LuoChan

LuoChan
Part 4


__ADS_3

Para Readers yang baik😊,jangan lupa di Like,komen dan Vote juga yah😀.Terimakasih😘


[Kota Ling An]


Setelah berbulan-bulan lamanya, Fazi akhirnya di jodohkan dengan seorang gadis desa biasa yaitu Elsa, pilihan sang Ayah.


Fazi menerima karena putus harapan dengan Dewi yang tak kunjung kembali ke sisi nya.


Fazi menjadi lebih pendiam dan menyendiri, namun Elsa selalu tersenyum menghiburnya dengan sepenuh hati.


Dewi,😥Apakah kau benar-benar sudah melupakan Aku? Aku hanya ingin bersamamu. Gumam Fazi dalam hatinya.


Fazi tampak muram sambil duduk di atas tempat tidur sembari mengenang setiap kenangan nya bersama Dewi di kamar itu.


Fazi menatap ruangan kamar nya sendiri sambil membayangkan semua kenangan nya bersama Dewi waktu itu. Senyum dan sedih tampak di wajah nya, sesekali ia tersenyum sambil menyentuh dan meraba tempat tidurnya, saat itu juga ia membayangkan Dewi yang sedang tidur.


Di saat yang bersamaan, Elsa berdiri di depan pintu kamar sambil membawa makanan ringan dan teh untuk Fazi. Namun Elsa ragu dan takut untuk masuk apalagi mengetuk pintu kamar Fazi.


"Elsa?!" Terdengar suara sang Ayah memanggil dari belakang nya.


"Haa?" Toleh nya ke belakang, melihat dengan kaget.


Elsa terkejut melihat Ayah Fazi berdiri di belakang sambil menatap nya curiga. Sang Ayah pun tampak bingung memperhatikan gerak gerik Elsa, di lihat nya dari tadi berdiri diam tanpa mengetuk pintu sambil memegang nampan yang berisikan kue dan segelas teh.


Ayah Fazi pun mendekat sambil menghela nafasnya, Wajah tampak sedih dan bingung.


"Nak Elsa, kenapa hanya diam disini? Kenapa tidak mengetuk pintu, Apa kau takut, Fazi akan marah padamu?" Tanya sang Ayah dengan lembut sambil menatap Elsa kasihan.


Elsa pun tak ingin membuat Ayah Fazi khawatir tentang hubungan nya dengan Fazi, ia pun terpaksa berbohong demi membuat ayah Fazi tenang tanpa mencemaskan nya.


"Tidak Ayah! Aku hanya sedang berfikir, ada sesuatu yang kurang di teh ini. Sepertinya aku lupa memberi gula pada teh nya, aku akan membuat teh yang baru Ayah." ujar Elsa sambil tersenyum palsu dan bergegas pergi meninggalkan ayah mertuanya.

__ADS_1


Elsa pergi dengan tergesa-gesa agar sang mertua tidak bertanya lebih jauh lagi, ayah Fazi hanya menatap nya dengan rasa kasihan.


Fazi! Kenapa kau tidak bisa membuka hatimu pada Elsa? Dia begitu baik dan juga sangat menyukaimu, Elsa penuh kesabaran dengan sikapmu yang dingin padanya. Jangan menyia-nyiakan cinta yang ada! Gumam sang Ayah dalam benak nya sambil menatap pintu kamar Fazi yang tertutup rapat.


Tak lama kemudian, Sang ayah pun pergi dengan menggelengkan kepala nya, heran oleh sikap putranya yang berubah drastis.


*****


Di dapur, Elsa tampak sedih sambil menahan tangis nya bersandar ke dinding dan mengingat semua acara serta ucapan Fazi di malam pertama pernikahan mereka.


[Flashback: Malam pertama pernikahan]


Acara pernikahan Fazi dan Elsa di adakan sangat meriah, semua kerabat keluarga hadir dengan bersuka ria.


Elsa sebagai pengantin wanita terlihat cantik dan menawan dengan senyuman indah di wajahnya. Ia tersenyum dan tertawa dengan kemeriahan di hari bahagianya, walau pun hatinya merasa sedih karena Fazi tak sedikitpun menatapnya, senyuman di wajahnya mampu menutupi kesedihan itu.


Fazi sang pengantin pria, sedikitpun tampak tak bahagia, melainkan tampak kecewa dan muram di wajahnya. Ia berharap dapat bertemu dengan Dewi sebelum acara pernikahan nya selesai berlangsung, Fazi berharap Dewi akan datang melihatnya sebagai seorang teman masa kecilnya.


