Lupa Diri Karena Ingin Kaya

Lupa Diri Karena Ingin Kaya
BAB 6


__ADS_3

Sandra kembali pulang ke rumahnya dengan menggunakan taksi. Saat sampai di rumahnya, ia pun segera beristirahat karena merasa lelah saat melakukan serangkaian tes tadi.



Sebelum tidur, ia terlebih dahulu memberitahukan ibunya jika besok baru di umumkan hasil test-nya.



Siang berganti malam membuat Sandra menjadi sangat gelisah. Sebab ia takut jika ia tak lulus atas pengetesan tadi pagi.



Namun, untuk menghilangkan rasa gelisah-nya, ia pun keluar untuk makan malam dulu bersama dengan keluarganya lalu melanjutkan kembali cerita novelnya.


****


Hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba, membuat Sandra kembali mengambil ponselnya lalu mengeceknya. Ia takut jika HRD sedang menelfon-nya lalu ia tak mengangkatnya.



Ia tak melakukan banyak pekerjaan hari ini karena ada adik bungsunya yang mengambil alih sementara semua pekerjaannya.



Beberapa jam kemudian saat ia menunggu, ponsel Sandra berdering, ia melihat nomor baru yang tertera di atas layar handphone Sandra dan ia pun segera menyambungkan telfon tersebut.


" Halo, selamat pagi. Apa benar ini dengan Ibu Sandra Anastasya? " Sapa penelpon itu terlebih dahulu.


" Iya, benar. Aku Sandra Anastasya. " Jawab Sandra.


" Kalau boleh tau, ini dengan siapa yah? " Sambung Sandra.


" Maaf telah mengganggu waktunya. Saya HRD di tempat ibu melamar pekerjaan kemarin dan saya hanya ingin menyampaikan bahwa Ibu di nyatakan lolos tes di perusahaan kami. Kalau ibu ada waktu, ibu bisa segera datang ke kantor untuk tanda tangan kontrak dan mengambil kartu identitas. " Ucap HRD itu.


" Terima kasih. Saya langsung segera ke sana sekarang ". Balas Sandra begitu senang.


" Kalau begitu saya tutup dulu telfonnya. Terimakasih! ". Pamit HRD itu lalu mematikan sambungan telepon.


Sandra segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor tempat ia akan bekerja nantinya. Sebelum berangkat, ia terlebih dahulu pamit ke orang-orang rumahnya.



Sandra menggunakan taksi online yang di pesannya tadi sebab ia belum memiliki kendaraan pribadi.



Tak di rasa, ia pun sampai di alamat tersebut setelah beberapa menit berkendara. Ia segera membayar taksi itu lalu turun.

__ADS_1



Sebelum masuk di dalam gerbang, ia di periksa terlebih dahulu lalu di tanya apa tujuan ia kesini. Saat selesai menjawab semua pertanyaan itu, ia pun segera masuk saat telah mendapatkan izin dari para pak satpam.



Sandra pun langsung berjalan kaki menuju ke kantor tempat HRD itu berada. Setelah masuk di ruangan HRD, Sandra langsung di berikan beberapa lembar kertas untuk tanda tangan kontrak kerja setelah melakukan serangkaian test kemarin. Sandra juga langsung mendapatkan kartu identitas yang di gunakan karyawan pada saat akan masuk kerja.



Antara bahagia dan tak percaya, Sandra keluar dari ruangan itu dengan senyum mengembang. Bagaimana tidak, saat banyak orang yang berjuang agar bisa masuk ke perusahaan tersebut dengan susah payah karena test yang sulit dan berbelit-belit, ia bisa lolos dan masuk ke perusahaan itu.



Sandra segera pulang ke rumahnya dan memberitahukan berita bahagia ini kepada seluruh anggota keluarganya.


" Ibu, ayah, adek, aku keterima kerja. Minggu depan aku sudah bisa langsung masuk kerja! " Seru Sandra yang bahagianya tak terkira.


Aldi yang mendengar itu pun tersenyum tipis saat melihat wajah Sandra.


" Seneng banget kamu. " Ucap Aldi.


" Iyalah, seneng. Kamu tau nggak, kalau kemarin - kemarin itu aku berharap banget agar bisa masuk ke perusahaan itu. Dan aku udah latihan untuk menjalani test Matematika, English, psikotes dan Alhamdulillah hari ini aku di nyatakan lolos. Kan beruntung banget aku. " Seru Sandra dengan wajah yang berbinar.


