
Wan Li dan Dewi terkejut melihat Qin Wu dan Xiao Yue tiba-tiba muncul di hadapan mereka menghadang. Mereka bingung dan heran kenapa dua orang yang bertentangan ini bisa datang bersamaan. Pangeran Luo hanya tersenyum dalam gendongan Ibu nya sambil menatap sang paman dan bibi nya.
"Kak Qin? Xiao Yue? Kenapa kalian ...?!" Tak percaya melihat kebersamaan mereka, Namun Dewi tetap merasa senang karena itu merupakan hal baik baginya bisa akur dan damai.
"Qin wu, Xiao Yue, Ada apa? kenapa kalian terburu-buru sekali?" Wan Li hanya bertanya seperti biasanya ia bersikap, bicara tegas dan wajah dingin nya itu.
Xiao Yue dan Qin wu tertegun menatap Wan Li yang berbicara dingin.
"Hehee, Maaf Yang Mulia! Aku kemari untuk mencari Luo kecil." Qin Wu bicara sambil cengengesan dan menyenggol lengan Xiao Yue dengan lengan nya.
Qin wu memberi kode pada Xiao Yue untuk cepat pergi dan jangan sampai membut Wan Li marah. Namun Xiao Yue tak mengerti malah mengejeknya.
"Maaf Yang Mulia, Permaisuri, Aku hanya ingin mengajak Luo Kecil bermain. Apakah saya boleh membawa nya?" Xiao Yue memberi hormat sambil menundukan kepala nya untuk menunjukan ketulusan nya.
Dewi tersenyum melihat ketulusan Xiao Yue dan toleh nya ke belakang menatap Wan Li, ia menyentuh tangan Wan Li agar membiarkan mereka membawa Anak nya. Wan Li pun mengerti maksud Dewi, ia mengangguk menyetujui permintaan mereka.
"Kalian boleh membawa nya!" Dewi menyentuh lengan Xiao Yue dan tersenyum menyerahkan Pangeran Luo.
Xiao Yue gembira matanya tampak berbinar menatap Luo Kecil, dan melirik Qin Wu sambil manyun mengejek.
"Terimakasih Permaisuri, Yang Mulia. Saya akan menjaga Pangeran dengan baik." Xiao Yue memeluk Luo kecil.
"Baiklah, Kami percaya padamu." Wan Li dan Dewi pergi meninggalkan mereka di taman itu. Wan Li memeluk Dewi sambil berjalan, tampak mesra dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Setelah Wan Li dan Dewi sudah pergi jauh, Qin Wu dan Xiao Yue melanjutkan perdebatan mereka tentang Hak bersama Pangeran Luo. Qin Wu tampak tak ingin menyerah dan Xiao Yue jelas sekali tidak akan mau mengalah.
"Kenapa Kau masih disini? Pergilah!" Xiao Yue menyuruh Qin Wu pergi karena merusak pandangan nya. Ia hanya ingin menikmati waktu bersama Luo Kecil.
"Tidak! Aku akan disini mengawasimu." Qin Wu belum percaya sepenuh nya pada Xiao Yue mengingat masa lalunya.
Qin Wu bersikeras tetap berada bersama Xiao Yue untuk memastikan keselamatan Luo Kecil. Namun saat itu juga tiba-tiba tangan imut kecil Pangeran Luo menuju ke arah Qin Wu, Xiao Yue dan Qin wu terkejut dan penasaran.
"Eeh?!" Qin wu karena penasaran nya, ia pun mendekati Pangeran Luo.
"Kenapa Kau mendekat? Lihat saja dari situ!" Xiao Yue takut Luo kecil akan di ambil oleh Qin wu, Dan menyuruhnya tidak mendekat serta menjaga jarak pandang nya.
"Ada apa denganmu! Lihatlah Luo kecil, Sepertinya Dia ingin mengatakan sesuatu padaku?" Qin Wu mengernyitkan alis nya sambil menatap tajam pada Xiao Yue.
Xiao Yue tak suka melihat tatapan Qin Wu, ia pun terpaksa menuruti perkataan Qin Wu. Ia membiarkan Qin wu mendekati Luo kecil, Qin wu pun mendekat dan menempelkan pipi nya pada tangan kecil imut Luo kecil.
