LuoChan

LuoChan
Part 8


__ADS_3

Kreek!


"Wan Li? "


"Apakah kau di dalam? "


Dewi membuka pintu sambil melihat sekitar dalam kamar, perlahan melangkah masuk.


"Eeh! Dimana dia? " gumam Dewi berdiri dengan bingungnya tak melihat Wan Li dalam kamar.


"Maaf! Maaf jika aku membuatmu terkejut dengan sikapku! " bisikan Wan Li yang diam - diam memeluk Dewi dari belakang.


Ketika suara langkah kaki terdengar dari luar kamarnya, Wan Li menggunakan jurus penghilang tubuh untuk tak terlihat oleh siapapun.


"Eh!? Bukankah dia di dalam, kenapa memelukku dari belakang? Apakah ini ilusi, atau memang Wan Li dari luar? " gumam Dewi dalam hati serta bingung tak terjelaskan dalam benaknya.


Dewi menyentuh tangan Wan Li dengan lembut serta membalikkan badannya ke hadapan Wan Li. Tersenyum dan memejamkan mata membalas pelukan Wan Li dengan senang.


Huff..


"Aiya.. Untuk apa minta maaf padaku? Apakah kita bermasalah? Tidak, bukan? " ucap Dewi lembut.


Wan Li tersenyum mendengar ucapan Dewi yang seakan tak terjadi apapun.


Tapi..


"Maaf, Aku tidak tahu apa yang terjadi pada ibumu. Aku juga tidak tahu ada apa di antara Kau dan Xiao Yue, kenapa kau sangat tegang tadi? " tanya Dewi merasa penasaran dan mencari tahu kebenaran yang ada.


Wan Li seketika terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Dewi tentang dirinya dan Xiao Yue, karena Dewi tidak mengetahui masa lalu mereka.


"Ayah Xiao Yue membunuh ibuku! Xiao Yue pernah mencoba untuk membunuhmu! Apakah alasan ini cukup? " jawab Wan Li dengan hati - hati.


Dewi sedikit merasa curiga dengan sikap Wan Li yang tak berani menatap matanya saat menjawab pertanyaannya.


"kenapa Xiao Yue ingin membunuhku? " tanya Dewi lagi merasa ada kejanggalan yang tidak ia ketahui.


"Itu karena Ka.. !! " jawabnya terhenti, tak ingin Dewi tahu masa lalu yang tak penting baginya.


"Karena.. Karena apa? Kenapa kau berhenti? " sahut Dewi semakin curiga.


"Itu tidak penting! Aku hanya tidak ingin Feng Li ikut dengannya, itu saja! " jawab Wan Li singkat.


"Owh, baiklah? "


Dewi tak ingin berdebat dengan Wan Li, tapi ia akan mencari tahu kebenaran apa yang di sembunyikan suaminya itu.

__ADS_1


"Dia menyembunyikan sesuatu dariku, kenapa Xiao Yue ingin membunuhku? Aku tidak mengenalnya sebelum ini, dan apa hubungannya?" bertanya - tanya dalam hati Dewi.


"Dimana LuoLuo? " tanya Wan Li mencoba mengalihkan pembicaraan.


"LuoLuo? Sejak kapan kau memanggilnya begitu? Tapi, terdengar lucu sih. " Ujar Dewi tersenyum kecil.


"Pangeran Luo bersama Yun Xien dan Yuan Rong." tambahnya sambil duduk di kursi


"Aku akan memberikan Pangeran Luo beberapa penjaga untuknya sendiri, agar pelayanmu tidak di repotkan lagi olehnya. " ujar Wan Li mendekati Dewi.


"Untuk apa? Bukankah aku sendiri sudah cukup untuk menjaganya? Apa kau meragukan aku?" sahut Dewi dengan polosnya sembari meminum teh dan memakan kue yang ada di atas meja.


Puft..


"penjaga yang aku maksud adalah pengawal khusus untuk melindunginya dari bahaya dan mereka cukup kuat,"


Wan Li mencoba menahan tawa mendengar celoteh istrinya, dan Dewi menyeringai malu dengan jawaban suaminya itu. Akhirnya suasana menjadi lebih ringan dan mereka mulai bercanda saling melontarkan ejekan kecil satu sama lain.


****


[Kediaman Feng Li ]


"Pangeran? "


"Tidak perlu! Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan, aku ingin istirahat sebentar. "


Qin Wu ingin bertanya, Namun Pangeran Feng Li mengabaikannya begitu saja tetap berdiri di luar pintu kamarnya. Qin Wu yang baik hati pun pergi begitu saja tanpa bersuara apapun lagi. Feng Li sebenarnya merasa dilema karena sikap kakaknya yang tak biasa berprilaku ceroboh dan mudah marah di depan orang lain. Berbaring di tempat tidur sambil mengingat kembali adegan saat mereka selesai makan saat itu, sepertinya kebencian kakaknya terhadap Xiao Yue tidak mudah hilang begitu saja.


Feng Li memutar balik isi kepalanya mencari sebuah ide atau alasan yang tepat agar dapat menepati janjinya pada Xiao Yue tanpa harus membuat kakaknya marah.