" Hehehe.....iya. Aku turut senang deh kalau gitu. " Sahut Aldi terkekeh.


" Ibu, aku keterima kerja! " Seru Sandra bahagia.


"Alhamdulillah, ibu ikut senang dengarnya Nak. " Bu Lijah berkata dengan mata berbinar.


Wajah cantik Sandra tak lepas dari senyum yang sedari tadi terpatri di wajahnya.


" Jadi Minggu depan aku baru bisa masuk kerja Bu. Sambil menunggu yang lain kelar test-nya. " Jelas Sandra.


*****


Sambil menunggu masuk kerja yang waktunya masih seminggu lagi, Sandra kembali fokus melanjutkan ceritanya.



Setelah mendapatkan 10 bab, Sandra lantas memasukkannya ke platform menulis yang sudah ia install. Dua platform sekaligus untuk awal mulanya.



Setelah itu, Sandra melakukan promo di sosial media miliknya.


" San, kamu makan dulu sana. Dari tadi kamu pulang tapi kamu belum makan juga. " Bu Lijah menghampiri Sandra di kamarnya.

__ADS_1


" Iya, nanti aja Bu kalau aku udah merasa lapar. Soalnya aku mau nyelesaiin ceritaku dulu. " Ucap Sandra yang tetap fokus menatap ponselnya.


" Ya sudah kalau kamu belum lapar nak. " Balas Bu Lijah.


" Iyaa Bu. " Sahut Sandra.


Ia kemudian melihat notif yang masuk bermunculan di sosial medianya.


" Wow, banyak banget yang nge-like dan komen, baru juga beberapa menit. " Sandra bermonolog sendiri sambil terpukau melihatnya.


" Kenapa bisa begitu? " Tanya Bu Lijah mendekat.


" Ini Bu, cerita yang aku share di sosial media di tanggapi oleh banyak orang, mereka sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya. " Sandra menjelaskan, Bu Lijah terlihat begitu antusias mendengarkan penjelasan putrinya.


*****


Pagi hari saat Sandra sudah bangun dari tidur malamnya, ia segera mencuci wajahnya lalu keluar ke depan rumahnya untuk menyapu halaman yang terlihat begitu kotor karena dedaunan kering yang berjatuhan dari atas pepohonan.



Saat pekerjaannya telah selesai, ia segera mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celananya dan menyempatkan diri untuk melihat sosial medianya dan memeriksa pencapaiannya kemarin karena ada laporan perharinya tentang penghasilan dari cerita yang di buka oleh para pembaca.


" Masyaallah.... Alhamdulillah.... Sungguh pencapaian yang luar biasa! " Seru Sandra gembira.


Para anggota keluarganya yang tengah asyik melemparkan canda tawa mereka langsung segera menghampiri Sandra yang terlihat begitu histeris di depan rumahnya.


" Ada apa sih kak? " Tanya Sandra penasaran.


" Alhamdulillah Rum. Kakak dapat duit banyak di hari pertama ini. " Jelas Sandra saat melihat angka pencapaian di platform itu tertera 350 ribu.


" Belum lagi di platform satunya, dapat 250 ribu juga untuk tanggal kemarin. " Sambung Sandra.


Arum dan para anggota keluarganya yang lain ikut melihat layar ponsel milik Sandra, meskipun mereka semua masih kurang paham tapi mereka juga ikut merasakan kebahagiaan Sandra.


" Kak, nanti kalau duitnya sudah bisa di ambil, tolong belikan aku baju baru yaa " ucap Arum dengan penuh harap.


" Insyaallah.... Bukan cuman baju tapi kakak juga pengen ajak kalian semua untuk liburan ke pantai. " Sahut Sandra menyanggupi.


" Sekarang aja kak gimana? Mumpung kita semua lagi pada ngumpul disini. " Arum terlihat bersemangat sekali.


" Gak bisa dek. Uangnya baru bisa di tarik setelah tanggal yang di tentukan, jadi kayak orang kerja gitu sistemnya, ada tanggal gajiannya. Dan ini gajiannya, tinggal 2 minggu lebih lagi deh kayaknya. " Sahut Sandra.


" Nggak apa-apa kak, aku akan tunggu sampai kakak gajian nantinya. " Tandas Arum.


" Okay adek ku sayang! " Sandra bersemangat.


Sandra semakin bersemangat membuat bab demi bab, mumpung belum masuk kerja. Nanti kalau udah masuk kerja, mungkin ia cuman bisa membuat 1 bab aja perharinya.

__ADS_1


*****


__ADS_2