
Saat acara telah selesai di Laksanakan, para karyawan membersihkan bekas tempat acara ulang tahun tersebut.
Para karyawan merasa sangat capek tapi mau tak mau mereka harus mengerjakannya karena mereka semua akan di berikan tip oleh pak Ridwan atas hasil kerja kerasnya hari ini.
Mereka semua pada kompak dan saling bekerja sama satu sama lain. Mereka sengaja mengerjakannya terlebih dahulu agar nantinya tak kewalahan saat cafe sudah di tutup.
Saat semuanya telah di bereskan, para karyawan cafe tersebut kembali ke tugas utamanya.
Malam pun tiba dan cafe sudah waktunya untuk segera di tutup. Pak Ridwan sengaja menutup cafenya setelah jam sebelas malam agar karyawannya yang masih kuliah bisa tetap beristirahat sepanjang malam.
Setelah cafe di tutup, para karyawan segera membersihkan meja maupun ruangan.
Setelah semua telah selesai di bersihkan, para karyawan segera bersiap-siap untuk pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing.
Begitupun dengan Aldi yang ingin segera pulang dan beristirahat karena badannya sudah merasa sangat capek.
Namun saat Aldi tengah jalan terburu-buru, Ratna pun menghampirinya dan menyapanya.
" Mas Aldi, aku boleh gak nebeng lagi sama kamu? ". Tanya Ratna sembari tersenyum penuh harap.
" Iya boleh. Lagipula kan kita juga searah ". Jawab Aldi dengan wajah datar karena merasa kelelahan.
" Kalau begitu, makasih yah mas ". Ujar Ratna
" Iya, sama-sama. Yaudah ayo, mau tunggu apa lagi disini? ". Ketusnya sambil berjalan meninggalkan Ratna.
" Ehh, iya-iya mas ". Ratna pun jalan mengekor di belakang Aldi dengan begitu cepat.
Setelah sampai di parkiran, Aldi pun segera mengeluarkan motornya dengan penuh hati-hati. Lalu di nyalakanlah motor tersebut lalu menyetirnya ke depan Ratna yang sedang menunggunya di depan tempat parkiran tersebut.
" Ayo naik ". Aldi mempersilahkan Ratna naik ke motornya.
" Iya mas". Ujar Ratna.
Ratna pun segera naik ke atas jok motor. Setelah Ratna naik ke atas motor Aldi, Aldi pun langsung segera menyetir motornya dengan kecepatan yang sedang.
__ADS_1
Di dalam perjalanan, mereka sedikit berbincang-bincang dengan kegiatan mereka masing-masing.
Tak terasa, mereka sudah sampai di depan rumah Ratna. Ratna pun segera turun dari jok motornya Aldi.
" Terima kasih yah mas sudah mau anterin aku pulang tiap harinya ". Ucap Ratna sembari tersenyum sambil melepaskan helm yang melekat di atas kepalanya.
" Iya, sama-sama Rat. " Balas Aldi dengan ikut tersenyum.
" Kalau begitu, ayo mampir dulu mas ". Ajak Ratna kepada Aldi.
" nanti aja yah ". Tolak Aldi dengan halus.
" Ayolah mas, kali ini aja. Kamu kan juga belum pernah tuh main ke rumah aku ". Ratna sedikit memaksa Aldi untuk masuk bertamu ke dalam rumahnya.
" Yaudah, iya-iya deh. " Aldi pun mengalah dan terpaksa mengikuti keinginan Ratna.
Ratna pun segera masuk ke dalam rumahnya, di ikuti dengan Aldi yang juga mengekor di belakangnya.
" Assalamualaikum ". Ratna memberi salam yang juga di ikuti dengan Aldi.
" waalaikumsalam mbak ". Jawab Ajeng, adik kandung Ratna.
Saat Ajeng telah membukakan mereka pintu, mereka berdua pun segera masuk ke dalam rumah.
" Ayo masuk al ". Ucap Ratna.
" iyaa ". Balas Aldi dengan sedikit canggung dengan keberadaannya di rumah tersebut.
" Iyaa mbak ". Ucap Ajeng sambil melangkah menuju ke dapur.
Ajeng pun segera beranjak dari tempatnya dan langsung segera ke dapur untuk membuatkan minum untuk kakak dan tamunya itu.
