
Saat Aldi sudah pulang, barulah Ratna masuk ke dalam rumahnya. Abis itu dia berisitirahat sejenak lalu masuk ke kamarnya untuk melepaskan pakaiannya helai demi helai lalu menuju ke kamar mandi.
Saat hampir dua puluh menit lamanya, barulah ia selesai mandi. Ia pun langsung hendak keluar untuk mengeringkan badannya sebelum memakai baju.
Setelah hampir 10 menit di kamarnya, dan ia pun juga sudah rapi. Ia segera keluar dari kamarnya untuk memasak di dapur.
Ratna yang sudah berjalan menuju ke dapur segera memanggil adiknya untuk membantunya menyiapkan menu makan malamnya bersama.
Ratna dan adiknya mulai beranjak ke dapur untuk segera memasak untuk hidangan makan malamnya. Dia memasak capcay, tempe goreng, ikan goreng, sambel terasi, lalapan dan juga menggoreng sedikit kerupuk sebagai pelengkap makan malamnya.
Setelah beberapa menit lamanya, barulah semua masakannya telah matang.
Mereka menghidangkannya di atas meja makan lalu menyantapnya dengan segera.
Setelah semuanya telah kenyang, mereka berdua pun langsung membereskan piring - piring yang kotor itu di dapur lalu beristirahat.
Sesampainya di kamar, Ratna lalu duduk bercermin di depan meja riasnya. Dia memperhatikan seluruh wajahnya yang tampak mulus dan putih itu.
Tak sengaja, bayangan Aldi muncul begitu saja di dalam pikirannya sehingga tak sadar Ratna pun mulai mengulas-kan senyumnya sendiri di depan kaca.
Ajeng yang baru saja masuk pun langsung merasa aneh dan bingung dengan apa yang terjadi dengan kakaknya itu.
" Mbak? Are you okay? " Tanya Ajeng dengan sedikit bingung saat melihat tingkah aneh kakaknya itu.
" A-aapaaa? ". Ratna pun tersentak kaget dan segera tersadar dari imajinasinya itu
" Aku bilang, are you okay?. " Ajeng mengulangi perkataannya lagi.
" Ya iyalah. Apa kamu tak lihat kakakMu ini sedang baik-baik saja? " Ratna sedikit salah tingkah.
" Lihat sih mbak, tapi bingung aja gitu. Soalnya dari tadi aku perhatiin, mbak senyum-senyum sendiri sambil berkaca dan juga bicara sendiri pula pakai nyebut-nyebutin nama laki-laki segala ". Jelas Ajeng pada Ratna.
" Ahh, jangan ngaco kamu ". Ratna semakin salah tingkah.
Rona wajah Ratna semakin memerah saat mendengar penuturan adiknya itu.
" Ihh, mbak tuh yang seharusnya aku katain kayak gitu. Bukan malah sebaliknya ". Ajeng sedikit kesal namun tak gentar untuk kembali mengganggu kakaknya yang terlihat tersipu malu saat di ledekin.
__ADS_1
" Tapi emang kakak tadi nyebutin nama siapa? " Tanya Ratna sedikit penasaran.
" Kalau gak salah, tadi kakak sebut nama Aldi. Apa jangan-jangan kakak lagi sedang jatuh cinta yah? Ayo ngaku?! ". Ajeng semakin meledek kakaknya dan mencubit pipi Ratna dengan gemas.
" Mmm, mungkin bisa di bilang begitu ". Ucap Ratna sambil cengengesan.
" Jadi kakak beneran lagi sedang jatuh cinta?! ". Tanya Ajeng memastikan dengan apa yang di ucapkan kakaknya tadi.
" Iya jeng. Tapi kakak gak tau dengan Aldi. Apakah dia suka kakak juga apa nggak ". Ratna sedikit mellow dengan pikirannya sendiri.
" Pastilah dia juga suka kakak, sedang kakak ini kan juga sangat cantik, baik hati pula ". Pujinya untuk kakaknya agar kembali tersenyum.
" Ahh, kamu bisa aja buat kakak merasa malu-malu. Yaudah sana, kamu langsung tidur gih. Besok kan kamu mau sekolah ". Ujarnya sambil mengingatkan adiknya mengenai kegiatannya besok.
" Siap kakak ku cantik ". Ucapnya sambil hormat.