Qin wu terkejut melongo mendengar ucapan Luo kecil barusan. Ia hampir tak percaya dengan apa yang di dengar nya, Namun sekaligus membuatnya semakin bahagia dan senang teramat senang sudah mengetahui kemampuan pangeran Luo.
"Baiklah, Luo kecil! Paman akan percaya padamu dan mempercayai nya." Jawab Qin wu dalam suara bathin nya sambil tersenyum pada Luo kecil.
Luo kecil pun membalas senyuman Qin wu, dan melepaskan tangan nya dari pipi Qin wu. Qin wu akhirnya menjauh dan bergegas pergi sambil tersenyum dan membayangkan kembali suara Luo kecil tadi padanya.
"Hei! Apa kau sudah menyerah? Kenapa tiba-tiba kau pergi begitu saja?" Xiao Yue bingung melihat tingkah Qin wu setelah pipi nya di sentuh oleh Luo kecil, Qin wu pergi begitu saja dan tidak mendengarkan Xiao Yue yang sedang bicara padanya.
__ADS_1
Xiao Yue kesal karena dirinya tak di hiraukan oleh Qin wu, ia pun langsung menatap Luo kecil dan ingin mencoba menempelkan pipi nya pada tangan Luo kecil.
"Hai, Bibi!" Ucap Luo kecil menyapa Xiao Yue dengan suara bathin nya sambil tersenyum, Karena Xiao Yue menempelkan pipinya pada Luo. Luo pun membuktikan dirinya pada Xiao Yue dan menyapanya.
Xiao Yue langsung terperanga mendengar sapaan Luo kecil, ia terharu mendengar suara imut Luo kecil yang menyapanya dengan senyuman.
"Ternyata Kau bisa bicara ya? Itu sebab nya paman mu menjadi gila barusan dan tidak menghiraukan Aku ya?! Kau nakal juga ya, membuat semua orang terkejut seperti ini." Xiao Yue menjawab sapaan Luo sambil tersenyum juga dan menyebut Luo nakal.
"Ada apa bibi? Kau tampak ingin mengatakan sesuatu?!" Tanya Luo kecil melihat dari mata Xiao Yue.
"Aissh, Kau ini! Tidak hanya bisa bicara, Tapi kau juga mulai membaca fikiranku ya?" Saut Xiao Yue mencubit pipi Luo kecil.
"Hehehe, Tidak bibi. Mata mu sendiri yang mengatakan nya dengan jelas." Ujar Luo kecil mode imut nya keluar.
"Owh, Kau imut sekali! Muaach." Xiao Yue tak tahan melihat godaan Luo kecil yang menggemaskan dan menciumnya.
"Tolonglah bibi, Jangan menciumku. Aku ini laki-laki baik." Candaan Luo kecil karena merasa malu di kecup Xiao Yue.
"Hahaha, Astaga! Luo kecil ku sangat imut sekali." Ucap Xiao Yue tertawa bahagia dan mengeluskan hidung nya ke tangan Luo yang satunya.
"Bibi!! Geli tahu. Hentikan bibi!" Teriak Luo cemberut bibir manyun karena kesalnya.
"Hehe, Maaf Luo kecilku yang manis. Kau bisa marah juga ternyata?" Ujar Xiao Yue tak percaya melihat gaya Wan Li saat marah dalam sesaat pada diri Luo.
__ADS_1
Xiao Yue pun sangat bahagia dan menikmati waktunya bersama Luo kecil, Sedangkan Qin wu masih tersenyum sambil berjalan karena teringat suara imut Pangeran Luo yang memanggilnya Paman.
"Ah, Pangeran Luo memanggilku Paman? Dia bisa bicara dan itu hanya dengan sentuhan tangan nya yang imut itu? Apakah Dewi dan Wan Li sudah mengetahui kemampuan Luo kecil?? Atau ini hanya di tujukan nya pada orang yang ingin di perlihatkan nya? Aarrgh, Aku masih tak percaya. Namun ini adalah kenyataan." Gumam Qin wu sembari berjalan sambil memikirkan Pangeran Luo.