
Bersama baby Malfin membuat hari-hari Milan dan Fino penuh warna, tangisan, rengekan, dekapan, kasih sayang dan cinta selalu menyatu dalam kehidupan mereka. Momen langka selalu saja didapatkan dari tumbuh kembang baby Malfin. Mulai dari baby Malfin yang mendapatkan imunisasi pertamanya, baby Malfin yang sudah mulai menikmati bubur bayi aneka rasa buah dan sayuran, hingga pada akhirnya baby Malfin sudah mampu tengkurap dan merangkak.
Usia baby Malfin yang sudah memasuki enam bulan membuat baby Malfin semakin aktif dan lincah. Banyak gaya menggemaskan selalu ia tampilkan di hadapan orang tuanya. Membuat Fino dan Milan semakin bahagia di karunia seorang putra, Fino bahkan tidak pernah lagi melakukan lembur di kantornya, ia bahkan setiap harinya pulang lebih awal ke rumahnya demi untuk melihat aksi menggemaskan baby Malfin, dan yang Fino prioritaskan saat ini adalah keluarganya.
Setiap akhir pekan, Fino mengajak istri dan anaknya untuk liburan bersama dan mengunjungi tempat destinasi wisata yang belum pernah mereka kunjungi selama menjalin pernikahan, hingga di karunia seorang putra.
Seperti saat ini, mereka sedang melakukan liburan di sebuah pulau kecil yang begitu indah dengan suguhan pemandangan alami dari pantai. Pulau Kana merupakan pulau kecil milik keluarga Alexander yang terletak di bagian timur dari Negara B. Pulau tersebut berdekatan dengan daerah perbatasan antara Negara B dan Negara A, jaraknya hanya berkisar 3 kilometer dari Negara A. saat berada di pantai, kita mampu menyaksikan Negara A yang terpampang nyata di sebrang lautan.
Fino bersama keluarga kecilnya tampak menikmati liburannya kali ini. Mereka sedang berada di sebuah Vila mewah dengan bangunan tiga lantai yang tampak kokoh di tengah-tengah pulau kana.
Tidak hanya mereka, Fino juga mengajak rombongannya yang bekerja di kediamannya mulai dari para pelayan, baby sister, para anggota the tiger yang bekerja sebagai bodyguardnya untuk membantu segala keperluannya selama liburan di pulau tersebut dan tak terkecuali Fino juga meminta Chiko untuk mengajak Novi liburan di pulau tersebut, karena dorongan istrinya.
Kini Fino sedang berenang bersama Milan dan buah hatinya di sebuah kolam renang yang langsung tertuju dengan view pantai. Fino terlihat lihai membantu baby Malfin yang tampak aktif berada di dalam air. Milan selalu saja tergelak tawa melihat tingkah lucu baby Malfin yang begitu senang diajak berenang.
“Mas hati-hati, jangan sampai mata baby Malfin kena cipratan air”ucap Milan sambil memegang lengan suaminya. Sementara Fino sedang memegangi tubuh baby Malfin dengan lihai.
“Tidak sayang, lihatlah baby Malfin begitu senang berada di dalam air”ucap Fino yang begitu lihai mengajar putranya berenang.
Baby Malfin tertawa menggemaskan berada di dalam air, kedua tangan dan kakinya tampak begitu aktif ia gerakkan, layaknya seorang anak kecil yang sudah pandai berenang.
“Ha ha ha, kau menggemaskan sekali nak”ucap Milan sambil mengelus rambut baby Malfin yang sudah basah.
“Sudah mas, takutnya baby Malfin masuk angin" ucapnya khawatir. "Sayang ikut sama mama ya, kamu pasti sudah lapar”ucap Milan sambil mengangkat kedua tangannya untuk mengambil alih baby Malfin dari suaminya.
“Sebentar lagi sayang, lihatlah baby Malfin masih betah di dalam air”ucap Fino sambil tergelak tawa.
Fino kembali mengangkat tubuh baby Malfin dengan sedikit melakukan gerakan layaknya menerbangkan baby Malfin di dalam air.
“Hentikan mas, jangan lakukan seperti itu kepada baby Malfin”ucap Milan sambil membulatkan matanya dengan mode marah dengan kelakuan suaminya. Sementara baby Malfin sudah tertawa bahagia dan begitu senang dengan aksi papahnya.
“Kau bisa saja menyakitinya mas”ucap Milan yang kini mengambil alih baby Malfin.
“Sayang, baby Malfin pun begitu bahagia dengan tindakanku. Iyakan nak”ucap Fino sambil mengedipkan matanya menatap putranya. Sementara Baby Malfin mulai tertawa menggemaskan memperlihatkan deretan giginya yang mulai tumbuh.
