
[Aula Qian lan se]
Malam hari tiba, Wan Li tengah bersemedi dan Dewi sedang menjaga pangeran Luo di pangkuannya.
Tok, tok, tok... "Yang Mulia, makan malam sudah siap." kata pelayan sembari mengetuk pintu.
"Suamiku! Ayo kita keluar," ujar Dewi dengan pelan.
Wan Li membuka matanya dan mereka pergi bersama ke ruang makan, sedangkan Feng Li, Xiao Yue dan Qin Wu sudah menunggu karena mereka datang lebih dulu.
Tap, tap, tap... Wan Li dan Dewi masuk dengan beberapa pelayan bersama mereka.
"Yang Mulia! Kakak!" ucap Qin Wu, Xiao Yue dan Feng Li bersamaan sembari berdiri menyambut kedatangan Wan Li dan Dewi.
"Duduklah!" sahut Wan Li sambil menarik kursi dan mempersilahkan Dewi duduk di sebelahnya.
Wan Li sangat perhatian dengan Dewi! Kenapa aku tidak dapat perhatian seperti itu dahulu, aku sangat merindukan ibuku. gumam Xiao Yue dalam hatinya dengan wajah yang tampak murung teringat akan kasih sayang ibunya.
Feng Li melihat wajah murung Xiao Yue, ia pun mengerti dengan perasaan yang di rasakan Xiao Yue saat ini.
Aku harus berani mengatakan pada kakak, aku tak tega melihatnya sedih. Anggap saja ini adalah penebusan dosa atas kematian ibunya. gumam Feng Li dalam hati sembari menatap Xiao Yue.
Mereka semua tengah makan, Wan Li dan Dewi tampak begitu mesra meski di waktu makan. Karena Wan Li menyuapi Dewi, sedangkan Dewi memangku Luo kecil. Rasa iri dan cemburu terlintas sejenak di benak Xiao Yue, tapi ia mencoba untuk menahan dan hanya tersenyum tipis sambil melirik.
10 menit kemudian
Makan malam sudah selesai, Feng Li pun membuka suara.
"Kakak!" ucap Feng Li memanggil.
Wan Li langsung menoleh dan melihatnya.
"Aku akan pergi ke istana Alam Bumian!" ujarnya serius.
Semua orang menatapnya dengan bingung kecuali Xiao Yue.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Wan Li serius.
"Kenapa mendadak kau ingin pergi? Ke Alam Bumian, apa yang akan kau lakukan disana?" tanya Dewi terheran.
"Pangeran! Apa yang kau bicarakan," ujar Qin Wu bertanya dengan bingung.
Melihat ekspresi dan tatapan semua orang terhadap Feng Li yang terlihat tidak senang dan tidak menyetujuinya, Xiao Yue pun bicara.
"Yang Mulia Raja dan Ratu! Besok aku akan kembali ke kerajaanku," ujar Xiao Yue sambil melirik Feng Li.
Wan Li langsung berdiri mendengar ucapan Xiao Yue dan ucapan Feng Li, ia teringat semua sikap buruk Xiao Yue selama ini terhadap Dewi dan sifat asli Xiao Yue yang tidak di sukainya.
"Apa ini ada hubungannya dengan putri Xiao Yue?!" tanya Wan Li pada Feng Li dengan wajah dingin dan serius.
"Kakak! Ini tidak ada hubungannya dengan dia, ini atas kemauanku sendiri. Aku harap kakak mengizinkan aku pergi," sahut Feng Li menjelaskan.
"Katakan! Apa yang kau rencanakan," syuuhh💥 brukk... Dengan marah, Wan Li langsung menyerang Xiao Yue dengan cahaya panasnya ke arah meja di depan Xiao Yue.
"Aargh!" kaget serta terkejut Xiao Yue langsung terjatuh ke belakang.
Dewi dan Qin Wu langsung berdiri terkejut dengan situasi barusan, mereka bingung dengan penyerangan Wan Li yang mendadak.
"Suamiku! Ada apa denganmu? Kenapa kau menyerang putri Xiao Yue?" tanya Dewi merasa ketakutan dengan perselisihan di antara Wan Li dan Xiao Yue.
"Yang Mulia! Tenanglah," ujar Qin Wu mencoba melerai.
