luka di balik hubungan

luka di balik hubungan
part 3


__ADS_3

selamat membaca


Seorang gadis?."ucap pria yang menodongkan pistol.


"Hai jelek.Kenapa ada instansi detektif yang mau menerima seorang gadis jelek seperti mu menjadi agen nya?apa kau tahu sedang berhadapan dengan siapa?. hahahah" sambung pria itu meremehkan.


"Hahahah"gadis itu malah tertawa mendengar ucapan pria itu.


"Robert Downey.seorang buronan di dunia mafia dan instansi detektif.


Memiliki seorang anak yang di beri nama Amira dari istri nya yang bernama Leni yang sekarang menjadi istri tuan Delon putra adzakya atas perintah dari mu agar kau bisa menghancurkan dan menguasai kekayaan


Keluarga adzakya.kau menjalankan bisnis ilegal dan dengan cara yang kotor.sudah membunuh banyak orang untuk bisa mengembangkan bisnis. "sambung gadis itu menjelaskan siapa lawan nya saat ini.


"Ba-bagaimana kau tahu semua itu?"tanya Robert sedikit gugup.


Mendengar pertanyaan Robert gadis itu hanya menyeringai.


Tuan delon dan Riski merasa sangat terkejut mendengar fakta itu.


"Karena aku yang mencari semua informasi tentang kau untuk para mafia dan instansi detektif.karena tidak ada yang pernah berhasil mendapatkan informasi tentang kau."ucap gadis itu mengintimidasi.


"Jatuh kan senjata mu maka mereka selamat."ucap Robert. Karena merasa terancam dengan gadis di depan nya.


"Jika tidak?"tanya gadis itu.


"Mereka akan berakhir di kantong manyat."balas Robert yang masih menodongkan pistolnya.


Gadis itu terlihat berfikir dia bisa melihat Riski yang menggelengkan kepalanya pelan sedang kan ayah nya tuan Delon hanya diam.


"Kau tak akan melakukannya."jawab gadis itu.


"Why???"tanya Robert.


"Kau butuh mereka untuk menjalankan bisnis kotormu."ucap hadis itu.

__ADS_1


Robert tertawa mendengar Jawaban gadis itu.di akui dalam hatinya gadis ini sangat pintar.dia terlihat berfikir sebelum berbicara lagi.


"Ya kau benar mereka adalah aset yang sangat berharga.tapi bukan tidak mungkin jika aku harus menembak salah satu bagian tubuh mereka bukan?"ucap Robert.


Kilatan mata gadis itu berubah.dia memasang ekspresi dingin setelah mendengar penuturan Robert.


Ia memegang senjatanya erat.


"Satu peluru kau tembakan satu nyawa di antara mereka melayang."ancam Robert.


Gadis itu sangat geram dia ingin sekali rasanya menembak Robert tapi tidak bisa ia lakukan.dia berfikir sejenak tapi tiba-tiba tangan nya terangkat ke belakang, memangku kayu yang akan di pukulkan ke kepalanya oleh anak buah Robert.


Robert merasa sedikit terancam setelah melihat tangkisan gadis itu, lalu dia memberikan tanda pada anak buah nya dan seketika orang yang tadi hendak memukul gadis itu langsung menyerang.


Tanpa di duga gadis itu langsung memelintir tangan orang yang hendak meninju perutnya.


Tanpa di sadari oleh Robert,gadis itu membawa penjaga yang menyerangnya menjauh sambil terus menahan serangan orang itu agar bisa berbicara lewat earphone dengan tim nya.


"Bang jika tugas kalian sudah selesai maka segera berjaga di dekat tangga menuju lantai dua dan juga di sisi kanan dan kiri dekat gudang, ada kemungkinan orang yang menculik korban akan lari ke tiga arah itu.ingat,tak perlu berjaga di depan."ucap gadis itu pelan dari sambung earphone.ia lalu mengakhiri serangan nya Dengan memukul tengkuk orang yang sedari tadi menyerangnya.


Gadis itu terlihat membungkukkan badan seolah sedang membenarkan sepatunya. gadis itu ternyata sedang meraih pisau lipat yang terselip di sepatunya.robert tak menyadari itu Karena di lengan kiri gadis itu memegang senjata Laras panjang menghalangi pandangannya.


Saat sudah kembali berdiri gadis itu langsung melemparkan dua pisau lipat yang ada di tangannya ke arah tangan Robert dan anak buahnya yang memegang pistol hingga terjatuh. Riski dan tuan Delon memejamkan mata saat gadis itu melempar pisau karena takut mengenai mereka.


