
Di pagi hari, Sandra yang baru saja bangun dari tidurnya langsung mencuci wajahnya dengan air bersih. Lalu ia keluar menuju ke dapur untuk meminum segelas air. Tak lama kemudian, dia keluar ke teras menurut halaman untuk melakukan aktivitas rutinnya setiap pagi yaitu menyapu di halaman depan rumahnya sendiri.
Dia merasa sangat senang karena dia tak memiliki banyak beban yang perlu di pikirkan setiap harinya.
Dia menyapu sambil melantunkan sebuah syair lagu. Yah, Sandra sangat menyukai lagu barat. Oleh karena itu, hampir setiap hari dia bernyanyi lagu western yang membuat keluargnya hanya geleng-geleng kepala dengan tingkahnya yang seakan seperti penyanyi kelas atas.
Hingga beberapa menit kemudian, Sandra telah selesai mengumpulkan dedaunan kering itu. Setelah itu, ia membakar dedaunan kering yang sudah di kumpulkan-nya tadi.
Saat semuanya telah selesai di bakar, ia beranjak pergi ke depan teras untuk duduk bersantai saja.
Sandra mengeluarkan Handphonenya dari saku celana lalu memainkannya. Saat baru beberapa menit mengscrol sosial medianya, tiba-tiba Aldi datang lalu duduk di sampingnya.
Aldi yang melihat kakaknya hanya bersantai terus setiap harinya membuat hatinya sedikit iri dan geram. Yang pada akhirnya Aldi melontarkan sebuah percakapan yang singkat.
" Kak Sandra, kenapa sih kakak gak kerja aja. Ngitung-ngitung buat bantu-bantu ayah untuk ngumpulin duit buat biaya kita semua ". Tanya Aldi dengan rasa geram sambil memainkan ponselnya di teras rumah.
" Emang selama ini kamu gak pernah merasa cukup apa dek? ". Jawab Sandra dengan ketusnya.
" Aduh kak. Jaman sekarang mah, gak mungkin kita hidup kayak gitu-gitu aja. Pastilah kita semua ingin ada perubahan ". Ucap Aldi dengan santainya.
" Maksud kamu dek? " Tanya Sandra dengan sedikit kaget.
" Jadi gini kak, aku di kampus tuh sering di ledekin sama teman-teman geng aku. Katanya aku ini kurang gaul, katanya Handphone aku ini udah sangat jadul dan juga masa ke kampus harus naik ojek terus sedang mereka semua pada ngendarain mobil terus ". Jawab Aldi dengan jelas dan sedikit panjang lebar tanpa rasa bersalah.
" Astaga, hanya karena itu kamu menyuruh kakak untuk bekerja juga? " Sandra menatap Aldi dengan tatapan yang tajam.
" Iya kak. Sebab Aldi malu selalu di ledekin terus bahkan sempat di bully juga. Kayak Aldi itu gak ada harga dirinya bagi mereka kak ". Ucapnya dengan sedikit terbata-bata.
" kalau begitu, mending kamu jauhin aja tuh teman-teman mu yang pada toxic sama kamu. Daripada kamu harus terus memaksakan kehendak. Belum tentu juga kan mereka akan menilai mu secara lebih setelah kamu mendapatkan semua keinginan mu itu ". Ucap sandra yang mulai merasa kesal dengan sikap adiknya itu.
" Ta-tapi kak, aku juga gak bisa menjauh dari mereka. Sebab dia juga sering membantu ku ketika aku butuh duit ". Jawab Aldi dengan gugup.
" Yasudah, terserah kamu sajalah dek. Yang penting kakak sudah kasi kamu saran. Mau kamu ikutin atau tidak, itu terserah kamu saja". Ucapnya dengan nada kesal lalu masuk ke dalam rumah.
Sandra lalu masuk ke dapur untuk mengambil minum karena merasa haus.
Tak sengaja dia mendapatkan ibunya yang sedang sibuk berjibaku di dapur. Dia lalu segera menghabiskan airnya dalam gelas lalu bertanya.