“Ayo kita naik, baby Malfin sudah lapar, lihatlah ia sudah mengemil tangannya”ucap Milan lalu menaiki anak tangga kolam renang sambil menggendong baby Malfin, diikuti Fino di belakangnya.
Kini keluarga bahagia itu sedang berjemur di kursi santai di pinggir kolam. Kursi santai yang digunakan layaknya sebuah tempat tidur yang memiliki sandaran dan juga terdapat payung lebar yang mampu menutupi tubuhnya dari pancaran sinar matahari.
Milan hanya mengenakan kimono sambil bersandar di dada bidang suaminya. Sementara baby Malfin sudah berpakaian lengkap dan sedang menikmati ASI ibunya. Milan seperti ibu koala yang sedang menyusui anaknya. Sementara Fino yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek tampak bahagia memeluk kedua kesayangannya. Angin sepoi-sepoi mulai menerpa wajah mereka.
Fino menunduk menatap baby Malfin yang begitu lahap menikmati ASI ibunya. Sesekali Fino tersenyum memindahkan tangannya untuk mengelus punggung baby Malfin yang semakin berisi dan menggemaskan.
“Aku sangat bahagia mas, liburan di pulai ini. Tempat ini begitu sejuk, tenang, damai dan membuatku nyaman”ucap Milan sambil mengelus manja rambut baby Malfin.
__ADS_1
Sementara Fino hanya menatap view pantai yang begitu indah dan sangat disayangkan jika ia melewatkannya.
“Kau ingin menetap di pulai ini?”tanya Fino yang terus saja pandangannya menjurus ke depan menatap pantai.
“Tidak, aku begitu bahagia liburan bersama mas dan baby Malfin di pulai ini. Sehingga aku pun menggambarkan perasaanku tentang pulai ini. kemana pun mas membawaku, aku akan tetap bahagia bersamamu”ucap Milan sambil tersenyum.
“Aku akan meluangkan waktuku untuk mengajak mu liburan sayang dan membawa kesayangan-kesayanganku ini ke suatu tempat yang paling indah”ucap Fino sambil mencium manja rambut istrinya.
“Iya mas aku akan kembali menunggu waktunya”ucap Milan sambil tersenyum bahagia.
Aku pun begitu menunggu waktu dua tahun untuk bertemu dengan keluarga mu mas. Ku harap mereka bisa menerima kita kembali. Batin Milan sambil tersenyum.
Milan bersama Fino tampak menikmati liburan mereka di pulau kana. Selama seminggu mereka akan mengeksplor pulau kana bersama baby Malfin. Sepasang suami istri itu begitu bahagia tengah duduk bersantai menyaksikan pemandangan alam ciptaan Tuhan.
“Mas”.
“Hemm”.
“Mas ini sudah enam bulan loh, apa kau tidak merindukan keluargamu?”tanya Milan yang mendongak menatap suaminya.
“Huff, aku juga merindukannya. Aku bahkan begitu merindukan mama. Sudah lama aku tidak menemuinya”ucap Fino sambil menunduk menatap manik mata istrinya.
“Bagaimana kalau kita menemuinya setelah liburan ini”ucap Milan sambil tersenyum.
Milan memilih diam, ia pun sama sekali tidak mengetahui jalan pikiran suaminya. Milan kembali menatap baby Malfin yang sudah terlelap di dekapannya tapi masih saja menikmati ASI-nya.
“Mas, ayo ke kamar. Kasihan baby Malfin sudah tertidur dalam dekapanku”ucap Milan sambil berbisik.
“Hemm, ayo”ucap Fino sambil tersenyum tipis.
Milan dengan hati-hati turun dari kursi santai, takutnya baby Malfin terbangun karena ulahnya. Milan berjalan bersama-sama dengan suaminya menuju kamarnya. Saat sampai di dalam kamarnya, dengan hati-hati, Milan meletakkan baby Malfin di atas tempat tidur. Kemudian Milan dan Fino ikut mengistirahatkan tubuhnya di samping baby Malfin.
Sementara para pelayan wanita sedang menikmati liburan mereka dengan bahagia, salah satu dari mereka adalah sasa. Ketiga pelayan wanita sedang kejar-kejaran di pinggir pantai. Sementara Bi Ros dan Novi hanya duduk di kursi santai yang terdapat di pinggir pantai, sambil menikmati view pantai yang begitu indah. Penampilan Novi kali ini mulai berubah karena di lihat dari tampilan rambutnya yang mulai berbeda, biasanya Novi berpenampilan lelaki tulen dengan potongan rambut pendek, namun kali ini ia sudah berubah dengan model rambut yang dipanjangin hingga sebahu. Novi tampak enjoy dengan penampilannya kali ini, kaos oblong dan celana pendek yang melekat di tubuhnya, walaupun jiwa tomboynya masih terpampang nyata melalui gerak-geriknya. Rambut sebahunya mulai di terpa angin, sesekali Novi memperbaikinya dengan kesal.
