
Qin Wu dan Xiao Yue sudah mendekati kamar Wan Li dari arah jalan yang berbeda, sedangkan Feng Li menyusul dari belakang.
Ah sepertinya dengan cara ini akan lama sampai, lebih baik aku menghilang teleport saja lah. kata Feng Li dalam benaknya ingin menggunakan cara pintas agar lebih cepat sampai di kediaman Wan Li, demi mengejar Xiao Yue.
Feng Li akhirnya menggunakan jurus teleportasi untuk bisa mengejar Xiao Yue dengan kilat, sedangkan Xiao Yue dan Qin Wu akhirnya sampai dan bertemu satu sama lain di depan pintu kamar Wan Li.
Syuuuhh! Clingg ... Feng Li teleportasi.
"Ah!" kaget Xiao Yue melihat Qin Wu dan hampir menabraknya karena ia sibuk berjalan sambil mengoceh dengan pangeran Luo.
"Eehh?" bingung Qin Wu karena selalu bertemu dengan Xiao Yue.
Kenapa aku selalu bertemu dengan wanita ini? Apakah Dia selalu mengikuti aku!? dalam bathin Qin Wu.
Huft, pria ini! Selalu saja mengikuti aku. dalam bathin Xiao Yue sambil menaikkan alisnya dengan pandangan sinis.
Tak lama kemudian, muncullah ruang teleportasi ....
Wusshh! Feng Li keluar dari ruang teleportasi dan muncul secara tiba-tiba di depan Qin Wu, Xiao Yue.
Feng Li mendarat dan langsung menoleh ke belakang, ia melihat Qin Wu bersama Xiao Yue dan juga pangeran Luo.
"Qin Wu? Xiao Yue! Luo Kecil," ujar Feng Li kaget melihat mereka bersama-sama.
"Feng Li? Pangeran Feng?" ucap Xiao Yue dan Qin Wu bersamaan.
Feng Li langsung mendekati Xiao Yue, sedangkan pangeran Luo tampak tersenyum senang karena melihat paman dan bibinya berkumpul di depan kamar orang tuanya.
"Putri Xiao Yue! Kembalikan Luo kecil padaku," ujar Feng Li dengan nada pelan tapi dengan rasa khawatir. Ia ingin memastikan Luo kecil baik-baik saja.
"A ... baiklah," jawabnya mengangguk.
"Katakan, kenapa kalian berdua disini? Apa yang kalian lakukan disini," tanya Feng Li penasaran dan merasa legah karena pangeran Luo terlihat baik-baik saja.
"Ah, Aku hanya sedang ingin menemui Yang Mulia Wan Li. Aku tidak punya maksud apa-apa," jawab Qin Wu sambil menggaruk kepalanya tersenyum cengengesan.
"Aku hanya ingin mengembalikan pangeran Luo, apa ada sesuatu?" jawab Xiao Yue sekaligus bertanya pada Feng Li.
"Ah tidak, tidak ada." menggelengkan kepalanya sambil menatap pangeran Luo yang tertawa padanya.
__ADS_1
Di saat yang sama, Dewi merasa mendengar suara ramai di depan pintu kamar mereka.
"Sayang! Sepertinya ada orang di depan kamar kita," ujarnya pada Wan Li sembari bangun dari kasurnya.
"Aku akan melihatnya," jawab Wan Li sambil mengambil jubahnya di gantungan baju.
Wan Li pun langsung memakai jubahnya dan bergegas ke luar.
Kreeek!! Pintu terbuka dan Wan Li melangkah keluar.
"Gawat! Apa suara kita sudah membangunkan Yang Mulia?" gumam Qin Wu pelan.
Mereka bertiga terdiam kaku mendengar suara pintu terbuka, perlahan mereka melihat kaki seorang keluar. Lalu mereka memperhatikan dari bawah hingga atas, ternyata Wan Li yang keluar.
"Yang Mulia! Ah kakak! Pangeran!" ucap serentak Qin Wu, Feng Li dan Xiao Yue saat menatap Wan Li sambil membungkuk memberi hormat.
"Kenapa kalian berkumpul disini? Apakah ada sesuatu?" tanya Wan Li sambil menatap mereka dengan serius karena sudah mengganggu kebersamaannya dengan Dewi.
Saat Wan Li tengah serius, pangeran Luo justru tertawa dan mengoceh ala seorang bayi sambil menarik-narik rambut Feng Li. Kemudian Mata pangeran Luo yang polos dan berbinar menatap Wan Li, dalam sekejab Wan Li merubah raut wajahnya menjadi tersenyum dan lembut menatap pangeran Luo.