" Ibu mau buat acara apa? Kok tumben masaknya banyak banget hari ini? " Tanyanya dengan penuh penasaran.
" Emang kamu gak tau San, kalau adikmu Arum akan pulang hari ini ". Jelas ibu lijah pada Sandra.
" Nggak Bu, makanya aku bingung dengan ibu tadi. Tapi kok Arum gak kasi tau aku yah kalau dia mau pulang. Biasanya juga dia chat atau telfon tuh kalau dia mau pulang. Tapi ini kok malah nggak sih Bu? ". Jelas Sandra dengan panjang lebar dengan sedikit geram.
" Mungkin adikmu sibuk, makanya lupa kasi tau kamu nak ". Ucap Bu Lijah dengan lembut untuk menenangkan Sandra yang terlihat kesal.
" Iya Bu. Mungkin saja dia lupa ". Sandra sedikit melunak.
" Yaudah, ayo sini bantu ibu biar cepat selesai. Kalau mau bicara terus, kapan masaknya ini?! ". Ucap Bu Lijah sambil cengengesan.
" Iya-iyaa. Bawel banget sih jadi ibu. Untung aku sayang kalau nggak pasti udah.....". Sandra sedikit bercanda dengan ibunya.
" Udah apa coba? " Tanya Bu Lijah yang juga penasaran dengan lanjutan ucapan Sandra.
" Hehehe.... Nggak kok bu. Sandra hanya bercanda saja pada ibu ". Jawab Sandra.
Sandra pun membantu pekerjaan ibunya. Ibunya memasak ayam goreng pedas manis dan juga sayur sup untuk Arum. Sedangkan Sandra memasak nasi, goreng kerupuk, dan juga sambal terasi sebagai pelengkapnya.
Setelah semua masakannya telah matang, mereka pun menghidangkannya di atas meja makan.
Mereka saling mengobrol satu sama lain. Setelah menunggu sambil mengobrol beberapa menit, terdengar suara ketukan dari pintu luar.
Tok... Tok... Tok!
" Wah, mungkin itu Arum. Biar aku saja yang membuka pintunya", Ucap Sandra yang tampak kegirangan.
Sandra pun bergegas lari menuju ke pintu untuk melihat siapa yang datang.
Di lihatnya Arum yang membawa 2 tas besar dan 1 kardus kecil yang tampak terlihat kelelahan.
" Arum, kakak sangat kangen sama kamu". Sandra langsung memeluk Arum yang sudah lama tak bersama karena melanjutkan sekolahnya di Jakarta.
Dua saudara itu saling melepaskan rindunya dengan saling berpelukan satu sama lain.
Sandra merasa terharu dengan kedatangan adiknya itu.
" Aku gak di persilahkan masuk dulu nih? " Ledeknya pada kakak sulungnya itu.
" Hehehe.... Maaf, kakak bahkan lupa untuk mempersilahkan kamu masuk dulu karena saking kangennya dengan kamu ". Ucap Sandra sambil cengengesan.
" Ya sudah ayo masuk dulu gih, soalnya aku tuh udah capek banget tau. Tapi aku boleh minta tolong kan sama kakak? ". Arum merasa sedikit canggung.
" Kamu mau minta tolong apa emangnya sama kakak? ". Tanya Sandra penasaran.
" Tolong angkatin sebagian barang-barang aku ya kakak, soalnya aku agak kerepotan kalau aku yang langsung rampung semua barangnya ". Ungkapnya dengan jelas.
" Yaelah, ternyata itu doang. Sini biar kakak saja yang angkatin semua barang-barang mu. Kamu biar langsung masuk saja ke dalam untuk ketemu bapak, ibu dan juga Aldi sana ". Ucap Sandra sambil mengangkat barang Arum.
Sandra pun mengangkat barang-barang yang di bawa oleh Arum dan meletakkan barang itu ke kamar Arum.
Setelah semua barang sudah di angkat, Sandra mengajak adiknya itu untuk pergi di ruang makan untuk makan bersama-sama.
