Maafkan Aku Istriku

Maafkan Aku Istriku
Penyesalan


__ADS_3

"Darren"


"Apa yang kamu lakukan disini?"


Tanya wanita yang telah melahirkan nya itu berdiri tepat di hadapan nya dengan tatapan penuh selidik.


"Mama, apa yang mama lakukan di sini?"


Bukan nya jawaban yang Darren berikan, namun dia justru memberikan pertanyaan pada Mama.


"Jawab pertanyaan Mama bukan malah bertanya balik Darren?"


"Anyelir sakit ma!' jawabnya dengan suara rendah.


"Sakit? Sakit apa? Kenapa tidak memberikan tahu mama?" Brondong mama Darren yang mencemaskan keadaan menantunya.


"Hanya kelelahan saja ma" Elak Darren tidak ingin memberitahukan keadaan yang sebenarnya.


"Kamu yakin?"


"Ini ruang ICU Darren!" Desak wanita itu dengan wajah cemas nya.


"Iya Ma, Mama gak usah khawatir"


"Mama pulang saja, biar diantar sama supir Darren ya"


"Kamu yakin? Istrimu baik-baik saja?"


Suara paling menyebalkan keluar dari mulut laki-laki yang mendekati ibu dan anak yang mengarahkan pandangan ke arah sumber suara.


Tatapan mata Darren menyiratkan kekesalan yang teramat pada pria yang kini berdiri di samping Mama nya dengan tangan yang melingkar di pinggang sang Mama.


Ya, pria itu adalah papa nya yang tadi izin ke toilet meski pada kenyataannya dia menemui anak buah nya yang dia perintahkan untuk mencari apa yang terjadi dengan anak dan menantunya itu.


Tadi saat dia masuk ke rumah sakit, dia melihat anak nya yang berjalan tergesa menuju ruang operasi, tak ingin istrinya mencemaskan keadaan itu, dia pun mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, pria itu tahu betul sifat dan watak anak nya yang pasti tidak akan amh mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Iya, pulanglah dan hati-hati di jalan;' usirnya secara halus, dari raut wajah nya Darren sudah tahu kalau Papanya itu sudah mengetahui apa yang terjadi, hanya saja dia tidak ingin membuat Mama nya cemas dan itu tidak baik untuk kesehatan mama nya.


"Aku mau lihat Anyelir dulu" pinta wanita itu, dia tidak akan percaya dengan ucapan dua pria yang paling dia cintai dalam hidupnya itu.


"Dia masih belum bisa dijenguk Ma!"


"Kalau baik-baik kenapa Mama tidak boleh menjenguk nya Darren!"


"Kalian ini selalu saja seperti itu, merahasiakan apapun dari ku"


"Bukan begitu sayang….."


"Jangan memanggilku sayang, kalau kamu saja tidak mau berkata jujur pada ku" marah mama Darren pada suaminya yang bungkam dengan ucapan istrinya.


Darren duduk di kursi nya dengan helaan nafas yang membuat wanita paruh baya yang masih cantik meski tak lagi muda itu menghampiri nya dan duduk di sebelah nya.


Darren pun menceritakan semuanya tanpa menutupi apapun, wajah Papa Darren yang tadi nya biasa saja tiba-tiba menegang saat mendengar bahwa menantunya itu baru saja kehilangan janin nya.


"Bagaimana mungkin kamu tidak tahu kalau istrimu hamil Darren!" Marah Mama nya yang kecewa pada putranya.


Air matanya menetes merasakan kekecewaan yang sakit di hatinya, sejak lama dia ingin merasakan kehadiran anak kecil di rumah besarnya yang hanya ditempati bersama suaminya, dan kini saat itu terkabul, calon cucunya itu malah pergi sebelum semua orang mengetahui kehadiran nya.


Plak…


"Kenapa memukul ku pa?" Tanya Darren menatap papa nya.


"Hai kau, jangan berani-berani nya menyakiti anak ku!" Ucap Mama Darren tak terima saat anak nya itu dipukul oleh suami nya.


