LuoChan

LuoChan
Part 5


__ADS_3

[Kenyataan]


Elsa tersenyum sambil menghapus air matanya, ia berdiri dan meyakinkan hatinya untuk lebih berusaha lagi dalam mendapatkan Fazi.


"Aku harus berusaha untuk mendapatkan hati dan dirinya, Fazi adalah suamiku dan sudah seharusnya Dia memberikan miliknya padaku." Ujar Elsa mengepalkan tangan nya dengan yakin.


Aku kira malam itu, Fazi akan tidur bersamaku di malam pertama pernikahan kami, tapi kenyataan nya Dia tidak mengijinkan Aku untuk menyentuh tubuhnya. Kali ini, Aku akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan Hakku sebagai istri, Apapun caranya. Gumam nya bertekad dalam hati.


****


Dewi! Kumohon, datanglah walau hanya dalam mimpi. Gumam Fazi berdo'a dalam hati, berharap Dewi bisa mendengarnya.


Fazi meneteskan air mata sembari berdo'a dan terjatuh ke atas bantal yang di peluk olehnya, ia sangat merindukan sosok Dewi dalam hatinya. Ia merasa kini hanya bisa mengenang kebersamaannya bersama Dewi dalam ingatannya saja.


Di saat yang bersamaan, di Dunia bawah tanah Dewi tengah belajar menyulam di ruangannya bersama Wan Li yang juga tengah sibuk membaca buku-buku di sebelah Dewi. Tiba-tiba ...


"Aww!" teriak Dewi kaget dan merasa sakit karena tertusuk jarum sulam, ia seakan mendapat sebuah firasat karena tiba-tiba saja teringat oleh temannya yaitu Fazi.


Dewi menghisap jarinya yang tertusuk jarum sembari melamun teringat Fazi, Wan Li yang mendengar suara Dewi kesakitan dengan segera mendatanginya.


"Ada apa istriku?" tanya Wan Li merasa khawatir, tapi ia malah melihat Dewi sedang melamun.


Wan Li pun menghela nafasnya menggelengkan kepala melihat istrinya melamun sambil menghisap jari, sambil tersenyum ia pun mengambil kesempatan untuk menjahili istrinya secara diam-diam.


"Emmuaah!" mencium pipi Dewi dengan kuat.


"Ahh!?" kaget Dewi dari bengongnya.


"istriku, Kenapa melamun? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Wan Li dengan lembut sembari duduk di sebelah Dewi.


"Ah, bukan apa-apa sayang. Hanya tertusuk jarum saja," sahut Dewi menunjukan jarinya sambil tersenyum ragu-ragu menutupi isi fikirannya yang teringat pria lain.


"Oh, apakah itu sakit istriku? Kemari, aku akan meniupnya." ucap Wan Li menatap jari Dewi yang terluka sambil menarik tangan istrinya itu lalu di tiupnya.


Bagaimana mungkin Aku mengatakan isi fikiranku pada Wan Li? Dia tidak mungkin mengizinkan aku pergi dari sini, apalagi demi seorang pria. Gumamnya dalam hati sambil merasakan kasih sayang Wan Li untuknya dan tak tega untuk mengatakan keinginannya kembali ke kota.


"Sudah, Aku baik-baik saja kok. Ini hanya luka kecil," sahut Dewi menarik tangannya kembali sembari tersenyum tipis.

__ADS_1


Wan Li sebenarnya sudah mengetahui keinginan Dewi karena ia bisa merasakannya melalui tanda di kening Dewi itu, tapi ia ingin mendengar langsung dari mulut Dewi yang ingin kembali dan meminta izinnya langsung.


"Istriku! Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan? Kenapa wajahmu mengatakan kegelisahan?" Ujar Wan Li mencoba menenangkan sambil menyentuh jemari Dewi dan memeluknya dari belakang.


Dewi merasa tersentuh dan tidak tega untuk menyembunyikan apapun dari Wan Li, ia pun memberanikan diri untuk berkata jujur.


"Eem... Suamiku! Aku ingin pulang, tiba-tiba saja aku teringat Fazi temanku di kota," ucap Dewi dengan nada pelan dan wajah berharapnya.


"Kembalilah, jika itu bisa membuatmu bahagia." jawab Wan Li tersenyum.


"Benarkah? Aku bisa pulang ke kota?" sahut Dewi tampak bersemangat.


"Tentu saja," jawab Wan Li tersenyum menyemangati.


"Tapi ... " Dewi tiba-tiba tampak ragu dan memikirkan Luo kecil serta cara untuk kembali pulang.


"Ada apa istriku?" tanya Wan Li merasa heran.