" Rum, ayo kita makan dulu. Ibu dan juga lainnya sudah menunggu kamu dari tadi ". Ajaknya pada Arum.
" Wah, iyaa kak? Aku jadi gak sabar nih pengen ketemu sama mereka semua dan juga pengen memakan masakan ibu". Ucap Arum dengan begitu girang dan antusias.
" Ya sudah, makanya ayo cepat kita ke dapur ". Ucap sandra.
Mereka berdua pun berjalan menuju ke ruang makan. Disana sudah ada ibu, ayah dan juga saudaranya yang sudah menunggunya dari tadi.
Sebelum duduk, Arum hendak menyapa dan menyalami dan memeluk semua anggota keluarga.
Setelah selesai bertemu kangen, Arum hendak menarik kursinya untuk duduk dan makan siang bersama keluarganya.
__ADS_1
Mereka pun tampak senang dan berbincang-bincang sedikit sampai makanan mereka habis.
" Alhamdulillah, akhirnya kenyang juga ". Seru Arum saat makanan yang dia makan telah habis.
" Iya nak, Alhamdulillah ". Ucap Bu Lijah pada anak bungsunya.
" Itu semua karena ibu yang masak makanya makan kita semua pada lahap, apalagi ibu kalau memasak kan pada enak-enak semua tuh dan pada menggugah selera ". Ucap Sandra yang berhasil membuat pipi ibunya terlihat memerah.
" ssttt... Jangan terlalu memuji ibu nak, tuh lihat pipi ibumu sudah sangat memerah ". Ujar pak Hari yang langsung ikut nimbrung.
" Hahaha.... Iya tuh. Ibu sudah mulai salah tingkah dengan pujian kakak ". Aldi Pun tak mau kalah untuk mengeluarkan pendapatnya.
Mereka yang ada pada ruangan itu pun langsung pada memecahkan tawa setelah mendengar pembicaraan yang singkat itu.
Saat kedua laki-laki itu meninggalkan tempat duduknya. Sandra pun langsung mengangkat piring-piring yang kotor itu ke dapur untuk di cuci yang di mana Arum pun itu menemani.
Setelah semuanya telah beres. Arum di suruh ibunya untuk langsung beristirahat saja karena sudah mulai terlihat sangat kelelahan.
Sementara Aldi bersiap-siap untuk berangkat kerja karena dia bekerja sebagai waiters di sebuah cafe untuk mengisi kekosongannya.
*****
Di sore hari, Arum sudah terbangun dari tidurnya. Tapi sebelum bangun, dia mengumpulkan dulu nyawanya kembali sebelum keluar kamar.
Beberapa detik kemudian, ia merasa bahwa nyawanya sudah mulai terkumpul kembali, lalu Arum pun langsung bergegas keluar dari kamar tidurnya.
Di lihatnya Sandra yang sedang bersantai di depan TV yang sedang menonton salah satu acara TV favoritnya. Arum pun langsung mendekat ke arah kakaknya itu.
" Lagi nonton apa tuh? ". Ledek Arum pada Sandra.
" Ini kakak lagi nonton tentang cara pengelolaan bisnis ". Jawab Sandra.
" Hmm... Sepertinya ada yang mau jadi pebisnis nih? ". Ucap Arum.
" Rencana sih, iya dek. Makanya kakak sering banget nonton acara-acara televisi kayak gini. Lumayan kan dapat ilmu gratis! ". Jelas Sandra.
" Emangnya kakak mau buat bisnis apa? ". Tanya Arum.
" Cuman bisnis kecil-kecilan aja sih dulu ". Jawab Sandra.
" Iya, tapi bisnis apa toh kakak ku cantik? ". Tanya Arum lagi.
Arum yang sangat penasaran dengan jawaban kakaknya pun tak henti-hentinya untuk bertanya.
" Ini kakak mau coba buka toko sembako aja sih. Karena setelah kakak pikir-pikir tuh yaa, pasti sangat ramai. Apalagi warga disini kalau mau beli keperluan rumah tangganya, harus jauh-jauh ke supermarket dulu ". Jawab Sandra dengan singkat dan jelas.
