LuoChan

LuoChan
Part 9


__ADS_3

Xiao Yue tersenyum mendengar ucapan Feng Li dan merasa tertarik untuk menggoda Feng Li si bocah polos itu.


"Emm, Apakah maksudmu.. Aku harus membawamu? Kenapa perkataanmu terdengar seperti seorang istri yang akan di tinggal pergi?! Hihi.. " ucap Xiao Yue sembari mendekati Feng Li secara perlahan dan mendekatkan wajahnya tepat mengenai hidung Feng Li, sehingga membuatnya merasa canggung bercampur rasa malu.


"I, istri?? "


"A.. Apa maksudmu! Aku hanya berkata jangan pergi seperti seorang pencuri? " sahut Feng Li mundur tiba - tiba beberapa langkah ke belakang dengan salting.


"Aiyo.. Aku hanya bercanda, kenapa wajahmu jadi merah. Apa kau merasa malu? "


"Atau.. Jangan - jangan kau sudah jatuh cinta padaku, iya tidak? " tambah Xiao Yue godanya lagi.


"Sembarangan! Aku seorang Pangeran, aku tidak mungkin jatuh cinta padamu. " sahut Feng Li sambil mengusap - usap pipinya.


"Aku juga seorang Putri! Apa yang salah dengan statusku? " jawabnya melirik sambil manyunkan bibir.


Akhirnya mereka pun bertengkar karena hal sepele tanpa mereka sadari sebenarnya mereka memang sedikit memiliki rasa suka dalam hati masing - masing, tapi tidak ingin mengakui dan tidak menyadari.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka damai dan memutuskan.


"Baiklah, malam ini kita kabur saja! " ucap mereka berdua kompak saling memandang dan tersenyum.


****


[Malam hari]


Wan Li dan Dewi sedang asik bermain dengan pangeran Luo yang sudah semakin besar dan sangat pintar, sambil tersenyum Wan Li menatap istri dan anaknya.


"Pengawal rahasia! Masuklah, " panggilnya dengan suara gaib.


Wusshh..


"Kami menghadap Yang Mulia Raja! " ucap kedua pengawal tersebut sambil memberi hormat muncul secara tiba - tiba di dalam kamar Wan Li.


Eits..


"Siapa mereka? Kenapa muncul dadakan? " ujar Dewi tampak bingung menatap Wan Li, dan Wan Li hanya berdiri tegak menghadap kedua pelayan pria di hadapannya sambil memberi isyarat.


"Salam Permaisuri, saya Shuwan dan saya Changyi. Kami adalah pengawal rahasia yang di tugaskan Yang Mulia Raja untuk menjaga Pangeran Luo mulai saat ini. " ucap kedua pengawal tersebut menegaskan.


"Owh, baiklah. " jawab Dewi melirik Wan Li.


"Mulai saat ini, kalian akan terus berada disisi Pangeran."

__ADS_1


"Baik Yang Mulia Raja! "


Shuwan dan Changyi berjalan tegap mendekat ke arah pangeran Luo dan berdiri tepat di belakang Dewi, mereka juga berpapasan dengan Yun Xien dan Yuan Rong. Yun Xien sedikit merasa kesal melihat gaya sok keren kedua pengawal tersebut, ia pun memberi tatapan sinis.


Dewi berdiri dan melihat situasi di dalam kamar, ia pun menghampiri Wan Li dan menarik tangannya sambil berbisik ke suatu sudut ruangan kamar.


"Sayang, bukankah ini berlebihan? Mereka berdua dan kedua pelayanku.. Semua berkumpul disini. Ini adalah kamar kita, bisakah mereka pergi? Atau melindungi secara diam - diam tanpa berkumpul disini? Mataku sangat risih melihat mereka, " ujar Dewi bisiknya.


"Lihatlah Yun Xien, sorotan matanya seakan ingin menggigit pengawalmu itu. " ucap Dewi sembari menoleh gerak gerik Yun Xien.


"Itu bagus. Mereka akan belajar banyak dari pengawal Pangeran Luo, " sahut Wan Li berbalik badan.


Ehem..


"Kalian boleh pergi, aku akan menidurkan Pangeran Luo. " tegas Dewi sambil menghela nafas.


"Kalian bisa pergi sekarang! " ucap Wan Li.


"Baik Yang Mulia Raja. " sahut Shuwan dan Changyi serta Yun Xien dan Yuan Rong.


****


Di sisi lain Feng Li dan Xiao Yue sudah berkemas dan bersiap pergi.