Sedangkan kaum lelaki tidak mau kalah, mereka pun ikut berkumpul bersama menikmati view pantai. Salah satu diantaranya adalah Chiko dan beberapa bodyguard tuannya yang sedang duduk bersama sambil menikmati jus kelapa muda yang begitu menyegarkan. Sesekali bodyguard yang masih berstatus jomblo melirik ke arah wanita yang begitu berbeda dan belum pernah mereka jumpai di kediaman tuannya.
“Hei, coba lihat siapa kira-kira wanita yang berambut sebahu di sana”ucap bodyguard yang berstatus jomblo kepada teman di sampingnya.
“Wanita mana El?”ucap teman di sampingnya.
“Noh, lihatkan”ucap Bodyguard yang bernama El, sambil menunjuk ke arah wanita yang tengah duduk bersantai.
“Iya ya, siapa wanita itu, aku pun belum pernah melihatnya”.
__ADS_1
Chiko yang sedang menyesap jusnya, ikut mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang di tunjuk oleh rekannya.
“Wanita itu bernama Novi, sahabat nona Milan”ucap Chiko dingin.
“Novi, nama yang bagus, pasti lahirnya di bulan November. Sepertinya aku harus mendekatinya”ucap El sambil tertawa.
“Kamu bisa saja, emangnya Novi ingin dekat denganmu”timpal teman satunya. Sambil tertawa terbahak-bahak.
Sehingga area berkumpul kaum lelaki tampak heboh dengan obrolan mereka yang sedang membahas Novi yang mulai menjurus kemana-mana. Mereka pun menghentikan candaannya saat seorang wanita yang tengah di bicarakan nya mulai menghampirinya.
“Mengapa kalian begitu heboh membicarakan saya, sampai-sampai kuping saya sudah panas mendengar ocehan kalian. Apa sebenarnya yang kalian rencanakan kepada saya?”ucap Novi kesal.
Sementara salah satu bodyguard yang tengah duduk bersantai begitu familiar mendengar suara asli wanita di hadapannya.
“Kamukan wanita tomboy yang sempat kami kurung, ayo ngaku”ucap lelaki yang duduk tepat di samping Chiko.
“Iya memangnya kenapa, kalau aku wanita tomboy yang kamu maksud”ucap Novi yang bermode galak.
“Jadi kamu wanita…”
“Sudah hentikan, sebaiknya kau pergi dari hadapan kami”ucap Chiko dingin yang melerai mereka.
“Baik tuan, mulut kalian seperti emak-emak rempong di pasar loak”ucap Novi kesel. Lalu berbalik badan.
Mereka semua menyebalkan. Batin Novi.
Novi berdengus kesal, kemudian berjalan tergesa-gesa meninggalkan area berkumpul kaum para lelaki. Novi memilih berjalan menuju kamarnya, ia pun susah untuk bergaul dengan para pelayan wanita. Sementara mbak Milan nya susah untuk di temui, karena sedang bersenang-senang bersama keluarganya dan tidak bisa untuk diganggu, apalagi di temui olehnya. Hanya Bi Ros yang menjadi teman dekatnya di pulau tersebut.
Sementara di tempat lain….
Terjadi pertemuan penting di dalam kapal pesiar. Seluruh penghuni di dalam ruangan kapal pesiar itu, terdiri dari dua kubu dan mayoritas kaum lelaki. Kubu pertama mengenakan setelan jas hitam dan begitu rapi, dan memiliki ciri khas, dengan tato di setiap leher para lelaki tersebut. Sementara kubu yang satu tampak amburadul dengan mengenakan pakaian tidak berkelas. Hanya kemeja bermotif kotak-kotak yang tampak usang mereka kenakan dan sama sekali tidak mencerminkan dari anggota elit.
“Lakukan tugasmu malam ini, aku ingin memberikan kejutan kepada Fino Alexander”ucap seorang lelaki misterius yang menjadi ketua dari kelompok mereka.
“Baik bro, akan ku pastikan pulai kecil itu menjadi lautan api, ha ha ha”ucap lelaki berkemeja kotak-kota yang terlihat amburadul.
Mereka semua yang berada dalam ruangan itu tampak tertawa terbahak-bahak untuk menjalankan tugas mereka yaitu menghancurkan Fino alexander.
Bersambung…..
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏
mohon maaf bila alurnya tidak sesuai dengan harapan teman-teman semua 🙏🙏🙏.
__ADS_1