Ajeng membuat jus jeruk dan di lengkapi dengan cemilan dan juga sedikit kue yang masih tersisa di dalam kulkas.
Setelah semuanya telah siap, Ajeng pun segera membawanya ke ruang tamu. Di suguhkan-lah minuman itu untuk kakak dan teman kakaknya.
Setelah lama berbincang - bincang, Aldi pun pamit untuk segera pulang karena hari sudah mulai malam.
" Aku pamit pulang dulu yah, soalnya ini udah mulai petang ". Aldi berdiri dari duduknya sambil mengucapkan pamit pada Ratna dan juga Ajeng.
" Iya, kamu hati - hati di jalan ya mas. Ingat, jangan ngebut bawa motornya. Kan ada pepatah tuh " biar lambat asal selamat ". " Ucap Ratna dengan sedikit memberi perhatian.
Ratna merasa sedikit khawatir jika Aldi bakal ugal-ugalan kalau di jalan.
" Iya-iya, cerewet banget sih kamu. Biasanya juga gak pernah tuh kasi aku perhatian kayak gitu ". Aldi merasa kalau Ratna sedikit perhatian akhir-akhir ini.
__ADS_1
" Hehehehe..... Nggak apa-apa kok mas. Ucap Ratna cengengesan.
Aldi pun keluar dari rumah Ratna dan segera mengendarai motornya kembali. Namun sebelum berangkat, ia melemparkan senyumannya kepada Ratna.
Saat melihat pria itu tersenyum kepadanya, Ratna pun langsung membalas senyuman pria itu juga. Hatinya tiba-tiba menghangat merasa seperti menjumpai oase di tengah kegersangan hatinya.
Gadis itu masuk ke dalam rumahnya dengan langkah perlahan dan Aldi pun segera melajukan kendaraannya.
Setelah beberapa menit berkendara, sampailah Aldi di kediamannya.
Ia segera masuk ke dalam rumah untuk mandi dan beristirahat sebentar sebelum makan malam.
Aldi yang sedari tadi menampakkan senyumnya yang ntah senyum pada siapa memberikan kebingungan pada anggota keluarganya. Arum yang menyaksikan tingkah kakaknya pun langsung bertanya.
" Kak Aldi senyum sama siapa? Kok dari tadi aku perhatiin kakak senyum-senyum terus. Aneh tau gak kak?! ". Tanya Arum yang merasa ada yang aneh pada kakak laki-lakinya itu.
" Apa? Emangnya dari tadi aku senyum-senyum terus yah? . " Ucap Aldi yang tiba-tiba rona wajahnya memerah.
" Kakak nggak sadar kalau sepanjang kakak jalan itu tersenyum manis terus ?. " Arum sedikit memastikan.
" Nggak ". Jawab Aldi singkat karena merasa malu.
" Hmm... Sepertinya ada yang lagi jatuh cinta nih keknya. " Sandra meledek Aldi sembari menertawakannya.
Wajah Aldi pun terlihat tampak merah merona sekali saat mendengar ledekan kakaknya barusan.
" Ahh, nggak kok. Kakak aja tuh yang terlalu berlebihan dalam menilai sesuatu ". Ucap Aldi sambil menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan saudaranya.
" Tuh kan, kalau memang nggak lagi sedang jatuh cinta. Ngapain harus nunduk kalau ngomong dan itu juga tuh, kenapa wajahnya mesti terlihat memerah gitu ". Ledeknya lagi pada adiknya sambil menutup mulutnya yang ingin tertawa.
Aldi yang merasa malu dengan ledekan kakaknya pun segera masuk ke kamar pribadinya. Ia langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya lalu segera berkaca untuk melihat rona wajahnya yang katanya memerah sedari tadi.
Tak di sangka, wajahnya memang terlihat sangat memerah hingga ia berfikir sambil melontarkan kata.
" Apa benar kalau aku ini lagi sedang jatuh cinta?! " Aldi bermonolog dengan dirinya sendiri.
Kembali ia menertawai kekonyolan dirinya sendiri. Lalu ia beranjak dari depan kaca untuk segera membersihkan badannya agar kembali fresh.
Saat ia sudah memakai pakaiannya dengan sangat simple. Ia pun segera keluar dari kamarnya untuk makan malam bersama dengan para keluarganya.
__ADS_1
******