" Wah, ide bagus tuh kak. Pasti ibu sangat senang kalau kakak bangun toko sembako di depan rumah ". Ucap Arum dengan senang.
Namun, Arum tiba-tiba kepikiran dengan biaya perencanaan pembangunan toko sembako milik kakaknya itu. Sebab orang tuanya hanya petani, sedangkan kakaknya Sandra hanya pengangguran.
Cuman Aldi yang berkerja part-time, tapi gajinya untuk biaya kuliahnya sendiri, bukan untuk biaya kebutuhan keluarga.
" Tapi kak, uangnya ambil darimana? Kan kalau kita pinjam di Bank, bunganya sangat banyak. Kita mau bayar pakai apa nanti? ". Tanya Arum dengan sedikit khawatir.
" Memang bisa kak, hanya menulis novel kita bisa mendapatkan gaji? ". Tanya Arum bingung.
" Ya bisa dong dek. Kalau nggak, mana mungkin kakak berminat untuk jadi penulis novel ". Jawab Sandra untuk meyakinkan adiknya itu.
Mereka berdua, membahas mengenai caranya menjadi seorang penulis di platform Novel.
Lama berbincang-bincang, mereka pun selesai.
Pak Hari yang baru pulang dari bertani langsung mandi dan makan. Setelah itu, ia duduk di sofa ruang tengah.
Namun karena ia merasa tubuhnya sangat capek dan lelah, ia pun berfikiran menyuruh anaknya untuk memijitnya.
Tak lama kemudian, pak Hari pun langsung memanggil kedua anak gadisnya itu.
" Sandra, Arum. Kalian ada di mana? ". Teriak pak Hari.
" Iya, lagi di depan televisi pa". Sandra dan Arum serentak menjawab.
" Kalau kalian gak sibuk. Mari kesini dulu ". Ucap pak Hari memanggil kedua gadis itu.
" Iyaa pa ". Sontak gadis itu menjawab.
Sandra dan Arum pun berdiri dari sofa dan langsung bergegas menuju ke ruang tengah untuk memenuhi panggilan papanya.
" Ada apa papa memanggil kami berdua? ". Tanya Sandra.
" Papa lagi pegal-pegal nih. Jadi papa mau minta tolong sama kalian buat mijitin papa ". Pak Hari berterus terang.
Tanpa basa-basi, kedua gadis itupun langsung memijit papanya. Sandra memijit di bagian lengan sedangkan Arum memijit di bagian betis papanya.
Mereka saling melepaskan canda tawa satu sama lain sambil memijit tubuh papanya hingga beberapa menit lamanya.
Arum yang mulai merasa kecapean, tak lagi menggunakan tenaganya dengan baik. Hingga pak Hari melontarkan sedikit komentar.
" Aduh Arum, tambah lagi dong tenaganya. Papa, sudah gak rasa pijitan kamu nih ". Tegur pak Hari pada anaknya.
" Arum sudah capek pa. Arum boleh istirahat sejenak kan? ". Arum memelas.
Pak Hari yang melihat anaknya kecapean pun merasa kasihan. Dia tak tega jika anaknya yang sudah merasa capek harus di paksa untuk melakukan keinginan pak Hari itu sendiri. Hingga pak Hari pun melontarkan kata.
" Yasudah kalau capek, biar kakakMu Sandra yang lanjutkan ". Ucap pak Hari.
" Maaf yah pa ". Arum merasa bersalah.
" Iya. Tidak apa-apa kok nak. Papa ngerti kalau kamu itu masih capek ". Balas pak Hari.
Sandra yang melanjutkan pijitan itu hingga dalam waktu beberapa menit pun juga sudah mulai merasa capek.
" Pah, Sandra juga udah mulai capek nih ". Ucap Sandra mengeluh.