"Apa kalian kemari hanya untuk mengembalikan pangeran kecil?" tanya Wan Li lagi sambil berjalan mengarah pada Feng Li dan mengambil pangeran Luo ke dalam pelukannya.
Feng Li, Xiao Yue dan Qin Wu mengangkat kepala mereka sambil tersenyum melihat kasih sayang Wan Li dengan Luo kecil.
[Dalam kamar]
"Kenapa Wan Li tidak kembali? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Dewi dalam gumamnya.
Dewi karena penasaran dan merasa khawatir, ia pun berniat menyusul Wan Li keluar. Namun karena tergesa-gesa ia tak ingat untuk memakai jubah luarnya, ia hanya memakai baju dalam sejenis tentop wanita.
"Lebih baik aku keluar memastikannya,' ujar Dewi langsung pergi keluar hanya memakai tentop mini atasannya.
[Di Luar]
"Kakak! Hehe, aku hanya ingin melihat Luo kecil. Tapi tak di sangka mereka berdua disini juga," ujar Feng Li mencari alasan sambil cengengesan.
"Aku hanya ingin mengembalikan pangeran Luo," sahut Xiao Yue ketus melirik Qin Wu.
"Dan kau, Qin Wu?" tanya Wan Li menatapnya sambil memeluk Luo kecil.
__ADS_1
"Ah hehehe, aku ... Hanya kebetulan lewat Yang Mulia?" jawab Qin Wu dengan asal dan menutupi alasan yang sebenarnya.
"Apa ada yang lain?" tanya Wan Li dengan secara tidak langsung ingin mengusir mereka bertiga dari kediamannya.
"Tidak," jawab serentak mereka bertiga sambil tersenyum tipis palsu.
Tak lama kemudian, tiba-tiba suara pintu terbuka dan Dewi pun muncul.
Kreek! Pintu terbuka dan kepala Feng Li, Xiao Yue serta Qin Wu miring ke samping dengan kompak menoleh ke arah pintu.
"Wan Li?" ucap Dewi memanggil sambil melangkah keluar pintu, tapi malah Xiao Yue, Feng Li dan Qin Wu yang menolehnya. Wan Li tengah asik memainkan tangan kecil imut pangeran Luo yang sedang tertawa.
"Dewi!!?" ucap Feng Li, Xiao Yue, dan Qin Wu bersamaan karena terkejut melihat pakaian Dewi. Mereka bertiga melotot serta tercengang menatap Dewi.
Wan Li pun langsung berbalik badan dan menatap istrinya itu karena mendengar teriakan mereka bertiga yang begitu kompak menyebut nama istrinya.
"Sayang?!!" ujar Wan Li dengan melotot serta panik tiba-tiba, ia pun langsung mengeluarkan jurusnya untuk menutupi tubuh Dewi dengan balutan kain.
Syuuuh, wusshh ....
"Ah?!" Dewi kaget karena tubuhnya tiba-tiba di tutupi oleh kain dan berubah menjadi sebuah jubah.
Di saat yang bersamaan, Xiao Yue menutupi mata Feng Li dan Qin Wu dengan kedua telapak tangannya ke kanan satu dan ke kiri satu.
Dewi baru sadar dan menyadari keteledorannya, ia pun tersenyum malu dan canggung sambil cengengesan menutupi kesalahannya pada Wan Li.
"Maaf, aku lupa" kata Dewi sambil tersenyum mengatupkan kedua tangannya pada Wan Li.
"Huft" Wan Li hanya menghela nafas menggelengkan kepala melihat senyuman cantik di wajah istrinya, ia tak mampu dan tak akan bisa marah pada Dewi.
"Oh sayang, kau sudah kembali. Eh? Ada kalian bertiga disini, apa ada sesuatu? Apa kalian sedang berbincang, kenapa tidak masuk?" ujar Dewi bertanya sambil menggendong Luo kecil dan ajaknya untuk masuk.
Mereka bertiga hanya tersenyum, tapi Wan Li memberi mereka tanda untuk segera pergi.
"Ehem!" batuk Wan Li sambil melirik mereka bertiga dengan tatapan dingin.
"Tidak Ratu, Lain kali saja. Kami pergi dulu," jawab mereka bertiga bersamaan dan bergegas melangkah pergi.
"Eh? Kenapa mereka pergi? Bukankah seru jika kita mengobrol bersama-sama," ujar Dewi heran.
__ADS_1