
Di pagi hari setelah semalaman mereka tidur, ibu Lijah terbangun terlebih dahulu. Ia hendak masuk ke dalam toilet lalu mencuci wajahnya terlebih dahulu sebelum keluar dari kamarnya menuju ke dapur.
Setelah sampai di dapur, ia pun langsung mengambil beras lalu mencucinya. Setelah di cuci, ia langsung memasukkannya ke dalam rice cooker kemudian mencolokkan kabelnya ke terminal listrik.
Abis itu, ia berjalan menuju ke kulkas untuk memilah bahan - bahan yang ingin di masak. Ia mengambil sayur bayam, jagung manis, tempe, cabai, dan juga tomat. Lalu Bu Lijah pun segera mencucinya sebelum di olah.
Hari ini, ia ingin memasak masakan yang simple - simple saja. Yaitu, sayur bayam bening dengan sedikit campuran jagung, tempe goreng, perkedel dan juga sambal terasi sebagai pelengkapnya.
Setelah hampir satu jam memasak, semua masakannya pun telah siap untuk di sajikan.
Bu Lijah pun segera membersihkan dapur dan alat-alat masak yang telah di pakainya tadi.
Saat matahari pagi sudah muncul di ufuk timur dan ayam jantan sudah mulai pada berkokok, para anggota keluarganya yang lain pun sudah pada bangun.
Sandra yang juga sudah bangun langsung melakukan aktivitas rutinnya yaitu menyapu di halaman depan rumahnya.
Arum pun yang melihat banyak pakaian kotor, langsung membawa ke dalam lalu memasukkannya ke dalam mesin cuci.
Saat kedua gadis sedang melakukan aktivitasnya masing-masing, mereka di panggil oleh bapaknya untuk berkumpul di ruang keluarga.
" Sandra....... Arum....... Kalian kesini dulu ". Panggil pak Hari.
Arum yang mendengar panggilan bapaknya pun segera cepat-cepat memasukkan pakaian kotor tersebut lalu keluar menemui ayahnya.
Sedangkan Sandra yang nyapunya masih setengah halaman, menunda dulu panggilan ayahnya dan segera menyapu dengan cepat.
Saat semuanya telah di kumpul, barulah ia masuk ke dalam rumahnya dan menemui bapaknya.
" Lah, ada apa ini pa? Kok tumben pada ngumpul gini pagi-pagi? " Tanya Sandra kebingungan.
" Kamu duduk dulu nak ". Ucap Bu Lijah pada Sandra yang masih berdiri saat bertanya.
Dalam beberapa detik keheningan, barulah pak Hari mulai berbicara.
" Sandra, apa benar kamu ingin bekerja di perusahaan kepiting import sebagai karyawan produksi? ". Pak Hari mulai mengintrogasi.
Sandra terdiam dan hendak berfikir kalau mungkin ibunya sudah memberitahukan semua keinginannya pada bapaknya itu.
Arum yang melihat kakaknya yang sedang melamun pun segera menyenggol lengannya.
__ADS_1
" Ehh... Iya pa. Sandra ingin bekerja di perusahaan tersebut ". Jawab Sandra dengan sedikit gugup
" Jadi kapan kamu akan bekerja ? ". Tanya pak Hari.
" Kalau bapak sama ibu menyetujuinya, mungkin secepatnya aku akan melamar kerja di tempat itu ". Ucap Sandra.
" Baiklah, kalau kamu ingin segera bekerja. Bapak sama ibu akan mengizinkan kamu. Tapi ingat, jangan pernah melakukan hal yang buruk di sana. Ingat bapak, ibu dan juga adik-adik mu di rumah yang selalu berharap keberhasilan darimu. " Jelas pak Hari dengan sedikit memberi nasehat.
" Iyaa pa. Makasih sudah mau dukung Sandra dalam setiap kegiatan yang Sandra inginkan ". Ucap Sandra dengan senyum terharu.
Setelah keluarga itu selesai berbincang-bincang, barulah mereka menyiapkan sarapan di atas meja makan lalu menyantapnya dengan lahap.
