
selamat membaca
"Kau terlalu banyak menyimpan misteri dan rahasia nak" tn.rod yang menatap mobil itu hingga tak terlihat.
******
Setelah menempuh perjalan 8 jam menggunakan mobil mereka sampai di kota z di sore hari dan langsung menuju hotel yang telah mereka boking saat di perjalanan tadi.
"Sudah jam 5 Sore. istirahatlah jam 8 kita kumpul di kamar refan."ucap gadis itu dan Langsung menuju kamarnya.
"Kenapa kau mau saja di atur oleh gadis itu selama ini refan? Aku tak yakin misi ini akan berhasil."ucap agen yang bernama Tomi.
"Kenapa kau melibatkan seorang gadis dalam misi ini?.dia bahkan tidak membawa senjata."ujar agen yang bernama Gavin
"Kalian belum tahu bagaimana kemampuan nya lihatlah dulu baru beri penilaian."ucap refan.
"Terserah padamu saja fan."ucap Fadil mulai melangkah.
Mereka semua istirahat di kamar masing-masing mengumpulkan tenaga untuk misi nanti malam.
7:45 mereka semua sudah berkumpul di kamar refan.tetapi suasana di sana sedikit canggung karena mereka bertiga masih sedikit kesal pada refan.
"Kita kenalan dulu agar lebih akrab dan memudah kan kita saat komunikasi."gadis itu membuka percakapan agar sedikit mengurangi canggung.
"Ok gue Tomi,ini Gavin,dan ini Fadil"ucap Tomi.
"Lo nyamar?"tanya refan yang memilihat penampilan gadis itu sedikit berbeda.
"Iya."jawab gadis itu singkat.
"Harus banget Lo buat ada luka jahitan di wajah?"tanya Fadil penasaran.
"Gue nggak mau ada orang lain yang tau kalau gue seorang anggota agen ."batin gadis itu.
"Tidak semua orang bisa di percaya."jelas gadis itu penuh teka teki di dalam kalimatnya.
Semua yang ada di ruang itu masih mencerna kalimat gadis itu.
"Ok Karena gue disini paling muda gue panggil Abang aja ya dan kalian bisa panggil gue Gege atau apalah itu."ucap gadis itu sambil melepaskan jaket kulitnya maka terlihat semua senjata yang ada di badan gadis cantik itu, Semua yang di ruangan itu tercengang karena Ada Bom dengan daya ledak kecil,Senjata jarak jauh, senjata jarak dekat,ada botol kecil seperti racun,dan bola gas.tapi untuk senjata jarak jauh harus di rakit dulu.
__ADS_1
"Apa kalian membawa senjata?"tanya gadis itu sambil merakit senjata.
"Bawa"jawab mereka bersamaan.
"Ini struktur dan denah bangunan yang di gunakan penculik itu.kami tak tahu di mana penculik itu menyekap target karena disana tidak ada cctv yang bisa di sadap.sesuai yang terlihat gedung ini memiliki 4 lantai."jelas refan.
Gadis itu mengamati denah itu dengan seksama.dia tampak memikirkan sesuatu.matanya menoleh ke berbagai gambar ruang yang Ada di depannya.
"Sepertinya dia disekap di lantai paling dasar."ucap gadis itu tiba-tiba.
"Apa kau yakin? mengapa mereka mengurung target di lantai dasar?bukan kah akan memudahkan target melarikan diri?"tanya Tomi dengan serentetan pertanyaan karena ragu dengan analisis gadis itu.
"Justru itu.mereka menyekap target di lantai paling dasar agar target tak mudah melarikan diri.kalian lihat ruang di setiap bangunan ini?. banyak sekali jendela dan juga celah untuk korban melarikan diri jika di kurung di sana.sedangkan jika di lantai dasar
Di sana tak ada jendela jangankan jendela sirkulasi udara saja sangat tipis."jelas gadis itu.
" Penjagaan juga sangat ketat dan banyak. jika dia dikurung di atas lantai dua maka penjaga akan sulit berganti menjaga. Para penjaga itu juga manusia mereka juga butuh tenaga untuk menjaga stamina,jarak lantai ke lantai juga sangat jauh. Bayangkan jika kamu jadi korban lalu berhasil melepaskan ikatan dan saat pergantian penjaga kau bisa bersembunyi ruangan lain lalu melarikan diri saat mereka kocar-kacir mencarimu"lanjut gadis itu.
Tomi,Fadil,Gavin,dan refan terpana.mereka kini percaya bahwa gadis ini adalah agen muda yang bisa di andalkan.
"Analisis yang sangat mengerikan"batin Fadil.
"Sepertinya kita bisa masuk lewat jendela belakang."jawab gadis itu santai.