Setelah selesai acara, Fazi dan Elsa pergi ke kamar mereka, Fazi berjalan lebih dulu tanpa menunggu Elsa di belakang nya. Namun Elsa masih memaklumi dan mencoba untuk sabar.


Kreek, Bammm!! Membuka pintu kamar dan menutup nya dengan keras.


Di dalam kamar, Fazi berhenti tanpa menoleh ke belakang. Elsa terhenti dan terdiam melihat Fazi berdiri di depan nya jauh dari tempat tidur.


"Kau gadis yang baik, Aku akan jujur satu hal padamu. Ku harap kau mengerti dan menerima keputusanku." Ujar Fazi tegas sambil melirik ke belakang.


"Ha?!" Elsa mengangkat kepala nya kaget dan terkejut serta bingung dengan maksud perkataan suaminya itu.


"Ingatlah!! Kita menikah hanya karena keinginan Ayahku, ini hanya perjodohan sepihak. Kau bisa melakukan apapun di rumah ini, Kecuali denganku, dan Kamar ini Kau tidak boleh menyentuh ataupun mengubahnya." Ucap tegas Fazi pada Elsa.


Elsa tak menduga perkataan Fazi sangat menyakiti hatinya dan itu membuatnya sedih, bukan kata-kata manis yang di utarakan suaminya tapi sebuah peringatan keras untuknya.

__ADS_1


"Apa maksud perkataan mu? meski pernikahan ini atas dasar perjodohan orang tua kita, tapi Aku sungguh menyukai dan mencintaimu." Tegas Elsa menjawab.


Fazi semakin kesal mendengar ocehan Elsa padanya, ia pun tak segan mengutarakan isi hatinya.


"Aku tidak peduli dengan cintamu! Di hatiku hanya ada satu wanita, dan itu bukan Kau!!" Ucap Fazi dengan keras sambil membalikkan badan nya menatap Elsa.


Elsa langsung terdiam mendengar ucapan Fazi, hatinya merasa sakit dan kecewa. Namun ia berusaha tetap tegar demi keutuhan pernikahan mereka, dan bersikeras dalam hati untuk memenangkan cinta Fazi yang suatu saat akan dapat di luluhkan nya.


"Aku hanya akan mengatakan sekali padamu! Kau tidak boleh masuk ke kamar ini tanpa izinku, kau bisa tidur di kamar sebelah. Pergilah! Aku akan menyusul." Ucap Fazi tegas dengan wajah datarnya.


Elsa pun keluar, pergi ke kamar sebelah dengan mata berlinang menahan air matanya. Fazi pun segera menyusul dan mengunci kamarnya 'kamar yang menjadi kenangan nya bersama Dewi'.


Aku sudah menyatakan perasaanku padanya, tapi Dia langsung menolakku? Apakah wanita itu 'Dewi' sangat berarti untuknya hingga menutup pintu hatinya untukku? Gumam Elsa dalam hatinya sambil menahan kesedihan nya di dalam kamar.


Elsa pun langsung mengganti pakaian nya, ia merasa tak pantas memakai gaun pernikahan itu. Saat Elsa membuka bajunya, Tak lama pun Fazi masuk, dan keadaan pun menjadi canggung seketika. Elsa tercyduk oleh Fazi sedang telanjang.


"Aarghh!" terkejut Elsa, menjerit karena malu.


Seketika, kesedihan Elsa pecah menjadi rasa canggung dan malu di lihat Fazi dalam keadaan tak memakai baju.


"Ah, maaf!" Fazi langsung membalikkan badan nya karena malu, wajahnya memerah dan jantung nya berdegub kencang melihat tubuh Elsa yang putih dan bersih.


Fazi tanpa di sadari terpana melihat tubuh Elsa begitu indah, ia hampir tergoda tapi berusaha menutupi dan menahan nya.


"Cepatlah pakai bajumu! harusnya kau menutup pintunya terlebih dulu." Ujar Fazi dengan lembut dan pelan karena malu.


"Ah, Baiklah. Maaf," Sahut Elsa mengangguk dan bergegas memakai bajunya.


"Aku akan menunggu di luar," Ucap Fazi dengan nada pelan lalu bergegas keluar dari kamar.


"Baiklah" Jawab Elsa mengangguk.

__ADS_1


Elsa dengan cepat mengganti pakaian dan merapikan baju pengantin nya, sedangkan Fazi berdiri di luar pintu kamar menunggu.


__ADS_2