
selamat membaca
Seketika semua orang yang ada di musion itu terbangun dan panik karena mendengar serine pertanda Darut.
*****
Di kediaman keluarga shimt.
"Baru beberapa hari berlalu dia berjanji akan menjaga dirinya, tapi hari ini di sudah kembali terluka."ucap pria tua itu sambil menghela nafas.
"Kakek dia terluka lagi karena orang orang yang sama,kita harus membawa dia pulang sekarang juga."ucap seorang laki-laki Tampa sedikit kesal
"Rico, Panggil daren kembali dan siapkan semuanya.kita jemput dia. Waktu dia untuk berkeliaran di luar sana sudah habis."ucap pria tua itu.
"Ok kek."balas pria yang bernama rico.
Tidak berapa lama setelah menyusun strategi mereka Langsung bergerak.
di markas elang darah ada 3 drone beterbangan dan tidak ada yang menyadarinya.
"Ingat tugas masing-masing. kita hanya punya waktu 5 menit."instruksi Rico melalui earphone yang terhubung dengan sebuah timnya.
"Ok semuanya.aku akan menuntun ke arah mana kalian harus pergi.pasang kaca mata kalian sekarang!! Lampu akan aku matikan dalam 5, 4, 3, 2, 1...."
Lampu musion itu mati.daren dan 3 anak buah nya sudah bergerak sesuai instruksi dari Rico dengan lihai berkat kaca mata yang mereka pakai.benda itu, bisa membantu mereka melihat dalam gelap dan mampu mendeteksi jika ada orang lain yang mendekat ke arah mereka.
Tidak ada yang mencurigakan mungkin mereka berfikir ada konsleting listrik bisa.
"Ayo kita bawa dia."ucap Daren dengan satu anak buah nya,yang tepat nya adalah seorang dokter.
Dan dua lain nyan pergi ke kamar agea untuk membersihkan Semuanya.
"Ayo."dokter itu menyeringai ke arah beberapa orang yang berjaga di ruang rawat gadis itu.
"Cepat tim!, kita di kejar waktu."suara Rico dari earphone yang terpasang di telinga mereka segera membuat kerja semuanya
Dua kali lebih cepat.
"Kami keluar dalam satu menit."Ucap Daren setelah membawa gadis itu dengan hati hati karena mengingat kondisi gadis itu masih lemah.
Setelah seperkian menit lampu kembali menyala bersamaan dengan bunyi sirene darurat.
Riski Yang kebetulan mengecek agea saat lampu mati seketika langsung panik karena tidak menemukan agea.
__ADS_1
"Ayah Gea nggak ada."teriak Riski panik dan khawatir. Riski sudah mencari agea ke kamar mandi namun nihil.
Mendengar itu back segera memerintahkan semua anggota elang darah untuk mencari dan menyusuri setiap sudut musion itu.
Setelah mengetahui bahawa agea yang tiba tiba menghilang semua langsung menyebar mencari keberadaan agea.termasuk semua anggota Elang darah yang ada di negara ini juga langsung di kerahkan.
Sudah jam 7 pagi tapi tidak ada yang berhasil menemukan agea, ataupun sedikit petunjuk tentang keberadaan agea.
Aqhila dan Lala yang masuk memeriksa kamar agea tidak menemukan apapun di sana, kamar itu seperti kamar kosong yang sudah lama tidak di gunakan.
Tidak ada pakaian,alat make up,alat mandi,hanya ada tempat tidur king size dan parabot rumah, mendengar penjelasan Aqhila dan Lala Jack langsung menbuka semua cctv yang ada di musion itu tapi hasilnya nihil karena semua cctv sudah di non aktifkan 10 detik sebelum matinya semua lampu.
*****
Sebuah gerbang besar dan tinggi langsung terbuka saat banyak mobil mewah beriringan memasuki kediaman itu.
Dan terlihat seorang gadis dengan peralatan medis yang terpasang di tubuhnya langsung di bawa ke sebuah ruang seperti klinik yang peralatan di dalamnya juga sangat lengkap.
Sesampainya di ruangan itu sebuah drone mendekat langsung men-scan tatto yang ada di bahu gadis itu agar bisa melanjutkan proses perawatannya.
"Identitas terverifikasi. welcome back agen 00.nona Keyla agea Medina Smith!"suara drone mengkonfirmasi kelegalan identitas gadis itu.
"Lanjutkan perawatannya."perintah mr.smith.