Benar memang, jika tidak ada satupun ibu yang rela anaknya dimarahi oleh orang lain meski itu papanya sendiri.


"Terserah kau saja Lisna, bela terus anakmu ini"


"Ajari dia cara menghargai perempuan, bukan hanya cara membuat anak saja!" Kesal Papa Darren yang berlalu dari sana dan duduk agak jauh dari mereka.


Darren hanya diam saat mendengar ucapan papa, apa papa nya itu tahu apa yang ia lakukan pada Anyelir selama ini, Mama nya yang melihat Darren terdiam langsung mengerti dengan apa yang terjadi, gurat kekecewaan terlihat jelas di wajah perempuan itu, helaan nafasnya menyiratkan kegagalannya dalam mendidik anak semata wayangnya.

__ADS_1


"Mama tidak tahu apa yang salah dengan cara Mama mendidik anak kamu, selama ini Mama berusaha untuk menjadi orang tua yang baik dan menjadi contoh yang baik untuk kamu" ucap Mama Darren menahan air mata nya.


"Apa selama ini kamu pernah melihat Papa menyakiti Mama, apa kamu pernah melihat Mama menangis karena Papa mu?"


"Apa pernah Darren! Apa pernah papamu itu mengecewakan Mama"


"Ingat Darren jika istrimu meminta berpisah dan mama akan menjadi orang pertama yang akan mendukungnya!"


"Ingat itu!"


Mama Lisna pergi begitu saja, membuat Papa Steven berlari mengejar nya, pasal nya istrinya itu berjalan berlawanan arah dengan tempat duduknya, dia berhenti di depan putranya yang tampak menegang di tempatnya.


"Laki-laki sejati tidak akan membuat wanitanya meneteskan air mata, mereka akan diam dengan kelakuan kita namun dia akan pergi begitu saja jika dia sudah lelah"


"Dan jika saat itu telah tiba kamu akan benar-benar merasakan betapa berharganya dia dalam hidup kita"


"Aku tahu kamu mencintai nya dengan caramu sendiri, namun wanita juga perlu ucapan dari pada tindakan"


Papa Steven berlalu dari sana setelah memberikan nasehat kepada putranya yang terlalu bodoh dalam urusan perempuan, padahal putranya itu sangat pandai dan melampaui dirinya jika berurusan dengan bisnis.


Bukan kau yang terlalu bodoh putra ku, tapi kita yang tidak pernah benar dimata wanita. Batin Papa Steven.


Hati Darren bergemuruh mendengar ucapan papa nya, apa benar kalau dia mencintai wanita yang dia jadikan alat balas dendam pada pria yang telah berhutang kepada nya.


Dan wanita yang kini tergolek lemah di ranjang rumah sakit itu sama sekali tidak pernah tahu tentang hutang piutang itu, laporan yang diberikan oleh Dito asisten nya itu mengatakan kalau istrinya itu berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya pendidikan nya.


Lalu setelah menikah dengan nya dia justru melakukan istrinya dengan semena-mena, hanya siksaan demi siksaan yang dia berikan pada istrinya itu, istrinya yang kini terbaring tak berdaya itu juga karena kesalahannya yang tidak memperketat penjagaan atas wanita itu.


Kenapa bisa, itu karena ulahnya.


Bagaimana tidak kecelakaan yang dialami Anyelir itu karena ulah dari musuh bisnis nya yang menaruh dendam karena kalah bersaing dalam memperebutkan tender proyek bernilai miliaran dolar.


Tapi saat ini dia harus membayar kemenangan nya itu dengan kehilangan nyawa anak nya yang belum sempat dia rasakan kehadirannya.


Rasa bersalah menghantui nya hingga tanpa sadar dia menyakiti dirinya sendiri, tangan nya mengeluarkan darah segar karena kepalan tangannya yang begitu kuat membuat kukunya menusuk diri tangan nya sendiri.

__ADS_1


"Tuan…."


 


__ADS_2