"Aku bingung ... Bagaimana dengan Luo dan aku tidak tahu cara untuk pulang. Jika sendirian pasti akan lama dan belum tentu aman di perjalanan," sahut Dewi tampak bingung sambil bersandar ke bahu Wan Li.


"Jangan khawatir masalah itu, Aku akan membantumu." jawab Wan Li dengan tenang.


"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia memilikimu." ujar Dewi tersenyum bahagia.


"Aku juga bahagia memiliki kalian berdua!" ujar Wan Li tersenyum.


Mereka saling menunjukan kasih sayangnya.


[Di Taman]


"Luo sayang, aku akan pulang ke tempat asalku. Aku akan sangat merindukanmu, karena aku tidak akan kembali kesini lagi," ujar Xiao yue merasa sedih.


"Bibi, jangan sedih. Suatu saat kita akan bertemu kembali," jawab pangeran Luo.


"Owh beruntungnya ibumu memiliki dirimu," ujar Xiao yue sambil memainkan hidungnya dengan hidung pangeran Luo.


Xiao Yue begitu menyukai pangeran Luo, ia tak ingat untuk mengembalikannya pada Wan Li dan Dewi. Sedangkan Wan Li mulai teringat pangeran Luo yang tidak nampak dalam pandangannya.

__ADS_1


"Istriku, Apa kita akan membiarkan putri Xiao Yue membawa anak kita? Ini sudah sangat lama," ujarnya merasa khawatir.


"Tidak apa, Sayang. Luo akan baik-baik saja, aku bisa merasakannya." jelas Dewi.


Di saat yang bersamaan, Xiao Yue dan pangeran Luo berjalan menuju kamar Dewi. Xiao yue ingin berpamitan pada Dewi dan Wan Li, ia sudah terlalu lama berada di luar istananya. Sekaligus ingin membawa Feng Li bersamanya, agar ada yang membantu menjaganya serta melindunginya sebelum ia di nobatkan sebagai pewaris takhta sang ayah.


"Qin wu! Tunggu," ujar Feng Li memanggil karena melihat Qin wu berjalan menuju kediaman Wan Li.


"Eeh, Ada apa pangeran Feng?" sahutnya bingung dan menoleh ke belakangnya.


Feng Li berlari menuju Qin wu, ia tak melihat Xiao yue dimanapun sehingga ingin bertanya pada Qin wu.


"Qin wu, Apa kau melihat Xiao yue ada dimana?" ujarnya bertanya.


"Oh! Perempuan jahat itu? Dia bersama pangeran Luo di taman," sahutnya jutek lalu pergi begitu saja meninggalkan Feng Li.


Ada apa dengan Qin wu? Kenapa menyebut Xiao yue perempuan jahat, apa yang sudah di lakukan Xiao yue padanya? Gumam Feng Li bingung.


Feng Li pun menuju taman tempat yang di sebutkan Qin wu padanya, tapi ia malah tidak melihat siapapun disana.


Apa jangan-jangan ... Xiao Yue melakukan sesuatu yang buruk pada Luo kecil? Aisshh, kenapa aku bisa ceroboh untuk percaya padanya. Aku tidak akan mengampuninya jika terjadi sesuatu pada Luo kecilku! gumam Feng Li merasa cemas dan mencari lagi ke semua tempat.


Di saat yang sama pula, Qin wu menuju kediaman Wan Li, begitu juga Xiao Yue dan pangeran Luo sedang mengarah ke kediaman Dewi. Sedangkan Dewi dan Wan Li tengah asyiknya menunjukan kasih sayang mereka, saling berpelukan dan bermesraan.


Ah, dimana mereka sebenarnya? Oh ya, pelayan ... Pasti mereka tahu dimana Xiao Yue. Gumam Feng Li kesal karena tak menemukan Xiao Yue dan Luo kecil.


"Pelayan! Kemari," ujarnya memanggil dengan memainkan telunjuk jarinya sambil memegang pinggang.


"Ya, pangeran?" jawabnya menunduk.


"Dimana putri Xiao yue dan pangeran Luo? Kenapa tidak ada di taman," ujar Feng Li bertanya sambil menunjuk taman.


"Putri Xiao Yue pergi membawa pangeran Luo menuju kediaman Ratu dan Raja, Pangeran." jelasnya memberitahu.


"Baiklah, kau boleh pergi." ucapnya lalu bergegas pergi menuju kediaman Wan Li dan Dewi.


Mereka semua mengarah ke kediaman Wan Li dan Dewi, apa sebenarnya yang mereka lakukan? Bukankah Wan Li dan Dewi tengah bermesraan, mereka akan mengganggu sekali saat sampai di kediaman Qian Lan Se.

__ADS_1


__ADS_2