"Urungkan niatmu untuk pergi kesana, ingatlah kematian ibu suri!!" ujar Wan Li dingin lalu pergi meninggalkan mereka semua begitu saja.
"Wan Li!" Dewi mencoba menghentikan langkah kaki Wan Li, tapi dia di hentikan oleh Qin Wu lebih dulu.
"Dewi! Biarkan dia sendiri," kata Qin Wu sambil menarik tangan Dewi.
Ada apa dengan Wan Li? Kenapa dia sangat marah, apakah ada sesuatu yang terjadi dengan ibu suri dan ada kaitannya dengan Xiao Yue? Ini pertama kalinya dia sangat marah, aku harus mencari tahu. dalam benaknya bicara dan bertanya-tanya.
Dewi merasa ada sesuatu yang janggal dengan perkataan Wan Li barusan, ia pun penasaran dan bertanya.
__ADS_1
"Katakan padaku, apa yang terjadi pada ibu suri?!" tanya Dewi dengan aura dingin di wajahnya.
"Dewi! Aku akan menjelaskannya padamu nanti, sekarang ajaklah pangeran Luo pergi." Qin Wu mengajak Dewi dan Pangeran Luo pergi meninggalkan Feng Li dan Xiao Yue.
Feng Li membantu Xiao Yue berdiri, dan merasa bersalah karena ia tak menyangka kakaknya akan menyerang begitu saja.
"Maaf!" ucap Feng Li pelan.
"Untuk apa?" sahut Xiao Yue.
"Karena aku, kau yang terkena imbasnya." kata Feng Li dengan polos.
Bukankah ini setimpal? Aku akan mengambil adik kesayangannya, tentu saja dia akan marah dan menyerangku. dalam hati Xiao Yue berbicara.
"Tidak, ini bukan salahmu. Aku bisa mengerti kenapa dia sangat marah," sahut Xiao Yue tersenyum licik.
"Baiklah, sebaiknya kau istirahat. Aku akan bicara pada kakakku dan membujuknya," ujar Feng Li lalu bergegas pergi.
Feng Li kembali ke kediamannya, Xiao Yue pun kembali ke tempat istirahatnya. Sedangkan Wan Li kembali ke kamarnya dan langsung meredam amarahnya sambil bersemedi.
Di sisi lain, Dewi dan Qin Wu tengah berbincang sambil berjalan menuju kediaman Wan Li.
"Katakan kak Qin Wu, apa yang sebenarnya terjadi? Tanya Dewi penasaran.
"kematian ibu suri di sebabkan oleh ayah Xiao Yue! Mereka membunuhnya saat Yang Mulia sedang tak sadarkan diri selama beberapa hari, Yang Mulia juga tidak sempat mengikuti pemakaman ibu suri untuk melihat terakhir kalinya." jelas Qin Wu memberitahu kebenaran pada Dewi.
"Apa?!" Dewi terkejut dan terperanga tak percaya bahwa penyebab kematian ibu suri ternyata di bunuh dan palakunya itu ayah Xiao Yue.
Aku tak menyangka, ternyata ini yang membuat Wan Li sangat marah. Wan Li takut itu bisa saja terjadi pada Feng Li jika pergi kesana. gumam Dewi dalam hati.
"Kak Qin! Terimakasih, aku harus segera kembali dan melihat Wan Li. Aku akan mencoba menenangkannya," ujar Dewi dengan cepat bergegas pergi menyusul Wan Li dan meninggalkan Qin wu.
Apa sebenarnya rencana Xiao Yue? Apakah ada niat terselubung di fikiran Xiao Yue, atau jangan-jangan dia berniat menjebak Feng Li? Aku harus memperingati Feng Li. dalam benak Qin Wu berfikir dan langsung pergi.
Wan Li selesai bersemedi dan menarik nafas dengan dalam, ia mencoba membuang semua amarahnya.
__ADS_1
Aku sudah membuat Dewi terkejut! aku akan meminta maaf padanya saat dia kembali. Feng Li! kenapa kau sangat mudah melupakan apa yang sudah di perbuat ayah Xiao Yue pada ibu? aku tidak bisa memaafkannya dengan mudah, terlebih lagi Xiao Yue pernah menyakiti Dewi. Dalam hati Wan Li bicara.