Saat semua sudah pada kenyang. Mereka kembali melakukan aktivitasnya masing-masing. Pak Hari segera berangkat ke sawah untuk bertani, Aldi yang masuk ke kamar untuk melanjutkan tidurnya. Ibu Lijah yang ingin membersihkan bekas alat makan yang kotor pun segera di cegah oleh Arum.
" Bu, biar Arum dan kak Sandra saja yang membereskan rumah. Ibu langsung istirahat saja ". Ucap Arum.
" Baiklah nak. Kalau begitu, ibu ke depan dulu yah ". Pamit Bu Lijah pada Arum dan Sandra.
Arum dan Sandra pun langsung berbagi tugas untuk mencuci piring dan juga menyapu. Setelah selesai, barulah mereka melanjutkan pekerjaan awalnya tadi. Sandra keluar ke halaman depan rumahnya untuk membakar sampahnya sedangkan Arum membilas lalu menjemur cuciannya. Saat semua sudah beres di bersihin, barulah mereka berdua beristirahat.
Mereka berdua langsung mengambil ponselnya di atas nakas masing-masing yang ada di dalam kamar. Lalu mereka memainkannya.
*****
Setelah waktunya makan siang bareng keluarga, mereka pun segera keluar dari kamarnya. Setelah semua telah siap, mereka segera menyantapnya. Abis itu, Aldi pun hendak bersiap-siap dan bergegas menuju ke tempat kerjanya.
Aldi bekerja sebagai pelayan di sebuah cafe. Dia bekerja karena ingin ada penghasilan sendiri dan juga untuk mengisi waktu luangnya.
" Ibu, Aldi berangkat kerja dulu ". Ucap Aldi dengan penuh semangat sambil menyalami tangan ibunya.
" hehehe... Iyaa Bu. Karena nanti akan ada acara di cafe, makanya semua karyawan di suruh pada datang cepat ". Ucap Aldi cengengesan.
" Memangnya mau di adakan acara apa di tempat kerja kamu nak? " Tanya ibu Lijah.
" Acara ulang tahun bu. Keponakan bos Aldi telah membookingnya untuk merayakan acara pesta ulang tahunnya ". Jelas Aldi.
" Ohh. Kalau gitu, segeralah ke tempat kerja mu nak. Nanti kamu malah di tungguin sama atasan mu disana ". Ucap Bu Lijah.
" Iyaa Bu. Kalau gitu, Aldi pamit kerja dulu yah bu ". Ujarnya sambil memasang helm di kepalanya.
Setelah pamit, Aldi hendak mengambil sepeda motornya di garasi untuk di gunakan ke tempat kerjanya.
Setelah sekitar dua puluh menit berkendara, Aldi pun sampai di lokasi tempat ia bekerja. Ia terlebih dahulu ke lapangan parkir untuk memarkir Motornya.
Setelah memarkirkan sepeda motornya, Aldi hendak langsung bergegas menuju ke dalam cafe untuk menemui karyawan yang lainnya. Di sana, semua karyawan pada sibuk menata dekorasi ruangan yang akan di pakai nantinya untuk acara ulang tahun keponakan bossnya.
" Mas Aldi, kok kamu baru kelihatan sih ". Tegur Ratna, yang merupakan salah satu pelayan di cafe tersebut.
" Iyaa nih, soalnya aku ketiduran tadi. Makanya aku agak lambat berangkat kesini. " Ucap Aldi.
" Oh, gitu yah mas? Ya sudah, ayo kita lanjut kerja ". Balas Ratna.
" Yaudah ayo gih ". Aldi dan Ratna segera berjalan menuju ke ruangan para karyawan di kumpulkan.
__ADS_1
Ratna dan Aldi memang begitu dekat akhir-akhir ini. Dia sering kali menghabiskan waktu bersama saat mereka baru pulang kerja. Dan juga Ratna sering minta tolong ke Aldi untuk di antar pulang ke rumahnya saat selesai bekerja.