"Kau yang pembantu! " tegasnya kesal.


"Karena aku seorang putri, wajar bagiku membawa banyak barang. Itu hal wajar, " sahut Xiao Yue sambil menahan tawa.


"Haissh.. merepotkan! " gumam Feng Li dalam hati.


Feng Li menggaruk kepalanya, bingung bagaimana membawa barang - barang.


"Hei, bukankah kalian Pangeran Dunia bawah tanah memiliki Cincin Ruang? kenapa otakmu sepertinya bermasalah!? " sindir Xiao Yue.


"Ah! iya, kenapa aku tidak ingat? "


"We! kenapa bicaramu seperti nenek sihir? aku hanya berpura - pura tidak ingat karena tidak sudi memuat barangmu! " sahut Feng Li dengan ketus.


"Dasar.. " gumam Xiao Yue kesal.


Feng Li membuka cincin ruang dan memindai semua barang bawaan ke dalamnya. Setelah selesai mereka pun mengendap - endap keluar melewati penjagaan malam.


Di sisi lain, Qin Wu menerima surat dari ayahnya dan sedang membaca.

__ADS_1


Dalam surat tertulis bahwa Qin Wu harus kembali ke kerajaannya untuk masalah keluarga. Ayahnya jatuh sakit dan ia di tuntut untuk segera menikah demi mewarisi takhta sang ayah dan meneruskan kerajaan.


"kenapa kita harus seperti ini? apakah otakmu benar - benar ada masalah! kau bisa gunakan teleportasi kan? kenapa harus repot - repot menghindari para penjaga? " ucap Xiao Yue kesal karena merasa lelah sembunyi - sembunyi dalam melangkah.


Feng Li berhenti dan benar - benar menyadari ada kemungkinan memang otaknya bermasalah, dia benar - benar melupakan semua keistimewaan ilmunya sendiri.


"Kenapa wanita ini selalu mengataiku! tapi dia memang benar, otakku bermasalah. bermasalah semenjak dengannya!! " gumam Feng Li dalam hati sambil menggelengkan kepala dan tertunduk malu.


"Baiklah, kemari dan berpegangan denganku! ini masih area kakakku, pasti akan ada getaran saat teleportasi. " ujarnya sambil mengucapkan mantra teleportasi.


"Oh baiklah " jawab Xiao Yue mendekat dan memegang baju Feng Li dari samping.


Di waktu bersamaan, Wan Li tiba - tiba merasakan keberadaan Feng Li yang akan melintas di area pelindung yang ia buat. Wan Li pun dengan tergesa - gesa menuju tempat tersebut.


Clingg...


Wan Li menghilang dengan sekejap mata tanpa memberitahu Dewi.


"Maaf Dewi, aku pergi sebentar. " ujar Wan Li mengirimkan suara melalui udara.


"Ha? " sahut Dewi tanpa sadar sembari menoleh ke sebelahnya dan tidak melihat Wan Li.


"Eh, kemana Wan Li? tadi dia di sebelahku, kenapa sekarang tidak ada? "


"Ada apa? apakah ada sesuatu yang terjadi? " gumam Dewi bingung.


Wusshh...


Saat Wan Li sampai di lokasi Feng Li, mereka sudah tidak ada. hanya ada jejak teleportasi yang di rasakan Wan Li dan tercium aroma adiknya dan juga Xiao Yue. Wan Li seketika menjadi marah dan tanpa berfikir lagi ia pun mengeluarkan gelombang suara untuk memanggil adiknya yang berada dalam teleportasi. Gelombang suara yang dapat menghancurkan teleportasi Feng Li dalam sekejap, inilah keunikan dan keistimewaan ilmu mereka masing - masing.


Fe.. ng.. Li.. !!


Teriak Wan Li mengeluarkan gelombang suara dahsyatnya dan detik itu juga teleportasi Feng Li hancur, mereka berdua terjatuh di suatu tempat di tengah hutan.


"aaaah !!? " teriak Xiao Yue dan Feng Li.


Buuukk!!


Feng Li dan Xiao Yue terjatuh, Xiao Yue menindih tepat di atas Feng Li. mereka kesakitan karena terjatuh tiba - tiba.


"Aw, sakit sekali? " gumam Xiao Yue.


"Aaah!!? " teriaknya melihat Feng Li di bawah badannya.

__ADS_1


Feng Li yang terkaku karena seorang wanita telah menindihnya, ia juga tak bersuara atau pun bergerak karena syoknya seorang jomblo.


__ADS_2