Mafia The Queen

Mafia The Queen
Episode 10 MUSUH NESSA


__ADS_3

 


Jam sudah menujukkan pukul 7 malam, meeting Nessa baru selesai, Nessa berjalan ke ruangan kerja... Ia kaget melihat Rian tertidur di sofa kantornya, Nessa membersihkan berkas berkasnya dan membangunkan Rian.


 


" Hayy... Rian bangun bangun yukkk pulang "


Rian membuka mata dan menguap


" Luh udah selesai meetingnya "


Nessa " Iyaa... Yukkk "


Rian " Kita makan malam, gue lapar banget "


Nessa " Terserah luh ajah, kita makan di tempat tadi siang "


Rian " Okeyy " ( Memberikan hormat ke arah Nessa )


Mereka makan malam berdua di restoran seafood


Rian " Luh suka banget yaa makanan seafood "


Nessa " Iyaa gue suka bangett "


Rian " Oiyaa "


Nessa " Sebentar udah dari sini gue minta tolong antar gue ke Club ****** "


Rian " Dengan senang hati " ( Sambil tersenyum ke arah Nessa )


Sesudah mereka makan, langsung meluncur ke Club *****. Handphone Rian bunyi


Rian " Yaa gue ke situ "


Nessa hanya diam


Sesampainya di Club


Nessa " Luh langsung ajah urus, urusan luh!!"


Rian " Gue cuma sebentar, nanti gue jemput luh "


Nessa " Nggak usah, nanti gue telfon Pak Khan bawah mobil gue "


Rian " Intinya nanti gue jemput luh, dahhh "


Nessa masuk ke club untuk pekerjaan bisnis pasar gelap, sudah ada Calysta, Edward dan beberapan kolage kolage konglomerat.


 


Di sisi lain Rian sibuk dengan meeting perkembang mencari ketua mafia Red Dragon.


 


Jam sudah menujukkan pukul 1 malam,

__ADS_1


Calysta " Nessa luh mau pulang bareng nggak sama kita "


Nessa " Nggak gue, gue udah suruh Pak Khan bawah mobil gue "


Calysta " Luh jangan pulang terlalu pagi bahaya "


Edward " Luh hati hati yaa "


Nessa hanya tersenyum ke arah Calysta dan Edward, Mereka meninggalkan Nessa asik dengan rokok yang ia isap.


Nessa berjalan keluar


" Permisi ini kunci mobil Nona tadi di titipkan "


" Iyaa makasih, ini " ( Nessa memberikan beberapa uang ),, Nessa berjalan ke dalam mobil miliknya.


Ada beberapa orang yang sudah mengintai Nessa,


Nessa keluar dari halaman club, ada beberapa mobil mengikuti Nessa.


Rian baru sampai di Club ***** setengah berlari masuk ke pintu masuk club


" Permisi, apakah Nona Nessa masih di dalam "


" Maaf Nona Nessa siapa ??"


Rian " Hhmmm Maysha Johnessa Angel "


" Oohhh iyaa, Nona Angel sudah pulang sekitar 10 menit yang lalu "


Rian " Makasih " ( Rian langsung lari ke dalam mobil dan melajukan ke mobil )


 


 


Nessa dengan cepat menekan tombol otamatis mengirimkan data ke anak buahnya sebelum ia keluar dari mobil.


Nessa keluar dari mobil dan setengah berteriak


" Kalian mau apa??"


Salah satu dari mereka " Ingin membunuh anda Nona manis "


Nessa " Silahkan "


Mereka berlari ke arah Nessa memenga senjata *****, terjadilah perkelahian sengit Nessa seorang diri melawan 5 pemuda dengan body yang sangat menyeramkan, di sisi lain ada beberapa orang lagi berdiri di depan mobil dengan memegang senjata ***


Rian perasaan khawatir dengan keberadaan Nessa, di tengah jalan ia melihat beberapa mobil tak biasa di tengah jalan pada malam hari. Rian seorang agen rahasia langsung keluar dengan membawa senjata *** dibalik jasnya.


Rian melihat Nessa sedang kewalahan menghadapi 5 orang. Rian melihat sekeliling ia melihat di depan mobil orang memegang senjata dengan cekatan Rian menembak ke arah beberapa orang berdiri didepan mobil.


( Dor Dor Dor ) 3 orang yang terkena tembakan dari Rian langsung jatuh. Nessa mendengar suara tembakan langsung melihat ke arah sumber suara ia melihat Rian, dengan cepat musuh menusuk punggung Nessa dari belakang


" Aaaaahhhhhh "


Rian " Nessaaa...... "

__ADS_1


Rian baku tembak dengan orang - orang di depan mobil tadi, Nessa dengan sisi tenaganya ia mengambil di balik jasnya senjata *** menembakan ke arah 5 orang dengan lihainya Nessa menembak ( Dor dor dor dor dor dor dor dor.... Tidak lupa Nessa menembak ke arah orang yang baku tembak dengan Rian ( Dor dor dor dor ).


Semua musuhnya tergeletak berlumuran darah Nessa langsung jatuh, Rian berlari ke arah Nessa


Nessa " Luh nggak apa - apakan ??"


Rian " Tidak kamu.. "


Belum selesai Rian bicara, anak buah Nessa datang


" Maaf kami terlambat "


Dengan suara terbata - bata


Nessa " Kalian urus mereka jangan sampai polisi tau dan lacak Black Horse dimana markasnya !!"


Rian mengangkat tubuh Nessa ke dalam mobil milik Nessa.


" Luhhh harus bertahan kita ke akan ke rumah sakit!"


Nessa " Jangan... bawah ke rumah gue "


Rian " Nggak luhh luka parah "


Nessa " Please dengar gue sekarang "


Rian ( Dengan terpaksa ) " Baiklah "


Nessa berusaha mengambil handphone miliknya didalam tasnya


" Luh mau apa Ssa "


Nessa " Berikan handphone gue "


Rian mengambil handphone didalam tas Nessa


dan memberikan.


" Makasih"


Nessa Langsung menghubungi seseorang


" Halo... Siapkan Dokter dan alat medis 20 menit lagi gue sampai "


Nessa langsung mematikkan handphonenya menahan rasa di sakit.


Rian " Kenapa luh bisa dihadang begini"


Nessa " Simpan semua omongan luh, Luh akan tau sendiri "


Sesampai di rumah terlihat beberapa perawat dan dokter diteras rumah. Rian keluar dari mobil dan membuka pintu disebelah ditempat Nessa mengangkat dan langsung membaringkan tubuh Nessa di tempat tidur.


Dokter dan perawat mendorong tempat tidur dan langsung membawah ke ruang bawah rumah Nessa, Rian ikut dari belakang.


Pak Khan " Maaf Tuan, Tuan tidak boleh ikut ke bawah ??


Rian " Kenapa, itu Nona kalian ??"

__ADS_1


Pak Khan " Maaf Tuan ini sudah aturan, Tuan bisa menunggu di sini saja "


Rian " Baiklah "


__ADS_2