Belum sempat keduanya bereaksi, gadis itu langsung berlari lalu menaiki meja kayu yang ada di depan kedua target nya itu dan melompat melewati rizky dan tuan delon yang duduk di kursi dengan tali yang mengikat tubuh mereka.


Gadis itu menendang bahu Robert dan pengawal nya hingga jatuh terlentang membentur dinding lalu menendang jauh pistol yang jatuh ke kolong meja agar tak ada yang bisa mengambilnya. Anak buah robert langsung menyerang gadis itu namun dengan sigap gadis itu menangkis serangan yang mengarah ke pipinya.


Robert tak lagi bisa berpikir jernih, melihat gadis itu disibukkan dengan anak buahnya dia berlari keluar ruangan untuk melarikan diri padahal sudah ada anggota tim yang lainnya yang akan menahannya.


Gadis yang sedang melawan anak buah Robert, bukannya tak menyadari jika Robert melarikan diri tapi membiarkannya karena nanti pun Robert pasti tertangkap.tak di sangka anak buah Robert malah berlari mengambil pistol di dekat kursi yang berjarak satu meter darinya.


Dan langsung berlari lagi saat di pintu dia menembakkan pistol kearah gadis itu.


Gadis itu langsung menghindar tapi bahunya sedikit terserempet sehingga kulitnya terkoyak.gadis itu mengeram ia memposisikan senjata yang ia rakit sendiri lalu menembak anak buah Robert yang sudah beranjak agak jauh ke arah depan.

__ADS_1


Dorrrrr


Bunyi tembakan sekaligus bunyi orang roboh


Membuat Riski dan Delon sangat terkejut karena melihat bagaimana gadis itu menghabisi orang.


Dia memegang bahunya yang terserempet peluru yang mengeluarkan darah.namun ia tak terlalu perduli luka itu, melainkan segera mengambil pisau lipat yang ada di dekatnya lalu memotong tali yang mengikat tubut Riski dan tuan Delon.Setelah selesai tanpa berkata apapun dia pergi ke luar gedung, Riski dan Delon menatap satu Sama lain melihat gadis itu yang keluar tanpa sepatah katapun.


Gadis itu menghubungi refan dan yang lainnya untuk menanyakan apakah Robert berhasil di tangkap atau tidak.


"Kalian berhasil menangkapnya?"tanya gadis itu dari sambungan earphone.


"Ya sesuai kata mu dia ternyata melarikan diri menuju lantai dua,aku dan refan berhasil menangkapnya saat dia berlari di tangga."jawab tomi


"Kita berkumpul di loby utama gedung ini"ucap gadis itu sambil berjalan menuju loby.


Mereka berkumpul di loby dekat pintu masuk denga Tomi yang membawa Robert bersamanya dengan kepala yang ditodongkan pistol dengan tangan yang di ikat.gadis itu meliriknya sekilas lalu menelpon kepolisian agar membereskan semua kekacauan ini.


Tak lama Riski dan tuan delon menghampiri mereka.anak dan ayah itu bergedik ngeri melihat banyaknya manyat yang tergeletak tak bernyawa.lalu Riski dan tuan Delon mendekati gadis itu yang sedang sibuk berbicara dengan anggota timnya.


"Kemampuan mu sangat mengagumkan.dan bagaimana kau tahu bahwa orang ini akan melarikan diri lewat tangan?"tanya Fadil pada gadis misterius itu.


"Dia hanya punya satu cara untuk membebaskan diri,lari ke atap gedung mengunakan tanga karena lift tidak berfungsi, lalu memanggil helikopter bantuan. Kemungkinan lainnya lari lewat Kanan atau kiri karena berfikir bahwa pasti di depan penjaga sangat ketat."jawab gadis itu sambil melangkah ke arah Robert.


"Kau tak akan masuk penjara sendiri.dan kekayaan mu tidak akan bergunak kali ini."bisik gadis itu dengan senyum licik.


Dia dan refan berjalan keluar Dimana sudah banyak polisi untuk membereskan kekacauan di sana.polisi polisi itu mengamati gadis misterius itu dengan seksama lalu mengalihkan pandangannya ke arah refan.


"Kami agen detektif M"ucap refan sambil memperlihatkan kartu identitasnya pada komando polisi.lalu komando polisi itu mengangguk pertanda ia mengerti apa yang di ucapkan oleh refan.


2 buah mobil mewah tiba tiba berhenti tepat di depan gedung itu.riski yang dari tadi memperhatikan gadis misterius itu langsung mengalihkan perhatian pada orang orang yang keluar dari mobil.


bersambung....


jangan lupa komen dan beri masukan nya gaess biar karya Cia lebih baik lagi kedepannya.

__ADS_1


__ADS_2