Lupa Diri Karena Ingin Kaya

Lupa Diri Karena Ingin Kaya
BAB 7


__ADS_3

Setiap bangun tidur, Sandra selalu merasa tak sabar untuk melihat pencapaian di hari sebelumnya. Dan senyumnya akan mengembang begitu melihat hasilnya.


" Alhamdulillah, tiap hari pembaca semakin bertambah dan tiap hari pula penghasilan ku meningkat. " Gumam Sandra saat melihat hasil pencapaiannya sendiri melalui layar ponselnya.


Lalu gadis itu datang menghampiri ibunya di dapur untuk membantunya memasak.


" Hari ini ibu mau masak apa? " Tanya Sandra saat melihat ibunya sedang sibuk merajang bumbu di dapur.


" Hari ini ibu hanya memasak masakan yang simpel-simpel saja nak, soalnya bahan bahan yang ada di kulkas sudah mau habis. Dan ibu lupa untuk pergi ke pasar tadi pagi. " Ibu Lijah berkata seraya menatap putrinya.


" Gak apa-apa Bu. Asal bisa makan, Sandra sudah merasa sangat bersyukur. " Ucap Sandra.


Dalam hati, Sandra berjanji akan membahagiakan kedua orang tuanya dan juga kedua adiknya jika ia sudah mendapatkan penghasilan kelak. Dia tak mau jika orang tuanya terus bekerja keras demi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.



Untuk sementara waktu, Sandra merahasiakan penghasilan dari novelnya yang ia tulis setiap harinya. Sebab ia akan memberikan kejutan kepada anggota keluarganya nanti.



Saat Sandra hendak ingin keluar di depan teras, tiba-tiba ada tukang sayur yang lewat dan mangkal di depan rumah tetangganya. Para ibu-ibu kompleks langsung pada berlarian mendatangi tukang sayur tersebut.



Sandra yang melihatnya langsung teriak memanggil ibunya agar tak capek-capek harus pergi ke pasar besok. Bu Lijah yang mendengar teriakan Sandra hendak langsung mendatangi Sandra yang berada di depan teras. Di lihatnya tukang sayur tersebut, ibu Lijah langsung segera masuk ke dalam kamar untuk mengambil dompetnya lalu keluar mendatangi tukang sayur tersebut untuk membeli bahan makan yang akan di olah-nya besok pagi.



Para ibu-ibu terlihat sangat sibuk memilih dan memilah bahan belanjaannya, tak terkecuali ibu Lijah juga. Saat para ibu-ibu telah mengumpulkan pilihannya dan telah membayarnya, mereka pun langsung balik ke rumah mereka masing-masing.



Saat sudah tak ada lagi yang belanja, tukang sayur itupun kembali melajukan motornya.

__ADS_1



Ibu Lijah yang sudah berbelanja pun segera masuk ke dalam rumahnya sambil menenteng barang belanjaannya menuju ke dapur.



Sesampainya di dalam dapur, ia segera mencuci belanjaannya lalu memasukkannya ke dalam kulkas.



Sandra yang sudah nggak tau mau ngapain lagi, langsung pamit dari ibunya.


" Bu, aku mau masuk ke dalam kamar dulu, soalnya mau lanjut nulis cerita lagi. " Pamit Sandra yang hendak berjalan menuju ke kamarnya.


Sandra tak ingin menyia-nyiakan waktu kosong yang ada. Dia ingin kembali menulis untuk melanjutkan ceritanya. Semangatnya untuk mewujudkan impiannya itu membuatnya membuang jauh rasa malas yang singgah di dalam dirinya. Ia berharap pundi-pundi rupiah bisa mampir di rekening pribadinya.


*****


Hari demi hari telah Sandra lalui dengan banyak menuangkan aksara menjadi sebuah cerita. Gadis itu begitu fokus menyelesaikan bab demi bab dan pembaca yang sudah berlangganan terus meningkat setiap harinya.


Perasaan syukur yang tak terkira telah di panjatkan oleh gadis itu kepada sang pemberi rejeki. Sungguh semua adalah kuasa Allah, yang di mana manusia hanya perlu berusaha secara maksimal dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Dan hasilnya biar Allah yang menentukannya.