__ADS_1
" Ya sudah kalau kalian semua pada capek. Kalian Pi mandi sana lalu makan dan langsung istirahat saja. Lagipula papa juga pengen langsung istirahat ini ". Ucap pak hari yang di sertai menguap di belakangnya.
Kedua gadis itupun langsung menuruti perkataan papanya.
******
Setelah semalaman mereka tertidur, Bu Lijah yang merupakan ibu rumah tangga, sudah bangun dari tidurnya setelah jam menunjukkan pukul setengah lima.
Beberapa menit kemudian, Sandra pun juga bangun karena alarm tidurnya sudah waktunya berbunyi. Setelah bangun, Sandra pun langsung bergegas menuju ke dapur untuk membantu ibunya memasak.
Setelah beberapa menit kemudian, semua masakannya pun telah matang.
Sandra dan ibunya pun langsung segera mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit kotor dan berkeringat.
Saat semua anggota keluarganya sudah bangun, mereka melakukan aktivitasnya masing-masing.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh, barulah makanan di hidangkan di meja makan untuk melakukan makan bersama.
Setelah semuanya telah selesai makan, barulah Sandra yang di bantu dengan Arum membersihkan alat makan yang kotor itu.
Aldi yang ada kelas pagi pun langsung segera mandi dan bersiap-siap lalu bergegas untuk menuju ke kampus.
Papanya pun yang harus bertani segera berangkat menuju ke sawahnya. Sisa Sandra, Arum, dan juga ibunya yang di rumah.
Ibu Lijah yang merasa kelelahan segera beristirahat sambil menonton televisi. Sedangkan Sandra dan Arum hanya duduk di depan teras sambil memainkan ponselnya.
Tak lama kemudian, Sandra kepikiran dengan perkataan Aldi kemarin. Bahwa apa yang di katakan Aldi itu ada benarnya juga. Tak lama berfikir, ia pun langsung segera mencari lowongan pekerjaan melalui sosial medianya.
Saat beberapa menit lamanya ia mencari, akhirnya ia mendapatkan pekerjaan yang tak begitu jauh dari rumahnya. Itu adalah perusahaan kepiting import yang dimana membutuhkan beberapa karyawan saat ini.
Tanpa pikir panjang, Sandra pun langsung mencari keberadaan ibunya untuk meminta izin kepadanya untuk bisa bergabung di perusahaan tersebut.
" Ibu, ibu, ibu dimana? ". Teriak Sandra sambil mencari keberadaan ibunya.
" Ibu lagi di depan televisi nak ". Jawab Bu Lijah.
Sandra pun langsung bergegas menuju ke ruang keluarga untuk mencari keberadaan ibunya.
" Ada apa nak kamu memanggil ibu sambil teriak-teriak begitu? ". Tanya Bu Lijah yang merasa heran.
Yah, Sandra baru pertama kali memanggil ibunya sambil berteriak-teriak, makanya ibunya sedikit kaget dan heran.
" Ibu, Sandra boleh bekerja nggak ? ". Tanya Sandra yang di sertai dengan senyum manisnya.
" Memangnya kamu mau kerja di mana nak dan mau kerja apa? ". Tanya Bu Lijah yang penasaran.
" Aku mau kerja di perusahaan kepiting Bu yang ada di desa sebelah. Kebetulan mereka membutuhkan karyawan produksi. Lumayan loh Bu, gajinya itu UMR ". Jelas Sandra pada ibunya.
" Kalau ibu sih, setuju-setuju saja nak. Apalagi tempatnya juga tidak begitu jauh. Tapi kamu perlu memberitahukan bapak mu dulu nak, siapa tau bapak mu tak setuju dengan keinginan mu itu ". Ucap Bu Lijah
" Iya Bu. Tapi Sandra sangat berharap sih biar di izinkan sebab Sandra ingin membuka toko sembako di depan rumah ". Balas Sandra dengan penuh tatapan iba.
Ibu lijah yang melihat raut wajah anaknya pun langsung merasa sangat iba.
" Kalau begitu, biar ibu saja yang berbicara pada bapak mu nanti. Biar ibu yang kasi dia pengertian soal keinginan mu itu nak ". Ucap Bu Lijah.