"What? jendela?"tanya refan pelan.
"Seperti ini, ruangan lain memiliki jendela dan celah sirkulasi udara yang banyak jadi kita manfaatkan saja semua nya.
Letak gudang ada di paling belakang dan aku akan masuk dari jendela sebelah gudang.bang tomi dan refan masuk dari depan sebagai pengalih perhatian.bang fadil masuk dari kanan dan bang gavin masuk dari kiri saat Kalian berhasil mendesak mereka para penjaga akan terhimpit ke tengah tengah lalu para penjaga gudang akan reflek membantu yang lainnya dan di saat itulah aku bisa masuk membebas kan Target kita."jelas gadis itu panjang kali lebar sambil menunjuk jalan mereka masuk dan menandainya dengan pulpen pada gulungan yang di Bawakan Tadi oleh refan.
Semuanya terdiam dan hening .
"Apa ada yang terlewat atau rencana lain?"tanya gadis itu.
Mendengar pertanyaan dari gadis penuh misteri itu mereka tertarik dari lamunan mereka masing masing.
"Eh,bagai mana kau bisa memikirkan sesuatu seditail itu dalam waktu yang singkat?"tanya balik Fadil setelah berhasil mencerna semuanya.
"Jika kau ingin tahu apa itu kemenangan dalam sebuah strategi maka pandang lah dari sisi yang berbeda.!"jawab gadis itu ringan tanpa beban.
__ADS_1
Mereka mengeryit heran karena tak bisa langsung mencerna ucapan gadis itu
Lalu mereka memilih untuk tidak memikirkan lebih jauh lagi apa maksud dari gadis itu.
"Pantas saja kau di juluki Si mata elang darah,si peniru,penyamar elegan." Ucap Tomi.
"Itulah ku katakan jangan pernah menilai seseorang hanya dengan sekali lihat"ucap refan
Gadis itu melirik jam tangannya yang sekarang menunjukkan jam 8:15 malam.
"Ayo berangkat.!"ucap gadis itu.
Lalu semuanya bersiap dan meraih senjata masing-masing.saat di mobil gadis itu memberikan sebuah earphone persis seperti miliknya agar bisa berkomunikasi.mobil berhenti di jarak 15 meter dari gedung yang di gunakan untuk menyekap korban.
Lalu mereka mulai berpencar untuk melakukan tugas mereka masing masing.
"Kalian sudah di posisi?"tanya gadis itu melalui earphone nya.
"Ya.kami sudah siap."jawab mereka serempak.
"Bang Tomi dan bang refan masuk lah terlebih dahulu dan mulailah menembak."arahan gadis itu dan mendapatkan jawaban "baik" dari Tomi dan refan.
Setelah terdengar suara tembakan gadis itu masuk dengan cara melompat dari jendela itu.Dia menyiagakan senapan nya di ke dua tangan nya lalu menendang pintu itu lalu mundur Takut ada orang di depan pintu itu.
Dan dugaan gadis itu benar saat pintu terbuka dan terdapat 3 orang penjaga karena di sebelah ruang yang gadis ini pijak ternyata tempat korban di sekap.dia segera menembak para penjaga itu ketika mereka masih mencerna apa yang sedang terjadi.sesuai rencana orang orang itu akan fokus pada serangan pengalihan yang terpusat di depan gedung.
Fadil dan Gavin yang sudah menyelinap dari sisi kiri dan kanan langsung menembak sisa sisa penjaga yang ada.para penjaga itu ambruk saat peluru bersarang di kepalanya bagian belakang mereka.
Gadis itu segara masuk ke ruang itu tempat setelah melumpuhkan para penjaga yang ada di pintu depan gudang.namun dia kaget ketika membuka pintu melihat dua orang yang dia kenal dengan posisi satu orang sedang menodongkan pistol di kepala satu orang lainnya yang tangannya terikat dan mulut nya di sumbal dengan kain, dengan para pengawal yang juga menyendera laki2 paruh baya dengan melakukan hal yang sama.tak kalah dari gadis itu tiga orang itu juga sama terkejutnya.
mereka tidak perna menduga bahwa yang akan datang adalah seorang gadis.
Dan gadis itu tak pernah menduga yang akan mereka selamatkan dalam misi ini adalah Delon putra adzakya dan Riski Malik Adzakya dan lawan nya adalah seorang yang sudah lama menjadi buronan kelompok mafia,dan instansi detektif.
Namun pria yang menodongkan pistol di kepala Riski malah tertawa saat melihat gadis dengan bekas luka di wajah nya itu berdiri menatap tajam dirinya.
"Seorang gadis?."ucap pria yang menodongkan pistol.
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa komen, dan berikan masukkan agar karya cia lebih baik lagi kedepannya.