Mafia Couple Love

Mafia Couple Love
Drama Pagi


__ADS_3

Matahari kembali memancarkan sinarnya menyinari seluruh kehidupan di muka bumi dan menandakan kembali berganti waktu. Hirup pikuk manusia menyambut hari dengan penuh suka cita untuk melanjutkan kembali aktivitas nya demi kebutuhan hidupnya.


Semua pekerja di kediaman tuan Fino tampak bersemangat melakukan aktivitas nya di pagi hari, memang pagi hari membuat semangat seseorang berkobar-kobar.


Namun sepasang suami istri masih saja terlelap di atas tempat tidur dengan selimut berdua. Tidak ada tanda-tanda akan bangunnya mereka berdua. Bahkan sinar matahari mulai menyeruak masuk di sela-sela jendela kamarnya.


Milan mulai menggeliat, ia merasa gerah dibawah selimut. Dan anehnya lagi sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya. Milan lalu melihat sang empu yang sedang memeluknya.


"Aaaahhh" teriak Milan histeris sambil memukul-mukul kepala sang empunya yang tepat berada di dadanya. Milan terus memberontak di pelukan Fino. Sementara Fino masih memejamkan matanya sambil mengeratkan pelukannya dan tidak ingin melepaskan Milan.


Milan masih saja syok dengan kehadiran Fino, ia bahkan tidak ingin Fino kembali secepatnya. Namun nyatanya kini Fino sudah berada di dalam kamarnya dan anehnya lagi sedang memeluknya dengan erat.


Dengan liciknya Milan menaikkan salah satu lututnya dan mengarahkan pada aset berharga suaminya. Fino dengan cepat melepaskan pelukannya, baru saja pagi hari ia sudah mendapatkan hadiah yang menyakitkan, Fino hanya mampu mengerang kesakitan memegangi aset berharganya, bahkan kesadarannya belum sepenuhnya pulih.


"Dasar mesum" ucap Milan dengan suara lantang, lalu turun dari tempat tidur.


"Awas kau gadis tua" ucap Fino marah sambil memegangi aset berharganya.


Milan kembali berbalik badan sambil menjulurkan lidahnya, kemudian melangkahkan kakinya menuju toilet. Milan kemudian memilih menggosok gigi, setelah itu ia pun membasuh wajahnya dengan air. Sesekali Milan memandangi wajah nya di dalam cermin dan matanya menangkap sosok lelaki dibencinya sudah muncul di belakangnya.


Fino mendorong tubuh Milan hingga terpojok di wastafel. Ia pun menghadang Milan menggunakan salah satu tangannya dan kakinya, sementara tangan satunya mengambil sikat gigi dan tak lupa memberi pasta gigi di sikat gigi nya. Milan begitu marah, karena pagi-pagi ia sudah berurusan dengan lelaki dibencinya. Fino menatap tajam Milan sambil menggosok gigi, yang sedang terperangkap di pojokan dinding karena ulahnya.


"Saya ingin lewat tuan Fino, minggir!" ucap Milan sambil melototi Fino.


Fino hanya sibuk menggosok gigi dan masih saja menghadang Milan. Setelah selesai Ia pun membersihkan mulutnya dan ikut membasahi wajahnya seperti yang tadi di lakukan oleh Milan.


Pandangan mata Fino kini beralih pada wanita yang dihadang nya. Fino kembali memepet Milan dipojokkan dinding, sambil terus memajukan wajahnya ke wajah Milan. Jantung Milan mulai berdegup kencang, ia bergidik ngeri melihat tatapan tajam Fino yang seolah menusuk jantung nya.

__ADS_1


"Kamu mau apa tuan"ucap Milan gugup.


Cup


Fino berhasil mencium bibir ranum Milan. Sedangkan Milan membulatkan matanya karena terkejut. Fino hanya memasang wajah yang sulit diartikan dan beralih mencium leher jenjang Milan. Lagi-lagi Milan dibuat stok jantung, ia ingin menghentikan aksi Fino, namun lidahnya terasa keluh, bahkan tubuhnya terasa membeku dan tak mampu ia gerakkan.


Fino hanya tersenyum tipis sambil menikmati leher jenjang Milan, setelah puas, kemudian beralih mencium kedua g***** k***** Milan. Lagi-lagi Fino tersenyum sinis melihat tingkah Milan yang hanya diam dan tidak memberontak.


