
Di sini lah Anyiler berada saat ini, di tempat yang serasa tidak asing bagi diri nya, namun lagi-lagi karena ingatan nya yang hilang membuat nya tidak bisa mengingat apapun yang ada di sekeliling nya.
Pandangan Anyiler menatap sekeliling saat mobil yang di kendarainya berhenti di halam rumah mewah milik seseorang yang mengklaim bahwa dia adalah suami nya.
"Turun, kita sudah sampai" ucap Darren sementara Anyiler di sana sekali tidak mengindahkan ucapan suami nya, wanita itu tak bergeming dari tempatnya membuat Darren menggerang kesal.
"Jangan terus membuatku kesal, Anyiler!"
"Kalau kamu kesal, tinggal pulangkan saja aku ke rumah orang tuaku" cuek Anyiler sambil bersendekap.
Darren kembali harus mengatur stok kesabarannya menghadapi Anyiler saat ini, dia turun dari dalam mobil berjalan memutar ke sisi kiri di mana istrinya berada.
"Turun!" perintah Darren namun tidak di indahkan oleh Anyiler wanita itu justru memalingkan wajahnya, sama sekali dia enggan menatap Darren bahkan sejak masuk ke dalam mobil tadi Anyiler menatap ke arah luar jendela tanpa menghiraukan Darren sama sekali.
Tak lagi bisa bersabar Darren menggendong Anyiler yang menjerit keras karena ulah Darren yang mengagetkan nya.
"Turunkan aku...!"
__ADS_1
"Turunkan...."
Ucap Anyiler sambil memukul dada Darren sementara kaki nya terus bergerak meminta di turunkan.
"Diam!" sentak Darren.
"Turunkan aku!" ucap Anyiler tak mau kalah.
"Diam atau ku lempar kau ke kolam buaya di belakang rumah!" ucap Darren menakuti Anyiler, mana mungkin dia mau memelihara hewan yang cukup menyeramkan buat itu.
Mendengar itu Anyiler langsung terdiam, membuat Darren menyunggingkan bibirnya saat melihat Anyiler kembali menjadi catty manis nya.
Anyiler langsung menutup pintu kamar itu saat Darren akan masuk kedalamnya, untung saja reflek baik Darren membuat hidung mancung pria itu tidak sampai mencium pintu yang di tutup dengan keras oleh Anyiler yang kini mendudukkan dirinya di sofa dengan gerutuan nya.
"Apa-apaan pria menyeramkan itu!"
"Seenaknya saja membawaku ke tempat ini, awas saja kamu!" ucap Anyiler penuh dendam.
__ADS_1
Tok
Tok
"Buka pintunya Anyiler!" perintah Darren dari luar kamar.
Bukan nya melakukan perintah Darren, Anyiler dengan sengaja menyalahkan televisi dengan suara yang sangat lantang, bahkan suara itu sampai keluar dari dalam kamar.
"Buka pintunya Anyiler, atau kau ingin aku mendobrak pintu ini!" ancam Darren.
Merasa usahanya sia-sia, dia pun meminta salah satu pelayan rumah nya untuk mengambilkan kunci serep yang tersimpan di lemari ya jauh dari tempatnya berdiri.
Anyiler yang sedang duduk sambil menyaksikan drama Korea itu menoleh ke belakang saat televisi besar di depan nya tiba-tiba mati, padahal dia tengah larut dengan adegan yang di perankan oleh dua pemain yang tengah berciuman di pinggir pantai dengan pemandangan sunset di sana.
"Bagaimana kamu bisa masuk?" beo Anyiler dengan wajah bingungnya, saat melihat pria menyeramkan itu berdiri tepat di samping nya sambil memegang remote di tangannya.
"Eh, kamu mau apa?" gugup Anyiler saat Darren menghampiri nya, pria itu mendekatkan wajahnya kearah Anyiler.
__ADS_1
"Mau kamu" ucap Darren membelai wajah Anyiler yang kini berada dalam kukungan nya.
"Aahh..."