Raut wajah Sandra pun seketika menjadi sangat ceria dan senang mendengar penuturan ibunya itu. Ia pun langsung memeluk sang ibu lalu mengucapkan terima kasih pada ibu Lijah.
Saat keinginannya sudah mendapat dukungan dari ibunya, ia pun langsung ke kamar untuk melanjutkan novelnya tadi lalu beristirahat.
*****
Sorenya, pak Hari baru saja pulang dari sawahnya. Ia merasa sangat lelah, tubuhnya di rasa sangat kaku. Namun, sebelum beristirahat, ia terlebih dahulu membersihkan tubuhnya.
Pak Hari masuk ke dalam kamar mandi yang tersedia di dalam kamarnya sendiri.
Ia membersihkan badannya dengan air dan menggosoknya dengan menggunakan spon mandi yang telah di baluri dengan sabun cair. Setelah semuanya telah di gosok dan terasa sudah bersih, ia pun langsung mengguyurkan air ke tubuhnya melalui shower mandi.
Setelah mandi, pak Hari pun segera keluar dari kamar mandi lalu mengeringkan badan dan juga rambutnya yang basah.
Saat semua telah di rasa sudah mengering, pak Hari pun segera berjalan menuju ke depan lemari pakaian untuk memilih baju yang akan segera di pakainya.
Setelah pak Hari sudah rapi, ia pun keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan untuk mengisi perutnya yang terasa lapar.
" Ibu, tolong siapkan papa makanan. Soalnya papa sudah sangat lapar ini ". Keluh pak Hari sambil menyuruh istrinya.
" Iya pah. Tunggu sebentar yah, ibu siapkan dulu ". Ucap Bu Lijah.
Ibu Lijah yang sangat cekatan pun langsung menyiapkan nasi putih, capcay, dan juga ayam kecap di piring pak Hari lalu membawanya ke meja makan tempat pak Hari menunggunya.
Pak Hari yang sudah sangat lapar pun langsung menyantap hidangan yang di berikan oleh istrinya itu. Ia makan dengan sangat lahap dan sesekali memuji masakan istrinya.
Beberapa menit kemudian, pak Hari pun selesai menghabiskan makanannya. Saat pak Hari ingin segera beranjak dari tempat duduknya, ibu Lijah segera mencegahnya.
" Pah, jangan langsung pergi dulu. Ibu mau ngomongin sesuatu dulu sama papa ". Ucap Bu Lijah sambil memegang tangan suaminya yang hendak berdiri.
" Ibu mau ngomongin apa emangnya? ". Tanya pak Hari yang hendak duduk kembali.
" Jadi gini pa, Sandra ingin bekerja di perusahaan kepiting import sebagai karyawan produksi. Apa papa setuju dengan keinginan putri sulung kita? ". Jelas Bu Lijah.
" Kalau papa sih, setuju-setuju saja. Siapa tau dia ingin mendapatkan pengalaman baru, makanya ia ingin bekerja ". Balas pak Hari.
" Alhamdulillah kalau papa setuju dengan keinginannya. Pasti dia akan sangat senang saat mengetahui jawaban dari papa ". Ucap Bu Lijah dengan rasa syukur.
" Iya bu. Kalau begitu papa ke depan dulu ya, soalnya papa ingin istirahat. Capek soalnya ". Izin pak Hari.
Kedua suami istri itu pun segera melanjutkan istirahatnya masing-masing. Malam pun tiba, keluarga itupun berkumpul di ruang keluarga untuk saling bertukar cerita satu sama lain.
Setelah waktu menunjukkan sudah waktunya untuk makan malam. Mereka pun beramai-ramai menuju ke ruang makan lalu makan bersama.
Setelah semua selesai makan, mereka kembali ke ruang keluarga lalu melanjutkannya ceritanya tadi.
Saat di salah satu dari mereka telah merasa ngantuk. Mereka pun langsung segera beristirahat di kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
*****