"Baik lah Mr."balas dokter yang terlibat dalam misi.
"Saya dimana?"suara gadis itu lirih tapi masih terdengar oleh Mr.smith yang baru sampai di Amba pintu.
"Sayang, kau sudah sadar?. Kau di tempat yang seharusnya kau berada."ucap Mr.smith lembut sambil berjalan ke arah tempat gadis itu terbaring.
"Kakek?."lirih gadis itu.
"Iya gea.kakek di sini."mr.smith mengusap lembut kepala agea.
Melihat kakek nyan ingatannya mulai menari-nari di kepala mulai dari kejadian di hotel sampai kejadian di markas Elang darah semuanya bagaikan kaset rusak yang berputar-putar begitu saja di kepalanya.
"Hidup itu misteri,kita tidak akan pernah benar benar mengerti kemana waktu akan membawa kita ."batin agea sambil menghela nafas.
Pada akhirnya, hanya ini jalan satu-satunya demi menjamin keamanan dan kebahagiaan
Semua orang. Aqhila harus kembali ke keluarganya, dan Gea harus menepati janjinya pada Rangga, keluarga adzakya harus tetap berdiri, dan Gea terpaksa harus kembali ke tempat seharusnya dia berada.
*****
__ADS_1
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda
Seorang pria dengan pakai lusuh, penampilan berantakan dan kantung mata yang tebal keluar dari mobil dan berjalan gontai memasuki apartemennya.
Setelah mandi dia berjalan menuju balkon kamarnya, dia duduk di sana dan termenung.
Rangga tidak kembali ke rumah orang tua nya karena tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir melihat keadaannya yang sangat kacau Rangga juga sedang ingin sendiri untuk menenangkan dirinya.
"Lo dimana key? Gue nggak serius dengan permintaan gue saat di hotel key. Saat itu gue terbawa emosi !. " Ucapnya dengan suara parau.
"Maafin gue key !, Seharusnya gue dengar penjelasan lo dulu." Ucapnya tanpa sadar air matanya mengalir.
Tok.....tok....tokkk
"Rangga, nggaa" panggil seseorang dari luar kamar Rangga.
"Rangga, nggaa" panggil seseorang dari luar kamar Rangga.
Rangga tak menghiraukan panggilan itu.
Orang yang diluar merasa tidak ada sahutan dari dalam pun membuka pintu kamar Rangga dan menemukan Rangga yang sedang melamun di balkon.
"Rean Rangga Wijaya" panggil Alex.
Rangga yang meresa namanya di panggil pun tersadar dari lamunannya.
"Kenapa Lex? Udah ada kabar?."tanya Rangga sedikit melirik.
Alex menggeleng.
" Nggak ada ngga. Sepertinya identitas Keyla lebih rumit dari yang kita bayangkan."ucap alex.
-------
Keseharian Rangga berjalan begitu hampa sejak ia menyadari bahwa agea alias Keyla benar benar melakukan hal yang dia inginkan. Gadis itu benar benar pergi dari hidupnya.
Beberapa bulan di awal, Rangga masih berharap bahwa gadis itu akan kembali secara tiba-tiba dengan senyum hangat yang sering ia tunjukkan pada Rangga.melupaka segala hal yang menyakitkan yang pernah Rangga ucap kan, melupakan keinginan nya, dan melupakan janjinya pada Rangga. namun, hingga 3 tahun berlalu, gadis yang ia tunggu tetap tidak kembali.ia menghilang, seolah tak pernah ada.
" Aku baru tau kalau begini rasanya saat kepergian tanpa pamit, saat berpisah tanpa lambaian tangan, dan pertemuan tanpa kepastian" guman Rangga sedih.
"Maafin gue Gea!. semuanya salah gue!. tapi,jika gue boleh meminta,bisakah Lo kembali?, karena hidup tanpa Lo benar benar susah buat gue lewatin saat ini." Batin Rangga sambik tertunduk. penyesalan itu mulai menyelisik masuk secara perlahan mematikan syaraf demi syaraf. dia menanggung rasa bersalah sekaligus rindu yang semakin hari semakin besar dan mendalam.
"Ngga! Jadi ketempat Lala nggak?"Alex menghampiri Rangga yang duduk termenung di meja kerjanya.
__ADS_1
"Hah? " Pemuda itu terperanjat.sama sekali tidak menyadari kehadiran Alex.
Bersambung....