"Jika aku kabur bersama Xiao Yue, kakak pasti marah! Aku meminta izin padanya, dia menolaknya! Lalu.. Aku harus apa? " gumamnya sambil menggoyangkan kaki dan memainkan gumpalan awan kecil berwarna hijau di ujung jarinya.


"Aach!? Aku akan coba bertanya sekali lagi, " sontaknya keras sambil berdiri bergegas pergi menemui kakaknya tanpa berfikir panjang lagi.


Di saat yang bersamaan, Wan Li tengah bermesraan dengan Dewi. Di saat itu juga si peganggu Feng Li muncul,


Tap.. Tap.. Tap..


Langkah kaki Feng Li yang berjalan sambil tersenyum tanpa mengetuk pintu dulu, ia masuk begitu saja ke dalam kamar Wan Li.


"Kakak! "


Sontaknya keras sambil tersenyum. Wan Li dan Dewi serta Feng Li terdiam terpaku sejenak karena terkejut, dimana adegan kiss mereka di lihat langsung oleh Feng Li. Lalu Dewi dan Wan Li duduk ke kursi mereka masing - masing sambil merapikan diri dan juga merasa canggung.


"Maaf? Apakah aku datang di waktu yang tidak tepat, aku akan kembali nanti. Hehehe " ucap Feng Li dengan nada pelan sambil cengengesan ia mundur sambil ingin menutup pintu kembali, tapi di hentikan oleh Wan Li.

__ADS_1


"Ehem! Katakan, ada apa?" tanya Wan Li.


"Em.. Aku akan kembali lagi nanti, kakak dan kakak ipar lanjutkan saja. Hehe " sahut Feng Li yang merasa canggung.


"Em.. Kalian bicaralah, aku akan pergi dulu. " ucap Dewi menyela pembicaraan.


"Tidak perlu! Katakan saja langsung ada apa? Tidak masalah Dewi disini, " tegas Wan Li memegang tangan Dewi dan menyuruhnya duduk.


"Baiklah! " sahut Feng Li.


"Kakak, bagaimana jika aku dan Xiao Yue kabur saja dari sini! Apa kalian akan marah padaku? " tanya nya dengan santai.


Puuft..


Wan Li yang sedang meneguk teh tiba - tiba tersedak mendengar ucapan adiknya yang tidak masuk akal dan terlalu santai dalam pengucapannya seperti itu hal yang biasa baginya.


"Apa katamu?! Apa kau sudah tidak punya otak?" sahut Wan Li sambil menyeka tetesan teh di pinggiran bibirnya.


"Kenapa rasanya.. Kalian seperti pasangan yang tidak di restui, lalu berencana kabur dan kawin lari? Aduuh.. Itu tidak baik, " gumam Dewi sambil mengamati Feng Li dan berfikir yang aneh - aneh dalam benaknya.


"Lalu ? Aku harus bagaimana membujuk kakak agar di izinkan pergi?! "


"Em, Feng Li.. Sebaiknya kau pergi dulu, aku akan bicara pada Wan Li. Bagaimana ?"


"Oke! Sebaiknya begitu, " sahut Feng Li dan pergi begitu saja.


"Dasar adik kurang ajar! Sekarang berani mencoba kabur hanya demi wanita itu? " ucap Wan Li yang heran melihat adiknya.


"Sudahlah, tenang dulu dan mari kita duduk. Oke? " bujuk Dewi yang memegang sapu tangan sambil membantu Wan Li membersihkan percikan air teh di pakaian Wan Li.


Di saat yang bersamaan, Xiao Yue tengah bersiap - siap mengemas barang - barangnya dan segera ingin pergi karena prilaku Wan Li padanya.


"Aku akan pergi diam - diam dari sini, si busuk Feng Li itu pasti tidak bisa membujuk kakaknya. "


"Pria tidak bisa di andalkan! " ocehan Xiao Yue yang meremehkan Feng Li tanpa tahu kalau Feng Li sebenarnya sedang menguping perkataannya yang mengutuk dirinya di balik pintu kamar Xiao Yue.


"Apa kau baru saja mengutukku? Gadis bu.. su.. K! "sahut Feng Li ejeknya dari luar pintu kamar Xiao Yue.


"Eh? Apakah pangeran di kerajaan ini terbiasa menguping di kamar orang lain? " sahut Xiao Yue yang terkejut mendengar suara Feng Li tiba - tiba.


Feng Li mendorong pintu dan mendapati Xiao Yue yang tengah memegang bungkusan pakaian di atas meja. Dengan cepat ia pun menghampiri dan memeriksa bungkusan di depan Xiao Yue.


"Apa maksud ini semua? Apa kau berencana pergi hari ini? Kenapa tidak mengajak aku" ucapnya lantang secara spontan tanpa berfikir.


"Eits!! Kenapa aku merasa kecewa dan berharap Wanita ini membawaku bersamanya? Ada apa denganku? Aish, dasar mulut payah! " gumam Feng Li dalam hati yang tiba - tiba tersadar dengan ucapannya barusan sambil menutup mulut dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2