"Itu hukuman untuk mu karena sudah berani melawan ku" ucap Fino dengan seringai licik diwajahnya, kemudian berjalan menuju shower untuk membersihkan tubuhnya. Fino membuka satu persatu pakaiannya terlebih dahulu, lalu memilih menyalakan shower. Ia pun tersenyum kemenangan di bawah guyuran air shower sambil membayangkan kembali wajah Milan yang terkejut.


Milan masih saja syok sambil memegangi jantungnya yang masih berdegup kencang. Ia pun berbalik badan dan memilih menatap dirinya di pantulan cermin, tampak lehernya di penuhi tanda merah, piyama tidurnya juga tampak berantakan akibat ulah Fino.


Baru pagi-pagi dia sudah terjebak dengan drama mesum suaminya. Milan menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu kembali membasahi wajahnya dengan air.


Lelaki aneh itu mulai mesum, ia sudah membuat drama pagi dengan kelakuan mesumnya, aku harus waspada terhadap nya. Batin Milan.


Suci, Sasa dan Tiwi mengintip mereka dibalik pintu ruang dapur.


"Ini sungguh kejadian langka" bisik Sasa yang sedang memperhatikan majikannya sarapan bersama.


"Iya aku pun tidak menyangka, mungkin tuan Fino mulai jatuh cinta kepada nyonya Milan"ucap Suci yang ikut mengintip dibelakang Sasa.


"Hei jangan berisik, nanti bi Sri dan pelayan lain memarahi kita"ucap Tiwi dibelakang Suci.


Ketiga pelayan wanita itu masih saja terus memperhatikan majikannya sarapan bersama. Terlihat keduanya saling acuh, namun tetap saja curi-curi pandang, hingga mereka mengakhiri sarapannya.


Milan mulai bangkit dari duduknya, dan mulai melangkahkan kakinya, namun lagi-lagi Fino ikut bangkit dan dengan cepat meraih pergelangan tangannya dan menariknya dengan kasar hingga menubruk dada bidang nya. Pandangan mata mereka kembali bertemu, namun Milan dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berusaha untuk lepas.

__ADS_1


"Anda selalu saja cari masalah dengan saya. Tolong tuan Fino jangan selalu berbuat macam-macam kepada saya, karena saya tidak suka tingkah anda seperti ini"ucap Milan ketus sambil membuang muka tidak suka.


Tanpa basa-basi Fino langsung memegang tengkuk Milan lalu menyambar bibir ranum istrinya yang sudah menjadi candu baginya.


Ketiga pelayan wanita melototkan matanya dan begitu terkejut melihat secara langsung adegan dewasa di depan mata, karena biasanya mereka hanya menyaksikan di adegan film dewasa, sungguh mata suci ketiganya sudah ternodai dengan melihat sepasang suami istri itu. Wajah ketiganya merona merah melihat sepasang suami istri itu sedang berciuman.


"Apa yang kalian lakukan di sini. Ini dapur bukan tempat untuk mengintip"ucap Bi Sri yang memergoki ketiga pelayan yang sedang mengintip.


"Anu bi, kami...."ucap Suci takut yang tidak tahu harus menjawab apa.


Sedangkan Milan langsung mendorong tubuh Fino karena mendengar suara bi Sri sedang memarahi pelayan.


"Cepat lanjutkan pekerjaan kalian"ucap Bi Sri marah. Kemudian ketiga pelayan wanita itu memilih berpisah untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


"Dasar mesum" ucap Milan dengan rona wajah memerah karena malu, bagaimana tidak ia di pergoki oleh ketiga pelayan wanita.


Fino hanya santai dan memilih berjalan menuju taman belakang. Karena hari ini, ia hanya ingin menghabiskan waktu nya di rumah saja, walaupun sesekali ia harus mengecek email masuk di ponselnya tentang urusan pekerjaan.


Fino duduk di bangku taman belakang sambil menikmati pemandangan indah di depan matanya, berupa bunga-bunga indah yang sedang bermekaran layaknya perasaannya yang mulai bermekaran.


"Aku ingin gadis tua itu mencintai ku, karena aku tidak ingin mengulang kisah lama yang membuat ku menjadi sakit hati. Lebih baik dicintai dari pada mencintai" ucap Fino sambil tersenyum sinis, yang sedang menatap bunga mawar yang bermekaran.


Sementara Milan memilih berjalan menuju kamarnya, karena ia sudah menentukan agenda hari ini untuk ngepantai. Namun terjebak dengan drama pagi yang dibuat oleh suaminya.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan teman-teman 🙏 jangan lupa tinggalkan kritikan dan saran yang membangun untuk cerita Mafia Couple Love🤗

__ADS_1


__ADS_2