Mereka berdua pun kembali tertawa bersama di keheningan malam. Tak lama kemudian, mereka pun segera beranjak dari sofa.
Ajeng yang lebih dulu naik tidur di atas ranjangnya. Tak lama, Ratna pun juga ikut naik ke atas ranjangnya untuk segera tidur bersama dengan adiknya.
*****
Pagi hari saat Ratna sudah bangun, ia pun segera memasak untuk menu sarapan paginya. Ajeng yang juga sudah bangun pun turut membantu kakaknya.
Mereka berdua membuat nasi goreng dan juga telur ceplok. Saat beberapa menit lamanya berjibaku di dalam dapur, masakannya pun juga siap untuk di hidangkan.
Setelah makan, mereka pun segera membersihkan piring bekas makannya masing-masing.
Tak lama kemudian, dia pun segera membersihkan rumahnya dengan menyapu dan mengepel.
Ajeng yang abis menyapu pun segera mandi untuk segera berangkat ke sekolahnya.
Ajeng yang merupakan siswi kelas X, merupakan siswi yang tak begitu populer di sekolahnya. Sebab ia tak suka mengikuti berbagai acara kegiatan di sekolahnya. Dia hanya mengikuti pelajaran abis itu pulang ke rumah. Ia bisa di bilang, salah satu murid yang malas bersosialisasi sesama teman.
Beberapa menit kemudian saat selesai bersiap-siap, ia pun segera pamit dari kakaknya dan langsung keluar rumah menunggu taksi online yang sudah di pesannya tadi.
Ratna yang tertinggal sendiri di rumahnya, segera melanjutkan pekerjaan rumahnya seperti mengepel, menyapu halaman dan menyempatkan mencuci pakaian sebelum berangkat kerja.
__ADS_1
Saat pekerjaan rumahnya telah selesai, barulah ia pergi mandi dan bersiap-siap untuk segera berangkat ke kantor.
Namun sebelum berangkat ke kantor, ia sempat mengirim pesan kepada Aldi.
POV Percakapan WhatsApp :
[ Selamat pagi Aldi ] : Ratna memulai percakapan.
Tak perlu menunggu waktu lama untuk Aldi segera membalasnya.
[ Selamat pagi juga. Ada apa yah? Kok tumben banget ngirimin aku pesan pagi - pagi begini? ]. Tanya Aldi sedikit penasaran.
[ Kamu bisa jemput aku gak di rumah, biar kita berangkat barengan aja ke cafe ]. Balas Ratna tanpa rasa ragu.
[ Okay lah. Kalau begitu, kamu bersiap-siap saja di sana. Aku akan segera menuju ke rumah mu ]. Balas Aldi tanpa berbasa-basi lagi.
Ratna pun hanya melihat pesan tersebut lalu segera keluar ke teras untuk menunggu Aldi datang menjemputnya.
Beberapa menit kemudian, saat Ratna telah menunggunya, Aldi pun tiba di depan rumah Ratna. Ratna yang melihat kedatangan Aldi pun hendak tersenyum lalu beranjak berdiri mendekat ke arah Aldi.
" Ayo mas, kita langsung berangkat saja. Biar kita gak kena macet nanti ". Ucap Ratna tanpa berbasa basi dulu.
" Ya sudah. Ayo naik ". Aldi mempersilahkan Ratna naik ke atas motornya.
Ratna pun naik lalu Aldi segera melajukan motornya dengan penuh hati-hati.
Mereka berdua melontarkan sedikit kata demi kata saat di perjalanan menuju tempat kerjanya. Mereka berdua pergi dengan awal karena hari ini mereka akan gajian.
Selang beberapa menit lamanya berkendara, mereka berdua pun sampai di cafe tersebut. Aldi segera memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam cafe bersama dengan Ratna.
Mereka berdua berkumpul di aula tempat mereka akan di bagikan gajinya.
Saat pemilik cafe itu sudah ada di dalam aula, barulah mereka di panggil satu persatu untuk di berikan upah kerja mereka masing.
Setelah semua karyawan telah mendapatkan gajinya masing-masing, barulah mereka pamit lalu pulang ke rumah masing-masing.
Ratna dan Aldi pun segera pulang kembali kerumah dengan bersama-sama. Aldi tak singgah ke rumah Ratna sebab dia harus ke kampus.
*****
__ADS_1