seorang gadis cantik berjalan menuju bom itu.
"Dimana bang fadil?, Bukan kah bang Fadil agen penjinak bom?"tanya Agea kepada mereka.
"Fadil sedang dalam misi lain."jelas Refan.
"Lalu, apa tidak ada agen lain yang bisa menggantikan nya."ucap gadis itu sedikit kesal.
"Kami pikir ini hanya bom dengan daya ledak kecil."ucap tomi.
"Refan,bang gavin,bang Tomi tinggalkan peralatan penjinak bom. Kalian mundur hingga ke pintu dan siaga lah pada posisi tiarap. Biarkan aku yang mengurus nya.!"ucap gadis itu tanpa beban.
"Tapi ini terlalu berbahaya. Biar gue aja yang urus."ucap Gavin.
Gadis itu terus berjalan ke depan semakin mendekati bom itu.
"Wahh, ref, ada yang meragukan kemampuan gue."ucap gadis itu Dengan senyum mengejek.
Gadis itu terlihat mulai mengotak Atik Kabel yang saling terhubung.
" Turuti saja apa mau nya, biarkan dia bertindak semaunya gav." Persetujuan refan.
"Tapi ref, ini demi keselamatan dia juga, dan keselamatan kita semua."ucap Tomi.
"Serahin aja semuanya pada si mata elang." ucap refan sangat ringan tanpa beban.
Refan mulai membantu dengan memperingatkan waktu yang tersisa.
" 1 menit 15 detik"
"48 detik"
Tomi dan Gavin sangat tegang karena sedikit ragu akan kemampuan Agen yang sudah lama menghilang tanpa jejak dan Sekarang tiba tiba kembali dan menjinakkan bom dengan daya ledak besar di depan mereka, karena setahu mereka keahlian agen cantik itu di dunia cyber, menganalisis, mengatur strategi, penyamaran, dan bertarung baik itu dengan tangan kosong atau pun dengan senjata.
"10 detik"
Gavin dan Tomi memejamkan mata mereka karena Bom itu sekarang mulai berbuyi Tit..Tit...Tit.
Dan................
"Dorrr" teriak gadis itu.
Tomi dan Gavin seketika membuka mata nya. Mereka mengamati sekeliling
Refan meresa aneh dengan tingkah teman satu tim nya ini.
"Kalian tidak jadi mati."ucap gadis itu yang jengah dengan tingkah Tomi dan Gavin.
"Kau bisa menjinakkan bom?"tanya Gavin.
Bersambung......
__ADS_1