Sampai hari ini pun Sandra tak memberitahukan kepada keluarganya mengenai hasil yang sudah ia dapatkan dari menulis novel. Saat waktunya tiba nanti, dia ingin bisa memberikan kebahagiaan kepada kedua orang tuanya dan juga kedua adiknya, orang yang selama ini sangat ia sayangi.


" San, besok kan kamu sudah mulai masuk kerja, kamu jangan tidur malam-malam ya. Nulis ceritanya di sambung besok lagi aja. Ingat kesehatan kamu. " Tegur ibu Lijah yang mengamati Sandra yang terlihat masih sibuk dengan ponselnya.


" Ini udah selesai kok Bu. Bentar lagi juga udah mau tidur. " Sahut Sandra.


Bu Lijah pun segera ke luar dari kamar Sandra hendak menuju ke kamarnya untuk segera beristirahat.


*****

__ADS_1


Pagi itu, ibu Lijah sudah berkecimpung dengan kesibukannya di dalam dapur. Hari ini merupakan hari pertama Sandra masuk kerja. Maka dari itu, dia ingin membuatkan bekal untuk putrinya itu agar lebih hemat dan yang pastinya lebih bersih dan sehat.



Mereka sarapan bersama dengan masakan yang di buat oleh ibu Lijah tadi. Ayahnya baru saja berangkat ke sawah setelah sempat sarapan terlebih dahulu. Dan Sandra sudah siap dengan baju hitam putihnya karena belum mendapatkan seragam kerja.


" San, nanti kamu bawa bekal saja ya nak. Soalnya ibu udah nyiapin tuh sedari tadi. Dan ini ada sedikit uang untuk kamu naik taksi nanti. " Ujar ibu Lijah seraya memberikan uang 50 ribu kepada Sandra.


" Oh iya bu, makasih ya. Dan insyaallah, nanti kalau aku udah gajian, aku akan ganti duitnya bu. " Janji Sandra.


" Gak usah nak. Kamu bisa bekerja dan punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kamu sendiri sudah membuat ibu jadi senang. Ibu tak ingin merepotkan anak ibu. " Ucap ibu Lijah.


" Sandra gak merasa di repotkan Bu. Justru Sandra bekerja agar nantinya Sandra bisa membahagiakan ibu, bapak, dan juga adik-adik Sandra. " Sahut Sandra dengan senyum manisnya.


" Oh iya bu, aku mau berangkat dulu ya. Nanti aku malah telat kalau kelamaan berangkatnya. " Ucap Sandra seraya memasukkan kotak bekal ke dalam tasnya.


Sandra hendak beranjak pergi saat taksi yang di pesannya tadi sudah tiba di depan rumah.



Selama dalam perjalanan menuju ke tempat kerja, Sandra hanya terdiam dan merasa begitu deg-degan karena baru pertama kalinya ia akan masuk kerja.


*****


Sandra langsung di arahkan oleh pak sekuriti pabrik itu saat datang dan menunjukkan kartu identitas yang dulu di berikan oleh HRD. Setelah itu, Sandra dan puluhan karyawan lainnya di bawa masuk ke area produksi yang terlihat sangat bersih dan luas.



Perusahaan tempat Sandra bekerja adalah perusahaan bonafit yang ada di seberang desanya. Bisa masuk dan bekerja di sana adalah impian banyak orang. Selain gajinya yang sudah UMR, karyawan juga di berikan bonus dan fasilitas yang tidak akan di dapatkan di tempat lain.


" Hai, kamu keterima kerja juga disini? BTW, kamu masih ingat aku kan? Dan namamu siapa lagi sih, aku udah lupa soalnya?! " Ucap Serlina, salah seorang karyawan baru yang nantinya akan menjadi sahabat Sandra.


" Iya, aku Sandra. Dan kamu Serlina kan. Semoga kita bisa menjadi partner kerja yang baik ya. " Sahut Sandra dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


Seorang kepala produksi bersama dengan staf HRD memberikan briefing untuk karyawan baru. Mereka juga akan memperkenalkan seluruh pimpinan divisi yang ada di perusahaan itu.


__ADS_2