
Rian menunggu dengan cemas ruang keluarga Nessa, dibalik pintu muncul Calysta dan Edward.
Calysta " Bagaimana keadaan Nessa??? Bagaimana ini bisa terjadi "
Rian " Gue nggak tau, Gue mau jemput dia ternyata sudah tidak ada, gue langsung cari dia, ditengah jalan, gue liat Nessa bertarung 5 orang dan beberapa orang tak jauh dari Nessa memegang senjata A**, Gue langsung tembak orang - orang yang dibelakang Nessa, gue tembak orang di belakang Nessa, Mereka menusuk punggung Nessa dan Nessa menembak semua orang di situ"
Mendengar penjelasan Rian Calysta hanya diam harap cemas, Edward sibuk dengan handphonenya.
Setelah 1 jam setengah, Dokter datang
Rian" Bagaimana keadaan Nessa, Dok "
Dokter " Nona Nessa sudah melewati masa kritis, beberapa jam akan siuman "
Calysta " Mr. Willy bagaimana luka ada beberapa jahitan "
Dokter( Mr. Willy) " Lukanya agak dalam, untung tidak ada tulang rusuk yang retak dan 30 jahitan "
Calysta " Makasih Mr. Willy "
" Apakah gue bisa liat Nessa ??"
Calysta " Luh nggak bisa masuk ke dalam hanya orang kepercayaannya Nessa ajahh "
Rian " Baiklahh "
Para perawat keluar mendorong tubuh Nessa di atas tempat tidur ( Tempat tidur seperti di rumah sakit yang Guys ) kedalam kamar Nessa. Calysta, Rian dan Edward ikut dibelakang para perawat.
Salah satu perawat " Tuan dan Nona bisa melihat Nona Nessa hanya sebentar, Nona Nessa membutuhkan istirahat yang cukup "
Calysta " Baik "
Mereka bertiga masuk ke dalam kamar, khas kamar Nessa berwarna biru muda dan hitam mencerita yang mempunya kamar memilih ki sisi tenang dan gelap. Rian melihat Nessa dengan muka pucat, memakai alat bantu pernafasan, Rian memegang tangan Nessa dan mencium tangan Nessa.
Calysta dan Edward hanya melihat tingkah Rian, Edward memberikan kode Calysta, Calysta mengerti langsung keluar dari kamar Nessa di ikuti oleh Edward.
Calysta dan Edward langsung menuju ruang kerja Nesaa, didalam sudah ada beberapa anak buah Nessa.
Edward " Kalian sangat tidak becus sama sekali "
( M*n*m*a* pipi anak buah Nessa dengan keras)
Calysta " Kalian tau Bos kalian hampir kehilangan banyak darah " ( Dengan nada suara ditinggikan )
Salah satu dari mereka " Maafkan kami, kami terlambat menerima signal dari mobil Black Angel ( Anak Buah Nessa hanya tunduk kebawah )
Anak Buah Nessa berbisik ke teman satunya, Edward melihatnya " Apa yang sedang kalian bicarakan " ( Menatap tajam ke arah mereka berdua ).
Salah satu dari mereka " Maaf... Nona Black Angel bilang tadi sebelum di bawah Tuan Rian Nona Black Angel menyuruh saya untuk mencari markas Black Horse, Mungkin ada kaitannya dengan kecelakaan Nona Black Angel Tuan "
Edward " Ssssss..... Anjirttttt Black Horse "
Calysta " Sekarang kita harus bagaimana "
Edward " Kita tunggu Angel sadar "
Edward " Kalian semua keluar dan jaga ketat rumah Black Angel "
__ADS_1
" Baik kami permisi "
Jam Menujukan pukul 7 pagi, Rain tidur diatas kursi kepala Rian dekat dengan tangan Nessa, Rian merasakan ada yang mengusap kepalanya.
Rian membuka mata dan melihat ke arah Nessa, Nessa tersenyum ke arah Rian. Rian mau pergi memanggil Dokter sebelum Rian berjalan, Nessa menahan tangan Rian,
Nessa " Luh nggak apa - apakan ??" ( bicara masih terpasang alat pernapasan di mulutnya )
Rian " Luh nggak usah mikirin gue, tunggu sebentar gue mau panggil Dokter dulu "
Dokter masuk diikutin Calysta dan Edward, Dokter langsung memeriksa Nessa
" Nona Nessa keadaan baik, tinggal tunggu pemulihan pada lukanya "
Calysta " Baik Dokter "
Dokter " Ini resep obat untuk di konsumsi sesudah makan " ( Memberikan resep obat ke Edward )
Dokter " Biarkan Nona Nessa istirahat lagi"
Edward langsung pergi ke apotik untuk membeli obat Nessa, sedangkan Calysta langsung ke kantor Nessa untuk menggantikan Nessa dibeberapa meeting di perusahaan Nessa.