Maka dari itu mereka berdua sangat terlihat akrab. Apalagi karena mereka berdua sangat sering saling bertukar cerita satu sama lain.
Setelah para karyawan telah menyelesaikan tugasnya masing-masing dan para tamu undangan pun sudah ada yang mulai datang bahkan dengan pemilik acara itu. Mereka langsung melakukan pekerjaan utamanya lagi.
Setelah jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, acara pun di mulai. Acara tersebut di adakan dengan sangat sederhana namun terlihat mewah.
" Wah, cantik banget cewek yang lagi ulang tahun itu ". Ujar Lisa salah satu pelayan cafe.
" Iya, cantik banget, modis, elegan pula ". Ucap Ratna sambil memuji.
" Pasti dia anak pengusaha?! ". Lisa mengeluarkan pendapatnya.
" Kalau memang dia anak pengusaha, tapi kenapa dia ngerayain hari ulangtahunnya di cafe. Kan pada umumnya, orang kaya itu pada suka tempat-tempat yang elit seperti hotel, restauran, dan lainnya. Tapi ini kok?! ". Ratna sedikit heran.
" Setelah di pikir-pikir, iya juga yah?! Kalau memang dia anak pengusaha, kenapa dia ngerayainnya di tempat seperti ini ". Balas Lisa.
" Atau mungkin, dia ingin tampil beda dengan kalangan atas lainnya ". Ujar Ratna sambil tertawa kecil.
" Hahaha.... Mungkin saja begitu ". Lisa dan Ratna pun langsung tertawa dengan ocehan mereka sendiri.
Saat di rasa sudah puas tertawa, Ratna dan Lisa pun kembali bekerja.
Acara di cafe tempat mereka bekerja pun sama ramai di datangi pelanggan maupun para tamu undangan.
Acara ulangtahun tersebut sangat meriah apalagi saat para band ataupun artis-artis lainnya sedang tampil di panggung dalam cafe tersebut.
Para tamu dan pelanggan cafe kami sangat menikmati kedatangannya karena bisa melihat artis manggung secara live dan juga bisa berfoto bersama.
Hingga 2 jam berlalu, acara itupun selesai. Para tamu pada berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Hanya ada pemilik acara bersama dengan sahabat-sahabatnya yang tinggal.
" Makasih yah om atas kerjasamanya ". Ujar Angel kepada pemilik cafe itu yang sekaligus pamannya.
" Iya, sama - sama nak Angel ". Ucap pak Ridwan.
" Kalau begitu, Angel pamit pulang dulu yah om, takutnya Angel kena marah lagi sama papa kalau Angel ketahuan bikin acara-acara sama teman-teman lagi ". Ucap Angel pamit.
" Iya nak, om ngerti kok dengan keadaan kamu sekarang. Kalau begitu pulanglah sekarang agar kamu tidak telat sampai ke rumah nanti. Dan jangan lupa sampaikan salam ku sama papa dan mama kamu yah di rumah ". Balas pak Ridwan yang begitu mengerti dengan keadaan ponakannya itu.
" Okay om. Nanti Angel sampaikan ke mami dan papi. Kalau begitu, Angel langsung pamit yah om. Dah om ". Ucapnya sambil melambaikan tangannya.
Angel merupakan salah satu anak pengusaha terkenal. Dia merupakan anak tunggal dari Prabu Wicaksono dan Amalia. Mereka baru beberapa bulan tinggal di Indonesia, sebab orangtuanya itu sangat sibuk dengan pekerjaannya yang ada di Singapura.
Namun, mereka semua datang ke Indonesia karena ada tujuan tertentu. Mereka akan memberikan Angel pelajaran sebab Angel sangatlah pembangkang. Orang tua Angel akan menitipkan Angel ke Rumah adik mamanya.
__ADS_1
Dari perlakuan keras orang tuanya selama ini agar Angel berhenti menjadi anak yang pembangkang. Maka dari itu, Angel sangat di beri batasan saat berteman pada siapapun maupun beraktivitas.
*****