Disisi lain Rian sibuk didapur membuat bubur buat Nessa,
Pak Khan " Tuan Rian biarkan para koki yang memasak buat Nona Nessa "
Rian " Tidak apa - apa Pak Khan "
Edward sudah datang membeli apotik masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamar Nessa ia melihat Nessa tertidur, Edward langsung meletakan obat di atas meja dan keluar dari kamar.
" Mr. Khan Rian di mana ??"
Pak Khan " Tuan Rian lagi di dapur "
Pak Khan " Lagi buatin bubur buat Nona Nessa "
" Hahhaaa... Gue udah tau "
Pak Khan " Tau apa Tuan "
" Nggak Mr. Khan "
Rian muncul membawa nampan berisi semangok bubur dan segelas air.
Edward " Si pejuang cinta lagi ngejar cinta sejati hahahha"
Rian hanya tersenyum kecut ke arah Edward
" Obat gue simpan di atas meja " ( Setengah berterik ke arah Rian )
Rian masuk kedalam kamar Nessa, meletakan nampan di samping tempat tidur Nessa. Rian memegang tangan Nessa
" Ssa bangun... yukk makan pagi dulu terus minum obat " ( Nessa membuka matanya berusaha untuk bangun )
Nessa " Aaahhhhhuuu "
Rian " Nggak usah bangun, biar gue setel tempat tidurnya tunggu sebentar " ( Rian langsung menyetel tempat tidur )
" Apa ini sudah pas buat luh "
( Nessa hanya mengangguk kepalanya )
__ADS_1
Rian " Gue suapin luh yaa "
( Nessa menganggukkan kepalanya )
Rian menyuapi Nessa perlahan - lahan hingga tinggal setengah di mangok
Nessa " Udah gue udah kenyang!! "
Rian " Okey, luh minum obat ya ini beberapa obat yang luh harus minum "
Nessa " Yaa "
Setelah Nessa makan dan minum obat Rian keluar membawah nampan sisa makanan Nessa, Rian langsung kembali lagi ke dalan kamar Nessa.
Rian " Kalau luh butuh apa - apa bilang ajah biar gue bantuh luh "
Nessa " *Yaa "
( Tok tok tok* ) Rian " Yaa masuk "
3 Perawat masuk
" Kami mau mengantu perban luka Nona Nessa "
Rian " Silahkan "
Perawat membuka baju pasien Nona Nessa di bagian belakang Nessa, Rian berdiri ingin melihat luka dipunggung Nessa bukan luka yang dia liat tapi tato di belakang punggung Nessa tato Naga Merah, Rian sangat kaget melihat tato dipunggung Nessa.
Perawat sudah mengantikan perban luka Nessa langsung keluar kamar Nessa.
Rian " Tato luh bagus juga "
Nessa " Hhmmm itu udah agak pudar "
Rian " Emangnya sejak kapan luh tatoan " ( Tanya Rian penuh selidik )
Nessa " Kurang lebih 7 tahun "
Rian " Luh suka dengan naga merah yaa "
Nessa " Bisa dibilang gitulahh "
Rian " Oiyaa "
\( *Tok tok tok* \) Nessa " *Yaa masuk "
" Maaf Non, saya di suruh oleh Mr. Khan untuk menemani Non "
Rian " Oiyaa, Gue mau balik dulu entar gue ke sini lagi luh nggak apa - apakahn "
Nessa " Okey luh hati - hati dijalan "
Rian " Bibi saya titip Nessa yaa "
Nessa " Luh pikir gue anak kecil mau dititip - titip aahhhh* "
Rian mengedipkan mata sebelahnya ke arah Nessa sebelum keluar kamar.
Rian melangkah kedepan rumah Nessa melihat begitu banyak orang - orang berpakaian hitam menjaga dirumah Nessa dengan dilengkapi senjata a*i, Rian semakin bingung ia langsung berjalan ke mobil dan mengendarahi mobil miliknya.
Di dalam mobil Rian bertanya - tanya didalam hatinya apa yang terjadi?? apa alasan Nessa bertato naga merah??? kenapa begitu banyak orang berjaga dirumah Nessa??? Siapa Nessa sebenarnya???? ( Begitu banyak bertanyaan timbul ).
__ADS_1
Sesampainya Rian di apartemennya, ia langsung mencari sesuatu yang berkaitan dengan naga merah atau geng Red Dragon.
Hayyy Para reader... Jangan Lupa Like dan Commen untuk memberikan saran yaa Guys Love Youu Guyss 💕💞💞